• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Persistensi Laba

Dalam dokumen PUBLIKASI RISET MAHASISWA AKUNTANSI (PRIMA) (Halaman 77-80)

Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2018)

2. LANDASAN TEORI

3.6 Teknik Analisis Data .1 Uji Statistik Deskriptif

4.2.3 Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Persistensi Laba

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0,538 yang berarti lebih besar dari 0,05 dan nilai thitung sebesar -0,618 dan ttabel sebesar -1,979 sehingga -thitung > -ttabel. Hal ini menunjukkan bahwa variabel perbedaan temporer tidak memiliki pengaruh terhadap persistensi laba sehingga besar atau kecilnya nilai perbedaan temporer tidak akan mempengaruhi persistensi laba.

Hal ini menyebabkan hipotesis kedua yang menyatakan variabel perbedaan temporer berpengaruh terhadap persistensi laba ditolak.

Hal ini terjadi disebabkan karena menurut akuntansi terdapat berbagai macam metode penyusutan, namun menurut fiskal hanya mengakui metode garis lurus dan saldo menurun yang dapat menyebabkan timbulnya beban pajak tangguhan atau pendapatan pajak tangguhan yang mengakibatkan adanya kewajiban atau aset pajak tangguhan. Apabila terdapat perbedaan temporer atas beban penyusutan dimana penyusutan menurut akuntansi lebih besar

menurut fiskal akan menyebabkan koreksi positif, jumlah yang dikoreksi akan menambah perhitungan beban pajak kini.

Hal itu menyebabkan jumlah perbedaan temporer yang tadinya dapat menambah pajak penghasilan melalui pajak kini selanjutnya akan dihapus melalui pengurangan pajak penghasilan dalam bentuk penghasilan pajak tangguhan dan begitupun sebaliknya (Lestari, 2011). Dengan demikian, dapat diartikan bahwa perbedaan temporer tidak akan berpengaruh terhadap persistensi laba dikarenakan pada akhirnya secara keseluruhan dari jumlah beban penyusutan yang diakui menurut akuntansi dan fiskal akan sama.

Hal ini sesuai dengan pengertian dari perbedaan temporer itu sendiri dimana perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan waktu pengakuan yang akan tertutup pada periode selanjutnya. Selain itu penyebab perbedaan temporer tidak berpengaruh dikarenakan variasi data jumlah perbedaan temporer antar perusahaan sampel yang sangat jauh berbeda, sehingga data yang diperoleh tidak berkelompok dan cenderung tidak berpengaruh. Kemudian, besarnya nilai perbedaan temporer yang tidak sebanding dengan nilai laba sebelum pajakjuga memungkinkan menyebabkan perbedaan temporer tidak memiliki pengaruh yang signifikan karena jumlahnya yang terlalu kecil.

Hasil penelitian ini mendukung teori agensi dimana manajemen dapat menggunakan wewenangnya dalam menentukan metode penyusutan yang akan dipakai yang diperbolehkan menurut akuntansi sehingga dapat menghasilkan laba yang diinginkan oleh manajemen.

4.2.3 Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Persistensi Laba

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0,010 yang berarti lebih kecil dari 0,05 dan nilai thitung sebesar 2,632 dan ttabel sebesar 1,979 sehingga thitung > ttabel. Hal ini menunjukkan bahwa variabel arus kas operasimemiliki pengaruh terhadap persistensi

laba.Nilai t variabel aruskas operasi yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi arus kas operasi perusahaan maka persistensi laba perusahaan juga semakin besar. Hal itu menyebabkan hipotesis ketiga yang menyatakan variabel arus kas operasi berpengaruh terhadap persistensi laba diterima.

Koefisien regresi pada arus kas operasi sebesar 0,063 yang memiliki nilai positif menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu poin arus kas operasi maka persistensi laba akan mengalami peningkatan sebesar 0,063.

Hal ini disebabka n karena arus kas operasional dapat memberikan gambaran secara garis besar mengenai hasil kinerja perusahaan yang sebenarnya selama periode tertentu. Hal ini sesuai dengan teori stakeholder dimana perusahaan harus memberikan informasi kepada stakeholder melalui laporan arus kas. Apabila di akhir periode kas operasi berjumlah positif maka akan memberikan kontribusi terhadap laba. Sehingga semakin tinggi arus kas operasi pada perusahaan, maka persistensi laba akan meningkat, begitu pula sebaliknya jika arus kas operasi menurun, maka persistensi laba pun akan menurun.

5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Variabel Perbedaan Permanen dan Arua Kas Operasi berpengaruh terhadap Persistensi Laba.

Sedangkan variabel Perbedaan Temporer tidak berpengaruh terhadap Persistensi Laba.

5.2 Saran

Saran yang dapat diberikan dalam penelitian yaitu:

1. Bagi perusahaan diharapkan untuk berusaha mengikuti peraturan perpajakan dalam penerapan pencatatan biaya maupun pemilihan metode akuntansi agar dapat mengurangi besarnya perbedaan laba akuntansi dan fiskal. Selain itu, perusahaan juga wajib memperhatikan tingkat persistensi laba setiap tahunnya agar dapat

menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan labanya.

2. Bagi Direktorat Jenderal Pajak diharapkan dapat mengadakan sosialisasi atas UU Nomor 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan khususnya UU PPh Pasal 4 ayat 3 tentang Penghasilan yang bukan merupakan Objek Pajak dan UU PPh Pasa l 9 tentang Bia ya-biaya yang t idak diperkenankan dari penghasilan bruto agar Wajib Pajak tidak kebingungan pada saat menyusun rekonsiliasi fiskal.

3. Bagi stakeholders khususnya kepada para calon investor dan kreditur agar lebih memperhatikan persistensi laba dari suatu perusahaan dan tidak hanya berfokus pada besarnya laba yang dihasilkan perusahaan agar dapat terhindar dari kerugian.

4. Bagi peneliti selanjutnya pada penelitian selanjutnya dapat mengubah atau menambah variabel yang dapat mempengaruhi persistensi laba dikarenakan berdasarkan hasil koefisien determinasi variabel book tax differences dan arus kas operasi hanya dapat menerangkan persistensi laba sebesar 9%. Penelitian selanjutnya juga dapat mengubah atau memperluas sampel penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Bandi. 2009. Kualitas Laba Dalam Perspektif Akrual - Arus Kas dan Pensinyalan Dividen.

Disertasi S3. Universitas Diponegoro. Semarang.

[2] Bellovary, Jodi L., dkk. 2005. Earnings Quality: It’s Time to Measure and Report. The CPA Journal, Vol. 75, Iss. 11, pp 32-37.

[3] Djamaluddin, Subekti dkk. 2008. Analisis Perbedaan antara Laba Akuntansi dan Laba Fiskal Terhadap Persistensi Laba, Akrual dan Aliran Kas pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. The Journal of Accounting Research, Vol. 11, No. 1.

[4] Fletcher, A., et al. 2003. Mapping Stakeholder Perceptions for A Third Sector Organization.

Journal of Intellectual Capital, Vol. 4, No. 4, pp 505-527.

[5] Ghozali, Imam dan Chariri, Anis. 2007. Teori Akuntansi.Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.

[6] Hanlon, Michelle. 2005. The Persistence and Pricing of Earning, Accruals, and Cash Flows When Firms Have Large Book-Tax Difference.

The Accounting Review, Vol. 80, No. 1, pp 137-166.

[7] Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan Revisi 2009. Salemba Empat. Jakarta.

[8] Jang, Lesia dkk. 2007. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kualitas Laba pada Perusahaan Manufaktur di BEJ. Jurnal Akuntabilitas, Vol.

6, No. 2, Hal. 142-149.

[9] Joos, P. et al. 2000. Book-Tax Differences and The Value Relevance of Earnings. Working Paper. Massachusetts Institute of Technology, Indiana University, and INSEAD.

[10] Lestari, Budi. 2011. Analisis Pengaruh Book-Tax Differences Terhadap Pertumbuhan Laba (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007 – 2009. Skr ipsi S1. Universitas Diponegoro. Semarang.

[11] Penman, Stephen H dan Zhang, X. J. 2002.

Accounting Conservatism, The Quality of Earnings, and Stock Returns. The Accounting Review, Vol. 77, No. 2, pp 237-264.

[12] Phillips, J. et al. 2003. Earnings Management:

New Evidence Based on The Deferred Tax Expense. The Accounting Review.Vol. 78, No.

2, pp 491-521.

[13] Poernomo, Yosep. 2008. Modul Akuntansi Perpajakan. Modul Tidak Dipublikasikan.

Badan Pelatihan dan Pendidikan Keuangan.

Diakses 28 Juli 2019, dari http s://

klc.kemenkeu.go.id

[14] Pratiwi, Intan Ratna. 2014. Analisis Pengaruh Book-Tax Differences Terhadap Persistensi Laba (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2012). Skripsi S1.

Universitas Diponegoro. Semarang.

[15] Salsabiila, dkk. 2016. Pengaruh Book Tax Differences dan Aliran Kas Operasi Terhadap Persistensi Laba. Jurnal Akuntansi, Vol. 20 No.

2, Hal. 314-329.

[16] Septavita, Nurul. 2016. Pengaruh Book Tax Differences, Arus Kas Operasi, Tingkat Hutang, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Persistensi Laba (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2011-2013). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Vol. 3, No. 1, Hal. 1309-1323.

[17] Sloan, Richard. G. 1996. Do Stock Prices Fully Reflect Information in Accruals and Cash Flows About Future Earnings. The Accountng Review.

Vol. 71, No. 3, Hal. 289-315.

[18] Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

]19] Sukman. 2017. Pengaruh Arus Kas Operasi, Tingkat Utang, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Persistensi Laba dengan Book Tax Differences Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi S1.

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Makassar.

Dalam dokumen PUBLIKASI RISET MAHASISWA AKUNTANSI (PRIMA) (Halaman 77-80)