HASIL DAN PEMBAHASAN
8. Stres Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Komitmen Organisasi melalui Kepuasan Kerja pada karyawan PT Pelabuhan
4.4.9.3 Pengaruh Stres Kerja terhadap Kepuasan Kerja
Hasil pengujian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan, artinya semakin meningkat stres kerja karyawan maka akan semakin menurun kepuasan kerja karyawan, sebaliknya semakin menurun stres kerja karyawan maka akan semakin meningkat kepuasan kerja karyawan. Stres sangat bersifat individual dan pada dasarnya bersifat merusak bila tidak ada keseimbangan antara daya tahan mental individu dengan beban yang dirasakannya. Stres yang terjadi di PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan, akibat dari kelebihan standart beban kerja dan waktu penyelesaikan kerja yang mendesak sehingga mengakibatkan kinerja karyawan menurun dan berdampak terhadap kepuasan kerja. Disamping itu, perusahaan juga tidak memberikan uang lembur dalam kelebihan jam kerja akibat dari penyelesaian beban kerja yang bertambah sehingga karyawan semakin tidak puas terhadap pekerjaannya dan akibatnya karyawan tidak termotivasi dalam menerima kelebihan beban kerja yang diberikan perusahaan. Jika perusahaan dapat menekan tingkat beban kerja yang diterima karyawan dan memberikan uang lembur atas kelebihan penyelesaian beban kerja maka karyawan tersebut akan memperoleh kepuasan, sehingga mendorong karyawan lebih bersemangat bekerja.
Jawaban responden tentang stres kerja dapat dilihat pada Tabel 4.2 yang menunjukkan bahwa mayoritas jawaban responden tentang stres kerja pada butir- butir pernyataan menjawab sangat setuju, artinya stres kerja memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja di PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan. Berdasarkan jawaban responden yang rata-rata menjawab sangat setuju bahwa meningkatnya detak jantung dapat mempengaruhi menurunnya kepuasan kerja karyawan, meningkatnya detak jantung karyawan biasanya terjadi karena pekerjaan diburu-buru atau batas waktu penyelesaian sudah semakin dekat sehingga karyawan tidak tenang dalam mengerjakan pekerjaan tersebut, misalnya mengerjakan laporan bulanan yang sudah jatuh tempo, sehingga timbul rasa kecewa kepada perusahaan yang berakibat kepada ketidakpuasan terhadap manajemen perusahaan.
Berdasarkan jawaban responden rata-rata menjawab setuju bahwah gangguan tidur dan sakit kepala dapat mempengaruhi menurunnya kepuasan kerja karyawan PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan. Seperti halnya stres karena meningkatnya detak jantung, gangguan tidur dan sakit kepala juga terjadi akibat dari pekerjaan yang diburu-buru dan beban kerja yang tinggi sehingga akan menyebabkan karyawan merasa tertekan secara fisik yang mengakibatkan pola tidur karyawan yang tidak teratur dan dapat menimbulkan karyawan mengalami pusing kepala. Hubungan antara stres dengan gejala fisik tidak jelas, kalaupun ada pasti hanya sedikit hubungan yang konsisten ini terkait kerumitan gejala-gejala dan kesulitan untuk secara objektif mengukurnya.
Berdasarkan jawaban responden rata-rata sangat setuju bahwa cepat tersinggung dapat mempengaruhi menurunnya kepuasan kerja karyawan pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan, stres karena cepat tersinggung dapat berdampak terhadap hubungan sesama karyawan maupun atasan tidak baik, biasanya cepat tersinggung akibat dari stres di kantor disebabkan beberapa faktor yaitu pekerjaan yang membuat tuntutan berlipat, kurangnya kejelasan mengenai pekerjaan, wewenang, tangggung jawab dan beban kerja. Berdasarkan jawaban responden rata-rata sangat setuju bahwa kebosanan dan kecemasan dalam bekerja dapat mempengaruhi menurunnya kepuasan kerja karyawan pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan. Selain cepat tersinggung, kebosanan dan kecemasan dalam bekerja juga termasuk stres akibat gejala psikis, gejala ini merupakan gejala yang sering dijumpai dan diprediksikan dari terjadinya ketidakpuasan kerja.
Berdasarkan jawaban responden rata-rata sangat setuju bahwa kinerja menurun dapat mempengaruhi karyawan PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan terhadap menurunnya kepuasan kerja, kinerja menurun yang dialami karyawan akibat dari tidak adanya penghargaan terhadap karyawan yang berprestasi, tidak adanya uang lembur yang diberikan pada saat kelebihan jam kerja dan kurangnya perhatian yang diberikan atasan sehingga mengakibatkan karyawan menjadi kurang bersemangat bekerja. Kinerja menurun merupakan sikap yang ditunjukkan karyawan dalam ketidakpuasan kerja, sehingga peran atasan sangat penting dalam memotivasi karyawan agar lebih bersemangat bekerja.
Berdasarkan jawaban responden rata-rata menjawab sangat setuju bahwa bermalas-malas atau menghindari pekerjaan dapat mempengaruhi karyawan PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan terhadap menurunnya kepuasan kerja. Seperti halnya kinerja menurun, bermalas-malas atau menghindari pekerjaan merupakan sikap karyawan terhadap ketidakpuasan kerja akibat dari rasa kecewa pada perusahaan. Stres terjadi dikarenakan adanya ketidakseimbangan antara karakteristik kepribadian karyawan dengan karakteristik aspek-aspek pekerjaan dan dapat terjadi pada semua kondisi pekerjaan. Berdasarkan jawaban responden rata-rata menjawab sangat setuju kehilangan selera makan dapat mempengaruhi menurunnya kepuasan kerja karyawan pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan, banyaknya pikiran dan stres akibat dari rutinitas di kantor yang tidak sesuai dengan harapan karyawan akan mengakibatkan karyawan mengalami kurangnya selera makan, stres yang dialami seseorang yang berimbas pada nafsu makan, ada yang bertambah dan ada yang berkurang.
Menurut Mangkunegara (2007:157), penyebab stres kerja antara lain beban kerja yang dirasakan terlalu berat, waktu kerja yang mendesak, kualitas pengawasan kerja yang rendah, iklim kerja yang tidak sehat, otoritas kerja yang tidak memadai yang berhubungan dengan tanggung jawab, konflik kerja, perbedaan nilai antara karyawan dengan pemimpin yang frustasi dalam kerja. Faktor kunci dari stres adalah persepsi seseorang dan penilaian terhadap situasi dan kemampuannya untuk menghadapi atau mengambil manfaat dari situasi yang dihadapi. Hal ini sesuai dengan penelitian Rehman et.al (2012); Wibowo (2014); Waseem dan Bukhari (2014); Yaacob and Choi (2015), menyatakan bahwa stres
kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, artinya semakin tinggi tingkat stres kerja karyawan di tempat kerja maka akan semakin menurun tingkat kepuasan kerja karyawan, sebaliknya semakin rendah tingkat stres kerja karyawan di tempat kerja maka akan semakin meningkat tingkat kepuasan kerja karyawan.