Warren Wilson College (WWC) adalah liberal arts college yang terletak di Asheville, North Carolina. WWC mengintegrasikan kurikulum yang berbasis akademik, pengabdian, dan kerja. Ketiga komponen ini disebut sebagai triad education karena terdiri atas tiga komponen utama. Setiap mahasiswa, di samping mengambil kelas seperti di perguruan tinggi lainnya, juga harus melakukan pengabdian dan terlibat dalam masyarakat mulai tahun pertama sampai tahun keempat, mereka juga harus bekerja di dalam kampus selama 15 jam selama seminggu. Di samping kurikulum berdasarkan ketiga komponen di atas, WWC juga berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang sadar dan bertanggung jawab terhadap lingkungan, memiliki pengetahuan lintas budaya dan melakukan kebaikan dalam masyarakat. HIP merupakan bagian integral dari kurikulum karena HIP merupakan salah satu sarana utama bagi WWC untuk mencapai tujuan maupun misinya.
Semua mahasiswa baru di WWC disyaratkan untuk mengambil seminar tahun pertama. Biasanya mereka melakukan ini di semester pertama dan pengajar seminar sekaligus juga bertindak sebagai dosen pembimbing bagi mahasiswa baru. Dosen pembimbing ini didampingi oleh peer group leader (PGL) yang biasanya merupakan mahasiswa tahun ketiga atau keempat. PGL memberikan support dan mengoordinasikan berbagai kegiatan di luar kelas bersama mahasiswa baru yang terdaftar di kelas tersebut, PGL juga berfungsi sebagai teman senior yang bisa memberikan bantuan dan gambaran tentang kehidupan di kampus. Seminar ini juga mengintegrasikan pengabdian dan penulisan paper secara intensif.
Pengalaman intelektual bersama dan kelompok pembelajaran tidak dilakukan secara konvensional di WWC. Oleh karena WWC adalah satu dari Work Colleges yang ada di US, mahasiswa dibagi dalam
beberapa work crew atau kelompok sesuai dengan pekerjaan yang mereka lakukan seperti kelompok yang bekerja di kafetaria, kelompok yang bekerja di kantor dekan, kelompok yang bekerja di berbagai fakultas, dll. Oleh karena mahasiswa harus bekerja selama 15 jam per minggu, mereka harus melakukan ini di sela-sela mata kuliah mereka, kecuali mereka yang bekerja sebagai petugas keamanan yang sering bekerja di malam hari. Dengan melakukan pekerjaan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung yang dibimbing oleh supervisor yang pengalaman di bidang pekerjaannya. Supervisor ini disebut work crew supervisor yang juga berperan sebagai pengajar. Pengalaman kerja ini bukan hanya memberikan pengetahuan tentang pekerjaan yang langsung dilakukan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bekerja dalam kelompok, berinteraksi dengan mereka yang lebih tua dan membentuk rasa kebersamaan dengan sesama mahasiswa yang juga bekerja pada work crew yang sama. Mahasiswa bekerja pada satu work crew paling tidak selama satu semester atau lebih, sering selama beberapa tahun atau sampai lulus.
Mata kuliah dengan penulisan yang intensif dan mata kuliah yang mengintegrasikan pengabdian dan pelibatan dengan masyarakat juga dilakukan di WWC. Beberapa mata kuliah setiap semester mengintegrasikan kedua hal ini. Pengabdian sebagai salah satu elemen
triad education yang disebut di atas dilakukan mahasiswa sejak tahun pertama melalui seminar untuk mahasiswa baru. Untuk tahun kedua, mahasiswa harus melakukan pengabdian secara lebih intensif yang dilakukan melalui beberapa mata kuliah yang juga mengintegrasikan refleksi dan penulisan makalah atau paper ilmiah. Pada tahun ketiga, mahasiswa harus mengajukan proposal untuk membuat proyek pengabdian yang akan mereka lakukan selama tahun ketiga dengan berkolaborasi dengan organisasi sosial ataupun masyarakat tertentu, kemudian di tahun keempat mereka membuat laporan sekaligus rencana bagaimana mereka akan melanjutkan pengabdiannya setelah lulus. Dengan demikian mahasiswa diharapkan melakukan pengabdian
dan keterlibatan dalam masyarakat secara berkesinambungan.
Sebagian besar mahasiswa di WWC melakukan studi lintas budaya baik di dalam US maupun di luar negeri (study abroad). Ada beberapa pilihan yang bisa mereka lakukan untuk study abroad, bisa selama satu semester melalui program-program yang dilakukan mitra WWC ataupun selama beberapa minggu yang diajarkan oleh dosen WWC. Penulis beberapa kali mengajar mata kuliah ini yang memfokuskan pada Indonesia dan mengintegrasikan kunjungan lintas budaya ke Indonesia dengan bekerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia.
Hampir semua fakultas di WWC mensyaratkan mahasiswa untuk melakukan tugas akhir yang didasarkan pada penelitian ilmiah. Melalui seleksi yang ketat, beberapa tugas akhir dipublikasikan dalam jurnal yang bernama Auspex. Mahasiswa juga harus mempresentasikan hasil penelitian mereka, hal ini dilakukan selama beberapa hari yang berbentuk semacam seminar ilmiah yang terbuka untuk umum. Magang atau internship juga dilakukan oleh banyak mahasiwa, mereka bisa melakukannya dengan organisasi atau perusahaan lokal, nasional, maupun global.
Pelaksanaan HIP di WWC telah berjalan selama beberapa tahun dan menghasilkan dampak yang positif terhadap mahasiswa maupun lulusannya.
Penutup
Berdasarkan berbagai penelitian, HIP apabila dilakukan secara konsisten dan terintegrasi di dalam kurikulum pendidikan tinggi, memberikan hasil yang positif. Pendidikan tinggi di Indonesia mungkin perlu memikirkan bagaimana berbagai model HIP bisa dilaksanakan agar menghasilkan lulusan yang tidak hanya mendapatkan ilmu secara
teoretis, tetapi juga secara kritis bisa melakukan hal-hal langsung yang berguna di dalam masyarakat. HIP juga turut membentuk manusia yang utuh dan bermoral. Dengan melakukan HIP, mahasiswa secara kritis
harus berpikir tentang identitas dan peran mereka serta mengevaluasi secara kritis nilai-nilai sosial dan tindakan mereka agar bisa melakukan perubahan dan perbaikan bagi bangsa, negara maupun masyarakat di sekitarnya dan bagi mereka sendiri.
Kegiatan ‘Service Day’ di Warren Wilson College. Service Day dilakukan oleh mahasiswa baru, mereka melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di berbagai tempat seperƟ di sekolah-
sekolah dan bekerja sama dengan masyarakat setempat. Foto di atas diambil sebelum mahasiswa berangkat ke lokasi tempat mereka melakukan pengabdian masyarakat. Service
Day dilakukan selama satu hari, tetapi mahasiswa bisa melanjutkan kegiatannya selama semester-semester berikutnya. Foto oleh SiƟ KusujiarƟ, Warren Wilson College (2014).