• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Sistem Pembelajaran Kontekstual Pendidikan

Dalam dokumen SKRIPSI NUR IKHSAN (Halaman 61-68)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pengaruh Sistem Pembelajaran Kontekstual Pendidikan

Pertama Negeri 4 Pasilambena Kabupaten Kepulauan Selayar

Sistem pembelajaran kontekstual Pendidikan Agama Islam menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi, artinya proses belajar dilaksanakan pada proses pengalaman secara langsung. Proses pembelajaran dalam kontekstual tidak mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran, akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran.

Pembelajaran kontekstual yaitu mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupannya, artinya pembelajaran kontekstual bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya, akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Materi pelajaran dalam kontekstual bukan untuk di-tumpuk di otak dan kemudian dilupakan, akan tetapi sebagai bekal mereka dalam mengarungi kehidupan nyata.

Belajar kontekstual adalah proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap dari yang sederhana menuju yang kompleks.

Oleh karena itu, belajar tidak dapat sekaligus, akan tetapi sesuai dengan irama kemampuan siswa. Belajar pada hakikatnya adalah menangkap pengetahuan dari kenyataan. Oleh karena itu, pengetahuan yang diperoleh adalah pengetahuan yang memiliki makna untuk kehidupan anak.

Tabel 7

Pernyataan Siswa Terhadap Pelajaran Pendidikan Agama Islam

No Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

1

Dari tabel di atas bahwa dari 63 siswa yang dijadikan sampel 46 orang atau 73,01% yang menyatakan tertarik belajar Pendidikan Agama Islam, 17 orang atau 26,98% yang menyatakan kurang tertarik belajar Pendidikan Agama Islam dan tidak ada siswa yang menjawab tidak tertarik belajar Pendidikan Agama Islam.

Dari pernyataan siswa di atas bahwa siswa tertarik dan berminat belajar Pendidikan Agama Islam sudah dikategorikan baik karena guru selalu

mendorong siswa untuk belajar dan menerapkan metode kontekstual dalam belajar.

Dalam menerapkan sistem pembelajaran kontekstual pada bidang studi Pendidikan Agama Islam yaitu sebagai sebuah mata pelajaran adalah bagaimana mengimplementasikan Pendidikan Agama Islam bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang agama akan tetapi bagaimana mengarahkan siswa agar memiliki kualitas iman, taqwa dan akhlak mulia.

Dengan demikian materi pendidikan agama bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang agama akan tetapi bagaimana membentuk kepribadian siswa agar memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat dan kehidupannya senantiasa didik dengan akhlak karimah.

Tabel 8

Pernyataan Siswa tentang sistem pembelajaran kontekstual yang diterapkan guru dalam mengajar Pendidikan Agama Islam

No Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

1

Dari tabel di atas bahwa dari 63 siswa yang dijadikan sampel 41 orang atau 65,08% yang menyatakan efektif sistem pembelajaran kontekstual bidang

studi Pendidikan Agama Islam, 17 orang atau 26,98% yang menyatakan kurang efektif sistem pembelajaran kontekstual bidang studi Pendidikan Agama Islam dan 5 orang atau 7,93% yang menyatakan tidak efektif sistem pembelajaran kontekstual bidang studi Pendidikan Agama Islam.

Berdasarkan pernyataan siswa di atas bahwa sesuai dengan hasil wawancara dengan Akhmad Basran, S. Pd.I guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pasilambena Kabupaten Kepulauan Selayar bahwa:

Sistem pembelajaran kontekstual yang kami terapkan dengan jalan mengajarkan anak didik itu sendiri, dalam arti ketika diberikan sebuah permasalahan maka dengan sendirinya ia belajar untuk menemukan solusinya. (wawancara tanggal 23 September 2014 di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pasilambena Kabupaten Kepulauan Selayar)

Dari hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa dalam meningkatkan pengetahuan bidang studi Pendidikan Agama Islam guru menggunakan model pembelajaran yang kontekstual dalam belajar agar siswa dapat memahami kegunaan dan manfaat bidang studi Pendidikan Agama Islam yang telah dia pelajari sehingga motivasi dan prestasi siswa dalam belajar dapat meningkat.

Dalam meningkatkan mutu pendidikan bidang studi Pendidikan Agama Islam guru mengembangkan metode-metode pembelajaran yang dapat memperluas pemahaman siswa mengenai ajaran-ajaran agamanya, mendorong mereka untuk mengamalkannya dan sekaligus dapat membentuk akhlak dan kepribadiannya.

Kegiatan belajar mengajar dituntut profesionalisme dan kreativitas guru dalam menghadapi siswa yang berbeda-beda latar belakang pendidikan dan pengetahuannya sehingga mereka tidak merasa jenuh dan bosan serta tetap tertarik dalam mengikuti pelajaran pendidikan agama Islam dengan serius yang disampaikan oleh guru.

Dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam guru harus menyesuaikan situasi dan kondisi dalam mengajar dengan terobosan baru yang dilaksanakan dalam kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler yaitu menggunakan metode pengajaran yang sesuai pada saat itu. Oleh karena itu metode sangat menunjang keberhasilan seorang pendidik atau guru dalam proses belajar mengajar, makanya seorang pendidik harus mengetahui banyak metode pengajaran sehingga tidak dikatakan gagal dalam mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan.

Bedasarkan hasil olah angket data angket di atas dapat dipahami bahwa pada umumnya sistem pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pasilambena Kabupaten Kepulauan Selayar telah diterapkan. dengan penerapan sistem pembelajaran kontekstual ini, telah membuat siswa di sekolah ini senang dengan pengajaran Pendidikan Agama Islam hal tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut ini

Tabel 9

Pendapat responden tentang sikap senang dengan penerapan sistem pembelajaran kontekstual Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah

Pertama Negeri 4 Pasilambena Kabupaten Kepulauan Selayar

No Pilihan jawaban Frekuensi Persentase

1

Sumber data: Hasil olah data angket item 3

Hasil olah data tabel di atas menunjukkan bahwa 43 responden atau 68,25% memilih senang dengan sistem pembelajaran kontekstual, 16 responden atau 25,40% memilih kurang senang dengan sistem pembelajaran kontekstual dan 4 responden atau 6,34% memilih tidak senang. Dengan sistem pembelajaran kontekstual.

Dengan melihat pernyataan ini dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem pembelajaran kontekstual Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pasilambena Kabupaten Kepulauan Selayar pada umumnya siswa senang. Adapun yang menjadi alasan mengapa mereka senang dengan penerapan metode ini, dikemukakan dalam tabel ini:

Tabel 10

Pendapat responden tentang alasan mereka paham dengan sistem pembelajaran kontekstual Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pasilambena

No Pilihan jawaban Frekuensi Persentase

1

Jumlah 63 100%

Sumber data: Hasil olah data angket item 4

Dalam olah data hasil angket di atas menunjukkan bahwa 38 responden atau 60,31% memilih paham, 15 responden atau 23,80% memilih kurang paham dan 10 responden atau 15,87% memilih tidak paham. Secara umum dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa siswa senang dengan sistem pembelajaran kontekstual terhadap bidang studi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pasilambena Kabupaten Kepulauan Selayar.

Uraian di atas menunjukkan bahwa sistem pembelajaran kontekstual Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan mutu pendidikan siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pasilambena Kabupaten Kepulauan Selayar siswa dapat memahami pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan mudah. Dengan kata lain, kemudahan dalam memahami pelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan bagian dari ketepatan metode-metode yang diterapkan oleh guru dalam mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pasilambena Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan pembelajaran kontekstual, diharapkan agar materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dapat dengan mudah dipahami dan dapat meningkatkan motivasi serta prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

C. Faktor-Faktor Yang Menjadi Kendala Dan Penunjang Sistem

Dalam dokumen SKRIPSI NUR IKHSAN (Halaman 61-68)

Dokumen terkait