• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Yang Relevan

Dalam dokumen MODERNISASI KURIKULUM PESANTREN (Halaman 59-69)

Sebenarnya penelitian yang membahas tentang modernisasi pesantren bukanlah hal yang baru, sudah banyak para peneliti yang meneliti tentang modernisasi pesantren, namun penelitian yang saya lakukan tentunya tidaklah sama dengan para peneliti lainnya, sebab tulisan ini mempunyai fokus tersendiri yang menajdikannya berbeda dari studi tentang pesantren yang dilakukan oleh peneliti lain, diantara peneliti tentang modernisasi pesantren adalah:

1. Penelitian Rizqi Zulfikar Fahmi yang berjudul “Modernisasi Pendidikan Islam studi kasus: pembaharuan pendidikan pondok pesantren at-taqwa bekasi (1956-2000)”. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analisis. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sdr. Rizqi mengenai modernisasi pendidikan di pesantren at-taqwa bekasi lebih memfokuskan pada masalah pembaharuan kurikulum dan metodologi pendidikan yang ada di pondok pesantren At-Taqwa Bekasi, peneliti berusaha memaparkan bagaimana proses terjadinya pembaharuan kurikulum dan metodologi pendidikan yang ada di pondok tersebut, selain itu peneliti juga membahas tentang tokoh-tokoh pembaharu yang berjasa dalam memodernisasi pendidikan dipondok pesantren at-taqwa bekasi. 43 2. Penelitian Muhamad Rahman yang berjudul “Modernisasi Sistem

Pendidikan Pesantren menurut KH. Abdurrahman Wahid (telaah pemikiran dalam penelitian)”. Jenis penelitian ini menggunakan jenis

42

Abuddin Nata, Paradigma Pendidikan Islam, Jakarta: Grasindo,2001,h.178

43Rizki Zulfikar Fahmi ”Modernisasi Pendidikan Islam Indonesia Studi Kasus :Pembaharuan

Pendidikan Pondok Pesantren At-Taqwa Bekasi(1956-2000)”. Skripsi Pada UIN Syarif Hidayatullah

penelitian pemikiran tokoh. Dalam penelitian yang dilakukan sdr rahman menitikberatkan kepada pemikiran atau gagasan KH. Abdurrahman Wahid tentang modernisasi sistem, pendidikan pesantren . menurutnya pesantren harus melakukan pembenahan-pembenahan agar eksistensinya di era modern tetap berlangsung. Diantara pembenahan tersebut adalah: pertama, sistem kepemimpinan, kedua, metode pembelajaran, ketiga, kurikulum; keempat, tujuan di dirikannya pesantren.44

Semua penelitian dan penulisan tentang modernisasi kurikulum pesantren sudah banyak dilakukan, akan tetapi penulis belum menemukan penelitian tentang modernisasi kurikulum pesantren dilakukan pada pondok pesantren Himmatul Aliyah Depok. Oleh karena itu penulis mengasumsikan bahwa pembahasan dan penelitian terhadap modernisasi kurikulum pesantren di pondok pesantren Himmatul Aliyah belum ada yang melakukannnya. Disamping itu penulis ingin mendeskripsikan bagaimana proses modernisasi kurikulum pesantren yang berlangsung di pondok pesantren Himmatul Aliyah seperti model kepemimpin, jenjang pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, sumber daya manusia dari tenaga pendidik.

44

Muhamad Rahman “Modernisasi Sistem Pendidikan Pesantren Menurut KH. Abdurrahman

Wahid(Telaah Pemikiran Dalam Pendidikan)”, Skripsi Pada UIN Syarif HIdayatullah Jakarta,

47

A. Tempat dan Waktu Penelitian.

Penelitian ini dilaksanakan di PP Himmatul Aliyah berada di Jalan Makmur No. 7, Kp. Kekupu Barat, Kel. Rangkepan Jaya Lama, Kec. Pancoran mas-Kota Depok dengan luas lahan sekitar 2.500 m2. Waktu penelitian dilakukan sekitar kurang lebih 6 bulan, sebelum itu penulis melakukan obervasi terlebih dahulu.

Table 3.1

Waktu dan jenis kegiatan penelitian

No Tanggal Kegiatan

1 04 Juni 2014 Menyerahkan surat izin untuk observasi awal

2 18 Juni 2014 Observasi awal (meninjau lokasi penelitian)

3 06 Agustus 2014 Observasi ke-2 (meninjau lokasi penelitian)

4 15 Oktober 2014 Observasi ke -3 (meninjau lokasi penelitian)

5 14 Februari 2015 Menyerahkan surat izin peneitian.

6 11 Maret 2015 Wawancara 2 guru agama dan umum

7 8 April 2015 Wawancara 3 santri MTs

8 22 April 2015 Wawancara 3 santri MA

9 13 Mei 2015 Wawancara kepala sekolah

10 27 Mei 2015 Menemui tata usaha untuk meminta data

11 10 Juni 2015 Bertemu kepala sekolah dan bidang kurikulum

B. Obyek penelitian

Pada kasus ini yang menjadi obyek penelitian yaitu pada kurikulum, pesantren dan tingkatan pendidikannya. Pesantren ini juga memiliki beberapa lembaga tetapi pesantren ini hanya fokus pada Tsanawiyahnya saja.

C. Metode Penelitian .

Sesuai dengan permasalahan yang ingin diteliti maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yaitu untuk menggambarkan, memaparkan dan mengungkapkan hasil penelitian mengenai penerapan kurikulum pesantren sebelum adanya pembaharuan dan sesudah adanya pembaharuan pesantren tersebut dalam melahirkan lulusan yang berkualitas di PPHA, dengan data kualitatif.

Penelitian deskriptif ini memusatkan perhatian pada proses pembaharuan dalam kurikulum tersebut. Penelitian ini juga memusatkan perhatian pada proses belajar mengajar di dalam kelas agar dapat diketahui langsung kondisi santri dan ustadz ketika proses kegiatan belajar mengajar tersebut.

Dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan tekhnik wawancara, observasi, dan dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan data yang berhubungan dengan proses modernisasi kurikulum tersebut.

D. Sumber data

Jenis data adalah subyek dari mana data akan diperoleh, dalam hal ini peneliti akan bedakan menjadi dua kelompok:

1. Data primer.

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya dalam hal ini data kata dan tindakan peneliti peroleh dengan cara melakukan pengamatan dan wawancara terhadap pihak-pihak terkait yakni pengasuh pondok pesantren, kepala madrasah salfiyah beserta bagian yang terkait dengan penelitian ini.

Data sekunder adalah penunjang dari data primer yang berasal dari buku bacaan meliputi buku-buku, perpustakaan, arsip, serta dokumen-dokumen lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini. Di antara buku-buku yang terkait dengan penelitian mengenai pesantren ialah: manifesto pendidikan islam dan pesantren “karangan ahmad mutohar dan nurul anam”; Modernisasi Pendidikan Islam ala Azyumardi Azra “Karangan Ninik Masruroh dan Umiarso”

E. Instrumen penelitian.

Instrumen utama pada penelitian ini adalah peneliti itu sendiri. F. Tehnik pengumpulan data.

Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini disesuaikan dengan fokus dan tujuan penelitian. Sumber data dipilih dan mengutamakan pandangan informan yakni bagaimana mereka memandang.

Untuk melaksanakan metode pengumpulan data ini, peneliti menempuh beberapa metode yaitu: studi dokumentasi, observasi, wawancara.

a. Studi dokumenter.

Studi dokumenter (documentary study) merupakan suatu tekhnik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik. Dokumen-dokumen yang dihimpun dipilih yang sesuai dengan tujuan dan fokus masalah, kalau fokus penelitiannya berkenaan dengan kebijakan pendidikan, dan tujuannya mengkaji kebijakan-kebijakan pendidikan untuk pengembangan karakter bangsa, Kepres, PP, Kepmen, kurikulum, pedoman-pedoman sampai dengan juklak dan juknis yang berkenaan dengan kebijakan pengembangan karakter bangsa.1

b. Wanwancara.

1

Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012 )Cet. VIII, H. 221

Merupakan salah satu tekhnik pengumpulan data yang dilakukan dengan berhadapan secara langsung dengan yang diwawancarakan tetapi dapat juga diberikan daftar pertanyaan dahulu untuk dijawab pada kesempatan lain. Wawancara merupakan alat re-checking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh

sebelumnya.2 Dalam wawacara ini penulis menggunakan jenis

wawancara bebas terpimpin, artinya pewawancara berjalan dengan bebas tetapi masih terpenuhi komparatilitas dan realibitas tehadap persoalan-persoalan penelitian. Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalampenelitian ini, penulis melakukan waancara dengan pihak terkait seperti pimpinan yayasan, kepala sekolah, bagian kurikulum, dan pihak-pihak terkait.

c. Observasi.

Observasi atau pengamatan merupakan suatu tekhnik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung.3

Metode penulis gunakan untuk mengumpulkan data yang berkenaan dengan kondisi pondok pesantren Himmatul Aliyah, Depok seperti bagaimana proses modernisasi, jumlah ustadz dan santri, kelulusan, kegiatan yang dilakukan dan lain-lain.

2

Juliansyah Noor, metodologi penelitian: skripsi, tesis, disertasi dan karya ilmiah, (jakarta: kencana, 2013)cet III, h. 138.

3

Kisi – Kisi Instrumen Wawancara

G. Tekhnik Analisa Data.

Analisis data adalah pencarian atau pelacakan pola-pola. Analisis data kualitatif adalah pengujian sistematik dari sesuatu untuk menetapkan bagian-bagiannya, hubungan antar kajian, dan hubungannya terhadap keseluruhan. Bogdan dan biklen menyatakan bahwa analisis data adalah proses pencarian dan pengaturan secara sistematik hasil wawancara, catatan-catatan, dan baha-bahan yang dikumpulkan dan memungkinkan apa yang di temukan.

Modernisasi kurikulum pesantren Tujuan Pengaruh modernisasi terhadap pondok pesantren Isi materi Strategi Evaluasi

Teknis analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data kualitatif, yaitu mengikuti konsep yang diberikan Miles and Huberman dan Spradley. Miles and Huberman mengemukakan bahwa ada tiga tahapan yang dikerjakan dalam menganalisis data penelitian kualitatif, yaitu (1) reduksi data, (2) paparan data, (3) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Analisis data kualitatif dilakukan secara bersamaan dengan proses pengumpulan data berlangsun, artinya kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan juga selama dan sesudah pengumpulan data.

Mereduksi data merupakan kegiatan merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dan mencari tema dan polanya. Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran lebih jelas dan memudahkan untuk melakukan pengumpulan data. Temuan yang dipandang asing, tidak dikenal, dan belum memiliki pola, maka hal itulah yang dijadikan perhatian karena penelitian kualitatif bertujuan mencari pola dan makna yang tersembunyi dibalik pola dan data yang tampak. Data yang sudah direduksi maka langkah selanjutnya adalah memaparkan data. Pemaparan data sebagai sekumpulan informasi tersusu, dan memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data digunakan untuk lebih meningkatkan pemahaman kasus dan sebagian acuan mengambil tindakan berdasarkan pemahaman dan analisis sajian data. Data penelitian disajikan dalam bentuk uraian yang didukung dengan matriks jaringan kerja. 4

Penarikan simpulan merupakan hasik penelitian yang menjawab fokus penelitian berdasarkan hasil analisis dat. Simpulan yang disajikan dalam bentuk deskriptif obyek penelitian dengan berpedoman pada kajia penelitian. Berdasarkan aalisis interactif model, kegiatan pengumpulan data, reduksi, paparan data, dan penarikan kesimpulan merupakan proses siklus dan interaktif. Analisis data kualitatif merupakan upaya yang

4

Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif: Teori Dan Praktik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2013), h. 210-212

berlanjut, berulang dan terus-menerus. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, menjadi gambaran keberhasilan secara berurutan sebagai rangkaian kegiatan analisis yang saling menyusul. 5

H. Validitas data.

Sebuah instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Apabila peneliti ingin mengukur tingkat motivasi seseorang maka instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data menyangkut tingkat motivasi haruslah dapat mengukur motivasi. Dengan demikian instrumen tersebut dikatakan valid.6

Validitas desain menunjukan tingkat kejelasan fenomena hasil penelitian sesuai dengan kenyataan. Dalam penelitian kuantitatif validitas ini berkenaan dengan validitas internal atau inferensi kausal, validitas eksternal atau generalisasi obyektivitas atau sesuai kenyataan dan realibilitas atau keajegan. Penelitian kualitatif memiliki asusmsi, desain dan metode yang berbeda dengan penelitian kuantitatif, dengan demikian kriteria validitasnya juga memiliki perbedaan.

Validitas penelitian kualitatif terletak pada tekhnik pengumpulan data. Validitas tersebut dapat dicapai, yaitu:

a. Pengumpulan data.

Memungkinkan analisis dan melengkapi data secara berangsur agar memungkinkan ada kesesuaian antara temuan dan kenyataan.

b. Strategi multi metode.

Memungkinkan melakukan paduan beberapa tekhnik

pengumpulandata seperti: wawancara, observasi, studi

dokumenter, dan sumber (kepala sekolah, guru, siswa) dalam pengumpulan dan analisa data (triangulasi).

5

Ibid, h. 212

6

Ronny Kountur,Metode Penelitianuntuk penulisan skripsi dan tesis , (jakarta: PPM, 2003), h. 152.

Pencatat data mekanik.

Menggunakan perekam foto, vidio dan audio. c. Partisipan sebagai peneliti.

Penggunaan catatan-catatan dari partisipan berbentuk diari, catatan anekdot untuk melengkapi.

55

Dalam dokumen MODERNISASI KURIKULUM PESANTREN (Halaman 59-69)

Dokumen terkait