• Tidak ada hasil yang ditemukan

SBIR/STTR dan Program Pelaksanaannya Program SBIR/STTR mempunyai tujuan:

Dalam dokumen Bunga Rampai e book Rukmana Ismunandar (Halaman 89-93)

1. merangsang inovasi berbasis iptek,

2. memenuhi kebutuhan program riset dan pengembangan (R&D) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat AS,

3. menaikkan potensi komersialisasi dari produk inovasi di sektor swasta, di mana dana risetnya disediakan oleh pemerintah AS, dan

4. mendorong partisipasi wiraswasta golongan minoritas (misalnya wanita dan golongan sosial ekonomi lemah) dalam proses inovasi.

Sumber dana pemerintah untuk program SBIR/STTR ini dialokasikan dari anggaran yang tersedia untuk program extramural lewat badan atau organisasi pemerintah yang memiliki anggaran tahunan untuk riset, dengan nilai minimum US$100 juta, misalnya Departemen Pertahanan (Department of Defense) atau Institut Kesehatan Nasional (National Institutes of Health). Institusi ini wajib menyisihkan sebagian persentase anggaran dananya untuk program khusus ini. Ketika program ini dimulai pada tahun 1982, dana yang didistribusikan adalah 0,2% dari total anggaran tahunan di institusi itu. Pada tahun 2015, jumlahnya telah naik 14 kali lipat, yaitu menjadi 2.9%. Sayangnya program STTR tetap masih lebih rendah alokasinya yaitu 0,4% saja [3]. Kedua program ini ditargetkan alokasinya akan dinaikkan terus sampai tahun 2017. Program SBIR/STTR dibagi dalam tiga tahap berdasarkan status berapa jauh dari proses komersialisasi:

1. Tahap I: bertujuan untuk untuk membantu bisnis dalam penelitian dan mencari bukti awal akan potensi komersial dari proyek itu. Dana yang diberikan maksimum adalah $150,000 untuk riset proyek yang dirampungkan dalam waktu 6–12 bulan.

2. Tahap II: memberikan dana yang jauh lebih besar, maksimum $1 juta untuk proyek dengan jangka waktu 2 tahun. Dana ini merupakan tunjangan lanjutan untuk meraih milestone dari riset, seperti kelayakan (feasibility), pengujian (testing) produk yang dihasilkan ataupun milestone yang berhubungan dengan aktivitas bisnis seperti menggandeng bisnis partner, memperoleh investasi dari investor atau mendapatkan izin regulasi, dan sebagainya. 3. Tahap III: ditujukan untuk program komersialisasi yaitu masuknya

produk yang dikembangkan dalam Tahap I dan II ke pasar. Pada Tahap III ini, pemerintah tidak memberikan dana. Diharapkan para penerima Tahap II dapat mencari sendiri dan mendapatkan

sumber dana alternatif berupa modal yang diberikan dalam bentuk dana ventura, bisnis kontrak atau bekerja sama dengan partner bisnis lain.

Walau dana yang diberikan di tiap tahap mempunyai batas maksimum yang sudah ditetapkan oleh Kongres, pemohon boleh meminta lebih dari nilai maksimum itu bila dapat memberikan alasan yang kuat mengapa tambahan dana itu diperlukan. Dana yang melebihi hingga 50% dari nilai maksimum, biasanya dapat dikabulkan tanpa banyak syarat. Tiap institusi pemberi dana mempunyai kebebasan untuk menentukan kebijakannya sendiri, dalam menentukan besarnya dana yang dikabulkan bagi para pemohon.

Syarat dan Perbedaan antara SBIR dan STTR

Untuk dapat ikut berpartisipasi dalam program SBIR, pemohon harus mendaftarkan diri sebagai usaha bisnis “for profit” di Amerika.

“Small business” didefinisikan sebagai suatu usaha dengan jumlah karyawan tidak melebihi 500 orang. Peneliti utama (disebut “Principal Investigator” dalam program ini) harus mempunyai status resmi bekerja di perusahaan pemohon dan minimum 50% bagian saham perusahaan harus dimiliki oleh orang yang berwarganegara Amerika.

Progam SBIR/STTR memperbolehkan bahkan mendorong agar proyek- proyek itu bekerja sama dan membentuk partnership dengan organisasi riset/usaha bisnis yang lain. Kerja sama dapat dibentuk dengan institusi riset nirlaba yang biasanya adalah perguruan tinggi atau universitas.

Khususnya program Small Business Technology Transfer Research

(STTR) diciptakan untuk bisnis yang berkerja sama dengan institusi riset nirlaba, dimana persetujuan untuk hak paten dari penemuan- penemuan bersama dan strategi untuk komersialisasi sudah disepakati. Sementara kedua program SBIR dan STTR mempunyai tujuan yang sama, perbedaan utamanya adalah individu yang berperan sebagai peneliti utama (Principal Investigator)––untuk SBIR dan syarat yang mutlak perlu dipenuhi yaitu kerja sama dengan institusi nirlaba (seperti perguruan tinggi atau universitas)––untuk STTR.

Jadi pada program SBIR, peneliti utamanya harus mempunyai afiliasi atau dipekerjakan oleh usaha bisnis swasta (for-profit). Sebaliknya pada STTR, peneliti utamanya boleh berasal dari bisnis swasta atau institusi nirlaba yang bekerja sama sebagai partner.

Waktu yang diperlukan untuk proses mengajukan permohonan hingga memperoleh dana riset dari program ini, biasanya memakan waktu antara 4 sampai 9 bulan. Tiap tahun ada tiga kali kesempatan untuk mengirimkan permohonan tertulis dalam jumlah halaman yang sudah ditentukan. Permohonan itu kemudian akan dibahas dan dinilai oleh para ahli (peer reviewers) yang dipilih oleh badan pemberi dana.

Tiap proposal mula-mula akan diberi nilai berdasarkan lima kriteria berikut: nilai pentingnya proyek (significance), tim peneliti (investigators), tingkat inovasi, metode atau cara pendekatan dalam memecahkan problem (approach/research plan) dan kecocokan lingkungan/infrastruktur di mana riset itu akan dilakukan (environment). Permohonan-permohonan dengan nilai terbaik akan dipilih dan diuji kedua kalinya oleh badan penasehat yang terdiri atas ilmuwan dan pejabat publik yang mengevaluasi lagi secara ilmiah dan secara teknis, tentang berapa besar dana yang tersedia dan kecocokan dengan program prioritas yang ada. Akhirnya, direktur dari program itu yang

akan memutuskan, proyek mana yang layak dipilih dan diberi dana. Semua pemohon baik yang terpilih maupun yang tidak lolos dari seleksi akan memperoleh pernyataan ringkas (summary statement) dari hasil diskusi dewan juri dengan isi kritik dan saran secara rinci. Hal ini sangat berguna bagi pemohon yang ditolak dan merencanakan untuk merevisi dan memperbaiki permohonannya berdasarkan feedback

yang diberikan itu.

Peluang untuk memperoleh dana lewat program SBIR dan STTR ternyata cukup kompetitif dimana berdasarkan data statistik yang terkumpul, hanya sekitar 15% dari semua permohonan yang masuk, berhasil memperoleh dana pada Tahap I. Tetapi peluang untuk memperoleh dana Tahap II, naik menjadi 50% dari semua penerima dana Tahap I (berdasarkan statistik dari program SBIR/STTR dari Departemen Pertahanan AS pada tahun 2014).

Dana Non-dilutif yang Kritis untuk Usaha Start-ups

Dalam dokumen Bunga Rampai e book Rukmana Ismunandar (Halaman 89-93)