BAB II TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN ASURANS
C. Pengaturan Klausula Asuransi Dalam Perjanjian
Setiap usaha mempunyai risikonya masing-masing. Risiko yang sering dihadapi dalam pelaksanaan perjanjian leasing adalah macetnya cicilan dari pihak
lessee atau konsumen karena berbagai alasan. Risiko usaha dalam praktek sulit dihindari, namun pihak perusahaan dalam hal ini selalu berusaha menekan risiko usaha sekecil mungkin, oleh karena itu perusahaan pembiayaan selalu memperkecil risiko tersebut dengan cara setiap perjanjian kreditnya mewajibkan perjanjian tersebut
langsung di cover asuransi (salah satu nya adalah ke perusahaan asuransi Mitra Maparya cabang Medan). Perjanjian kredit diperusahaan PT. Dipo Star Finance Cabang Medan tidak terlepas dari perjanjian asuransinya dan merupakan satu kesatuan karena didalam perjanjian kredit (kontrak standar) PT. Dipo Star Finance cabang Medan tercantum klausula wajib asuransi.
Dalam pelaksanaan perjanjian pembiayaan pembelian kendaraan bermotor pada PT. Dipo Star Finance Cabang Medan menggunakanstandart contract, artinya bahwa perjanjian pembiayaan (kontak) sudah disediakan oleh pihak kreditur dalam hal ini PT. Dipo Star Finance Cabang Medan dan konsumen (pihak debitur) tinggal mengisi dan menandatangani perjanjian pembiayaan apabila para pihak menyetujuinya. Pihak debitur berhak membaca dan meneliti isi perjanjian tersebut dan apabila tidak setuju maka debitur berhak untuk tidak menandatanganinya
Ketentuan Keputusan Mentri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988, menyatakan bahwa perjanjianleasingharus dilakukan secara tertulis dan wajib dibuat dalam bahasa Indonesia, namun tidak ditentukan apakah harus berbentuk akta autentik atau akta di bawah tangan. Namun mengingat pentingnya dokumen tersebut sebagai alat bukti jika terjadi wanprestasi, maka ada baiknya akta tersebut dibuat secara autentik. Beberapa hal yang harus ada dalam perjanjianleasingadalah:61 1. Jenis transaksileasing
2. Nama dan alamat masing-masing pihak
61http://www.datacon.co.id/Pembiayaan-2010Leasing(sewa guna usaha) .html, diakses pada tanggal 26 April 2012
3. Nama, jenis, tipe dan lokasi penggunaan barang modal
4. Harga perolehan, nilai pembiayaan leasing, angsuran pokok pembiayaan, imbalan jasa leasing, nilai sisa, simpanan jaminan dan ketentuan asuransi atas barang modal yang di-lease
5. Masaleasing
6. Ketentuan mengenai pengakhiran leasing yang dipercepat, penetapan kerugian yang harus ditanggung lease dalam hal barang modal yang dilease dengan hak opsi hilang, rusak, atau tidak berfungsi karena sebab apapun.
7. Tanggungjawab para pihak atas barang modal yang di-lease-kan.
Secara Umum suatu perjanjian pembiayaan sekurang- kurangnya memuat hal- hal sebagai berikut:
a. Jenis transaksi pembiayaan
b. Nama dan alamat masing- masng pihak c. Nama, jenis tipe barang modal
d. Lokasi penempatan barang modal e. Harga perolehan
f. Nilai Pembiayaan g. Pembayaran
h. Angsuran pokok pembiayaan i. Imbalan jasa/ bunga
j. Nilai sisa
l. Ketentuan mengenai asuransi atas barang modal
m. Ketentuan tentang pengakhiran transaksi pembiayaan yang dipercepat (early termination)
n. Penetapan nilai kerugian yang harus ditanggung oleh lessee dalam hal barang modal hilang, rusak, atau tidak berfungsi karena sebab apapun
o. Optiebagilessee
p. Tanggung jawab para pihak atas barang modal.
Setiap perjanjian kredit pada PT. Dipo Star Finance Cabang Medan baik itu perjanjianCustomer Finance (pembiayaan konsumen) ataupun Leasing ( sewa guna usaha) selalu mencantumkan klausul asuransi dalam kontrak standarnya.
Prosedur mekanisme leasing ini sangat diperlukan dalam proses pembuatan perjanjian leasing, sebab dalam prosedur tersebut terdapat tahapan-tahapan yang mengatur setiap tindakan yang harus diambil oleh para pihak, sehingga dapat dipastikan bahwa proses pembuatan perjanjian tersebut dapat berjalan sesuai, teratur dan sistematis sesuai kehendak para pihak sampai pada detik tercapainya atau lahirnya perjanjian tersebut yang ditandai dengan penandatanganan kontrakleasing.62 Klausul asuransi dalam perjanjian kredit PT.Dipo Star Finance Cabang Medan tertuang dalam Pasal 8 tentang Penutupan Asuransi Atas Barang pada perjanjian
62
Sri Utami & J. Sudiarto,Problematika Leasing di Indonesia,Arikha Media Cipta, Jakarta 1983, hal. 34
customer finance (pembiayaan konsumen). Adapun isi dari klausul wajib asuransi dalam perjanjian / kontrakCustomer Finance(pembiayaan konsumen) adalah63 1. Debitur wajib mengasuransikan barang tersebut atas nama Kreditur selama masa
penjaminan secara fidusia untuk melindungi kepentingan- kepentingan para pihak dalam perjanjian ini terhadap kerugian, kerusakan, kehilangan, kecurian, dan pertanggungan jawab atas benda pihak ketiga, luka pribadi sampai kematian pihak ketiga yang disebabkan oleh barang tersebut atau pemakainya. Debitur wajib menyerahkan kepada kreditur polis asuransi atau perubahan- perubahan dari polis asuransi tersebut dan dengan ini debitur sepakat dan menyetujui bahwa kreditur berhak menerima pembayaran ganti rugi penuh secara langsung dari perusahaan asuransi,
2. Apabila debitur mengasuransikan barang tersebut atas namanya sendiri, debitur dengan ini sepakat dan menyetujui memberi kuasa sepenuhnya yang tidak dapat dicabut kembali kepada kreditur untuk menerima pembayaran ganti rugi dari pihak maskapai/ perusahaan asuransi yang berkepentingan, oleh karenanya asuransi harus dilakukan dengan klausula yang menetapkan bahwa kreditur sebagai pihak yang berhak atau berkepentingan untuk menerima penggantian kerugian asuransi.
3. Kreditur dapat menunjuk perusahaan asuransi tertentu untuk mengasuransikan barang bilamana perusahaan asuransi debitur yang dipilih oleh debitur tidak
63 Standart kontrak Customer Finance (pembiayaan konsumen) PT. Dipo Star Finance Cabang Medan
dapat diterima oleh kreditur karena sebab- sebab tertentu, dimana biaya premi asuransi tersebut merupakan biaya sendiri yang harus ditanggung oleh debitur. 4. Apabila debitur lalai atau tidak mengasuransikan barang tersebut, maka segala
kerugian, kerusakan maupun tuntutan-tuntutan yang ditiimbulkannya karenanya akan sepenuhnya menjadi tanggungan debitur.
5. Debitur wajib memberitahukan kepada kreditur secara tertulis dalam waktu selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja mengenai kejadian yang dapat menjadi tuntutan berdasarkan suatu polis asuransi diatas dan memberikan segala keterangan yang berhubungan dengan kejadian yang diminta oleh kreditur atau perusahaan asuransi.
6. Debitur tidak boleh melakukan atau memperbolehkan atau menyebabkan dilakukannya sesuatu yang dapat atau mungkin dapat mengurangi hak atas ganti rugi dari perusahaan asuransi atau mengenai barang tersebut diatas,
7. Ganti rugi yang diterima dari perusahaan asuransi terlebih dahulu dipergunakan untuk mengkompensasikan jumlah seluruh kewajiban keuangan debitur yang ada berdasarkan perjanjian ini, tanpa mengurangi hak kreditur untuk tetap menuntut kekurangannya apabila dalam kompensasi itu dinyatakan uang ganti rugi asuransi tidak mencukupi, sebaliknya apabila masih tersisa, maka kelebihan itu akan diserahkan kepada debitur.
8. Kreditur akan menuntut dan berhak menerima semua uang pengganti asuransi dengan ketentuan bahwa:
a) Dalam hal musnahnya barang tersebut diatas, maka debitur berkewajiban untuk melunasi seluruh kewajiban keuangan debitur dengan menggunakan uang penggantian asuransi ditambah kekurangannya yang menjadi tanggung jawab/ beban debitur.
b) Dalam hal barang hanya rusak sebagian, kreditur akan menggunakan uang asuransi untuk perbaikan dari barang dan apabila uang asuransi tidak cukup, maka kekurangan biaya perbaikan menjadi beban debitur.
c) Debitur akan melakukan segala yang perlu dilakukan untuk menjamin hak kreditur atas barang pengganti.
Sedangkan isi dari klausul wajib asuransi dalam perjanjian / kontrak Leasing
(sewa guna usaha) terdapat dalam Pasal 14 tentang Asuransi pada PerjanjianLeasing
(sewa guna usaha) yang berbunyi:64
1. Lessee wajib mengasuransikan barang tersebut atas nama lessor selama jangka waktu lease untuk melindungi kepentingan- kepentingan para pihak terhadap risiko kerugian, kerusakan, kehilangan, kecurian, pertanggung jawab pihak ketiga, luka pribadi sampai kematian pihak ketiga yang disebabkan oleh barang tersebut atau pemakaiannya serta risiko-risiko lain menurut pada pasal 13 diatas.
Lessee wajib menyerahkan kepada lessor asli polis asuransi berikut perubahan- perubahan dan perpanjangan atas polis tersebut, dimana memuat klausal bahwa
lessor berhak menerima pembayaran ganti rugi penuh secara langsung dari perusahaan asuransi yang bersangkutan.
2. Apabila lessee mengasuransikan barang atas namanya sendiri, lesseedengan ini memberi kuasa penuh yang tidak dapat dicabut kembali dan tidak akan berakhir karena sebab-sebab dalam pasal 1813Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia kepada lessor untuk menerima pemabayaran ganti rugi dari pihak maskapai/ perusahaan asuransi yang bersangkutan.
3. Lesseeakan memikul sendiri akibat- akibat dari lalai atau tidak mengasuransikan barang tersebut atau karena apapun asuransi itu menjadi batal atau penggantian kerugian manjadi tidak dapat diperoleh.
4. Lessee wajjib memeberitahukan kepada lessor secara tertulis dalam waktu selambat-lambatnya 3 ( tiga) hari kerja mengenai setiap kejadian yang dapat menjadi tuntutan berdasarkan suatu polis asuransi tersebut diatas dan memberikan segala keterangan yang berhubungan dengan kejadian itu sesuai dengan permintaanlessoratau terhadap atau mengenai barang tersebut diatas. 5. Lessee tidak boleh melakukan atau memperbolehkan atau menyebabkan
dilakukan atau sesuatu yang dapat atau mungkin dapat meniadakan atau mengurangi atau meniadakan hak atas ganti rugi dari maskapai asuransi terhadap atau mengenai barang tersebut diatas.
6. Lessorberhak menuntut dan menerima semua uang penggantian asuransi dengan ketentuan bahwa
a. Dalam hal barang tersebut musnah, hilang atau rusak berat yang tidak dapat diperbaiki lagi, maka perjanjian ini menjadi berakhir danlesseeberkewajiban untuk melunasi seluruh jumlah uang sewalease yang belum dibayar termasuk
sisa angsuran deposito jaminan dengan menggunakan uang penggantian asuransi, dan kekurangannya wajib dibayar olehlesseedalam tenggang waktu yang ditetapkan dalam surat tagihan pertama darilessor.
b. Dalam hal barang hanya rusak sebagian dan dapat diperbaiki, maka lessor
akan menggunakan uang ganti kerugian asuransi untuk perbaikan barang dan apabila uang asuransi tidak cukup maka kekurangan biaya perbaikan itu menjadi beban lessee yang harus dilunasi dalam batas waktu yang ditetapkan dalam suatu tagihan pertama darilessor.
Berdasarkan isi dari klausul asuransi pada perjanjian kredit tersebut dapat disimpulkan bahwa pihak lessee (dalam kontrak leasing)/ debitur (dalam kontrak
customer finance) memiliki kewajiban untuk mengasuransikan kendaraannya selama proses pembiayaan berlangsung, dimana pihak lessee/ debitur tersebut memberikan kuasa penuh kepada perusahaan pembiayaan (PT. Dipo Star Finance Cabang Medan) apabila terjadi hal-hal dalam kondisi tertentu yang berhak atas penerimaan penggantian kerugian dari perusahaan asuransi adalah PT. Dipo Star Finance Cabang Medan.
Dari isi kontrak tersebut dapat dilihat bahwa yang mengikat perjanjian adalah antara perusahaan asuransi denganlessee/ debitur jadi tanggung jawab pihak asuransi adalah kepadalessee/ debitur tersebut, namun dikarenakan kendaraan tersebut masih dalam proses pembiayaan (obyekleasingmasih milik perusahaan pembiayaan ) maka secara tidak langsung tanggung jawab perusahaan asuransi beralih kepada PT. Dipo Star Finance Cabang Medan (biasa ditulis PT.Dipo Star Finance QQ nama lessee/
Debitur tersebut). Perjanjian asuransi ini berlaku sampai lessee/ debitur tersebut selesai masa kreditnya.
Antara PT. Dipo Star finance cabang Medan sebagai perusahaan pembiayaan dengan Perusahaan Asuransi Mitra Maparya cabang Medan terdapat KlausulLeasing
yang berbunyi :
“ Dengan ini dicatat dan disepakati, bahwa kendaraan bermotor yang dipertanggungkan dibawah polis ini telah dibiayai oleh PT. Dipo Star Finance Sehubungan dengan itu, telah disepakati antara perusahaan pembiayaan tersebut dengan tertanggung, bahwa dalam hal terjadi kerugian total yang dijamin dibawah polis ini, akan dibayar kepada perusahaan pembiayaan tersebut. Dalam hal terjadi kerugian sebagian, pembayaran akan dilakukan kepada perusahaan pembiayaan jika ada permintaan tertulis dari perusahaan pembiayaan. Selanjutnya penyelesaian ganti rugi yang menjadi hak tertanggung menjadi tanggung jawab perusahaan pembiayaan sepenuhnya. Kalusul ini tidak berlaku lagi setelah diterimanya pemberitahuan dari perusahaan pembiayaan yang bersangkutan, bahwa perusahaan pembiayaan itu tidak lagi mempunyai kepentingan terhadap kendaraan bermotor yang dipertanggungkan dibawah polis ini. “65
Dengan adanya kuasa penuh dari lessee/ debitur kepada perusahaan pembiayaan (PT. Dipo Star Finance Cabang Medan) berdasarkan klausula leasing
tersebut maka apabila terjadi klaim asuransi olehlesseedimana sesuai dengan kondisi TLO (Total Loss Only) baik itu karena kehilangan/ kerusakan kendaraan bermotor sampai 75% (tujuh puluh lima persen) maka penggantian kerugian dari perusahaan asuransi akan diterima oleh pihak PT.Dipo Star Finance Cabang Medan dimana penggantian kerugian tersebut akan dikompensasikan untuk pembayaran kewajiban
lessee/ debitur, apabila ada kelebihan maka akan dikembalikan kepada lessee/ debitur tersebut. Maksud dari klausulleasingtersebut adalahlessee/ debitur memberikan hak
nya kepada perusahaan pembiayaan untuk menerima penggantian kerugian dari perusahaan asuransi.
Lain halnya apabila lessee/ debitur klaim dikarenakan kerusakan sebagian ( lecet, tergores, kerusakan Kerugian/kerusakan atas tabrakan, benturan, terbalik, dan lain- lain) sesuai dengan kondisi AR (All Risk)maka penggantian kerugian dari pihak asuransi langsung dibayarkan ke bengkel rekanan perusahaan asuransi tempat kendaraan tersebut diperbaiki , jadi tidak melalui perusahaan pembiayaan.
Jadi antara perjanjian kredit (antara perusahaan pembiayaan dengan lessee/
debitur) dengan perjanjian asuransi (antara perusahaan asuransi dengan lessee/ debitur) saling berhubungan erat dan tidak dapat dipisahkan . Pentingnya klausul wajib asuransi didalam perjanjian kredit karena :
1. Memberikan jaminan perlindungan dari risiko-risiko kerugian yang diderita para pihak.
2. Meningkatkan efisiensi, karena tidak perlu secara khusus mengadakan pengamanan dan pengawasan untuk memberikan perlindungan yang memakan banyak tenaga, waktu dan biaya.
3. Transfer Risiko; Dengan membayar premi yang relatif kecil, seseorang atau perusahaan dapat memindahkan ketidakpastian atas hidup dan harta bendanya (risiko) ke perusahaan asuransi
4. Pemerataan biaya, yaitu cukup hanya dengan mengeluarkan biaya yang jumlahnya tertentu dan tidak perlu mengganti/membayar sendiri kerugian yang timbul yang jumlahnya tidak tentu dan tidak pasti.
5. Dasar bagi pihak bank / non bank seperti perusahaan pembiayaan untuk memberikan kredit karena perusahaan pembiayaaan memerlukan jaminan perlindungan atas agunan yang diberikan oleh peminjam uang.
6. Sebagai tabungan, karena jumlah yang dibayar kepada pihak asuransi akan dikembalikan dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini khusus berlaku untuk asuransi jiwa.
7. Menutup Loss of Earning Power ( hilangnya kemampuan untuk memperoleh pemasukan ) seseorang atau badan usaha.
D. Tanggung Jawab Perusahaan Asuransi Kendaraan Bermotor Terhadap Perjanjian Kredit Dalam Perusahaan Pembiayaan
Pihak lessee wajib mengasuransikan barang konsumsi sesuai persyaratan yang ditentukan oleh pihak lessor kepada perusahaan asuransi yang telah ditunjuk atau disetujui oleh pihaklessor. Jika terjadi kerusakan atau risiko yang dipertanggungkan pada barang konsumsi, maka pihak lessee harus segera melaporkan kepada perusahaan asuransi yang bersangkutan dengan tembusan kepada pihak lessor. Asuransi dalam perjanjian yang diadakan oleh PT. Dipo Star Finance Cabang Medan terdiri dari asuransi yang ditunjuk oleh lessoruntuk menjamin pertanggungan obyek
leasingantaralessordanlessee.
Asuransi atau pertanggungan, di dalamnya selalu mengandung pengertian adanya suatu risiko. Risiko termaksud terjadinya adalah hukum pasti karena masih
tergantung pada suatu peristiwa yang hukum pasti pula.66Di dalam asuransi adanya suatu pelimpahan tanggung jawab memikul beban risiko tersebut, kepada pihak lain yang sanggup mengambil alih tanggung jawab. Sebagai kontra prestasi dari pihak lain yang melimpahkan tanggung jawab ini diwajibkan membayar sejumlah uang kepada pihak yang menerima pelimpahan tanggung jawab 67 Hubungan antara risiko dan asuransi merupakan hubungan yang erat satu dengan yang lain. Dari sisi manajemen risiko, asuransi malah dianggap sebagai salah satu cara yang terbaik untuk menangani suatu risiko.
Fungsi utama dari asuransi adalah sebagai mekanisme untuk mengalihkan risiko yaitu mengalihkan risiko dari satu pihak (tertanggung) kepada pihak lain (penanggung). Pengalihan risiko ini tidak berarti menghilangkan kemungkinan melainkan pihak penanggung menyediakan pengamanan finansial serta ketenangan bagi tertanggung. Sebagai imbalannya, tertanggung membayarkan premi dalam jumlah yang sangat kecil bila dibandingkan dengan potensi kerugian yang mungkin dideritanya.
Tanggung jawab perusahan asuransi dalam proses leasing (sewa guna usaha) mobil adalah sebagai pihak dalam pejanjian leasing atau perjanjian pembiayaan konsumen, memberikan proteksi atau perlindungan bagi obyekleasing (mobil,truck
dan alat berat) dan tanggung jawab dan perusahan asuransi adalah memberikan ganti rugi terhadap obyek leasing, apabila timbul pengajuan klaim, dimana terjadi sesuatu
66Sri Redjeki Hartono, Asuransi dan Hukum Asuransi di Indonesia, Penerbit IKIP, Semarang, 1985. hal 6
terhadap obyek leasing, baik karena kehilangan, kerusakkan, atau lain-lain, dimana hal itu merupakan kondisi pertanggungan dalam polis asuransi yang wajib ditanggung oleh pihak penanggung (perusahan asuransi).
Pembagian dan pengaturan tanggung jawab oleh para pihak dalam perjanjian
leasingharus dilakukan berdasarkan atas itikad baik dan keadilan, seperti yang diatur dalam ketentuan buku III KUHPerdata, semua ketentuan mengenai perjanjian dan perikatan yang berlaku dalam hukum perjanjian juga harus dijadikan pedoman dalam pembagian dan pengaturan tersebut. Pelaksanaan atau prestasi dari tanggung jawab para pihak terhadap obyek perjanjian leasing dalam prakteknya harus dilaksanakan sesuai dengan undang-undang, kebiasaan, dan kepatutan, seperti yang diatur dalam Pasal 1338 ayat 3 KUHPerdata. Ketentuan mengenai tanggung jawab para pihak terhadap perjanjian leasing dalam pelaksanaannya selain mengikat bagi para pihak dalam perjanjian juga mengikat bagi para ahli waris yang memperoleh hak dan pihak ketiga, seperti yang diatur dalam Pasal 1315-1318 dan Pasal 1340 KUHPerdata.
Perusahaan Asuransi Kendaraan bermotor bertujuan memberikan jaminan ganti kerugian kepada pihak tertanggung atas semua kerugian yang diderita apabila terjadi peristiwa yang mengakibatkan hilang atau rusak pada kendaraan yang dimiliki tertanggung. Dengan adanya perusahaan asuransi kendaraan bermotor, maka pihak tertanggung memperoleh hak ganti kerugian dari pihak penanggung.
Tanggung jawab penanggung dalam mengatasi kerugian yang diderita oleh tertanggung, terbagi dalam :
b. Tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga.
Berdasarkan Polis Standar asuransi Kendaraan bermotor Indonesia tanggung jawab pihak asuransi kepada tertanggung adalah memberikan jaminan penggantian terhadap risiko- risiko yang termasuk dalam ketentuan polis standar asuransi kendaraan bermotor Indonesia. Adapun risiko- risiko tersebut yaitu:68
1. Kerugian Atau Kerusakan Kendaraan Bermotor dan atau kepentingan yang dipertanggungkan secara langsung disebabkan oleh:
a. Tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir , terperosok b. Perbuatan jahat orang lain.
c. Pencurian termasuk pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan / ancaman dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam dalam Pasal 362, 363 ayat (3), (4),(5) dan Pasal 365 Kitab Undang- undang Hukum Pidana
d. Kebakaran, termasuk:
1) Kebakaran akibat kebakaran benda lain atau kendaraan bermotor lain yang berdekatan, tempat penyimpanan kendaraan bermotor
2) Kebakaran akibat sambaran petir
3) Kerusakan karena air dan/atau alat-alat lain yang dipergunakan untuk mencegah atau memadamkan kebakaran.
4) Dimusnahkannya seluruh atau sebagian atas perintah yang berwenang dalam upaya pencegahan menjalarnya kebakaran itu.
5) Kerugian atau kerusakan yang disebabkan oleh peristiwa yang tersebut dalam Bab I Pasal I ayat (1) dan akibat kecelakaan alat angkut oleh sebab apapun juga selama kendaraan diangkut dengan feri atau alat penyeberangan resmi lain yang berada dibawah pengawasan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.untuk tujuan penyeberangan
6) Biaya wajar yang dikeluarkan oleh tertanggung jika terjadi kerugian atau kerusakan akibat risiko yang dijamin, untuk penjagaan, pengangkutan atau penarikan ke bengkel atau tempat lain guna menghindari atau mengurangi kerugian atau kerusakan.
Jaminan tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga, penanggung memberikan penggantian kepada tertanggung atas:69
a. Tanggung jawab hukum Tertanggung terhadap suatu kerugian yang diderita oleh pihak ketiga yang berada diluar kendaraan, yang secara langsung disebabkan oleh Kendaraan Bermotor yang dipertanggungkan sebagai akibat risiko yang dijamin polis, baik yang diselesaikan melalui musyawarah,arbitrase maupun pengadilan, kedua-duanya yang mendaoat persetujuan terlebih dahulu dari penanggung, meliputi:
1. Kerusakan atas harta benda. 2. Cedera badan atau kematian.
b. Biaya perkara atau biaya bantuan para ahli yang berkaitan dengan tanggung jawab hukum tertanggung dengan syarat mendapat persetujuan terlebih dahulu dari
penanggung. Tanggung jawab penanggung atas biaya tersebut setinggi- tingginya 10% (sepuluh persen) dari limit pertanggungan tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga.Sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini, ganti rugi ini merupakan tambahan dari ganti rugi yang diatur dalam ayat (1) pasal ini.
1) Kehilangan keuntungan, kehilangan upah, berkurangnya nilai atau kerugian keuangan lainnya, yang diderita Tertanggung sebagai akibat tidak dapat dipergunakannya kendaraan bermotor yang dipertanggungkan tersebut karena suatu kecelakaan atau sebab lain.
2) Kerusakan atau kehilangan peralatan tambahan yang tidak disebutkan dalam Ikhtisar Polis ini sebagai akibat suatu kecelakaan atau sebab lain.
3) Kerusakan atau kehilangan kendaraan bermotor yang dipertanggungkan baik sebagian maupun seluruhnya sebagai akibat kecelakaan.
4) Kerugian atau kerusakan kendaraan bermotor yang dipertanggungkan sebagai akibat perbuatan jahat yang dilakukan oleh Tertanggung, suami atau istri atau anak tertanggung, orang yang disuruh Tertanggung, orang yang bekerja pada Tertanggung, orang yang sepengetahuan atau seizin Tertanggung, atau orang yang tinggal bersama Tertanggung.
5) Kerugian / kerusakan kendaraan bermotor yang dipertanggungkan disebabkan karena :
a) Kendaraan bermotor tersebut dipergunakan untuk menarik atau mendorong kendaraan lain untuk turut serta dalam perlombaan kecakapan atau perlombaan kecepatan untuk memberi pelajaran mengemudi, menarik
suatu trailer untuk karnaval atau pawai atau untuk melakukan tindak kejahatan atau untuk sesuatu maksud lain dari yang ditetapkan dalam polis ini.
b) Kelebihan muatan atau dijalankan secara paksa.
c) Kendaraan bermotor tersebut dengan sepengetahuan Tertanggung, dijalankan dalam keadaan rusak, dalam keadaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis atau dalam perbaikan.