• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

F. Pengecekan Keabsahan Data Penelitian

Pengecekan keabsahan data pada dasarnya merupakan bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari penelitian kualitatif. Pelaksanaan teknik pengecekan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Menurut Lincoln dan Guba (Dalam Lexy J. Moleong, 2000 : 173) ada empat kriteria yang digunakan, yaitu : “(1) Derajat kepercayaan (credibility), (2) Keteralihan (transferability), (3) Kebergantungan (dependability), dan (4) Kepastian (conformability)”.

1. Kredibilitas.

Derajat kepercayaan (Credibility) berkaitan dengan aspek seberapa jauh kebenaran hasil penelitian dapat dipercaya. Apakah hasil penelitian mengungkapkan kenyataan-kenyataan sebenarnya. Terdapat tujuh teknik pemeriksaan dengan kriteria Credibility yaitu : (1) Perpanjangan keikutsertaan, (2) Ketekunan pengamatan, (3) Triangulasi, (4) Pengecekan sejawat, (5) Kecukupan referensial, (6) Kajian kasus negatif, dan

(7) Pengecekan anggota (2000 : 175)

Dalam penelitian ini, peneliti membatasi pada teknik pemeriksaan : Triangulasi, Pengecekan anggota dan Perpanjangan keikutsertaan. Guna memenuhi kriteria derajat kepercayaan , dalam penelitian ini dilakukan hal-hal sebagai berikut :

Dalam penelitian ini, peneliti mencoba membandingkan hasil wawancara dan diskusi antara Dosen dan guru besar Universitas Pendidikan Indonesia dengan pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Di Kabupaten Bandung peneliti membandingkan pengamatan terhadap aktivitas masyarakat pendidikan dengan hasil wawancara dengan para guru Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan yang sederajat.. Selanjutnya, informasi dari Tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat dengan tokoh agama, dan membandingkan informasi dari pimpinan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dengan pimpinan Sanggar Kegiatan Belajar, dan pimpinan Lembaga Kursus serta dengan pandangan masyarakat biasa pada saat berkunjung ke desa-desa di Kabupaten Bandung serta dokumen yang ada.

b. Pengecekan anggota.

Pengecekan anggota ini berfungsi untuk meyakinkan peneliti akan kebenaran data yang disampaikan kepada para responden. Dengan demikian para rekan responden dapat dimanfaatkan untuk memberikan pandangan mereka sendiri terhadap data yang telah disusun oleh peneliti.

Pengecekan anggota ini dilakukan oleh peneliti, bukan saja pada waktu wawancara, akan tetapi juga dilakukan pada waktu jam-jam istirahat, sambil mengobrol untuk mengorek berbagai pandangan mereka, serta kemungkinan adanya kritik-kritik yang mungkin tidak diungkapkan dalam situasi formal.

Dalam penelitian ini, peneliti mengajukan ikhtisar wawancara kepada tiga kelompok masyarakat pendidikan di Kabupaten Bandung, yang kemudian dicek dan dimintakan tanggapan dari masing-masing kelompok. Selanjutnya terdapat saran dan perbaikan terhadap bahan pertanyaan dan dilanjutkan dengan wawancara dan diskusi. Diskusi dalam hal ini dilakukan, karena peneliti menghadapi jumlah responden yang banyak, sehingga untuk menarik kesimpulan dilakukan diskusi secara terbuka. Hal ini dianggap efektif, untuk dapat menyatukan pandangan.

c. Perpanjangan keikutsertaan.

Sebagaimana telah dijelaskan pada proses pelaksanaan pengumpulan data, peneliti memulai kegiatan pra-penelitian lapangan dengan melakukan diskusi pada waktu menjadi anggota Tim Penyusunan Makalah Civic Center dalam Seminar “Peningkatan dan Pengembangan Fungsi Sanggar Kegiatan Belajar dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat sebagai Civic Center” pada bulan September 2006, dan banyak menerima masukan-masukan serta kritik terhadap proposal yang telah dipersiapkan. Di samping itu, peneliti melakukan diskusi, observasi dan wawancara dan dokumentasi secara berkesinambungan. Dari prosedur tersebut, peneliti dapat membedakan hal-hal yang bermanfaat yang mendukung penelitian maupun yang dianggap kurang bermanfaat. Sebagaimana diungkapkan oleh Moleong (2000 : 175)

Keikutsertaan peneliti sangat menentukan dalam pengumpulan data. Keikutsertaan tersebut tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat, tetapi memerlukan perpanjangan keikutsertaan peneliti pada latar penelitian. Perpanjangan keikutsertaan peneliti akan memungkinkan peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan”. Melalui penelitian yang berkesinambungan diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih cermat dan lengkap yang disusun dalam catatan lapangan.

2. Transferabilitas

Nilai keteralihan (Transferability) memungkinkan suatu hasil penelitian dapat digunakan atau diterapkan dalam situasi lain. Untuk mendapatkan derajat transferabilitas yang tinggi tergantung pada kemampuan peneliti mengangkat makna-makna esensial temuan penelitiannya dan melakukan refleksi dan analisis kritis yang ditujukan dalam pembahasan penelitian,(Satori, Djam‟an, Komariah Aan, 2010, 173).

Dalam Bab I telah dijelaskan bahwa tujuan penelitian ini ingin menghasilkan model pemberdayaan staf Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat melalui manajemen stratejik di Kabupaten Bandung. Selanjutnya memperluas fungsi Sanggar Kegiatan Belajar dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat menjadi organisasi Pusat Kegiatan Warganegara. khususnya dalam meningkatkan pendidikan ketrampilan hidup/berusaha, layanan konsultasi dan advokasi serta peningkatan kerjasama dan koordinasi, dan mengatasi berbagai macam konflik sosial.

3. Dependabilitas

Kebergantungan (Dependability), merupakan suatu konsep dalam penelitian yang berarti apabila dilakukan pengulangan suatu studi dalam suatu kondisi yang sama maka hasilnya akan sama. Dalam penelitian ini proses audit dilakukan oleh peneliti sebagai berikut : Menyusun data mentah yang diperoleh dari wawancara, observasi, dokumentasi mulai dari para pejabat Direktorat Jenderal Pendidikan Non-Formal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, para Guru Besar/dosen Perguruan Tinggi, Masyarakat pendidikan khususnya guru-guru Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas serta yang sederajat, Tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Tokoh agama, Pimpinan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Pimpinan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pimpinan Lembaga Kursus serta masyarakat desa dalam bentuk catatan lapangan serta hasil penelitian berbagai dokumen. Menyusun unit analisis atau kategorisasi informasi serta mendeskripsikannya sebagai hasil analisis data.Merumuskan tafsiran dan kesimpulan sebagai hasil sintesis data. Melaporkan bagaimana proses pengumpulan data dilakukan.

Langkah-langkah tersebut dilakukan, agar dapat meminimalisir terjadinya kesalahan-kesalahan. Selanjutnya, para pembimbing penelitian yang terdiri dari promotor, kopromotor dan anggota promotor memberikan sumbangan besar dalam

mengaudit proses penelitian ini. Selain itu, rekan-rekan mahasiswa program doktor Program Studi Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), ikut berpartisipasi melakukan audit terhadap penelitian ini.

4. Konfirmabilitas

Kegiatan konfirmabilitas dilakukan bersama-sama dengan pengauditan dependabilitas. Perbedaannya terletak pada orientasi penilaiannya. Apabila pengauditan ditujukan pada penilaian proses selama penelitian ini dilakukan, maka pengauditan konfirmabilitas dilakukan untuk menilai hasil atau temuan penelitian.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data sebagaimana diuraikan pada konsep kebergantungan (Dependability), yaitu menjamin keterkaitan antara: penyusunan data mentah, penyusunan kategori informasi, perumusan tafsiran dan interpretasi yang dituangkan dalam laporan dan didukung oleh bahan-bahan yang tersedia. Pihak-pihak yang berpartisipasi dalam konfirmabilitas ini tidak berbeda dari dependabilitas, yaitu promotor, kopromotor, anggota promotor, serta rekan-rekan mahasiswa program doktor Program Studi Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia..

BAB V

Dokumen terkait