• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

4.6. Journal of Coastal Development

a. Sejarah Singkat

Journal of Coastal Development adalah jurnal ilmiah yang pengelolaannya di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro. Jurnal ini merupakan jurnal yang berisi artikel mengenai ilmu kelautan serta pesisir pantai.

Meskipun demikian, topik yang dibahas tidak hanya mengenai ilmu kelautan dan pesisir pantai namun bersifat menyeluruh dari berbagai bidang keilmuan seperti biologi, kimia, fisika, kedokteran, sosial, ekonomi, budaya, dan lain-lain.

Journal of Coastal Development dibentuk pada tahun 1997 dan merupakan jurnal berbahasa Inggris. Jurnal ini sudah melalui proses akreditasi sebanyak tiga kali. Akreditasi diperoleh dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI) untuk pertama kali pada tanggal 21 Maret 2000 dengan No 69/DIKTI/Kep/2000 dan mendapat akreditasi dengan grade A.

Jurnal ini terbit 3 (tiga) kali dalam setahun. Dalam proses penerbitan Journal of Coastal Development, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Oseonologi

Indonesia (ISOI). Kerjasama ini sangat mendukung tidak hanya dalam publikasi namun juga kontribusi penulisan oleh para anggota asosiasi.

b. Dewan Redaksi

1. Ketua Dewan Redaksi : Prof. Drs. Ocky Karna Radjasa, M.Sc., Ph.D 2. Sekretaris Redaksi : Dr. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc

3. Asisten Editor : Endang Istiningsih A. Ronin Hidayatullah

4. Editor :

1. Nurdien H. Kistanto (UNDIP) 2. Dadang Kartamiharja (ITB)

3. Otto Sudarmaji, R. Ongkosongo (P20-LIPI) 4. Sulistijo (P20-LIPI)

5. Ambo Tuwo (Unhas) 6. Feliatra (Unri)

7. Suharsono (P20-LIPI) 8. Sudharto P. Hadi (Undip) 9. Widi A. Pratikto (DKP) 10. Jacob Rais (ITB)

11. Indah Susilowati (Undip) 12. Agus Hartoko (Undip) 13. Retmono (Unnes)

14. RRJ. Sri Djokomuljanto (Undip) 15. Zainal Arifin (P20-LIPI)

Sumber : www.cosdev.undip.ac.id, 2013

c. Alur Review Artikel

Sumber : Radjasa, Ocky Karna. 2010 [Unpublished PPT]

REDAKSI

EDITORIAL BOARD

EXTERNAL REVIEWER

SIAP CETAK

1-masuk

PENULIS

EDITOR IN CHIEF

2

3 4

6-jawab tidak layak

5

7-Layak direview

8- Jawab Layak/

Tidak Layak

9-layak untuk perbaikan 10-selsai perbaikan

MANAGING and LANGUAGE EDITORS

(Koreksi tulisan-bahasa Inggris, Susun Format Cetak)

11

12- Galley Proof

13- Perbaikan Galley Proof

d. Aturan Penulisan Artikel 1. Aturan Umum

a. Artikel harus ditulis dalam bahasa Inggris.

b. Naskah harus diketik dalam dua spasi dengan margin halaman sama pada kedua sisinya.

c. Seluruh halaman menggunakan margin kiri, dimulai dengan nomor 1 di bagian atas halaman.

d. Ukuran kertas menggunakan A4 dengan margin 3cm dan tipe huruf “times new roman” ukuran 12 pt.

e. Panjang maksimal dari naskah adalah 18 halaman.

f. Seluruh gambar dan tabel harus diketik terpisah dan diberi nomor sesuai urutan dalam naskah.

g. Standar Internasional (SI) harus digunakan. Berat dan ukuran harus dinyatakan dalam sistem metric dan suhu dalam skala Celcius.

h. File harus disimpan dalam format Microsoft Word atau open text document.

2. Struktur Naskah

Secara umum, naskah harus mempunyai susunan sebagai berikut : judul, abstrak, pendahuluan, materi dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, ucapan terima kasih (opsional), dan referensi. Setiap bagian tersebut harus diketik dengan huruf tebal dan menggunakan rata tengah.

a. Judul

Judul maksimal terdiri dari 50 huruf. Nama pengarang dan afiliasi ditulis singkat dengan maksimal 20 huruf.

b. Abstrak

Abstrak ditulis dalam bahasa Inggris. Abstrak terdiri dari tidak lebih dari 200 kata. Dimulai dengan pernyataan yang jelas tentang tujuan dari percobaan yang diikuti oleh materi dan metode, hasil dan kesimpulan penting. Referensi tidak pernah dikutip dalam abstrak. Singkatan yang muncul dalam abstrak harus didefinisikan ketika mereka pertama kali digunakan.

Pada akhir abstrak, penulis memberikan 5 (lima) kata kunci dalam urutan abjad yang menggambarkan penelitian tersebut.

c. Pendahuluan

Pendahuluan berisi informasi yang diperlukan guna memahami penelitian yang dilakukan. Pada pendahuluan ini harus dicantumkan topik serta tujuan secara jelas.

d. Materi dan Metode

Materi dan metode mencakup metode analisis statistik dan sumber peralatan yang digunakan selama penelitian. Semua modifikasi dari metode harus dijelaskan karena hal ini memungkinkan orang lain meniru eksperimen.

e. Hasil dan Diskusi

Hasil dan diskusi dapat disatukan menjadi satu bagian atau juga dalam bagian yang dipisahkan. Diskusi harus menginterpretasikan hasil secara jelas.

f. Kesimpulan

Kesimpulan harus ditulis maksimal 100 kata. Bila ada rekomendasi dapat dituliskan pada bagian kesimpulan ini.

g. Referensi

Semua publikasi yang dikutip dalam teks harus ditulis dan disajikan dalam daftar referensi dengan urutan kronologis.

Sistem yang digunakan dalam penulisan refensi sebagai berikut:

1. Jurnal

Radjasa, O.K., T. Martens, H-.P. Grossart, T.

Brinkhoff., A. Sabdono., and M. Simon. 2007.

Antagonistic activity of a marine bacterium Pseudoalteromonas luteoviolacea TAB4.2 associated with coral Acropora sp. J. Biol. Sci. 7:239-246.

2. Prosiding seminar, konferensi, symposium, dll.

Guenter, W and J.S. Sim. 1998. Production of special and modified eggs. Proceedings, Symposium Series 2.

The 8th World Conference on Animal Production, Seoul National University, Seoul, Korea, June 28-July4, 1998. P. 361-370

3. Tesis atau Disertasi

Rao, S. 1997. Genetic Analysis of Sheep Discrete Reproductive Traits Using Simulation and Field Data.

PhD Thesis. Virginia Polytechnic Institute and State University, Blacksburg, Virginia.

4. Buku

Steel, R.G.D. and J.H. Torrie. 1980. Principles and Procedures of Statistics. McGraw-Hill Book Co. Inc.

New York.

5. Buku dengan kepengarangan ganda

Weekes, E.E.C. 1991. Hormonal control in glucose metabolism. In: Physiological Aspects of Digestion and Metabolism in Ruminants. (T. Tsuda, Y. Sasaki, and R.

Kawashima, eds). Academic Press. San Diego. P.183-200

e. Sumber Pendanaan

Sumber dana dalam penerbitan jurnal tentang ilmu kelautan dan pesisir pantai ini berasal dari beberapa pihak yang terkait. Selain dari Undip, sumber pendanaan juga berasal dari ISOI, penulis, langganan, serta dana yang berasal dari permintaan pengiriman jurnal oleh para pembaca.

f. Jumlah Artikel

Jumlah artikel dalam Journal of Coastal Development dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Pada awal tahun terbentuknya,

artikel yang terbit sebanyak 6 (enam) artikel. Sekarang, setelah 16 tahun jurnal ini terbit, artikel yang dimuat sebanyak 12 artikel setiap kali waktu penerbitan.

48

BAB V

HASIL PENELITIAN

Bab ini akan membahas hasil penelitian berdasarkan observasi, wawancara maupun studi dokumen. Kemudian dilakukan teknik analisis deskripsi kualitatif dengan metode studi kasus tentang analisis pengelolaan Journal of Coastal Development Universitas Diponegoro.

Subyek dalam penelitian ini ialah 2 (orang) pengelola yang mempunyai kedudukan sebagai ketua dewan redaksi atau editor in-chief dan penyunting pelaksana atau managing editor.

Peneliti mengkaji mengenai pengelolaan Journal of Coastal Development dan melakukan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen yang dilaksanakan pada bulan Mei s.d Juli 2013 di ruang Journal of Coastal Development, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Gedung Widya Puraya Universitas Diponegoro.

Sebelum melakukan penelitian dilakukan observasi untuk menentukan fokus penelitian. Hasil yang diperoleh ialah pengelolaan Journal of Coastal Development mempunyai kekhasan yang berbeda dengan pengelolaan majalah pada umumnya.

5.1. Identitas Informan

Informan dalam penelitian ini dipilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan seperti yang telah disampaikan pada BAB III.

Berdasarkan kriteria tersebut, peneliti memilih 2 (dua) orang pengelola dari empat pengelola. Berikut tabel identitas pengelola yang menjadi informan dalam penelitian ini :

Tabel 2. Identitas informan

No. Nama Pekerjaan Kedudukan

dalam redaksi

5.2. Pengelolaan Journal of Coastal Development Universitas Diponegoro

Pengelolaan jurnal ilmiah hasil penelitian berbeda dengan pengelolan terbitan lainnya. Jurnal ilmiah hasil penelitian dikelola

berdasarkan dari beberapa variabel. Variabel yang menjadi fokus penelitian ini merupakan sifat-sifat khas yang dimiliki oleh jurnal ilmiah hasil penelitian. Variabel tersebut ialah kelembagaan penerbit, cakupan informasi, bentuk informasi, tujuan penerbitan, pengelolaan artikel, review naskah, struktur keredaksian, mitra bestari, dan penyebaran informasi.

5.3. Analisis Hasil penelitian 5.3.1. Kelembagaan Penerbit

Lembaga penerbitan jurnal merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam mengelola jurnal secara keseluruhan. Lembaga penerbit dari Journal of Coastal Development ialah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) yang berada di bawah naungan Universitas Diponegoro. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Diponegoro dalam menerbitkan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan bidang pesisir pantai ini bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Oseonologi Indonesia (ISOI). Pengelola juga baru saja menjalin kerja sama dengan OMICs Group untuk mengelola Journal of Coastal Development. Seperti yang diungkapkan oleh Prof. Ocky Karna Radjasa sebagai berikut :

“ Jurnal diterbitkan bekerjasama antara LPPM dengan ISOI dan kami baru saja menandatangi persetujuan OMICs group di Amerika untuk bersama-sama menerbitkan Journal of Coastal Development.”

Penerbitan jurnal yang dikelola secara bersama oleh tiga lembaga yang demikian merupakan hal yang baik. Pengelolaan bersama dengan

Ikatan Sarjana Oseonologi Indonesia akan memperkuat jurnal dalam segi kualitas informasi yang terkandung di dalamnya. Ikatan Sarjana Oseonologi Indonesia akan memberikan kontribusinya mendukung jurnal dalam hal kesesuaian artikel yang diterbitkan dengan cakupan keilmuan jurnal.

Kerja sama yang terjalin antara pengelola dengan OMICs Group membuat pengelolaan menjadi lebih baik. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung proses penerbitan jurnal mulai dari naskah, mitra bestari hingga diseminasi jurnal itu sendiri. OMICs Group merupakan sebuah portal website yang melakukan pengelolaan jurnal-jurnal secara online.

Kerja sama penerbitan yang dilakukan oleh pengelola Journal of Coastal of Development ini sudah sesuai dengan kriteria penilaian yang tertera dalam Pedoman Akreditasi Majalah Ilmiah yang diterbitkan oleh LIPI. LIPI menyebutkan bahwa penerbit dari jurnal ilmiah yang baik merupakan lembaga penelitian dan bekerjasama dengan organisasi profesi ilmiah.

5.3.2. Cakupan Informasi

Cakupan informasi jurnal ilmiah yang baik harus spesifik. Hal ini seperti dalam Pedoman Akreditasi Majalah Ilmiah LIPI. Tingkat spesifikasi dari sebuah jurnal akan mempengaruhi penilaian akreditasi jurnal serta pemanfaatan jurnal oleh pembaca. Cakupan keilmuan jurnal bisa kita lihat dari judul jurnal maupun artikel yang termuat di dalamnya.

Journal of Coastal Development adalah jurnal yang berisi artikel-artikel mengenai pesisir pantai dan laut. Hal ini diungkapan oleh Prof Ocky Karna Radjasa sebagai berikut :

“Jadi Coastal Development itu pendekatannya multi disiplin jadi kita tidak semata-mata hanya mengakomdasi satu bidang ilmu jadi konteksnya memang pesisir dan laut tapi bisa dilihat dari berbagai perspektif misalnya bisa kedokteran, bidang ekonomi, sastra budaya, kelautannya sendiri, bisa juga kesehatan masyarakat, teknik, arsitektur, penataan wilayah peisir dan laut, dan sebagainya.”

Sama seperti yang diungkapan oleh Prof. Ocky Karna Radjasa, Dr.

Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc juga mengungkapkan hal yang sama :

“Kalau topiknya ya..karena sesuai dengan judul ya Journal of Coastal Development maka kita menyangkut topik-topik dari biologi, kimia, manajemen, kemudian fisika gitu ya..seperti pasang surut, pengaruh arus dan seterusnya juga kita cover di situ, jadi IPA maupun sosial bisa masuk.”

Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa cakupan keilmuan atau topik-topik yang terdapat dalam suatu jurnal dapat dilihat dari nama jurnal ilmiah. Judul jurnal ilmiah akan menjadi identitas pertama dari suatu jurnal ilmiah. Oleh karena itu judul dari jurnal ilmiah harus sesuai dengan cakupan keilmuan.

Journal of Coastal Development merupakan jurnal ilmiah yang mewadahi informasi atau artikel hasil penelitian mengenai pesisir pantai dan laut. Namun hal tersebut bukan berarti bahwa artikel yang hanya membahas tentang pesisir pantai dan laut saja yang dapat dimuat di Journal of Coastal Development. Artikel hasil penelitian dapat berasal dari bidang ilmu yang berbeda namun tetap tidak lepas dari topik utama yaitu

pesisir pantai dan laut. Bidang keilmuan yang tercakup bukan hanya bidang sains seperti fisika, kimia, biologi, kedokteran, teknik, arsitektur, penataan wilayah peisisr dan laut, namun juga bidang ilmu sosial humaniora seperti ekonomi, sastra, dan budaya. Dengan demikian Journal of Coastal Development merupakan jurnal ilmiah bidang pesisir pantai dan laut dengan berbagai perspektif multi disiplin.

Informasi di atas menunjukkan bahwa cakupan informasi keilmuan dari Journal of Coastal Development belum secara khusus mengenai pesisir pantai dan laut namun masih dari berbagai keilmuan. Hal ini belum sejalan dengan teori yang ada, yang menyebutkan bahwa jurnal ilmiah yang baik hendaknya memuat artikel hasil penelitian yang khusus mengenai bidang ilmu tertentu.

5.3.3. Tujuan Penerbitan

Tujuan merupakan sesuatu yang hendak dicapai oleh suatu organisasi maupun sebuah lembaga. Peneliti mengajukan pertanyaan mengenai tujuan dan awal mula Journal of Coastal Development diterbitkan. Dari pertanyaan tersebut, Dr. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc menjawab awal mula penerbitan Journal of Coastal Development demikian :

“sejarahnya berawal dari ketua lembaga penelitian jaman Prof. Satoto karena PIP (Pola Ilmiah Pokok) kita, Undip, itu kan Coastal Region Eco Development, jadi kita menginginkan, waktu itu beliau, Prof.Satoto itu sebagai ketua lembaga penelitian, beliau ingin memiliki jurnal yang memang betul-betul merupakan unggulan Undip gitu..harapannya nanti ke

depan bahwa naskah-naskah masuk di jurnal itu adalah fokus pada pengembangan Coastal Region Eco Development, jadi sebetulnya itu gitu, jadi kita menampung dari para peneliti dalam hal ini peneliti-peneliti yang ada di Undip tapi juga tidak menutup kemungkinan peneliti yang dari lain yang kemungkinan concern terhadap pengembangan wilayah pantai gitu.

Penerbitan Journal of Coastal Development berpangkal dari Pola Ilmiah Pokok (PIP) Universitas Diponegoro. Dapat dikatakan bahwa jurnal ilmiah ini merupakan identitas keilmuan dari Universitas Diponegoro.

Sebagai identitas keilmuan universitas maka Journal of Coastal Development menjadi media komunikasi ilmiah Undip dalam kegiatan menjalin kerjasama. Seperti yang dikatakan oleh Prof. Ocky :

“Journal of Coastal Development adalah jurnalnya Undip, jadi dijadikan media komunikasi dalam rangka kerja sama khususnya kerja sama internasional.”

Prof. Ocky menambahkan bukan hanya sebagai identitas Undip, tetapi juga sebagai indikator dari aktivitas universitas yang terkait dengan kegiatan penelitian. Seperti yang diungkapkannya sebagai berikut :

“ Karena salah satu indikator dari aktivitas di universitas khususnya terkait bidang riset adalah diseminasi atau penyebarluasan hasil riset, hasil riset kan bisa dilewatkan berbagai tipe, bisa lewat seminar, simposium, bisa juga lewat jurnal, di mana jurnal ilmiah itu dapat digunakan selama penulis itu bisa memenuhi kriteria yang sudah dibuat pengelola jurnal ilmiah tersebut. “

Prof. Ocky juga mengungkapkan bahwa awal mula Journal of Coastal Development karena tempat untuk mendiseminasikan hasil penelitian bidang pesisir laut di Indonesia masih sangat terbatas. Selain itu, pada waktu pembentukan jurnal ilmiah ini, belum ada jurnal ilmiah

berbahasa Inggris khusus mewadahi masalah pesisir pantai dan laut di Indonesia.

Dari berbagai pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan diterbitkannya Journal of Coastal Development ialah sebagai identitas keilmuan Undip, media komunikasi universitas, indikator kegiatan penelitian di lingkungan universitas, dan sebagai wadah untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian bidang pesisir pantai dan laut yang menggunakan bahasa Inggris di Indonesia.

5.3.4. Bentuk Informasi

Bentuk informasi dalam penelitian ini ialah bentuk informasi yang dimuat dalam Journal of Coastal Development. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Ocky demikian :

“… mulanya Journal of Coastal Develoment memang lebih fokus kepada hasil riset, tapi dalam perjalanannya kita memandang bahwa kajian ilmiah atau review artikel juga memegang peran penting dalam rangka memberikan pencerahan kepada masyarakat ilmiah terkait dengan pesisir dan laut maka kami juga menyediakan forum yang disebut dengan review artikel atau kajian ilmiah sebagai tambahan dari publikasi hasil penelitian…”

Bentuk informasi yang dimuat oleh Journal of Coastal Development pada awal terbentuknya hanya berupa artikel hasil penelitian.

Seiring dengan perkembangan waktu dan kemajuan ilmu, pengelola berpendapat bahwa kajian ilmiah atau review artikel juga mempunyai peranan penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat imliah khususnya bidang pesisir pantai dan laut. Oleh karena itu, Journal of

Coastal Development memberikan tempat untuk kajian ilmiah sebagai bagian dari diseminasi hasil penelitian. Ketersediaan tempat bagi kajian ilmiah seperti ini akan menambah khazanah keilmuan khususnya bidang pesisir pantai dan laut.

Sementara itu, untuk prosentase antara artikel hasil penelitian dengan kajian ilmiah disampaikan demikian :

“… kita kurang lebih 70-80 untuk hasil riset, dan 20-30 itu review artikel.

jadi memang review artikel memang bukan target utama kami…”

(sumber: Prof. Ocky)

Kajian ilmiah yang ada di dalam penerbitan Journal of Coastal Development sekitar 20-30 %. Bentuk informasi yang menjadi focus utama jurnal ilimiah ialah artikel hasil penelitian yaitu sekitar 70-80 % dari junlah keseluruhan artikel setiap kali terbit.

Bentuk informasi yang dimuat dalam Journal of Coastal Development belum dapat dikatakan baik karena masih masih terdapat kajian ilmiah yang bukan berupa artikel asli dari sebuah penelitian. Hal ini belum memenuhi kriteria jurnal ilmiah yang baik menurut LIPI. LIPI menyebutkan bahwa jurnal ilmiah yang baik hendaknya memuat artikel dari hasil penelitian yang merupakan sumber primer.

5.3.5. Pengelolaan Artikel

5.3.5.1. Cara Memperoleh Artikel

Pengelolaan artikel dalam Journal of Coastal Development dimulai dari tahapan pengelola jurnal memperoleh artikel untuk diterbitkan.

Berbagai cara ditempuh oleh pengelola untuk mendapatkan artikel hasil penelitian yang berkualitas. Langkah yang dilakukan ialah membagikan flyer, leaflet, dan membuka stand pada pertemuan-pertemuan ilmiah.

“...yang pertama adalah bentuk sosialisasi kemudian kita membagikan flyer, leaflet, kemudian pada saat pertemuan-pertemuan ilmiah kita membuka counter/stand…” (sumber: Prof. Ocky)

Journal of Coastal Development juga memanfaatkan teknologi informasi untuk memperoleh artikel. Pihak pengelola mensosialisasikan jurnal ini dengan menggunakan media elektronik seperti memanfaatkan website yang telah mereka miliki maupun menggunakan portal website Undip. Sosialisasi yang dilakukan ini akan menarik perhatian para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitiannya di Journal of Coastal Development.

“…kemudian tidak kalah penting kita menggunakan media website..”

(sumber: Porf. Ocky)

Kerja sama penerbitan dengan lembaga atau organisasi profesi juga menyumbang keuntungan dalam langkah memperoleh artikel. Kerja sama antara pengelola dengan Ikatan Sarjana Oseonologi Indonesia (ISOI) memberikan kemudahan dalam memperoleh artikel yang berkualitas dan

sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pengelola. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Ocky sebagai berikut :

“…dan kebetulan jurnal coastal development itu bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Oseonologi Indonesia (ISOI) itu salah satu cara yang kita tempuh…”

5.3.5.2. Cara Pengiriman Artikel

Pengiriman artikel dari penulis dapat melalui beberapa cara. Cara pertama ialah dengan mengirimkan hard copy ke alamat redaksi Journal of Coastal Development. Cara yang demikian sudah banyak ditinggalkan karena tidak efektif dan efisien dalam hal waktu dan biaya. Untuk mengatasi hal tersebut, pengelola menyediakan pengiriman naskah melalui surat elektronik atau yang lebih sering disebut e-mail. Naskah dapat dikirimkan melalui alamat e-mail yang telah disebutkan oleh pengelola di dalam Journal of Coastal Development.

“…kita mengenal beberapa sistem untuk pengiriman manuskrip yang akan dijadikan artikel pada publikasi jurnal Coastal Development. Yang pertama bisa dengan hard print ya..dikirim, diprint. Kemudian yang kedua memakai email dan yang ketiga adalah melalui sistem online…” (sumber:

Prof. Ocky)

Seperti yang diungkapkan sebelumnya bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan yang cukup signifikan dalam berbagai aspek tidak keterkecuali dalam perkembangan publikasi ilmiah.

Pengiriman artikel di Jorunal of Coastal Development telah mengadopsi sistem online. Sistem online lebih mempermudah penulis dalam mengirimkan naskahnya karena tanpa harus terbentur masalah waktu dan

biaya. Namun tidak dipungkiri bahwa banyak penulis yang belum mengerti pengiriman naskah secara online. Seperti yang dikatakan oleh Prof. Ocky demikian :

“…saya sampaikan secara jujur bahwa tidak semua peneliti familiar ya, terbiasa dengan system online jadi ada juga yang mengirirn dengan menggunakan email itu juga masih kita terima juga jadi kita masih kombinasi antara email dan online submission.”

Berdasarkan dari pernyataan di atas tersebut, dapat disimpulkan bahwa cara pengiriman artikel dapat melalui tiga cara yaitu secara hard copy, e-mail dan memalui website atau online. Adanya berbagai cara pengiriman artikel akan membuka kesempatan pengelola memperoleh banyak artikel. Artikel yang jumlahnya cukup banyak akan masuk ke bank artikel sehingga pengelola tidak akan kesulitan lagi memperoleh artikel jika diperlukan dalam waktu mendesak.

5.3.5.3. Alur Perlakuan Naskah

Alur perlakuan naskah untuk sebuah terbitan berkala ilmiah tentu berbeda dengan terbitan berkala populer. Alur perlakuan naskah merupakan proses yang dilakukan terhadap naskah mulai dari naskah sudah diterima oleh pengelola hingga naskah tersebut siap untuk dicetak dan diterbitkan.

Alur perlakuan naskah dalam Journal of Coastal Development juga melalui beberapa tahapan proses. Perlakuan naskah yang pertama kali dilakukan ialah menelaah format dan bahasa yang digunakan. Hal ini

dilakukan karena bahasa yang digunakan dalam artikel Journal of Coastal Development ialah bahasa Inggris jadi perlu lebih cermat, seperti yang dijelaskan oleh Prof. Ocky berikut :

“….pertama kali masuk itu kita review format dan bahasa, ya, kaalu tidak lolos bahasa kita kembalikan, tidak sesuai format kita kembalikan jadi itu tidak melalui proses review untuk yang pertama. Kalau sudah lolos format dan bahasa baru kita kirim ke reviewer yg sebidang….”

Tahapan yang kedua ialah penelaahan artikel oleh ahli sesuai dengan bidang keilmuan yang dibahas dalam artikel. Penelaahan atau review oleh pakar ini dilakukan secara blind review. Maksud dari blind

Tahapan yang kedua ialah penelaahan artikel oleh ahli sesuai dengan bidang keilmuan yang dibahas dalam artikel. Penelaahan atau review oleh pakar ini dilakukan secara blind review. Maksud dari blind

Dokumen terkait