• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. Memiliki Sikap Ramah, Terbuka serta Menyatu dengan Masyarakat Pendamping berperan sebagai mata dan kaki bagi Rumah Tangga Sangat

4.4. Pemanfaatan Dana Program Keluarga Harapan (PKH) 1.Untuk Keperluan Sasaran

4.4.2. Untuk Keperluan Lainnya

Peserta penerima PKH biasanya akan dapat mengalokasikan atau memanfaatkan dana PKH jika mereka sudah memenuhi segala bentuk keperluan pendidikan anak-anak mereka dan peserta penerima bantuan program PKH akan bisa mengalokasikan dana bantuan tersebut untuk keperluan lain seperti untuk memenuhi

keperluan pertanian jika mereka belum memiliki anak yang bersekolah ditingkat SMA. Dana bantuan PKH tersebut biasanya digunakan untuk modal pertanian seperti untuk membeli perlengkapan pertanian, membeli pupuk atau bibit tanaman yang akan mereka tanam. Dan juga mereka bisa mengalokasikan untuk biaya lainnya seperti untuk membeli beras, atau kebutuhan dapur dan juga ada kebutuhan dansos.

“….. membantu ma attong tu hami alana boi do manutupi tu parsikkolaan ni gelleng jala muse molo pas dang adong pengeluaran tu sikkola boi ma i pakkeon gabe modal marsuan- suanan. Molo dang adong dope sikkola na SMA boi do dana i dibaen gabe modal lao martani. Molo boi sipata nibaen manuhor boras manag lao tu dapur. Malo-malo mamakke ma molo menuruthu da anggi. (Sangat membantulah bagi kami untuk menutupi kebutuhan pendidikan. Kemudian jika semua keperluan pendidikan terpenuhi bisalah digunakan untuk modal bertani. Namun jika keluarga tersebut belum memiliki anak sekolah SMA mungkin bisa dialokasikan untuk menambah modal bertani. Sekarang ibu peserta penerima PKH harus bijak dalam menggunakan dana tersebut jika keperluan sekolah telah tercukupi. Tetapi terimakasihlah untuk pemerintah yang memberikan bantuan, setidaknya mengurangi beban pengeluaran rumah tangga)…”

Ibu penerima PKH yang masih dapat mengalokasikan dana bantuan sesuai dengan kebutuhan, salah satu contohnya dari ibu penerima yang mendapat bantuan dari program keluarga harapan (PKH) yang memiliki anak yang masih mengecam pendidikan. Ibu ini bekerja sebagai petani karena mayoritas pekerjaan masyarakat ialah bertani. Ibu ini hanya tamatan SD adapun tanggungan yaitu 4 orang. Beliau menyampaikan pada peneliti jika dia pernah mempergunakan dana untuk mengganti atap rumahnya. Dalam pemanfaatan dana PKH digunakan untuk perlengkapan sekolah dan juga pernah menggunakan dana tersebut untuk mengganti atap rumah yang sudah bocor.

“…..Mauliate ma tu pamarenta ala dibaen do bantuan on, molo di au cukup terbantu ma lao mambutuhi tu parsikkolaan on jala muse dung kaluar narahai ala nga sae tu keutuhan parsikkola dipakke hami alao mangganti seng ni jabuon. (Terimakasih pada pemerintah yang sudah memberikan dana bantuan program PKH bagi saya dana tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak dan kemaren pas dana bantuan program PKH cair, kebetulan kebutuhan pendidikan anak sudah terpenuhi kami pergunakan untuk mengganti atap rumah kami)…”

Ada juga dari antara ibu penerima PKH yang mempergunakan dana bantuan tersebut untuk membeli pupuk pertanian yang akan digunakan untuk menanam sayur mayor atau tomat dan keperluan pertanian lainnya yang mereka perlukan untuk berladang.

“….. Kalau tidak ada yang perlu untuk biaya pendidikan lagi ya diusahakan disimpan dulu atau dibuat untuk membeli pupuk untuk menanam sayur-sayuran,tomat dan lainnya sesuai dengan apa yang mau ditanam dan dibutuhkan untuk lahan ladang dan juga jika memang bisa untuk membeli beras, melihat kondisilah . Mau makan apa anak-anak kalau beras sudah habis? Ya terpaksa kita pergunakan untuk membeli beras dan kebutuhan rumah tangga.Yang penting kan harus pintar menggunakannya…”

Dalam penelitian mengenai pemanfaatan dana bantuan PKH oleh masyarakat penerima yang menjadi agen merupakan masyarakat yang menerima bantuan dan strukturnya merupakan program PKH. Program ini merupakan program yang bisa dikatakan memberikan masyarakat kesempatan dalam memperbaiki kondisinya, karena dalam program ini masyarakat dilibatkan dalam struktur (sistem) dalam suatu kegiatan. Contohnya dalam kondisi masyarakat di Desa Nagasaribu III yang menerima PKH, mereka dilibatkan berpartisipasi dalam mendidik anak dengan menggunakan cara trasional yang menurut mereka baik untuk anak. Dengan

melibatkan masyarakat dalam merubah pola memperhatikan dan mendidik anak, maka mereka akan menciptakan kondisi yang baru. Karena sebenarnya tujuan dari program PKH ini adalah untuk menciptakan kondisi masyarakat yang bebas dari masalah baik dari masalah sosial, pendidikan, kesehatan ataupun masalah lainnya. Pendampingan yang diterima oleh ibu penerima PKH merupakan cara dari program PKH untuk membangun pola pikir ataupun cara ibu penerima PKH dalam mendapatkan kondisi keluarga yang jauh lebih baik. Ibu penerima PKH merupakan agen yang sangat berpengaruh dalam mertubah suatu kondisi dalam rumah tangganya. Adapun bentuk partisipasi masyarakat penerima dalam penelitian ini seperti ibu rumah tangga yang sudah mulai rapih dan mau mengutarakan pendapatnya untuk membuat keputusan bagi kelompok mereka sendiri, ikut berpatisipasi dalam gotong-royong, memahami tujuan dari program seperti dana digunakan untuk melengkapi kebutuhan pendidikan seperti untuk membeli seragam, tas, buku, sepatu, membayar uang sekolah anaknya dan juga kebutuhan lainnya yang menjadi bagian dari kebutuhan pendidikan anak mereka.

Masyarakat penerima yang merupakan agen dalam penelitian ini diharapkan untuk tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga untuk berusaha memenuhi kebutuhan dengan melakukan aktivitas lainnya yang dapat menunjang ekonominya. Seperti dalam masyarakat Desa Nagasaribu III yang mayoritas bekerja sebagai petani. Masyarakat penerima juga terus melakukan kegiatan pertaniannya, bahkan mereka telah membentuk kelompok usaha bersama (KUBE) dalam bentuk kelompok tani yang berjuan sebagai wadah bagi mereka untuk sharing tentang pertanian mereka

sehingga akan mendapatkan solusi dari ide mereka sendiri. Dalam hal ini pendaming hanya sebagai fasilitator yang mendampingi mereka dalam semua proses yang mereka ikuti. Pendamping memperhatikan dan melakukan cek apakah masyarakat penerima melakukan dan memenuhi persyaratan sebagai penerima PKH, dan selebihnya masyarakat penerima sendiri yang akan menentukan program apa selanjutnya yang baik untuk mereka jalankan.

Program PKH yang merupakan struktur memberikan syarat bagi masyarakat penerima untuk dipenuhi melalui pendampingan dari seorang pendamping program. PKH mengharapkan masyarakat dapat berpartisipasi dalam membangun kondisi mereka untuk lebih baik dan bisa sejahtera. Sedangkan masyrakat sebagai agen akan membuat keadaan meerka dengan keputusan yang baik bagi mereka dengan pendampingan yang diberikan fasilitator program yang ditugaskan untuk mendampingi mereka. Partisipasi masyarakat penerima dalam membangun kondisi yang jauh lebih baik merupakan salah satu wujud bahwa program tersebut berjalan dalam masyarakat. Namun dari segi bantuan yang diberikan oleh program PKH memang cukup membantu bagi masyarakat dalam mengurangi beban rumah tangga tetapi belum cukup untuk memenuhikebutuhan pendidikan bagi anak jika hanya mengharapkan dana bantuan tersebut.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait