• Tidak ada hasil yang ditemukan

TABEL 2 Fasilitas Umum

3. Analisis Data

1.7. Pengalaman Lapangan

Berawal dari cita-cita dan minat saya pada dunia gender, kesehatan dan kedokteran, lalu mengambil jurusan Antropologi saat kuliah di FISIP USU, saya sangat tertarik untuk belajar lebih dalam mengenai Antropologi Kesehatan. Dari hal tersebut, timbul ketertarikan saya untuk meneliti dan mengkaji lebih jauh mengenai kesehatan reproduksi wanita, karena kesehatan reproduksi masih menjadi sesuatu yang awam dan terkadang tabu untuk dipelajari oleh mahasiswa ilmu sosial. Hal ini membuat saya ingin sekali untuk menjadikannya sebagai skripsi. Penelitian skripsi saya mengambil topik mengenai pap smear dan IVA, yaitu suatu tes untuk mendeteksi dini kanker serviks. Kenapa harus kanker serviks? Karena kanker serviks adalah penyakit nomor satu yang mematikan bagi para wanita di dunia saat ini, dan

hanya wanitalah yang mempunyai rahim. Saat ini kedua tes tersebut juga bermanfaat untuk upaya pembersihan, perawatan dan pencegahan diri dari infeksi virus HPV, yang merupakan penyebab utama terjadinya kanker serviks.

Saya sangat tertarik untuk meneliti hal ini karena beberapa hal, yaitu karena saya telah melihat jumlah kematian wanita yang tinggi akibat kanker serviks,berbagai macam penyuluhan dan sosialisasi telah diupayakan pemerintah dan berbagai pihak swasta untuk mengatasi jumlah kematian akibat penyakit ini. Namun, angka kematian wanita akibat kanker serviks masih cukup tinggi di Indonesia. Sehingga saya ingin mencari informasi apa saja faktor-faktor yang menyebabkan hal ini bisa sampai terjadi di Indonesia, khususnya di kota Medan. Sebagai pembelajaran dan pengalaman bagi saya untuk merawat dan mencegah diri sebagai seorang wanita dari ancaman penyakit kanker serviks dan saya juga ingin melihat keterkaitan hubungan antara kebudayaan dan kesehatan masyarakat dalam mencegah dan mendeteksi dini dirinya dari penyakit berbahaya seperti kanker serviks.

Lokasi yang saya pilih untuk melakukan penelitian ini adalah di Klinik Bidan

Praktik Swasta “MANDA” yang terletak di Jalan Karya Cilincing Gang Ciliwung No.22 kelurahan karang berombak, kecamatan medan barat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Pertama kali saya mengetahui keberadaan klinik ini, dari perbincangan saya dengan salah satu teman baik ibu saya, yaitu ibu Lina Boru Hasibuan. Beliau bertanya mengenai perkuliahan saya apakah masih kuliah atau sudah wisuda, saya pun menjawab kalau saya masih menyelesaikan skripsi mengenai

pap smear dan IVA, kebetulan saat ini sedang mencari tempat penelitian mengenai hal tersebut.

Semula saya ingin meneliti di Yayasan Kanker Indonesia cabang Sumatera Utara yang terletak di Jalan Iskandar Muda no.272 Medan. Namun, saat pertama kali saya observasi dan melakukan kunjungan kesana, tidak ada dokter maupun pasien yang ada disitu, hanya seorang karyawan yang menyambut dan mengatakan kalau dokternya sedang keluar kota. Saya pun pulang tanpa mendapatkan hasil. Kunjungan-kunjungan selanjutnya saya sangat sulit bertemu dengan dokternya karena dokternya sering keluar dan pergi ke Dinas Kesehatan Kota Medan. Selain itu, dokternya juga datangnya (maaf) sesuka hati kadang pagi kadang siang terserah maunya dia ,disana juga jarang ada pasien dari Kota Medan, kebanyakan pasien yang datang untuk berobat kesini berasal dari luar kota seperti Tebing Tinggi dan Siantar. Lalu ada salah satu pernyataan dari seorang cleaning service laki-laki disana yang mengatakan bahwa selama bulan puasa, kantor tutup.

Kebetulan saat itu saya ingin melakukan penelitian disana pada saat menjelang bulan ramadhan. Kemudian saya langsung berpikir, loh ini kan tempat pelayanan kesehatan masyarakat bukannya warung makan atau café sehingga selama bulan ramadhan harus tutup. Ah tidak benar ini. Saya pun mengambil kesimpulan untuk mengurungkan niat saya untuk melakukan penelitian disana, karena saya sangat sulit bertemu dengan dokter yang bertanggung jawab melakukan pap smear yang nantinya akan menjadi informan kunci saya, selain itu data yang didapatkan pun sangat kering

karena keterbatasan jumlah pasien dan domisilinya yang bukan penduduk Kota Medan yang nantinya akan menjadi informan penelitian ini.

Berdasarkan dari cerita saya tersebut, ibu Lina pun merekomendasikan klinik Manda yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah beliau sebagai tempat penelitian saya. Beliau sangat kenal dengan bidan yang betanggung jawab disana, orangnya baik dan ramah. Klinik ini juga memilki track record yang bagus dalam melayani kesehatan masyarakat selama puluhan tahun, dioperasionalkan oleh bidan regenerasi dan bersertifikat Bidan Delima serta menyediakan fasilitas yang lengkap untuk melakukan pap smer dan IVA.

Saya pun akhirnya setuju untuk melakukan penelitian disana. Namun sebelumnya saya mengamati dan mengobservasi dahulu lokasi klinik Manda. Pertama kali datang kesana, saya ditemani oleh ibu Lina, sebelumnya beliau sudah menyampaikan maksud dan tujuan saya untuk melakukan penelitian disana kepada bidan Manda yang merupakan pemilik dan pendiri klinik ini melalui pertemuan mereka di gereja tadi pagi. Sesampainya di klinik, kami disambut oleh bidan Manda sembari mengajak masuk dan mempersilahkan kami untuk duduk. Kemudian beliau mengatakan kalau untuk urusan klinik, sekarang sepenuhnya ditanggungjawapi oleh anak sulung beliau, yaitu bidan Shanty termasuk untuk urusan magang dan penelitian mahasiswa yang ingin dilakukan di klinik Manda.

Beliau pun memanggil bidan Shanty untuk bergabung bersama kami. Saya langsung berdiri dan menjabat tangan beliau sembari mengenalkan diri, beliau pun menyambutnya dengan ramah. Kemudian saya membuka pembicaraan dengan

menjelaskan maksud dan tujuan saya datang kesana. Beliau mengapresiasi i’tikad baik saya untuk menambah ilmu dan mencari informasi mendalam mengenai pap smear dan IVA di kliniknya. Tak berselang lama, beliau langsung membawa saya untuk melihat-lihat keadaan disekitar klinik dan masuk ke ruang praktik tempat melakukan pap smear dan IVA, karena saya bukan berasal dari mahasiswa kebidanan ataupun kedokteran, beliau dengan ramah dan sabar menjelaskan beberapa alat-alat kesehatan dan fungsinya yang terdapat disana kepada saya. Saya langsung berinisiatif untuk merekam penjelasan beliau sambil memotret alat-alat tersebut.

Kemudian setelah itu, beliau memberikan data-data pasien yang pernah melakukan pap smear dan IVA kepada saya. Saya pun langsung mencatatnya agar nantinya pasien-pasien ini bisa menjadi informan saya. Setelah itu, beliau pun mengatakan kepada saya bahwa ia akan mengabari saya langsung jika ada pasien yang ingin pap smear atau IVA kesana, saya memberikan nomor handphone dan id whatsapp saya kepada beliau untuk memudahkan kami berkomunikasi. Saya merasa ini adalah tahap awal yang baik untuk penelitian saya selanjutnya.

Saya melakukan penelitian disana selama 2 bulan dengan frekuensi 15 kali kunjungan untuk mendapatkan informasi dan data dari klinik Manda, 1 kali saya tidak berhasil bertemu lagi dengan bidan Shanty karena beliau pergi ke Bangkok untuk liburan bersama keluarganya, informasi ini saya peroleh dari bidan jaga saat itu yang menggantikan beliau. Selain melakukan kunjungan ke klinik, saya juga melakukan wawancara kepada informan langsung ke rumahnya. Informan saya dalam penelitian ini adalah wanita yang sudah pernah melakukan pap smear dan IVA di

Klinik Manda pada tahun ini, yaitu ibu Juwita Agustina S.H, ibu Ernawati, Ibu Faridah Hanum, ibu Rosmauli Boru Sitanggang dan Ibu Susilawati.

Kelima informan saya ini berdomisili di Kota Medan, sehingga memudahkan saya untuk berkunjung ke rumah mereka walaupun jaraknya cukup berjauhan. Mereka memiliki profesi yang beragam dari agama dan etnis yang berbeda. Perasaan khawatir bahwa mereka tidak mau menerima saya membuat saya gugup pada saat pertama kali berjumpa dengan mereka di klinik.

Banyak pertanyaan mereka mengenai jati diri dan tujuan saya untuk mendekati dan bertemu dengan mereka. Saya menjawab pertanyaan mereka dengan jujur dan apa adanya, dengan harapan mereka dapat menerima saya. Alhamdulillah mereka semua menyambut positif niat saya untuk berinteraksi langsung dengan mereka dengan baik dan ramah.

Tidak banyak hambatan yang saya alami selama melakukan penelitian di klinik Manda, saya sangat bersyukur diterima secara ramah dan baik oleh bidan dan pasien-pasiennya. Hanya satu kendala yang saya alami yaitu dokumentasi foto dan video informan yang melakukan pap smear dan IVA. Pada saat salah satu informan melakukan pap smear dan IVA di klinik, saya tidak diperbolehkan masuk untuk mendokumentasikannya karena beliau mengganggap hal tersebut adalah sesuatu yang privasi dan bersifat sensitif baginya sehingga ia malu untuk difoto ataupun divideokan. Saya pun memaklumi permintaan beliau. Kemudian bidan Shanty dengan sabar menjelaskan tahapan-tahapan pelaksanaan pap smear dan IVA kepada saya secara mendetail sehingga saya seperti melihat langsung tes itu dilakukan.

Untuk mendapatkan data dan informasi yang mendalam saya membagun rapport 8 dengan informan-informan saya. Mereka semua baik sekali, menerima saya dan berbagi informasi seputar pap smear atau IVA yang pernah mereka lakukan. Setiap saya melakukan kunjungan ke rumah untuk wawancara dan melengkapi data yang kurang lengkap, mereka selalu memberi makanan dan minuman kepada saya. Seperti ibu Juwita Agustina, walaupun beliau beragama khatolik, namun ia tetap menyuguhkan minuman sirup dan kue bolu buatannya kepada saya. Saya pun menerima dengan baik dan berpikir positif dengan apa yang beliau berikan walaupun kami berbeda agama namun harus saling menghargai satu sama lainnya.

Sampai akhir melakukan penelitian, tak lupa saya mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penelitian ini terutama kepada Bidan Manda, Bidan Shanty dan pasien-pasiennya yang telah memberikan informasi yang sangat saya perlukan. Mereka berharap bisa bertemu dan ngobrol lagi dengan saya jika ada data dan hal-hal yang masih diperlukan, mereka menyambut saya dengan tangan terbuka.

8

ABSTRAK

CHAIRUNNISSA (2016), IMPLEMENTASI DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI KLINIK BIDAN PRAKTIK SWASTA “MANDA”. Skripsi ini terdiri dari 5 bab, 110 halaman, 1 daftar tabel dan 1 daftar gambar.

Skripsi ini mengkaji tentang Implementasi Deteksi Dini Terhadap Kanker Serviks di Kota Medan tepatnya di Klinik Bidan Praktik Swasta “MANDA” yang berada di Jalan Karya Cilincing Gang Ciliwung No.22, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Pemilihan lokasi ini didasarkan karena Klinik “MANDA” adalah salah satu klinik bidan praktik swasta yang dioperasionalkan oleh Bidan Delima dan lokasinya yang strategis terletak di pusat Kota Medan.

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai Implementasi Deteksi Dini Kanker Serviks di Klinik Bidan Praktik Swasta “MANDA”, serta mengetahui hal-hal dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi seorang wanita untuk melakukan tes pap smear ataupun IVA sebagai upaya mendeteksi sedini mungkin gejala-gejala kanker serviks khususnya wanita yang melakukan tes tersebut di Klinik Bidan Praktik Swasta “MANDA”.

Metode yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah metode etnografi dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam dan analisis data dimana penulis terjun langsung ke lapangan dan bertemu dengan bidan dan pasiennya yang melakukan tes pap smear ataupun IVA di klinik tersebut, kemudian melakukan wawancara mendalam dan berdiskusi dengan bidan dan pasiennya mengenai tes pap smear ataupun IVA yang telah mereka lakukan di klinik maupun ke rumah informan langsung.

Kanker serviks merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh HPV atau Human Papilloma Virus onkogenik, mempunyai persentase yang cukup tinggi dalam menyebabkan kanker serviks, yaitu sekitar 99,7%.Implementasi deteksi dini kanker serviks di Klinik Bidan Praktik Swasta “MANDA” menggunakan dua metode yang populer di masyarakat yaitu pap smear dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Klinik Manda yang sudah berdiri selama 37 tahun ini sudah banyak sekali melayani pemeriksaan pap smear maupun IVA. Terhitung semakin meningkatnya persentase jumlah wanita yang mengikuti pap smear dan IVA dari tahun ke tahun. Pencapaian ini diharapkan akan semakin meningkat dan semakin banyak masyarakat yang mau mendeteksi dini serta mau melakukan vaksinasi HPV untuk menurunkan jumlah kematian wanita akibat kanker serviks.

IMPLEMENTASI DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI KLINIK BIDAN

Dokumen terkait