2. Memiliki Sikap Ramah, Terbuka serta Menyatu dengan Masyarakat Pendamping berperan sebagai mata dan kaki bagi Rumah Tangga Sangat
4.3.4. Penerima Program Keluarga Harapan (PKH)
Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan bahwa peserta penerima bantuan program PKH awalnya mereka mengetahui adanya program PKH sebagian besar dari mereka mengatakan bahwa informasi tentang PKH awanya disampaikan langsung melalui bapak Sekretaris Desa namun telah diberikan tugas untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat yang tercantum namanya sebagai peserta penerima bantuan program dari pihak kecamatan. Seperti yang telah dituturkan oleh sebagian ibu peserta PKH.
“…..Sian Sekdes ma attong alai nga parjolo be di informasihon
sian kecamatan asa sekdes yang paboahon tu hami. ( Sekdes yang memberikan informasi pertama kalinya tapi sekdes telah ditugaskan dari kecamatan untuk menyampaikannya kepada penerima PKH)…”
Dan ada juga yang langsung mengetahui adanya bantuan program PKH langsung dari pendamping yang berasal dari pihak kecamatan seperti yang telah dituturkan oleh beberapa ibu peserta penerima PKH mengetahui informasi PKH lansung dari pendamping.
“….. Sian pendamping do huboto PKH on molo au sandiri dah, alana ro do Sihombing I tu jabu. ( Kalau saya sendiri mengetahui bahwa saya menerima bantuan PKH dan informasi PKH pertamakalinya dari pendamping karena pendamping langsung datang kerumah saya)…”
Tabel 33 :
Penerima PKH awalnya mengetahui tentang program.
No Asal mengetahui tentang PKH Jumlah %
1. Pihak Kecamatan/ Pendamping 13 56,52
2. Iklan/ Sosialisasi - -
3. Tetangga/ Teman 2 8.7
4. Lainnya : Kepdes/ Sekdes 8 34,78
5. Jumlah 23 100
Sumber : Kuesioner 2017
Peserta PKH mengatakan bahwa program PKH merupakan suatu program yang dilakukan pemerintah untuk membantu keluarga miskin supaya dapat memenuhi kebutuhan anak dan dapat menyekolahkan anak. Program ini menurut mereka cukup membantu untuk mengurangi beban pengeluaran mereka seperti untuk mengurangi beban biaya seragam sekolah anak, alat tulis atau bahkan jika memadai bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Ada beberapa peserta penerima bantuan PKH yang menuturkan hal demikian.
“….. Program keluarga harapan? Ya, Program yang bertujuan untuk mensejahterahkan masyarakat kurang mampu supaya bisa menyekolahkan anak. PKH membantu untuk membeli seragam sekolah, sepatu dan alat tulis anak-anak. Ya, kalau bisa juga untuk membantu keperluan ladanglah”…
Tabel 34 :
Peserta PKH memahami tujuan dari program.
No Keterangan Jumlah %
1. Pemahaman tentang tujuan PKH setelah diadakan sosialisasi
23 100
2. Tidak paham 0 -
3. Jumlah 23 100
Sumber : Kuesioner 2017
Dalam penyaluran dana bantuan PKH setiap anggota peserta PKH akan diberikan kartu kepesertaan PKH yang akan dibawa pada saat pencairan dana yang dilakukan dikantor pos. Setiap peserta menerima kartu kepesertaan dari pemerintah sehingga penerima akan dituntut untuk menanggungjawabi kartu masing-masing sperti untuk menyimpan dengan baik dan membawanya pada saat pencairan dana.
Tabel 35 :
Penerima PKH memiliki kartu kepesertaan
No Kepemilikan kartu PKH Jumlah %
1. Menerima 23 100
2. Tidak Menerima 0 -
3. Jumlah 23 100
Sumber : Kuesioner 2017
Proses pencairan dan akan dicairkan sendiri oleh ibu rumah tangga yang merupakan penerima program PKH.Pada saat pencairan mereka didampingi oleh pendamping PKH kecamatan yang ditugaskan untuk desa mereka. Menurut mereka, pada saat proses pencairan mereka dilayani dengan baik.
Tabel 36 :
Tanggapan tentang pelayanan bagi masyarakat penerima.
No Tanggapan penerima tentang
pelayanan dalam penyaluran bantuan
Jumlah % 1. Baik 23 100 2. Kurang tahu - - 3. Tidak baik - - 4. Jumlah 23 100 Sumber : Kuesioner 2017
Dalam pencairan dana PKH mereka juga tidak hanya didampingi oleh pendamping namun juga oleh Kepala Desa, karena supaya prosesnya cepat mereka memerlukan pendampingan yang ekstra. Hal ini disebabkan pengetahuan tentang administrasi yang rendah. Hal ini di dapat peneliti ketika melakukan wawancara dilapangan seperti yang diutarakan oleh ibu peserta PKH yang merasakan pendampingan pada saat pencairan dana bantuan PKH. Pelayanan yang mereka terima mulai pada saat sosialisasi atau sampai pada pencairan dana sangat baik, karena para petugas bersikap ramah. Dalam pencairan dana pun tidak ada pemotongan atau pungutan liar dari semua pihak, jadi dana tersebut diterima dengan jumlah penuh. Dan pencairan dana bantuan program PKH dilaksanakan setiap 3 bulan sekali. Hal ini sesuai dengan penuturan dari masyarakat penerima:
Tabel 37 :
Jumlah nominal yang diterima
No Kesesuaian jumlah nominal bantuan yang tercatat dan yang diterima
Jumlah % 1. Sesuai 23 100 2. Kurang tahu - - 3. Tidak sesuai - - 4. Jumlah 23 100 Sumber : Kuesioner 2017
“…Alana hami holan na mangula do diboto hami, jadi perlu ma didampingi pas pencairan i, asa ittor hatop prosesna. Ba rodo pendamping, Sekdes ba dohot do tahe Kepala Desa molo pas lagi pencairan hami. Alani i do sai di utamahon parkantor pos do antong akka masyarakat na didampingi Kepala Desa molo pas pencairan i.( Kami tidak mengerti tentang proses administrasi pada saat pencairan dana bantuan. Oleh karena itu kami perlu didampingi pada saat pencairan dana supaya kami mengerti prosesnya dan cepat dalam pencairan dananya. Setiap pencairan kami selalu didampingi oleh pendamping, Sekdes dan Kepala Desa karena biasanya kalo didampingi Kepala Desa prosesnya akan lebih cepat)”…
Menurut mereka, pendamping yang mendampingi mereka sampai saat ini sangat baik. Karena pendamping tidak pernah memaksakan kehendak sendiri bagi masyarakat penerima. Pendamping selalu memberikan respon yang baik pada mereka ketika memerlukan pendampingan. Selain itu, pendamping juga mau datang kerumah penerima untuk memantau mereka.
“….. Na burju do molo pendamping name marga sihombing i. Olo do rot tu jabu laho mamantau hami. Jala muse dang olo mamaksahon lomoni rohana tu hami, alana dianggap do hami natua-tuana…”
Tabel 38 :
Tanggapan tentang pelayanan Pendamping PKH
No Tanggapan masyarakat terhadap pelayanan pendamping PKH. Jumlah % 1. Baik 23 100 2. Kurang baik - - 3. Tidak baik - - 4. Jumlah 23 100 Sumber : Kuesioner 2017
Program PKH yang berlangsung sejak tahun 2014 di Desa Nagasaribu III menurut peserta penerima sangat membantu ekonomi mereka, dimana mereka terbantu untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Manfaat yang paling mereka rasakan yaitu dalam bidang pendidikan. Setiap ibu rumah tangga yang menerima PKH dapat mempergunakan dana bantuan tersebut untuk membeli perlengkapan sekolah seperti seragam , sepatu, tas, buku dan juga alat tulis lainnya yang dibutuhkan untuk menunjang proses belajar anak.
Tabel 39 :
Tanggapan Penerima tentang manfaat
No Tanggapan penerima PKH tentang manfaat Jumlah % 1. Merasakan 23 100 2. Kurang tahu - - 3. Tidak merasakan - - 4. Jumlah 23 100 Sumber : Kuesioner 2017
Menurut mereka selama PKH berlangsung di Desa Nagasaribu III pendamping menjalankan tugasnya dengan baik, karena sebelum pencairan PKH akan diinformasikan tanggal pencairannya sehingga tidak ada kendala yang mereka hadapi, hal ini mereka ungkapkan pada saat peneliti dilapangan. Pendamping bersikap ramah dan selalu berusaha mendekatkan diri pada ibu-ibu penerima bantuan PKH.
“…..Ala dos do roha nami akka penerima i, jadi lancar-lancar do program nami. Jala muse tetap do hami diampingi pendamping nami marga sihombing i. Molo pas sebelum pencairan biasana adong do boa-boa sian ketua nama manang na tanggal piga pencairan dana. PKH on membantu ma attong tu ekonomi nami, alana dang kaluar be hepeng nami tu biaya manuhor baju sikkola sepatu dohot akka na asing na. ( Karena kelompok kami selalu sehati dan tidak ada perselisihan maka PKH tahap I setiap program kami berjalan dengan baik, juga kami selalu didampingi oleh bapak pendamping kami marga Sihombing, dan sebelum pencairan dana biasanya akan di informasikan oleh pendamping atau ketua kelompok terlebih dahulu sehingga tidak pernah ada masalah dari segi pencairan dan pelayanan. PKH sangat membantu perekonomian kami karena kami tidak mengeluarkan uang lagi untuk melengkapi kebutuhan sekolah seperti seragam, sepatu, alat tulis dan kebutuhan pendidikan lainnya)”…
Tabel 40 :
Bantuan ditujukan untuk pendidikan
No Respon penerima PKH tentang ditujukan untuk pendidikan
Jumlah % 1. Iya 23 100 2. Kurang tahu - - 3. Tidak - - 4. Jumlah 23 100 Sumber : Kuesioner 2017
Mereka menuturkan bahwa tidak pernah mendapat sanksi dari pendamping atau pihak dari program PKH karena selalu mengikuti peraturan dan memenuhi
kewajiban contohnya mengikuti arisan sebagai bentuk pertemuan dan sosialisasi bulanan, mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di desa seperti gotong-royong dan memenuhi kewajiban untuk memperhatikan kebutuhan sekolah anak.
Tabel 41:
Penerima PKH tidak pernah mendapat sanksi
No Masyarakat penerima PKH menerima sanksi selama menjadi peserta.
Jumlah % 1. Pernah - - 2. Kurang tahu - - 3. Tidak pernah 23 100 4. Jumlah 23 100 Sumber : Kuesioner 2017
Ibu peserta PKH mengatakan bahwa mereka juga selalu menjalankan tugasnya dalam memberi motivasi ataupun memberi kasih sayang kepada anak- anaknya seperti yang telah mereka tuturkan tuturkan dibawah ini,
“…..Saya selalu menerapkan atau mengajarkan kepada anak-anak saya bahwa kamu itu adalah penerima bantuan PKH dan kamu itu lain dari anak-anak yang tidak menerima bantuan program PKH, jadi kamu harus lebih giat belajar dan rajin kesekolah karena jika tidak maka akan dicabut dari kepesertaan PKH dan karena dalam PKH selalu diwajibkan harus memenuhi segala peraturan atau persyaran yang diberikan PKH dan juga dari sekolah. Saya juga mengajarkan kepada anak-anak supaya tidak malu karena saya adalah penerima PKH…”
Tabel 42:
` Masyarakat penerima menjalankan kewajibannya.
No Masyarakat penerima PKH menjalankan kewajiban sebagai peserta. Jumlah % 1. Sudah 23 100 2. Kurang tahu - - 3. Tidak - - 4. Jumlah 23 100 Sumber : Kuesioner 2017
Sosialisasi PKH akan di buat pada pertemuan rutin setiap satu bulan sekali di rumah salah satu dari anggota penerima. Kegiatan tersebut dibuat dalam bentuk arisan ibu penerima bantuan. Adapun kegiatan yang mereka buat itu bertujuan sebagai wadah bagi ibu penerima program untuk bersosialisasi atau bahkan curhat tetang kondisi yang dialaminya dan keluarganya. Arisan tersebut dibentuk berdasarkan persetujuan para penerima PKH dan mereka dituntut untuk aktif dalam memberikan tanggapan dan ataupun mencarikan solusi bagi mereka sendiri. Mereka diajari dan diajak oleh pendamping mereka untuk dapat membuat keputusan atas keinginannya sendiri, dengan cara mereka diberi kebebasan untuk menyampaikan pendapat sehingga menghasilkan solusi untuk diri sendiri, keluarga dan kelompok PKH mereka.
Tabel 43 : Tingkat frekuensi melakukan sosialisasi.
No Frekuensi Sosialisasi tentang PKH Jumlah %
1. Sering 23 100
2. Kurang tahu - -
3. Jarang - -
4. Jumlah 23 100
Sumber : Kuesioner 2017
Masyarakat yang menjadi penerima PKH pada Tahap I ini merupakan masyarakat yang memang berasal dari keluarga yang membutuhkan bantuan ekonomi. Menurut mereka, setiap penerima PKH pada tahap ini layak untuk mendapat bantuan dari pemerintah karena memang perlu untuk dibantu. Hal ini mereka tuturkan pada saat peneliti melakukan penelitian dilapangan. Sehingga menurut mereka penerima tahap I layak untuk mendapat bantuan. Dan bisa dilihat pada uraian tabel berikut.
Tabel 44 :
Ketepatan sasaran penerima
No Ketepatan sasaran dalam pemilihan penerima PKH Jumlah % 1. Sudah tepat 23 100 2. Kurang tepat - - 3. Tidak tepat - - 4. Jumlah 23 100 Sumber : Kuesioner 2017
Masyarakat penerima mengatakan bahwa mereka mendapat pelayanan terbaik baik dari petugas-petugas untuk pencairan dana dan juga dari pendamping program mereka. Pendamping merespon secara cepat jika ada keluhan ataupun masalah yang dihadapi oleh penerima program. Respon yang baik dari pendamping membuat masyarakat penerima merasa senang dengan sikap pendamping yang ramah dan penuh perhatian. Sehingga mereka senang dengan pelayanan ataupun pendampingan yang diulakukan oleh pendamping mereka. Dapat diihat dari tabel berikut bahwa
penerima program tidak pernah mengeluh tentang pendampingan dari pendamping dan jika ada keluhan dari penerima program langsung direspon baik oleh pendamping.
Tabel 45 :
Tanggapan masyarakat tentang pelaksanaan PKH.
No Keluhan penerima dalam pelaksanaan PKH Jumlah % 1. Ada - - 2. Kurang tahu - - 3. Tidak ada 23 100 4. Jumlah 23 100 Sumber : Kuesioner 2017
Masyarakat penerima berharap bahwa program bantuan PKH terus berjalan dan membantu keluarga yang kurang mampu supaya dapat bangkit menjadi keluarga yang sejahtera. Supaya penerima PKH dengan ketentuan wajib memenuhi dan menjaga persyaratan dan komitmen yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yaitu secara khusus melalui pendidikan. Karena pendidikan merupakan salah satu yang harus ditingkatkan pada generasi muda.
4.4. Pemanfaatan Dana Program Keluarga Harapan (PKH)