1. Defenisi Analisis Konjoin
2.8. Penelitian Terdahulu
Penelitian Terdahulu Tentang Tingkat Konsumsi dan Preferensi Bawang Putih Pada penelitian terdahulu Skreli dan Imami (2012) menganalisis preferensi konsumen terhadap buah apel di Tirana, Albania. Preferensi konsumen dianalisis menggunakan Conjoint Analysis. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi konsumen terhadap buah apel sebagai bahan rekomendasi pemasaran dan pembuatan kebijakan. Analisis konjoin diawali dengan memilih atribut produk dan tarafnya. Pada penelitian ini atribut-atribut yang teridentifikasi ialah warna (varietas), asal, harga dan ukuran. Atribut-atribut yang terpilih berdasarkan literatur, pra survei dan wawancara dengan konsumen dan pemasar produk.
Dalam studi ini, peneliti mengaitkan warna dengan varietasnya. Masyarakat di Albania umumnya tidak mengenali apel berdasarkan varietasnya namun dari warnanya. Oleh karena itu, peneliti menggunakan warna sebagai atribut menggantikan varietas. Penelitian Chan-Halbrendth. (2010), preferensi konsumen terhadap olive oil yang juga dilakukan di Albania menyatakan konsumen lebih menyukai dan mau membayar untuk produk yang ditanam lokal dibandingkan yang impor. Sementara untuk harga meskipun bukan atribut teknis, umumnya dimasukan sebagai atribut dalam analisis konjoin karena merupakan faktor yang umumnya dipertimbangkan dalam pembelian.
Adiyoga dan Nurmalinda (2012) menggunakan analisis Konjoin dalam melihat
24
“Preferensi Konsumen Terhadap Atribut Produk Bawang Merah, Kentang dan Cabai Merah”. Dihasilkan bahwa preferensi konsumen terhadap kentang adalah ukuran umbinya, untuk preferensi konsumen bawang merah adalah ukuran umbi dan warna kulit merah ungu tua, sedangkan untuk Cabe merah preferensi konsumen lebih kepada warna kulit merah terang, ukuran dan rasa agak pedas.
Penelitian farida yani (2015),”Analisis Tingkat Konsumsi Dan Preferensi Konsumen Bawang Merah Segar Di Kota Medan”menggunakan analisis konjoin dimana hasil yang diperoleh adalah urutan formulasi preferensi yang diinginkan responden beserta level yang dianggap penting dimana bahwa pertimbangan utama konsumen dalam membeli dan mengkonsumsi bawang merah adalah tingkat kelembaban ,kekeringan ,aroma dan harga sedangkan atribut tidak selalu dipertimbangkan adalah ukuran umbinya artinya diperoleh preferensi konsumen terhadap bawang merah dengan nilai kegunaan (utility estimate)yang bernilai positif untuk kelembaban ,kekeringan ,aroma dan harga dimana kelembaban dan kekeringan lebih diutamakan dengan nilai indeks terbesar daripada atribut lainnya
Penelitian selanjutnya adalah “Analisis Preferensi Konsumen Pasar Tradisional Terhadap Buah Jeruk Lokal Dan Buah Jeruk Impor Di Kabupaten Kudus” oleh Isni Yuniar Riska (2012), menggunakan Analisis Chi Square dalam menganalisa perbedaan preferensi konsumen terhadap buah jeruk lokal dan buah jeruk impor, sedangkan Analisis Multiatribut Fishbein digunakan untuk mengetahui atribut buah jeruk lokal dan buah jeruk impor yang paling dipertimbangkan oleh konsumen pada saat memutuskan untuk membeli buah jeruk lokal dan buah jeruk impor. Diketahui bahwa buah jeruk lokal yang menjadi kesukaan konsumen di Kabupaten Kudus adalah buah jeruk yang memiliki warna buah kuning hijau, rasa buah yang manis sedikit asam, ukuran buah yang sedang, dan aroma buah yang segar, sedangkan untuk buah jeruk impor yang menjadi kesukaan konsumen di Kabupaten Kudus adalah buah jeruk yang
25
memiliki warna buah jeruk oranye, rasa buah manis, ukuran buah sedang dan aroma buah yang segar. Kepercayaan konsumen terhadap atribut buah jeruk lokal maupun jeruk impor sama sama yang memiliki kategori yang sangat baik dan tertinggi terdapat pada atribut rasa buahnya.
Pada penelitian Laila Yuni dan Yuni Rukhbaniyah (2013), Variabelnya adalah kepuasan konsumen dan atribut kopi seperti rasa, aroma warna dan kemasan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis Multi atribut Fishbein. Hasil analisa sikap (Ao) diperoleh kopi tubruk kapal api sangat positif disukai responden, sedangkan kopi tubruk Djempol disukai responden dengan positif. Hasil analisa sikap (Ao) kopi instan ABC Mocca sangat positif disukai responden, sedangkan Kapal Api Mocca disukai responden dengan positif. Ni Putu Widyawati Listyari (2006) penelitian dengan judul “Analisis Keputusan Pembeli dan Kepuasan Konsumen. Konsumen Coffe Shop De Koffie Pot Bogor”. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan Importance Performance Analysis dan Customer Satisfaction Index. Dari Hasil penelitian konsumen merasa nyaman dan puas terhadap kinerja De-Koffie dan 98 persen mengatakan akan berkunjung kembali.
Penelitian selanjutnya di rangkum pada tabel 2 berikut : Nama
peneliti /Tahun
Judul
Metode
Analisis Hasil Penelitian
Adiyoga dan terhadap kentang adala ukuran umbi, untuk Bawang Merah adalah ukuran umbi dan warna kulit merah ungu tua,sedangkan untuk cabe merah preferensi konsumen lebih kepada warna kulit merah
26
terang, ukuran dan rasa agak pedas. jeruk lokal yang menjadi kesukaan konsumen adalah buah jeruk yang memiliki warna buah kuning hijau, rasa buah yang manis sedikit asam, ukuran. untuk buah jeruk impor yang menjadi kesukaan konsumen di Kabupaten Kudus adalah buah jeruk yang memiliki warna buah jeruk oranye, rasa buah manis, ukuran buah.
Kepercayaan konsumen terhadap atribut buah jeruk lokal maupun jeruk impor sama sama yang memiliki kategori yang sangat baik dan tertinggi terdapat pada atribut rasa buahnya.
sedang dan aroma buah yang segar buah yang
sedang, dan aroma buah yang segar.
27 Farida yani
/2015
Analisi Tingkat Konsumsi Dan Preferensi Konsumen Bawang Merah Segar Dikota
Analisis Konjoin dengan SPSS
Hasil penelitian menunjukan urutan formulasi preferensi yang diinginkan responden beserta level yang dianggap penting dimana bahwa pertimbangan utama konsumen dalam membeli dan
mengkonsumsi bawang merah adalah
28
Medan tingkat kelembaban
,kekeringan ,aroma dan harga sedangkan atribut tidak kelembaban dan kekeringan lebih diutamakan dengan nilai indeks terbesar daripada atribut lainnya
Hasil analisa sikap (Ao) di peroleh kopi tubrukkapal,api sangat positif disukai
responden,sedangkan kopi tubruk djempol disukai responden dengan
positif.hasil analisa sikap ( Ao) kopi instan ABC Mocca sangat positif di sukai
responden,sedangkan Kapal api Mocca disukai
responden dengan positif.
29 Ni Putu
widyawati Listyari/
2006
Analisis Keputusan Pembelian dan kepuasanKonsum en.Konsumen Coffe Shop De Koffi e Pot Bogor
Deskriptif dengan Importance Performance Analysis dan Customer Satisfaction Index
Dari hasil penelitian konsumen merasa nyaman dan puas terhadap kinerja De- Koffie, dan 98%
menyatakan akan kembali lagi ke Coffe Shop tersebut.
30 2.9. Kerangka Pemikiran
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, definisi konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat baik bagi kepentingan sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak diperdagangkan.
Menurut Kotler (2005), konsumen didefinisikan sebagai individu atau kelompok yang berusaha untuk memenuhi atau mendapatkan barang atau jasa yang dipengaruhi untuk kehidupan pribadi atau kelompoknya. Konsumen merupakan target akhir dalam suatu perdagangan yang memanfaatkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya.
Sumarwan menyatakan (2003), konsumen dapat dikelompokkan menjadi dua :
a. Konsumen akhir (final costumer), adalah setiap rumah tangga atau individu yang membeli produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau untuk dikonsumsi langsung.
b. Konsumen organisasi (organizational customer), adalah organisasi, perusahaan, pedagang, pemerintah dan lembaga non-profit yang membeli barang atau jasa untuk diproses lebih lanjut hingga menjadi produk akhir. Konsumen yang terlibat dalam penelitian ini termasuk ke dalam konsumen akhir, yaitu individu yang membeli produk berupa bawang putih segar untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau digunakan untuk industri dan restoran.
Engel, (1994) membagi beberapa karakteristik konsumen menjadi dua yaitu:
a. Karakteristik demografi, merupakan karakteristik konsumen berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, status, pendapatan per bulan dan tempat tinggal.
b. Karakteristik psikografi, merupakan karakteristik konsumen berdasarkan
31
gaya hidup yaitu aktivitas, minat dan opini kelompok pembeli.
Menurut Sumarwan (2004), karakteristik konsumen meliputi pengetahuan dan pengalaman konsumen, kepribadian konsumen, dan karakteristik demografi konsumen. Konsumen yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang banyak mengenai produk mungkin tidak termotivasi untuk mencari informasi, karena ia sudah merasa cukup dengan pengetahuannya untuk mengambil keputusan.
Konsumen yang mempunyai kepribadian sebagai seorang yang senang mencari informasi (information seeker) akan meluangkan waktu untuk mencari informasi lebih banyak. Dalam penelitian ini, karakteristik umum konsumen bawang putih akan dilihat berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan, jumlah anggota keluarga, tingkat pendapatan dan tingkat konsumsi.
Preferensi konsumen menunjukkan kesukaan konsumen dari berbagai pilihan produk yang ada. Menurut Simamora (2005) preferensi merupakan konsep abstrak yang menggambarkan peta peningkatan kepuasan yang diperoleh dari kombinasi barang dan jasa sebagai cerminan dari selera pribadi seseorang.
Teori preferensi digunakan untuk menganalisis tingkah laku konsumen, misalnya bila seorang konsumen ingin mengkonsumsi produk dengan sumberdaya terbatas maka ia harus memilih alternatif sehingga nilai guna atau utilitas yang diperoleh mencapai optimal. Kotler (2005) mendefinisikan preferensi didefinisikan sebagai derajat kesukaan, pilihan atau sesuatu yang lebih disukai konsumen. Preferensi dapat terbentuk melalui pola pikir konsumen yang didasari oleh beberapa alasan, antara lain:
a. Pengalaman yang diperoleh sebelumnya.
Konsumen merasakan kepuasan dalam membeli produk tertentuk dan merasakan kecocokan dalam mengkonsumsi produk yang dibelinya. Maka konsumen akan terus-menerus memakai atau menggunakan merek produk.
32
tersebut, sehingga konsumen mengambil keputusan untuk membeli.
b. Kepercayaan turun-menurun.
Kebiasaan keluarga menggunakan produk tersebut, maka konsumen merasa puas untuk mengulangi membeli produk tersebut.
Menurut Kotler (2005) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi preferensi yaitu: kepercayaan, atribut, kepentingan dan kepuasan. Pengetahuan akan preferensi konsumen terhadap bawang putih dapat dijadikan bahan pertimbangan atau acuan bagi pihak-pihak terkait untuk dapat memproduksi, mengembangkan dan memasarkan bawang putih sesuai dengan harapan konsumen. Sehingga bawang putih dari sentra-sentra produksi yang ada di Indonesia khususnya Sumatera Utara dan petani bawang putih sebagai tonggak utama penghasil bawang putih mampu berproduksi lebih optimal sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negri khususnya daerah Sumatera Utara dan dapat bersaing dengan bawang putih lokal dari luar Sumatera Utara, serta bawang putih impor yang ada dipasaran Adapun kerangka pemikiran operasional secara sistematis dapat dilihat sebagai berikut :
33 Tingkat Konsumsi Konsumen
Bawang
Atribut Pilihan Dan Tingkat Konsumsi
Konsumen Bawang Putih
Atribut produk bawang putih:
• Kelembaban/Kekeringa n
• ukuran
• Aroma
• Harga
Bagan Kerangka Pemikiran
Preferensi Konsumen Bawang
Putih
Atribut Konsumen Bawang Putih
35