• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Hipotesis

Dalam dokumen PUBLIKASI RISET MAHASISWA AKUNTANSI (PRIMA) (Halaman 70-75)

Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2018)

2. LANDASAN TEORI

3.6 Teknik Analisis Data .1 Uji Statistik Deskriptif

3.6.3 Uji Hipotesis

Setelah selesai dengan uji asumsi klasik maka tahap selanjutnya adalah uji hipotesis dengan menggunakan analisis r egresi linier berganda (Multiple Regression Analysis). Tujuan dari analisis regresi linier berganda adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel prediktor terhadap variabel dependen, sehingga dapat memuat prediksi yang tepat.”

Untuk mengelola data penulis menggunakan program statistik SPSS dengan memasukkan semua data dan variabel dengan tingkat kepercayaan/degree of freedom (df) = 95% dengan tingkat kesalahan/error 5%. Dengan persamaan sebagai berikut:

Y = + 1X1 + 2X2+ 3X3+[

Ket:

Y = Variabel Dependen (Persistensi Laba)

= Konstanta

1 2, 3= Koefisien Variabel Independen X1 = Perbedaan Permanen

X2 = Perbedaan Temporer X3 = Arus Kas Operasi

= Faktor Pengganggu atau Error

Pengujian terhadap hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan cara sebagai berikut:

3.6.3.1 Uji Statistik t

Tujuan dilakukannya uji t adalah untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Kesimpulan dapat yang diambil dari uji t ini adalah dengan melihat kepercayaan ( ) 5%

dengan ketentuan sebagai berikut:

a. thit > ttabel maka Haditerima dan Ho ditolak = variabel independen berpengaruh secara parsial terhadap variabel dependen

b. thit < ttabel maka Ha ditolak dan Hoditerima = variabel independen tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel dependen

3.6.3.2 Uji F

Tujuan dilakukannya uji statistik F adalah untuk menguji kelayakan model regresi pada saat pengujian hipotesis penelitian. Dalam uji F kesimpulan yang diambil adalahdengan melihat signifikansi (á) 5% dengan ketentuan:

a. Fhit < Ftabel maka Hoditerima dan Ha ditolak = model regresi dapat ditolak dan tidak dapat digunakan untuk menguji hipotesis

b. Fhit > Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima = model regresi dapat diterima dan digunakan untuk menguji hipotesis

3.6.3.3 Uji Determinasi (R2)

Nilai koefisien determinasi dapat dilihat dari koefisien korelasi parsialnya. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 sampai 1. Ketentuan untuk hasil dari analisis koefisien determinasi adalah sebagai berikut:

a. Jika nilai koefisien determinasi mendekati 1 maka menunjukkan variabel bebas dapat menjelaskan variabel sebesa rmendekati 100% atau pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen kuat.

b. Jika nilai determina si mendekati 0 maka menunjukkan tidak ada total varian yang diterangkan oleh variabel bebas atau pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen tidak kuat.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Statistik Deskriptif

Uji statistik deskriptif ini digunakan untuk mengetahui gambaran umum yang dilihat dari nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata (mean), dan nilai standar deviasi data variabel independen (perbedaan permanen, perbedaan temporer dan arus

pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini.

sebesar -0,057166 dimiliki oleh PT Sekar Bumi Tbk pada tahun 2017, sedangkan untuk nilai Arus Kas Operasi terbesar ialah sebesar 0,272042 dimiliki oleh PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk pada tahun 2018. Rata-rata nilai Arus Kas Operasi sebesar 0,09667979 dengan standar deviasi 0,076148914.

Hasil statistik deskriptif untuk variabel dependen persistensi laba diukur dengan rumus laba tahun berjalan dikurang laba tahun sebelumnya dibagi total aset. Nilai Persistensi Laba terendah dalam sampel ini ialah sebesar -0,040161 dimiliki oleh PT Chitose Internasional Tbk pada tahun 2014, sedangkan untuk nilai Persistensi Laba terbesar ialah sebesar 0,057480 dimiliki oleh PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk pada tahun 2015. Rata-rata nilai Persistensi Laba sebesar 0,00550375dengan standar deviasi 0,021363370.

4.1.2 Uji Asumsi Klasik 4.1.2.1 Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah nilai residual variabel dependen dan independen dalam penelitian ini memiliki distribusi data yang normal atau tidak.

Pada tabel 2 tersaji hasil uji normalitas data dari masing-masing variabel penelitian.

kas operasi) maupun data variabel dependen (persistensi laba). Hasil analisis statistik deskriptif

Berdasarkan data pada tabel 1 Statistik Desktiptif di atas, jumlah seluruh data penelitian sebanyak 129 data. Hasil statistik deskriptif untuk variabel independen perbedaan permanen diukur dengan rumus jumlah perbedaan permanen dibagi dengan total aset. Nilai variabel Perbedaan Permanen terendah dalam sampel ini ialah sebesar -0,013276 dimiliki oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk pada tahun 2015, sedangkan untuk nilai Perbedaan Permanen terbesar ialah sebesar 0,017640 dimiliki oleh PT Sepatu Bata Tbk pada tahun 2014.

Rata-rata nilai Perbedaan Permanen sebesar 0,00118610 dengan standar deviasi 0,006237318.

Hasil statistik deskriptif untuk variabel independen perbedaan temporer diukur dengan rumus jumlah perbedaan temporer dibagi dengan total aset.

Nilai Perbedaan Temporer terendah dalam sampel ini ialah sebesar -0,012041 dimiliki oleh PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk pada tahun 2018, sedangkan untuk nilai Perbedaan Temporer terbesar ialah sebesar 0,017496 dimiliki oleh PT Surya Toto Indonesia Tbk pada tahun 2017. Rata-rata nilai Perbedaan Temporer sebesar 0,0 0272325 denga n standar deviasi 0,00686336.

Hasil statistik deskriptif untuk variabel independen arus kas operasi diukur dengan rumus total arus kas operasi dibagi dengan total aset. Nilai Arus Kas Operasi terendah dalam sampel ini ialah

Tabel 1. Statistik Deskriptif

Sumber: Penulis, 2019

Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Residual 1

Sumber: Penulis, 2019

Berdasarkan tabel 2 Hasil Uji Normalitas Residual 1 data tidak terdistribusi secara normal dikarenakan nilai signifikansinya 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hal tersebutlah yang menjadikan alasan

penulis untuk menghapus data outlier dengan melihat boxplot.Data yang dihapus oleh penulis adalah data yang barisnya muncul sebagai data outlier pada boxplot. Hasil pengujiannya dapat dilihat berikut ini.

Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Residual 2

Sumber: Penulis, 2019

Berdasarkan tabel 3 Hasil Uji Normalitas setelah outlier, terlihat bahwa Asymp. Sig. (2-tailed) Unstandardized Residual yaitu 0,200 lebih besar dari 0,05. Ha sil residual dalam penelitian ini terdistribusi secara normal dan model regresi memenuhi asumsi klasik uji normalitas.

4.1.2.2 Uji Autokorelasi

Berdasarkan hasil uji autokorelasi pada tabel 4 diatas dapat dilihat bahwa nilai Durbin Watson adalah 1,817. Dengan signifikansi 5%, jumlah unit analisis 129 (n) dan variabel independen 3 (k=3), didapat nilai dl= 1,6653 dan du= 1,7603. Nilai DW adalah 1,817 dan berada di antara du dan 4-du.

Artinya 1,817 lebih dari du (1,7603) dan kurang dari 4-du (2,2397). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah autokorelasi pada

Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi

Tabel 5. Hasil Uji Multikolonieritas

Uji autokorelasi digunakan untuk menguji apakah pada model regresi yang akan di uji ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode sekarang dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya. Terbebasnya suat u model dari autokorelasi dapat dilihat dari angka Durbin Watson jika du < d < 4-du. Hasil uji autokorelasi dapat dilihat pada tabel 4 di bawah ini.

model regresi ini, sehingga model regresi memenuhi asumsi klasik uji autokorelasi.

4.1.2.3 Uji Multikolonieritas

Uji multikolonieritas digunakan untuk menguji apakah pada model regresi ada korelasi yang tinggi antara variabel independen dalam suatu model regresi linier berganda atau tidak.

Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat bahwa nilai Tolerance semua variabel berada diatas 0,1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) berada dibawah 10.

Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini bebas dari gejala multikolonieritas.

4.1.2.4 Uji Heterokedastisitas

Berdasarkan Tabel 6 di atas, dapat dilihat bahwa semua variabel independen yaitu perbedaan permanen, perbedaan temporer dan arus kas operasi memiliki nilai signifikannya lebih besar dari 0,05.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada model regresi ini tidak terdapat masalah heteroskedastisitas sehingga model regresi memenuhi asumsi klasik uji heterokedastisitas.

Berdasarkan hasil uji linieritas pada tabel 7 diatas dapat dilihat bahwa nilai R Square adalah 0,010 dengan jumlah n observasi 129, maka besarnya nilai c2 hitungnya 129 x 0,010 = 1,29. Dengan tingkat signifikansi 0,05 dan df =n – k, dengan n = 129 dan k = 3 maka df= 129 - 3 = 126 maka nilai c2 tabel 153,197903 . Sehingga didapat hasil 1,29 <

153,1973903 yang bahwa spesifikasi model yang benar adalah model linier.

Tabel 6. Hasil Uji Heterokedastisitas

Untuk mendeteksi ada ata u tida knya heterokedastisitas dapat dilakukan dengan uji Glejser yaitu dengan meregresikan nilai absolute residual terhadap variabel independen. Jika nilai signifikansi > 0,05, maka dikatakan tidak terjadi heterokedastisitas. Hasil pengujian heterokedastisitas disajikan dalam tabel 6 berikut.

4.1.2.5 Uji Linieritas

Uji linieritas digunakan untuk melihat apakah spesifikasi model yang dipakaipada penelitian ini sudah benar atau tidak dan fungsi yang dipakai dalam penelitian ini sebaiknya berbentuk linier, kuadrat atau kubik. Hasil pengujian linieritas dapat dilihat dalam tabel 7 berikut:

4.1.3 Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis ini digunakan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen. Analisis dalam penelitian ini digunakan untuk menguji book tax differences yang diproksikan dengan perbedaan permanen dan perbedaan temporer serta arus kas operasi terhadap persistensi laba.

Tabel 7. Hasil Uji Linieritas

Tabel 8. Hasil Persamaan Regresi

Persamaan regresi linier berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

Persistensi Laba = -0,001 + 0,686 PP – 0,185 PT + 0,063 AKO

Keterangan :

PP = Perbedaan Permanen PT = Perbedaan Temporer AKO = Arus Kas Operasi

Berdasarkan tabel 9 diatas dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Variabel perbedaan permanen memiliki nilai signifikansi 0,021 < 0,05 dengan nilai thitung > ttabel sebesar 2,346 > 1,979 berarti variabel perbedaan permanen berpengaruh terhadap persistensi laba.

2. Variabel perbedaan temporer memiliki nilai signifikansi 0,538 > 0,05 dengan nilai -thitung > -ttabel sebesar -0,618 > -1,979 berarti variabel perbedaan temporer tidak berpengaruh terhadap persistensi laba.

Tabel 9. Hasil Uji T

4.1.4 Uji Hipotesis

Dalam dokumen PUBLIKASI RISET MAHASISWA AKUNTANSI (PRIMA) (Halaman 70-75)