HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.3 Penentuan Model Estimasi
5.3.1 Common Effect Model (CEM) dan Fixed Effect Model (FEM) dengan Uji Chow.
Untuk menentukan apakah model estimasi CEM atau FEM dalam membentuk model regresi, maka digunakan uji Chow. Hipotesis yang diuji sebagai berikut.
Model CEM lebih baik dibandingkan model FEM.
Model FEM lebih baik dibandingkan model CEM
Berikut hasil berdasarkan uji Chow dengan menggunakan EViews 10.
Tabel 5.6 Hasil Model Estimasi dengan Uji Chow
Redundant Fixed Effects Tests Pool: DPANEL
Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 1.926890 (15,90) 0.0304
Cross-section Chi-square 31.192144 15 0.0083
Sumber: Hasil Olah Software EViews 10
Aturan pengambilan keputusan terhadap hipotesis sebagai berikut.
Jika nilai probabilitas cross-section Chi-square < 0,05, maka ditolak dan diterima.
Jika nilai probabilitas cross-section Chi-square 0,05, maka diterima dan ditolak.
85
Berdasarkan hasil dari uji Chow pada Tabel 4.5, diketahui nilai probabilitas adalah 0,0083. Karena nilai probabilitas 0,0083 < 0,05, maka model estimasi yang digunakan adalah model fixed effect model (FEM).
5.3.2 Fixed Effect Model (CEM) dan Random Effect Model (REM) dengan Uji Hausman
Untuk menentukan apakah model estimasi FEM atau REM dalam membentuk model regresi, maka digunakan uji Hausman. Berikut hasil berdasarkan uji Hausman dengan menggunakan EViews 10.
Tabel 5.7 Hasil dari Uji Hausman Correlated Random Effects - Hausman Test Pool: DPANEL
Test cross-section random effects Test Summary
Chi-Sq.
Statistic
Chi-Sq.
d.f. Prob.
Cross-section random 19.284079 6 0.0037
Sumber: Hasil Olah Software EViews 10
Aturan pengambilan keputusan terhadap hipotesis sebagai berikut.
Jika nilai probabilitas cross-section Chi-square < 0,05, maka ditolak dan diterima.
Jika nilai probabilitas cross-section Chi-square 0,05, maka diterima dan ditolak.
Berdasarkan hasil dari uji Hausman pada Tabel 5.7, diketahui nilai probabilitas adalah 0,0037. Karena nilai probabilitas 0,0037 < 0,05, maka model estimasi yang digunakan adalah model fixed effect model (FEM).
Uji Ligrange Multiplier (LM) tidak digunakan lebih lanjut apabila pada uji Chow dan uji Hausman menunjukan model yang paling tepat yakni Fixed Effect Model.
Tabel uji chow, uji hausman dan uji ligrange multiplier dapat dilihat secara lengkap pada lampiran 3.
86
5.3.3 Model Lampiran Uji Fixed Effect Model
Setelah melakukan uji chow dan uji hausman dan kita simpulkan data model Fixed Effect Model, dan untuk melihat besaran hubungan parsial antar variable independent dan dependent.
Berdasarkan hasil uji parsial yang diperoleh pada hasil regresi fixed effect model diperoleh nilai signifikansi likuiditas sebesar 0,0259, profitabilitas sebesar 0,0477, ukuran perusahaan sebesar 0,000 dan capital adequacy ratio 0.0250, sehingga dapat disimpulkan bahwa likuiditas, profitabilitas, ukuran perusahaan, capital adequacy ratio yang berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan variabel lainnya yakni growth dan suku bunga indonesia tidak berpengaruh secara signifikan.
87
Tabel 5.8 Hasil dari Uji Fixed Effect Model Dependent Variable: PBV?
Method: Pooled Least Squares Date: 09/28/20 Time: 14:34 Sample: 2013 2019
Included observations: 7 Cross-sections included: 16
Total pool (balanced) observations: 112
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
LDR 0.015142 0.006684 2.265610 0.0259
ROA 10.15610 5.059689 2.007257 0.0477
UKPER 0.257596 0.060091 4.286750 0.0000
CAR 4.549509 1.995582 2.279790 0.0250
GRO 0.399397 0.461800 0.864870 0.3894
SBI 0.040619 0.081006 0.501435 0.6173
C -10.81177 2.018798 -5.355548 0.0000
Fixed Effects (Cross)
_1--C 0.457735
_2--C -0.510215
_3--C -0.089716
_4--C -0.678492
_5--C -0.524437
_6--C -0.506954
_7--C 0.003582
_8--C 0.011571
_9--C 0.734428
_10--C -0.920952
_11--C 0.507566
_12--C 0.071674
_13--C 0.045192
_14--C 0.334251
_15--C 1.127055
_16--C -0.062288
Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.488978 Mean dependent var -0.000666
Adjusted R-squared 0.369739 S.D. dependent var 0.980442 S.E. of regression 0.778363 Akaike info criterion 2.510920 Sum squared resid 54.52637 Schwarz criterion 3.044911 Log likelihood -118.6115 Hannan-Quinn criter. 2.727577
F-statistic 4.100835 Durbin-Watson stat 2.080693
Prob(F-statistic) 0.000001
88 5.4 Hasil Pengujian Hipotesis
5.4.1 Persamaan Regresi
Dalam penelitian ini analisis regresi digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel independen yaitu likuiditas, profitabilitas, ukuran perusahaan, capital adequacy ratio, growth dan suku bunga indonesia terhadap variabel dependen yaitu nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel moderating.
Tabel 5.9 Nilai statistik dari Koefisien Determinasi, Uji F, dan Uji t
Dependent Variable: PBV Method: Pooled Least Squares Date: 09/28/20 Time: 14:34 Sample: 2013 2019
Included observations: 7 Cross-sections included: 16
Total pool (balanced) observations: 112
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
LDR 0.015142 0.006684 2.265610 0.0259
ROA 10.15610 5.059689 2.007257 0.0477
UKPER 0.257596 0.060091 4.286750 0.0000
CAR 4.549509 1.995582 2.279790 0.0250
GRO 0.399397 0.461800 0.864870 0.3894
SBI 0.040619 0.081006 0.501435 0.6173
C -10.81177 2.018798 -5.355548 0.0000
R-squared 0.488978 Mean dependent var -0.000666
Adjusted R-squared 0.369739 S.D. dependent var 0.980442
S.E. of regression 0.778363 Akaike info criterion 2.510920
Sum squared resid 54.52637 Schwarz criterion 3.044911
Log likelihood -118.6115 Hannan-Quinn criter. 2.727577
F-statistic 4.100835 Durbin-Watson stat 2.080693
Prob(F-statistic) 0.000001
Sumber : Data diolah Eviews 10.0
Berdasarkan informasi yang disajikan pada Tabel 5.3 maka dapat dibangun persamaan regresi berganda antara variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Model yang dibangun dari hasil penelitian ini adalah :
89
Y= -10,811+0.015LDR+10.156ROA+0.257UKPER+4.549CAR+0.399GRO+ 0.040SBI
Berdasarkan hasil persamaan regresi berganda diatas, maka pengaruh variabel independen yang terdiri dari likuiditas, profitabilitas, ukuran perusahaan, capital adequacy ratio, growth dan suku bunga indonesia terhadap nilai perusahaan secara parsial dapat diinterpretasikan bahwa :
Nilai konstanta sebesar 10,811 artinya harga saham akan tetap bernilai sebesar -10,811 meskipun variabel likuditas, profitabilitas, ukuran perusahaan, capital adequacy ratio, growth dan suku bunga indonesia bernilai 0.
- Likuditas memiliki koefisien sebesar 0,015 artinya likuditas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Jika likuditas naik sebesar 1% maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar 0,015.
- Profitabilitas memiliki koefisien sebesar 10,156 artinya Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap harga saham. Jika Profitabilitas meningkat sebesar 1% maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar 10,156.
- Ukuran perusahaan memiliki koefisien sebesar 0,257 artinya ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Ukuran perusahaan yang meningkat sebesar 1% akan meningkatkan nilai perusahaan sebesar 0,257.
- Capital adequacy ratio memiliki koefisien sebesar 4.549 artinya capital adequacy ratio berpengaruh positif terhadap harga saham. Jika capital adequacy ratio meningkat sebesar 1% maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar 4.549 - Growth memiliki koefisien sebesar 0,399 artinya growth berpengaruh positif
terhadap nilai perusahaan. Jika growth meningkat sebesar 1% maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar 0,399
- Suku bunga indonesia memiliki koefisien sebesar 0,040 artinya suku bunga indonesia berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Jika suku bunga
90
indonesia meningkat sebesar 1% maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar 0,040
Kondisi ini mengartikan bahwa likuiditas, profitabilitas, ukuran perusahaan, capital adequacy ratio, growth dan suku bunga indonesia menunjukkan hubungan yang searah atau positif dengan nilai perusahaan, dimana setiap kenaikan variabel independen ini akan menyebabkan kenaikan nilai perusahaan dan sebaliknya apabila terjadi penurunan pada likuiditas, profitabilitas, ukuran perusahaan, capital adequacy ratio, growth dan suku bunga indonesia maka akan langsung menyebabkan nilai perusahaan menurun.
5.4.2 Uji Signikansi Parsial (Uji Statistik - t)
Uji statistik pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh suatu variabel independen secara parsial dapat mempengaruhi variasi variabel dependen. Hasil persamaan regresi untuk uji statistik – t dapat dilihat pada lampiran.
Berdasarkan hasil uji parsial diperoleh nilai signifikansi likuiditas sebesar 0,0259, profitabilitas sebesar 0,0477, ukuran perusahaan sebesar 0,000 dan capital adequacy ratio 0.0250, sehingga dapat disimpulkan bahwa likuiditas, profitabilitas, ukuran perusahaan, capital adequacy ratio yang berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan variabel lainnya yakni growth dan suku bunga indonesia tidak berpengaruh secara signifikan.
5.4.3 Koefisien Determinasi
Uji statistik koefisien determinasi pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Hasil uji statistik koefisien determinasi dapat dilihat pada Tabel 5.3.
91
Tabel 5.6 memperlihatkan bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0.369739 atau 36.98% yang berarti bahwa pengaruh variabel independen (likuiditas, profitabilitas, ukuran perusahaan, capital adequacy ratio, growth dan suku bunga indonesia) mampu menjelaskan nilai perusahaan sebesar 36.98%
sedangkan sisanya 63.02% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini, antara lain adalah corporate social responsibility, corporate governance, kepemilikan manajerial, komite audit, komisaris independen, dan sebagainya.
5.4.4 Uji Moderate Regression Analysis (MRA)
Uji MRA digunakan untuk menguji hipotesis ke (7-12) yakni kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh antara likuiditas, profitabilitas, ukuran perusahaan, capital adequacy ratio, growth dan suku bunga indonesia terhadap nilai perusahaan. Berikut adalah hasil perhitungan dengan menggunakan Eviews-10 :
Tabel 5.10 Hasil Uji Moderate Regression Analysis (MRA) Dependent Variable: PBV
Method: Least Squares Date: 09/28/20 Time: 14:55 Sample: 1 112
Included observations: 112
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
LDR 0.006837 0.006644 1.029093 0.3060
ROA 4.734167 6.843053 0.691821 0.4907
UKPER 0.086209 0.067244 1.282026 0.2029
CAR 8.387214 2.432594 3.447848 0.0008
GRO 0.020075 0.678813 0.029573 0.9765
SBI 0.188671 0.116850 1.614649 0.1096
DPR 0.852093 5.057982 0.168465 0.8666
LDRDPR 0.004814 0.016203 0.297102 0.7670
ROADPR 19.16884 16.28850 1.176833 0.2421
UKPERDPR 0.055154 0.175791 0.313747 0.7544
CARDPR -5.842439 6.342120 -0.921212 0.3592
92
GRODPR 1.776594 2.249116 0.789908 0.4315
SBIDPR -0.360438 0.262895 -1.371030 0.1735
C -6.252432 2.250467 -2.778283 0.0066
R-squared 0.376691 Mean dependent var -0.000666
Adjusted R-squared 0.294007 S.D. dependent var 0.980442
S.E. of regression 0.823800 Akaike info criterion 2.566691
Sum squared resid 66.50739 Schwarz criterion 2.906504
Log likelihood -129.7347 Hannan-Quinn criter. 2.704564
F-statistic 4.555804 Durbin-Watson stat 1.892900
Prob(F-statistic) 0.000005
Berdasarkan perhitungan Eviews-10 pada Tabel 5.7 diatas dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen pada pengaruh likuiditas sebesar 0,7670, kebijakan dividen pada pengaruh profitabilitas sebesar 0,2421, kebijakan dividen pada pengaruh ukuran perusahaan sebesar 0,7544, kebijakan dividen pada pengaruh capital adequacy ratio sebesar 0,3592, kebijakan dividen pada pengaruh growth sebesar 0,4315, kebijakan dividen pada pengaruh suku bunga indonesia sebesar 0,1735 sehingga dapat disimpulkan bahwa kebijakan dividen dapat tidak dapat memoderasi likuiditas, profitabilitas, ukuran perusahaan, capital adequacy ratio, growth dan suku bunga indonesia terhadap nilai perusahaan secara parsial.
5.5 Pembahasan Hasil Penelitian