CARREFOUR DAN AGEN PASAR
1.8 Pengalaman Lapangan
Pengalaman lapangan merupakan kumpulan proses yang penulis alami dalam kegiatan kerja lapangan dalam lingkup menyusun penulisan skripsi ini, mencakup kedekatan antara peneliti dengan informan penelitian, observasi atau pengamatan terhadap kegiatan informan yang berkaitan dengan tujuan penulisan skripsi ini serta jawaban ataupun data yang diperoleh melalui serangkaian kerja lapangan.
Proses kerja lapangan dimulai pada bulan Agustus 2014 setelah penulis menyelesaikan proses seminar proposal penelitian secara akademik, selanjutnya penulis melakukan pencarian data literatur sebagai pendukung dari keberlangsungan penelitian dan penulisan skripsi ini dan melakukan kerja lapangan sebagai bentuk data faktual lapangan.
Penelitian lapangan yang penulis lakukan dimulai dengan mencari informasi mengenai keberadaan Pajak Sembada, dimana penulis mencari dan menemui beberapa pedagang maupun masyarakat sekitar Pajak Sembada dengan melakukan serangkaian pertanyaan mengenai sejarah dan keberadaan Pajak Sembada. Dari hal ini penulis mendapatkan keterangan bahwa pada awalnya lokasi penelitian merupakan wilayah militer atau tepatnya disebut kavaleri.
Pertama sekali penulis menemui pedagang bernama Bapak Bangun, hal ini dikarenakan barang dagangannya merupakan barang dagangan yang berkaitan dengan keperluan sekolah (tas, baju seragam, dan lain sebagainya) sehingga penulis mengharapkan dapat menjalin proses komunikasi yang cukup lancar
mengingat penulis memperkenalkan diri sebagai mahasiswa.
Dalam proses percakapan atau wawancara yang berlangsung lancar tersebut, penulis menanyakan beberapa hal penting yang berkaitan dengan proses penelitian yang penulis lakukan seperti sudah berapa lama berdagang di pasar Sembada, dan dari keterangan Bapak Bangun juga diperoleh cerita mengenai sejarah keberadaan pasar Sembada yang telah dimulai sejak tahun 1970-an sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggal di kompleks militer kavaleri yang kemudian berubah menjadi perumahan Citra Garden.
Pertanyaan demi pertanyaan yang penulis lontarkan kepada informan dijawab secara mendetail bahkan melalui cerita-cerita yang berkembang ditengah pedagang pasar tradisional Sembada, proses wawancara ini penulis lakukan dengan menggunakan teknik wawancara bebas dan tidak berstruktur untuk menghindari kesan monoton dan akhirnya proses wawancara pun berjalan dengan lancar.
Melalui proses wawancara terhadap Bapak Bangun, penulis kemudian disarankan untuk menemui pedagang yang kiosnya berada tak jauh dari kios Bapak Bangun, yaitu Bapak Tambunan. Menurut Bapak Bangun, Bapak Tambunan tentu memiliki cerita yang lebih lengkap atau melengkapi cerita yang telah disampaikan oleh Bapak Bangun.
Bapak Tambunan yang kemudian penulis wawancarai ternyata memiliki sifat terbuka dan cenderung terbuka sehingga proses wawancara berjalan dengan lancar dan diselingi lelucon yang menyebabkan proses wawancara tidak terlalu terikat, bahkan dalam proses wawancara tersebut Bapak Tambunan juga turut
bercerita mengenai anaknya yang juga menempuh pendidikan tinggi di USU dan kini telah tamat.
Proses wawancara terhadap Bapak Tambunan yang berjualan Sembako (sembilan bahan pokok) terasa begitu cair ketika berbicara mengenai harga jual beras, proses tawar-menawar hingga pada keberadaan Carrefour yang persis bersebelahan dengan pasar tradisional Sembada walaupun terkadang proses wawancara harus berhenti beberapa saat dikarenakan ada pembeli yang datang dan menawar dagangannya.
Penulis setidaknya memerlukan beberapa hari untuk melakukan wawancara terhadap pedagang yang berjualan di pasar tradisional Sembada begitu pula dengan mengikuti proses kegiatan berjualan di pasar tradisional Sembada yang dimulai pada pagi hingga sore hari. Secara kasat mata dapat dilihat bahwa pedagang tradisional pasar Sembada terbagi atas dua bagian besar, yakni pedagang yang berada didalam lokasi pasar tradisional Sembada dan dikelola pihak pemerintah serta pedagang yang membuka kios jualan diluar lokasi pasar atau tepatnya di bangunan pribadi ataupun sewaan yang terdapat di pinggir jalan Sembada.
Proses wawancara penelitian ini yang berjudul “Eksistensi Pedagang Sembada” dan mencakup strategi adaptasi antara pedagang tradisional pasar Sembada dan pasar modern Carrefour Citra Garden tentu memerlukan wawancara terhadap pihak Carrefour Citra Garden. Proses wawancara terhadap Carrefour Citra Garden berbeda dengan proses wawancara terhadap pedagang tradisional pasar Sembada yang berlangsung cair dan lancar, dimana pihak Carrefour
mensyaratkan beberapa hal yang cenderung menyulitkan karena sistem kerja Carrefour yang merupakan perusahaan sehingga membutuhkan beragam izin.
Penulis kemudian mengambil inisiatif untuk melakukan wawancara lepas terhadap beberapa karyawan Carrefour, baik karyawan Carrefour langsung maupun tenaga tenant yang bertugas di Carrefour Citra Garden. Inisiatif ini ternyata memberikan hasil yang positif dikarenakan proses observasi dan pendekatan dimana penulis memposisikan diri sebagai pengunjung, secara tidak langsung hal ini menjadikan proses wawancara dapat dilakukan dengan baik walaupun informan yang merupakan karyawan langsung maupun tenaga tenant Carrefour memperingatkan penulis untuk tidak menulis nama secara langsung dan pendapat yang mereka sampaikan bukan keterangan resmi dari pihak Carrefour, akan tetapi penulis berpendapat bahwa keterangan dan pendapat mereka dapat dijadikan sebagai sebagai bagian dari penelitian ini karena berkaitan dengan penelitian yang penulis lakukan dan penulis pun menghargai keterangan tersebut dengan merahasiakan identitas karyawan Carrefour tersebut.
Proses pengalaman lapangan yang penulis lakukan dan alami memberikan gambaran mengenai proses pendekatan, pengamatan dan wawancara yang selama ini penulis dapatkan diperkuliahan. Proses pengalaman lapangan juga memberikan pengetahuan mengenai tata cara memulai pembicaraan hingga pada proses mendekatkan diri terhadap informan agar bersifat terbuka terhadap wawancara yang penulis lakukan. Pada akhirnya, pengalaman lapangan yang penulis jalani dan lakukan merupakan bagian dari penyusunan data yang penulis dapatkan sehingga dapat berbentuk penulisan skripsi ini.
ABSTRAK
Skripsi ini berjudul EKSISTENSI PEDAGANG SEMBADA (Studi Etnografi Mengenai Strategi Adaptasi Pedagang Tradisional Pasar Sembada Terhadap Kehadiran Carrefour dan Agen Pasar di Kota Medan), disusun oleh Firky Maruli Tua P, NIM 090905017, berjumlah 98 halaman dengan 5 tabel
Penelitian ini bertujuan mendeksripsikan mengenai persaingan antara pasar tradisional dan pasar modern dalam lingkup keberadaan agen pasar dalam penyediaan dan pengelolaan pasar sebagai sebentuk strategi di Pasar Sembada Kota Medan. Keberadaan pasar tradisional secara sederhana merupakan sebentuk lingkungan yang menyediakan kebutuhan bagi masyarakat dalam hal kebutuhan pokok maupun skunder, adapun fokus perhatian penelitian ini adalah mengenai strategi yang dilakukan oleh pedagang pasar tradisional terhadap keberadaan pasar modern yang menggerus keberadaan pasar tradisonal Sembada.
Proses penelitian yang dilakukan menggunakan metode etnografi, yang bertujuan menggambarkan secara utuh dan menyeluruh mengenai strategi pedagang pasar tradisional dalam menghadapi persaingan dengan pasar modern dan juga keberadaan agen pasar yang berkaitan dengan penyediaan dan pengelolaan pasar tradisional. Dalam proses pengumpulan data lapangan berupa wawancara dan kegiatan observasi, peneliti menemui beberapa informan yang mengetahui seluk-beluk pasar tradisional Sembada dan pasar modern Carrefour serta agen pasar yang menghubungkan diantaranya.
Penelitian ini mendapatkan keterangan bahwa persaingan antara pasar tradisional dan pasar modern telah menjadi suatu kompleksitas persaingan masa kini yang menghadirkan peran agen pasar dalam menentukan pengelolaan pasar, strategi adaptasi yang dilakukan oleh pedagang pasar tradisional menjadi perhatian yang mendukung keberlangsungan dan keberadaan pasar tradisional Sembada Kota Medan. Kesimpulan dari penelitian ini sampai pada bentuk strategi adaptasi yang dilakukan oleh pedagang pasar tradisional sebagai bentuk proses bertahan dari keberadaan pasar modern yang menyediakan kemudahan dan pelayanan yang diberikan kepada konsumen, strategi adaptasi yang dilakukan pedagang tradisional meliputi; memperpanjang waktu usaha, ketersediaan bahan dagangan, variasi dagangan hingga pada kondisi barangan dagangan.
dan Agen Pasar di Kota Medan)
SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Program Strata 1 (S1) pada Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Sumatera Utara
FIRKY MARULI TUA