• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KINERJA MEMBER DI BISNIS MULTI LEVEL

Dalam dokumen Mozaik Islam dan Manajemen Kinerja (Halaman 130-137)

bisnis MLM.

Sejarah pertama kali digunakan istilah MLM masih diperdebatkan, Bisnis tersebut diyakini telah ada sejak tahun 1920-an.1 Pada tahun 1930-an praktek multi-level dilakukan oleh perusahaan Nutrilite atau California Perfume Company yang menjual “Avon Products” di Amerika Serikat.2 Pada akhir 1970-an model pemasaran MLM cukup populer di Amerika Serikat dan Eropa.3 Selanjutnya perusahaan ini mengalami kesuksesan yang sangat pesat sehingga banyak perusahaan lain yang meniru kesuksesan dari sistem perusahaan Nutrilite, baik perusahaan lokal (di Indonesia) maupun perusahaan internasional. Bisnis MLM di Indonesia pertama kali adalah PT. Nusantara Sun Chorella Tama yag kemudian berganti nama menjadi PT. Centra Nusa Insan Cemerlang atau biasanya disebut Creative Network International yang berdiri di Bandung pada tahun 1986.

Dalam menjalankan MLM dibutuhkan sumber daya yang terampil, terlebih dalam hal public speaking. Sumber daya manusia di Indonesia saat ini masih tergolong rendah, baik dari segi intelektual maupun teknis. Persoalan yang ada untuk menciptakan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan kinerja karyawan yang optimal merupakan tuntutan utama dari perusahaan maupun organisasi agar kelangsunan hidup operasionalnya dapat terjamin. Tulisan ini akan membahas kinerja SDM untuk meningkatkan performa MLM.

SDM Lokal dan Profesionalitas Kinerja MLM

Pembahasan mengenai kinerja pelaku usaha MLM sebenarnya dapat dilihat dari dari dua aspek, yaitu kuantitas dan kualitas. Pengertian kuantitas menyangkut jumlah kinerja meningkat atau tidak. Kuantitas kinerja tanpa disertai dengan kualitas yang baik akan menjadi beban organisasi. Sedangkan kualitas, menyangkut mutu yang menyangkut kemampuan, baik

1 Pemasaran Berjenjang. http//www.pemasaranberjenjang.htm. Diakses 24 Mei 2017.

2 Tarmizi Yusuf, Strategi MLM Secara Cerdas dan Halal (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2000). hlm 5.

kemampuan fisik maupun kemampuan non fisik (kecerdasan dan mental). Oleh sebab itu untuk kepentingan akselerasi tugas pokok dan fungsi organisasi apapun, peningkatan kualitas kinerja merupakan salah satu syarat utama.

Kualitas kinerja karyawan yang menyangkut dua aspek, yakni aspek fisik (kualitas fisik) dan non fisik (kualitas non fisik) yang menyangkut kemampuan bekerja, berpikir, dan keterampilan lain. Usaha meningkatkan kinerja karyawan dapat diarahkan pada kedua aspek tersebut. Untuk menentukan kualitas fisik dapat diupayakan melalui program peningkatan kesejahteraan dan gizi. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas non fisik, maka upaya pendidikan dan pelatihan sangat diperlukan.

Upaya inilah yang dimaksudkan dengan peningkatan kinerja. Hal ini perlu dilakukan perencanaan kebutuhan pelaku bisnis MLM secara tepat sesuai beban kerja yang ada. Hal tersebut didukung oleh proses rekrutmen yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan. Tinggi rendahnya kinerja sesungguhnya merupakan tanggung jawab segenap bangsa, namun sorotan-sorotan masyarakat dan berbagai media massa menunjukkan bahwa rendahnya mutu senantiasa diasumsikan dengan rendahnya kinerja suatu lembaga atau organisasi perusahaan.

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk berproduksi dan berperan penting dalam berbagai kegiatan ekonomi. Islam menjadikan bekerja sebagai bagian dari ibadah apabila diniatkan kepada AllahU. Seseorang yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan dengan cara yang halal pasti bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, kebutuhan keluarganya dan bisa berbuat baik kepada orang lain. Hal ini sesuai dengan firman AllahU dalam surat al-Isra ayat 70, yakni.

“Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan (untuk memperoleh penghidupan), kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan.”

Allah telah menjelaskan bahwa manusia mempunyai kelebihan dibandingkan dengan makhluk Allah yang lainnya. Untuk itu manusia ditunjuk oleh AllahU sebagai khalifah di bumi yang bertugas untuk memanfaatkan sumber daya alam dengan sebaik-baiknya. Selain itu, Allah juga menjelaskan tentang kinerja dalam QS al-Mulk ayat 15, yakni.

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka bekerjalah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya kamu (kembali setelah) dibangkitkan.“

Ayat tersebut menegaskan bahwa kaum yang beriman supaya meningkatkan kinerja untuk mendapatkan penghasilan dan memperbaiki ekonominya. Setiap perusahaan selalu berupaya untuk meningkatkan kinerja karyawannya, karena tujuan dari peningkatan kinerja karyawan tersebut adalah untuk meningkatkan hasil yang diperoleh oleh suatu perusahaan dan juga untuk membantu perencanaan kebutuhan dimasa yang akan datang. Peningkatan kinerja karyawan merupakan hal yang penting dalam sebuah perusahaan, karena manusialah yang mengelola semua aspek yang ada di perusahaan.

Manusia sebagai salah satu sumber daya yang dominan dalam lembaga bisnis harus menempati posisi yang strategis guna mendapatkan perhatian yang serius. Dalam upaya melaksanakan peningkatan mutu lembaga bisnis merupakan faktor utama yang harus diperhatikan. Akhir-akhir ini menjadi isu sentral yang memaksa semua pihak -baik orang perorangan, institusi negara, institusi swasta maupun masyarakat- untuk melakukan regulasi kembali dalam penyelenggaraannya. Tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang berkualitas, berprosedur jelas, dilaksanakan dengan segera dan dengan biaya yang pantas, terus mengedepan dari waktu ke waktu. Tuntutan ini berkembang seiring dengan berkembangnya kesadaran bahwa warga negara dalam kehidupan bernegara bangsa yang demokratik memiliki hak untuk dilayani.

Salah satu bisnis yang paling banyak membutuhkan SDM adalah sistem MLM. Dalam bisnis MLM, manusia memegang peranan yang sangat penting dalam melaksanakan operasional perusahaan. Ambil saja contoh bisnis PT Melia Sehat Sejahtera (PT MSS) yang menawarkan produk Melia Propolis dan Melia Biyang. Adapun sistem kerja dalam bisnis Melia Sehat Sejahtera dilakukan secara bertahap dengan cara sebagai berikut:

Pihak Melia mula-mula berusaha menjaring konsumen untuk menjadi member, dengan cara mengharuskan calon konsumen membeli paket produk Melia -bisa Melia Propolis atau Melia Biyang-. Dengan membeli paket produk tersebut, pihak pembeli diberi satu formulir keanggotaan dari PT MSS.

Sesudah menjadi anggota maka tugas berikutnya adalah mencari anggota-anggota baru dengan cara seperti di atas, yakni membeli produk dengan mengisi formulir keanggotaan. Para anggota baru juga bertugas mencari calon anggota-anggota baru lagi dengan cara seperti di atas juga.

Jika para anggota mampu menjaring anggota-anggota yang banyak, maka ia akan mendapat bonus dari perusahaan. Semakin banyak anggota baru yang dapat dijaring, maka semakin banyak pula bonus yang didapatkan karena perusahaan merasa diuntungkan oleh banyaknya anggota yang sekaligus menjadi konsumen paket produk perusahaan.

Dengan adanya para anggota baru yang sekaligus menjadi konsumen paket produk perusahaan, maka para anggota yang berada pada level pertama, kedua dan seterusnya akan selalu mendapatkan bonus secara estafet dari perusahaan, karena perusahaan merasa diuntungkan dengan adanya para anggota baru tersebut.

Peningkatan kualitas kinerja pelaku bisnis menjadi sangat urgen dan perlu dilakukan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan profesionalisme. Sasaran dari pengembangan kinerja pelaku bisnis MLM adalah untuk meningkatkan kinerja operasional perorangan dalam melaksanakan tugas-tugas perusahaan PT MSS.

Selain itu, kualitas kinerja yang tinggi akan bermuara pada lahirnya komitmen yang kuat dalam penyelesaian tugas-tugas rutin sesuai tanggung jawab secara lebih efisien, efektif, dan produktif.

Daftar Pustaka

Tarmizi Yusuf. Strategi MLM Secara Cerdas dan Halal. Jakarta: PT.Elex Media Kumputindo, 2000.

Pemasaran Berjenjang. http//www.pemasaranberjenjang.htm. Diakses 24 Mei 2017.

Zuhrotul Mudrikah, lahir di Bekasi tanggal 12 Januari 1995. Sekarang tengah menuju gelar S.Sos.I di Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

BAB IV

ISLAM, KINERJA, DAN

Dalam dokumen Mozaik Islam dan Manajemen Kinerja (Halaman 130-137)