• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

E. Paparan Implementasi Perangkat Pembelajaran

3) Pengamatan terhadap penggunaan kontribusi

a) Pengungkapan berbagai strategi yang digunakan dalam pemecahan masalah

(1) Munculnya berbagai cara yang digunakan dalam pemecahan masalah

Dalam kegiatan pembelajaran ditemukan berbagai macam cara siswa dalam menyelesaikan dan memecahkan masalahnya. Pada proses pembelajaran ini siswa menggunakan satu cara yang sama tetapi mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Adapun gambar yang menunjukkan bahwa indikator ini muncul dalam penyelesaian masalah siswa pada saat proses pembelajaran.

Gambar 4.17. Hasil bongkaran (rebahan) balok dan kubus siswa saat proses pembelajaran

Berdasarkan gambar hasil rebahan balok di atas, siswa mempunyai satu cara dalam membongkarnya tetapi siswa

memiliki bebagai macam cara yang berbeda-beda dalam cara menggunting dan memotong balok dan kubus untuk menjadi sebuah jaring-jaring balok dan kubus, sehingga siswa dapat menghasilkan jaring-jaring balok dan kubus yang berbeda-beda dari kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya.

Dari hasil uraian di atas dapat disimpulkan bahwa indikator munculnya berbagai cara yang digunakan dalam pemecahan masalah dapat terlihat dan muncul secara maksimal di dalam proses pembelajaran.

(2) Pemberian waktu yang mencukupi kepada peserta didik dalam pemecahan masalah

Setiap kegiatan proses pembelajaran membutuhkan waktu. Dalam setiap kegiatan dalam proses pembelajaran guru selalu memberikan waktu yang telah ditentukan. Hal ini dapat dilihat pada transkripsi I3: 290-292 sebagai berikut:

(290) G: “Tidak usah urut tidak apa! Dikerjakan soal evaluasinya dulu. Jangan lupa diberi nama dan nomor absen, waktu mengerjakannya 5 menit” (291) S13: “Bu ra urut tidak apa-apa?”

(292) G: “Tidak apa-apa”

Dari hasil transkripsi di atas guru memberikan waktu saat pengerjaan soal evaluasi di akhir pertemuan. Pemberian waktu untuk melakukan kegiatan juga terdapat pada transkripsi berikut ini II3: 138, III3: 45, V3: 209, dan VI3: 56.

Dari hasil transkripsi di atas dapat disimpulkan bahwa indikator pemberian waktu yang mencukupi kepada peserta

didik dalam pemecahan masalah sudah muncul secara maksimal.

(3) Pemilihan media oleh siswa yang digunakan dalam pengungkapan strategi yang digunakan

Pada saat proses pembelajaran berlangsung siswa diberi media pembelajaran yang berupa bangun ruang balok ataupun kubus yang diambil oleh siswa dari dalam kotak ajaib. Tujuannya pemberian media pembelajaran adalah untuk memfasilitasi siswa dalam pengungkapan strategi yang digunakan dalam pemecahan masalah. Hal tersebut dapat terlihat pada gambar yang terdapat di bawah ini:

Gambar 4.18. Perwakilan tiap-tiap kelompok mengambil media yang berada di dalam kotak ajaib

Selain gambar di atas terdapat juga transkripsi video yang menunjukan indikator pemilihan media oleh siswa yang digunakan dalam pengungkapan strategi yang digunakan yaitu pada transkripsi V3: 64 dan I3: 114. Berdasarkan gambar dan hasil transkripsi di atas dapat disimpulkan bahwa indikator

pemilihan media oleh siswa yang digunakan dalam pengungkapan strategi yang digunakan oleh siswa sudah muncul secara maksimal di dalam proses pembelajaran.

b) Pemberian tanggapan terhadap strategi yang digunakan

(1) Siswa memberi komentar atau saran terhadap hasil pekerjaan siswa lain

Di dalam proses pembelajaran siswa diharapkan dapat membangun pengetahuannya sendiri. Pemberian komentar atau saran terhadap pekerjaan siswa lain adalah salah satu cara membangun pengetahuannya dan dapat dijadikan bukti adanya kontribusi siswa di dalam proses pembelajaran.

Adapun transkripsi yang menunjukkan adanya pemberian komentar atau saran terhadap pekerjaan temannya V3: 94-103

(94) S6: “Iki piye to S1?”

(95) S1: “Iki ki nek sek jiplakan 10 cm awake dewe gawene bebas, 11 cm oleh”

(96) S15: “Njajal diitung meneh kok koyone gedhe e?” (97) S1: “Ora yo bener yo, kui kan 10 cm, la nek iki kan

11 cm”

(98) S3: “Bu kui si S10 ket mau mung jalan-jalan bu” (99) S10: “Aku wes mikir kok”

(100) S3: “Yo nggarap sek liyane!” (101) S13: “Endi guntinge mau?” (102) S12: “Embuh”

(103) S7: “Iki lho, tak gowo iki”

Selain transkripsi di atas ada juga transkripsi yng lain yang menunjukkan adanya pemberian komentar ataupun saran kepada temannya yaitu I3: 65-68, I3:102-105, I3: 131-133, IV3: 138-139, V3: 72-73, dan V3: 198-202. Berdasarkan uraian di atas dapat

disimpulkan bahwa proses pembelajaran tersebut telah memunculkan indikator siswa memberi komentar atau saran terhadap hasil pekerjaan siswa lain secara maksimal.

(2) Siswa menyimpulkan hasil pelajaran (guru hanya mengarahkan siswa)

Pada setiap kegiatan pembelajaran pastilah ada kegiatan menyimpulkan hasil belajar yang telah dipelajari pada pertemuan itu. Kegiatan penyimpulan hasil belajar siswa terhadap proses pembelajaran yang terjadi pada hari itu dapat dilihat pada transkripsi II3: 111-127

(111) G: “Silakan bendanya dikumpulkan ke dalam kotak ajaib

Jadi kita tadi sudah menemukan sifat dari kubus, sifat kubus ada berapa?”

(112) SS: “Empaaaat”

(113) G: “Yang pertama apa?” (114) BS: “Mempunyai 6 sisi”

(115) G: “Sisinya berbentuk apa? (sambil menunjukkan

kubus dari kotak ajaib kepada siswa)

(116) SS: “Persegi”

(117) G: “Sisinya ada berapa?” (118) G, SS: “1, 2, 3, 4, 5, 6”

(119) G: “Jadi sisinya ada 6 yang berbentuk persegi” (sambil menulis di papan tulis)

(120) G: “Jadi yang kedua sifatnya apa?” (121) BS: “Mempunyai titik sudut”

(122) G: “Titik sudutnya ada berapa?” (sambil menunjukkan kubus dari kotak ajaib kepada siswa)

(123) SS: “Delapaaan”

(124) G: “Jadi kubus mempunyai 8 titik sudut. Titik sudut itu pojokan-pojakane kui lho. Kemudian sifat yang ketiga siapa yang tahu?”

(125) S3: “Mempunyai 12 rusuk”

(126) G: “Jadi rusuknya ada 12. Ada satu sifat lagi, apa? Siapa yang tau? Sisi kongruennya ada berapa?” (127) BS: “6 pasang bu”

Selain transkripsi di atas penyimpulan hasil belajar siswa terhadap proses pembelajaran yang terjadi pada hari itu juga dapat dilihat pada transkripsi I3: 261-282, IV3: 206-211, V3: 178-203, VI3: 70-86. Dalam kegiatan pembelajaran ini, kegiatan penyimpulan dilakukan oleh guru dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang digunakan oleh guru untuk memancing siswa menuju pada arah penyimpulan. Indikator siswa menyimpulkan hasil pelajaran sudah muncul di dalam kegiatan proses pembelajaran tetapi belum muncul secara maksimal karena guru masih memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa dan hal inilah yang membuat siswa menjadi seperti didikte oleh guru di dalam menyimpulkan kegiatan pembelajaran. Sehingga indikator siswa menyimpulkan hasil pelajaran belum dapat muncul secara maksimal.

c) Pemberian motivasi oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap pemecahan masalah

(1) Pemberian pertanyaan oleh guru untuk memancing siswa bertanya

Pada setiap kegiatan pembelajaran siswa diberi pertanyaan oleh guru supaya siswa mampu mengungkapkan pendapatnya dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini menunjukkan bahwa guru memberikan pertanyaan kepada siswa. Kegiatan ini dapat terlihat pada transkripsi II3: 37-38 sebagai berikut:

(37) G: “Apakah rubik termasuk kubus? Apakah sisinya sama?”

(38) S: “Iya bu sama, berarti kubus ya bu?”

Pada transkripsi di atas menunjukkan bahwa guru memberikan pertanyaan kepada siswa untuk memancing siswa bertanya dan memecahkan masalah yang dihadapi siswa pada saat proses pembelajaran. Selain pada transkripsi di atas ada transkripsi yang lagi yang menunjukan indikator pemberian pertanyaan oleh guru untuk memancing siswa bertanya yaitu pada transkripsi III3: 42-45, III3: 83-84, dan IV3: 237-238.

Dari hasil transkripsi di atas dapat disimpulkan bahwa indikator pemberian pertanyaan oleh guru untuk memancing siswa bertanya sudah muncul dalam kegiatan pembelajaran, tetapi indikator ini tidak muncul secara maksimal karena pertanyaan diberikan oleh guru yang banyak bertanya dan siswa bertanya bukan mengenai pemecahan masalah di dalam kegiatan pembelajaran. Siswa bertanya kepada guru mengenai teknis dalam melakukan kegiatan-kegiatan.

d) Pemberian kesempatan oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya

Di dalam setiap kegiatan pembelajaran ada pemberian kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. Kegiatan ini dapat dilihat pada hasil transkripsi I3: 218 dan 233 sebagai berikut:

(218) G: “Sekarang kelompoknya siapa yang akan kedepan?” (233) G: “Beri tepuk tangan! Selanjutnya kelompok siapa yang

sudah selesai?”

Selain transkripsi di atas ada juga transkripsi yang lain yaitu II3: 29 sebagai berikut:

(29) G: “Apakah anak-anak bisa menyebutkan contoh bangun kubus yang ada disekitar? Coba sebutkan!”

Indikator ini juga dapat terlihat pada transkripsi II3: 99, 101, 106, dan 109, III3: 73 dan 75, IV3: 143, 153, 157, 165, 206, dan 219, V3: 134, 156, 161, 176, 184, 198, dan 207, VI3: 45, 68, 72, 76, 81, 83, dan 85. Dari hasil transkripsi di atas dapat disimpulkan bahwa indikator pemberian kesempatan oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya sudah muncul secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran.

e) Pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran

Di dalam setiap kegiatan pembelajaran pastilah ada kegiatan pengajuan pertanyaan siswa. Indikator pada hal ini yaitu pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran dapat dilihat pada transkripsi I3: 83-101

(83) S13: “Bu...bu....”

(84) S7: “Nama opo bu? O...nama bendane lampu ngono to”. (85) G: “Yang diamati yang diambil dari kotak e tadi lho

yang di depan. Bukan gambarnya yang ini (sambil

menunjukkan gambar sampul LKS). Ya yang

didapat”.

(86) S13: “Philiph....philiph....” (87) S7: “Udu, iki lho...” (88) G: “Apa?”

(90) G: “Diamati dulu lalu ditemukan ciri-cirinya ada apa!”. Yang diamati bukan yang ini ya! (sambil

menunjukkan sampul LKS) tetapi yang diamati yang

didapat.

(91) S1: “Panjang e ngono kui to bu?”

(92) G: “Apa?...Iya. Dapat apa lagi yang lainnya?”. (93) S13: “Aku etok sariwangi”.

Selengkapnya dapat dilihat pada transkripsi (lampiran 29).

Transkripsi di atas mengenai kebingungan siswa di dalam mengerjakan LKS. Kemudian guru menjelaskan mengenai cara mengerjakan LKSnya bahwa yang diamati medianya bukan gambar yang ada di sampulnya. Saat guru menjelaskan pertanyaan yang diajukan oleh siswa siswa masih kebingungan dan tetap bertanya terus yang seolah-olah siswa mendapatkan jawaban dari guru, tanpa mengamati dan memecahkan masalahnya sendiri.

Pada indikator pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran belum muncul secara maksimal pada proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena pertanyaan siswa membuat guru untuk menjawabnya secara dominan, sehingga siswa menemukan jawaban pertanyaannya dari guru bukan dari masalah yang dipecahkan mereka sendiri. Dari hal itulah yang membuat siswa untuk malas berfikir, memecahkan masalahnya sendiri, dan membuat siswa bergantung pada jawaban guru atas pertanyaannya.

4) Pengamatan terhadap interaktifitas

Dokumen terkait