Pengaruh Audit Fee Dan Opini Audit Terhadap Auditor Switching Dengan Financial Distress Sebagai Variabel Moderasi
2. TINJAUAN PUSTAKA 1 Teori Agensi
4.3 Hasil Penelitian .1 Statistik Deskriptif
4.3.5 Persamaan Model Regresi LogistikSumber: Hasil Pengolahan Data SPSS, 2019
Berdasarkan tabel 6 telah menunjukkan bahwa terjadinya penurunan nilai -2 Log Likelihood, yaitu sebesar 22,508 dari model -2 Log Likelihood awal Block 0 dan model -2 Log Likelihood akhir Block 1. Penurunan dalam model tersebut telah menyatakan bahwa model regresi yang telah digunakan baik dan telah fit dengan data.
Berdasarkan tabel 7 telah menunjukkan bahwa terjadinya penurunan nilai -2 Log Likelihood, yaitu sebesar 38,433 dari model -2 Log Likelihood awal Block 0 dan model -2 Log Likelihood akhir Block 1. Penurunan dalam model tersebut telah menyatakan bahwa model regresi yang telah digunakan baik dan telah fit dengan data.
4.3.4 Koefisien Determinasi
a. Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than.001.
Tabel 7. Hasil Uji -2 Log Likehood Persamaan 3
Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS, 2019
Tabel 8. Nagelkerke R Square Persamaan 1
Tabel 9. Nagelkerke R Square Persamaan 2 Berdasarkan tabel 8 menunjukkan bahwa nilai dari Nagelkerke R2 persamaan 1 sebesar 0,352 bahwa variabilitas variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen sebesar 35,2%
dan sisanya dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar model penelitian ini.
a. Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than.001.
Berdasarkan tabel 9 menunjukkan bahwa nilai dari Nagelkerke R2 persamaan 2 sebesar 0,355 bahwa variabilitas variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen sebesar 35,5%
dan sisanya dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar model penelitian ini.
a. Estimation terminated at iteration number 20 because maximum iterations has been reached final solution cannot be found
Berdasarkan tabel 10 menunjukkan bahwa nilai dari Nagelkerke R2 persamaan 3 sebesar 0,550 bahwa variabilitas variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen sebesar 55% dan sisanya dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar model penelitian ini.
4.3.5 Persamaan Model Regresi Logistik Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS, 2019
Tabel 10. Nagelkerke R Square Persamaan 3
Tabel 11. Persamaan Model Regresi Logistik 1
a.Variable(s) Entered on step 1: FEE, OA.
Berda sarkan tabel 11 menghasilkan pengujian regresi logistik dengan model sebagai berikut:
Berdasarkan persamaan model regresi 1 yang terbentuk dapat di interpretasikan hasilnya bahwa variabel audit fee memiliki nilai koefisien
Berda sarkan t abel 12 menghasilkan pengujian regresi logistik dengan model sebagai berikut:
Berdasarkan persamaan model regresi 2 yang terbentuk dapat di interpretasikan hasilnya bahwa variabel audit fee memiliki nilai koefisien regresi negatif sebesar 0.814 dan nilai signifikansi sebesar 0.001 yang lebih kecil da ri = 0,05 yang
Tabel 12. Persamaan Model Regresi Logistik 2
regresi negatif sebesar 0.810 dan nilai signifikansi sebesar 0.001 yang lebih kecil dari = 0,05 yang menunjukkan bahwa var iabel audit fee pada persamaan 1 berpengaruh negatif terhadap auditor switching. Sedangkan variabel opini audit pada persamaan 1 memiliki nilai koefisien regersi negatif sebesar 1,519 dan nilai signifikansi sebesar 0,072 yang lebih besar dari = 0,05 yang berarti bahwa variabel opini audit tidak memilik pengaruh terhadap auditor switching pada persamaan 1.
menunjukkan bahwa var iabel audit fee pada persamaan 2 berpengaruh negatif terhadap auditor switching. Sedangkan variabel opini audit pada persamaan 2 memiliki nilai koefisien regersi negatif sebesar 1,530 dan nilai signifikansi sebesar 0,066 yang lebih besar dari = 0,05 yang berarti bahwa variabel opini audit tidak memilik pengaruh terhadap auditor switching. Variabel financial distress memiliki nilai koefisien regresi negatif sebesar 0,282 dan nilai signifikansi sebesar 0,620 yang lebih besar dari = 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel financial distress tidak berpengaruh.
Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS, 2019
Tabel 13. Persamaan Model Regresi Logistik 3
Berda sarkan t abel 13 menghasilkan pengujian regresi logistik dengan model sebagai berikut:
Berdasarkan persamaan model regresi 3 yang terbentuk dapat di interpretasikan hasilnya bahwa variabel audit fee memiliki nilai koefisien regresi negatif sebesar 0.741 dan nilai signifikansi sebesar 0.029 yang lebih kecil da ri = 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel audit fee berpengaruh negatif terhadap auditor switching dan memberikan arah hubungan pada hipotesis satu sehingga H1 diterima. Sedangkan variabel opini audit memiliki nilai koefisien regersi negatif sebesar 22,917 dan nilai signifikansi sebesar 0,999 yang lebih besar dari = 0,05 yang berarti bahwa variabel opini audit tidak memilik pengaruh terhadap auditor switching, hal ini tidak menujukkan arah hubungan pada hipotesis 2 sehingga H2 ditolak.
Variabel interaksi1 memiliki nilai koefisien regresi negatif sebesar 1,598 dan nilai signifikansi sebesar 0,092 yang lebih besar dari = 0,05 yang berarti bahwa variabel financial distress tidak mampu memoderasi hubungan audit fee terhadap auditor switching, hasil perhitungan ini tidak memberikan arah hubungan pada hipotesis tiga sehingga H3 ditolak. Sementara itu, variabel perhitungan interaksi2 memiliki nilai koefisien sebesar 25,492 dan nilai signifikansi sebesar 0,999 yang lebih besar dari
= 0,05 yang berarti bahwa variabel financial dis-tress tidak mampu memoderasi hubungan opini au-dit terhadap auau-ditor switching, hasil perhitungan ini tidak memberikan arah hubungan pada hipotesis empat sehingga H4 ditolak.
5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Variabel audit fee berpengaruh secara signifikan terhadap auditor switching dengan nilai koefisien regresi negatif sebesar 0.741 dan nilai signifikansi sebesar 0.029 yang lebih kecil dari = 0,05.
2. Variabel opini audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap auditor switching dengan nilai koefisien regersi negatif sebesar 22,917 dan nilai signifikansi sebesar 0,999 yang lebih besar dari
= 0,05.
3. Varia bel financial distress tidak ma mpu memoderasi pengaruh audit fee terhadap auditor switching dengan nilai koefisien regresi negatif sebesar 1,598 dan nilai signifikansi sebesar 0,092 yang lebih besar dari = 0,05.
4. Varia bel financial distress tidak ma mpu memoderasi pengaruh opini audit terhadap auditor switching dengan nilai koefisien sebesar 25,492 dan nilai signifikansi sebesar 0,999 yang lebih besar dari = 0,05.
5.2 Saran
1. Bagi perusahaan diha rapkan dapat mempertimbangkan dengan baik keputusan dalam melakukan pergantian auditor sehingga tidak menimbulkan respon negatif dari investor karena keputusan yang diambil perusahaan. Serta perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menggunakan KAP besar yang menetapkan audit fee yang lebih tinggi untuk mempertahankan kualitas audit laporan keuangan perusahaan.
2. Bagi investor diharapkan dapat mencermati lebih dalam kondisi keuangan perusahaan sebelum mengambil keputusan dalam melakukan investasi di suatu perusahaan.
3. Bagi peneliti selanjutnya jika ingin melakukan penelitian serupa sebaiknya mengembangkan kembali penelitian dengan menggunakan variabel-variabel lainnya yang dapat mempengaruhi adanya auditor switching, mempertimbangkan untuk menggunakan objek penelitian perusahaan selain perusahaan manufaktur sektor aneka industri di
Bursa Efek Indonesia sehingga dapat melihat secara keseluruhan teori secara valid dan menambah jumlah sampel penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Agoes, Sukrisno 2012, Auditing Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan Oleh Akuntan Publik, Jilid 1, Edisi Keempat, Salemba Empat, Jakarta.
[2] Chadegani, et, al 2011, The Determinant Factors of Auditor Switch Among Companies Listed on Tehran Stock Exchange, International Research Journal of Finance and Economic, Vol.10, No.1, h. 158-168.
[3] Ghozali, Imam 2013, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Updatean PL S Regresi, Ba dan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
[4] Ghozali, Imam 2013, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS 23, Cetakan ke VIII, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
[5] Jensen, MC dan Meckling WH 1976, Theory of The Firm: Managerial Behaviour, Agency Cost and Ownership Structure, Jurnal Of Financial Economics, Vol.3, No. 4, h. 305- 360.
[6] Menteri Keuangan, 2008, Keputusan Menteri Keuangan Nomor 17/KMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik, Jakarta.
[7] Mulyadi. 2002. Auditing. Edisi Ke Enam Buku 2. Salemba Empat, Jakarta.
[8] Palasari Susanto, Oky 2015, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perusahaan Melakukan Auditor Switching, Skripsi S1, Univesritas Muhammadiyah Surakarta.
[9] Pratini, I.G.A Asti dan I.B Putra Astika 2013, Fenomena Pergantian Auditor di Bursa Efek Indonesia, E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, Vol.5, No.2, h. 470-482.
[10] Suwar djono. 2012, Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan, Edisi Ketiga, BPFE, Yogyakarta.