• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pariwisata

Prioritas pembangunan yang berkaitan dengan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pariwisata dilaksanakan oleh beberapa SKPD antara lain Dinas Kehutanan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Lingkungan Hidup Daerah dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jambi.

Secara umum program ini bertujuan untuk pengawasan, pembinaan, advokasi, penertiban dan melakukan tindakan pengujian kualitas lingkungan. membina mengelola sumberdaya alam dan pariwisata dalam rangka mewujudkan pemanfaatan seumber daya alam dan pariwisata yang optimal dan berkelanjutan.

Laporan Keterangan Pertanggung-Jawaban Gubernur Jambi Tahun 2009

-1

P P e e n n y y e e l l e e n n g g g g a a r r a a a a n n T T u u g g a a s s U U m m u u m m P P e e m m e e r r i i n n t t a a h h a a n n

Bab ini Memuat Laporan Penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan Pemerintahan Daerah Provinsi Jambi tahun 2009. Secara umum Bab ini terdiri dari:

1. Kerjasama Antar Daerah

2. Kerjasama Daerah dengan Pihak Ketiga 3. Koordinasi dengan Instansi Vertikal 4. Pembinaan Batas Wilayah

5. Pencegahan dan Penanggulangan Bencana 6. Pengelolaan Kawasan Khusus

7. Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum

6

6..11.. KEKERRJJAASSAAMMAA AANNTTAARR DDAAEERRAAHH 6.1.1. Realisasi program dan kegiatan

Kerjasama antar daerah bertujuan untuk meningkatkan dan memfasilitasi pelaksanaan hubungan kerja antar daerah dalam berbagai sektor pembangunan daerah antara lain sektor ekonomi, pendidikan, infrastruktur, sosial budaya, perencanaan, tata ruang dan lain-lain.

Kebijakan, program dan kegiatan prioritas yang dilaksanakan pada kerjasama antar daerah dalam Provinsi Jambi adalah sebagai berikut :

a. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat. Terealisasinya kesepakatan MoU antara Menteri Pendidikan Nasional, Gubernur dan para Bupati/Walikota yang secara substansi menyepakati pembebanan pembiayaan Pemerintah Pusat sebesar 50%;

Pemprov Jambi sebesar 20%; dan Pemkab/kota se-Provinsi Jambi sebesar 30%.

b. Peningkatan kemampuan pengelolaan dan konservasi/

perlindungan Sumber Daya Alam. Hal ini diwujudkan

Laporan Keterangan Pertanggung-Jawaban Gubernur Jambi Tahun 2009

-2 Kesepakatan antara Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam rangka Optimalisasi Pemanfaatan SDA, SDM dan Infrastruktur serta pariwisata dilanjutkan dengan rencana aksi pelaksanaan kesepakatan

c. Revitalisasi Pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, sebagaimana tertuang dalam Bab IV urusan wajib sebagai bagian yang tak terpisah dari laporan ini.

d. Kerjasama Daerah dibidang Ketransmigrasian antara Pemerintah Daerah Provinsi Jambi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta difasilitasi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.

e. Subsidi Beras Kepada Penduduk Miskin (RASKIN) tahun 2009 sebanyak 157.362 RTS-PM dengan besar subsidi dari Pemerintah Provinsi Jambi Rp.8,689 milyar, dan Kabupaten/Kota sebesar Rp.8,689 milyar yang dibagi secara proporsional sesuai dengan jumlah RTS-PM masing Kabupaten/Kota.

f. Peningkatan kerjasama antar daerah di lingkungan Provinsi Jambi khususnya pelayanan yang terdapat di daerah. Kegiatan ini diwujudhkan dengan penyederhanaan prosedur perizinan dan peningkatan pelayanan penanaman modal.

g. Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber Daya Alam dengan kegiatan prioritas berupa koordinasi pengelolaan konservasi sumberdaya alam dan penyuluhan lahan dan kehutanan. Kegiatan ini diwujudkan dengan penilaian terhadap kerusakan lingkungan di Provinsi Jambi.

h. Pembinaan dan Fasilitas Pemerintahan dan Otda di Bidang Ketentraman, Ketertiban dan Kesatuan Bangsa, dengan kegiatan pokok berupa sosialisasi Batas Prov.Jambi dengan Sumsel,Sumbar, Riau dan Bengkulu, dan Fasilitasi Penyelesaian

Laporan Keterangan Pertanggung-Jawaban Gubernur Jambi Tahun 2009

-3 Batas antara Kab/Kota dalam Provinsi Jambi.

i. Pengembangan Pemasaran Pariwisata, dengan kegiatan prioritas berupa Promosi Pariwisata Nusantara di Dalam dan di Luar Negeri yaitu; Pameran Gebyar Wisata Nusantara (GWN) bertempat di Gedung Jakarta Convention Center Senayan Jakarta, Pameran Sumatera Internasioanl Travel Fair di Padang, Kemilau Sumatera di Padang, Legian Beach Festival di Bali, dan Kemilau Nusantara di Bandung. Sedangkan event daerah yang dilaksanakan dalam pengembangan pemasaran pariwisata antara lain; upacara Mandi Shafar di Pantai Babusalam desa Air Hitam Laut Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Festival Candi Muaro Jambi (FCMJ) di Komplek Percandian Muaro Jambi Kabupaten Muaro Jambi, Jambi Bertabur Diskon (JBD) di Museum Negeri Jambi Kota Jambi. Adapun program Promosi Kebudayaan & Pariwisata Daerah (Jambi Expo) diwujudkan melalui Promosi Kebudayaan dan Pariwisata Daerah (Jambi Expo) di Jakarta.

j. Pembinaan industri kecil dan menengah diwujudkan melalui kegiatan pameran dan promosi pengembangan IKM. Dalam usaha pengembangan pasar produk IKM dilakukan partisipasi pameran produk-produk IKM dalam dan luar negeri, dengan partisipasi pada pameran diharapkan produk-produk IKM Provinsi Jambi dapat dikenal oleh masyarakat baik didalam maupun diluar negeri. Dengan partisipasi pameran ini diharapkan produksi dan pemasaran dari produk IKM dapat meningkat yang pada akhirnya nanti akan meningkatkan pendapatn masyarakat, dan apabila produk IKM berhasil diekspor ini akan menambah devisa negara. Kegiatan pameran yang diikuti antara lain: Gelar Produk Unggulan Daerah di Hotel

Laporan Keterangan Pertanggung-Jawaban Gubernur Jambi Tahun 2009

-4 Mulia Jakarta, Jambi Expo, di Hotel Borobudur Jakarta, Partisipasi Pameran Tingkat Nasional (PPBI), di Jakarta, Pameran Plaza Industri (PPI ), di Jakarta, dan Pameran Produk Indonesia (PPI), di Jakarta.

6.1.2. Permasalahan dan Solusi

Permasalahan dan solusi dalam pelaksanaan kegiatan kerjasama antar daerah untuk tahun 2009 adalah sebagai berikut : a. Terkait dengan konservasi sumberdaya alam yaitu belum

optimalnya koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dan kerusakan lingkungan lainnya. Upaya yang perlu dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah meningkatkan upaya pengelolaan konservasi sumber daya alam dengan program menuju Indonesia hijau (MIH) telah malakukan penilaian pada 10 Kabupaten/Kota dalam rangka pengelolaan konservasi sumber daya alam di Provinsi Jambi. Dalam rangka penanggulangan kebakaran lahan dan hutan BLHD telah malakukan sosialisasi dalam rangka pengendalian kebakaran lahan dan hutan dan melakukan koordinasi SKPD terkait tentang upaya pengendalian kebakaran lahan dan hutan dalam Provinsi Jambi.

b. Sebaran lokasi sekolah masih ada yang jauh dan terisolasi.

Melakukan pendataan mengenai kondisi gedung sekolah, keadaan wajar 9 tahun, buta aksara dan anak usia dini secara riil dan akurat. Selain itu masih rendahnya APK/APM sekolah menengah, dan tingginya disparitas antar wilayah.

Memantapkan wajar 9 tahun dan merintis wajar 12 tahun serta melengkapi sarana dan prasarana pendidikan.

c. Masalah lahan yang belum siap ditempati. Perlunya koordinasi

Laporan Keterangan Pertanggung-Jawaban Gubernur Jambi Tahun 2009

-5 pihak terkait seperti Kepala Desa,Camat, BPN dan masyarakat adat untuk mempertegas status lahan yang akan ditempati transmigran.

d. Terkait dengan pelayanan terpadu satu pintu dimana belum semua kabupaten melaksanakan pelayanan terpadu. Dalam hal ini perlu dilakukan percepatan pembentukan PTSP di setiap kabupaten.

e. Masih ditemuinya eksploitasi SDA yang berlebihan dan kurang ramah lingkungan serta kurangnya kesadaran tentang manfaat pelestarian lingkungan hidup serta pembangunan yang berkelanjutan. Untuk skala usaha kecil dan menengah dengan melakukan penyuluhan dan pembinaan, sedangkan untuk skala besar (perusahaan) mewajibkan menyusun dokumen AMDAL, serta diawasi dan dimonitor secara terus menerus.

f. Lokasi kegiatan PETI berpindah-pindah. Melakukan monitoring dan pemantauan secara terus menerus untuk menginventarisir kerusakan dan pencemaran lingkungan akibat Peti. Menetapkan Kabupaten/Kota sebagai kawasan budidaya ikan dan membentuk Tim Batanghari Bersih.

6.6.22.. KEKERRJJAASSAAMMAA DDAAEERRAAHH DDEENNGGAANN PPIIHHAAKK KKEETTIIGGA A 6.2.1. Kebijakan dan Kegiatan

Dalam RPJM Provinsi Jambi disebutkan tujuan peningkatan kerjasama daerah dengan pihak ketiga adalah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas kerjasama antara Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dengan BUMN/BUMD, swasta dan masyarakat serta kerjasama dengan luar negeri dalam suatu kerangka kerjasama yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan hak-hak dasar masyarakat.

Laporan Keterangan Pertanggung-Jawaban Gubernur Jambi Tahun 2009

-6 Dalam RPJMD Provinsi Jambi kerjasama dengan pihak ketiga terdiri dari beberapa program yaitu :

a. Penyusunan data base potensi dan komoditi unggulan dari masing-masing Kabupaten/Kota di lingkungan Provinsi Jambi dalam rangka kerjasama antar Pemerintah Daerah dan antar Pemerintah Daerah dengan BUMN/BUMD, swasta dan masyarakat serta kerjasama luar negeri.

b. Memfasilitasi kerjasama antar Kabupaten/Kota, Provinsi dengan Kabupaten/Kota, antar Provinsi, Provinsi dengan Badan/Dinas/Instansi sektoral serta kerjasama luar negeri.

c. Penyusunan peraturan tentang pedoman kerjasama antar Pemerintah Daerah dengan BUMN/BUMD, swasta dan masyarakat.

d. Pengoptimalan dan peningkatan efektifitas sistem informasi pemerintahan daerah untuk memperkuat kerjasama antar pemerintah daerah dan kerjasama antar pemerintah daerah dengan BUMN/BUMD, swasta dan masyarakat serta kerjasama luar negeri.

Kebijakan dan kegiatan dalam kerjasama daerah dengan pihak ketiga selama tahun 2008 adalah sebagai berikut;

a. Kerjasama pengelolaan, konservasi penanggulangan kebakaran hutan

b. Peningkatan daya saing agro industri serta peningkatan efisiensi perdagangan daerah. Pengurangan kemiskinan dan ketimpangan pendapatan antar golongan masyarakat.

c. Aktif dalam forum gubernur IMT-GT Provinsi Sumatera dan Indonesia.

d. Peningkatkan kuantitas dan kualitas kerjasama antara

Laporan Keterangan Pertanggung-Jawaban Gubernur Jambi Tahun 2009

-7 Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dengan BUMN/BUMD, swasta dan masyarakat.

e. Peningkatan kerjasama dengan luar negeri dalam suatu kerangka kerjasama yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan hak-hak dasar masyarakat.

6.2.2. Realisasi dan Pelaksanaan Kegiatan

Realisasi pelaksanaan kegiatan kerjasama daerah dengan pihak ketiga pada tahun 2009 adalah sebagi berikut :

a. MOU antara Pemerintah Provinsi Jambi, Kabupaten/Kota dengan Pemerintah Singapura dalam bidang perdagangan karbon dan biodiversitas (sedang dalam tahap proses)

b. Kerjasama Provinsi Jambi dengan Pemerintah Singapura untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan (lanjutan) c. Kerjasama (MOU) BPPT dengan PTP VI tentang pemanfaatan

CPO menjadi Biofuel (lanjutan)

d. Kerjasama peningkatan pendidikan SDM dengan UNJA dan IPB Bogor serta memberikan bantuan biaya kuliah sampai tamat kepada 40 orang mahasiswa sejak tahun 2008 (S1) program studi pertambangan di UI, ITB, UNPAD, UNHAS, UPN dan UNSRI (lanjutan)

e. Kerjasama Dinas Perkebunan Provinsi Jambi dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Negara (LAPAN) Indonesia tentang pemetaan potensi dan pemanfaatan lahan perkebunan (sedang dalam tahap proses)

f. Kerjasama pelestarian dan konservasi sumberdaya hutan antara Pemerintah Provinsi Jambi (Dinas Kehutanan Provinsi Jambi) dengan Forest Law Enforcement Government and Trad) (FLGTI) (lanjutan)

Laporan Keterangan Pertanggung-Jawaban Gubernur Jambi Tahun 2009

-8 g. Kerjasama PT. Perkebunan Nusantara VI dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi dalam rangka integrasi pemeliharaan sapi potong dengan kebun sawit (lanjutan)

h. Kesepakatan bersama Pemerintah Provinsi Jambi dengan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Tentang Percepatan Peningkatan Fungsi dan Pembangunan Pelabuhan Muaro Sabak 6.2.3. Permasalahan dan Solusi

Permasalahan dan solusi dalam pelaksanaan kegiatan kerjasama daerah dengan pihak ketiga adalah sebagai berikut : a. Masih rendahnya komitmen dari pihak yang melakukan

kerjasama serta sulitnya implementasi dari sebagian kesepakatan. Meningkatkan komitmen pihak yang bersepakat, meningkatkan intensitas koordinasi dan penujukan personil yang profesional menindaklanjuti kesepakatan.

b. Lemahnya koordinasi intansi/pihak terkait dalam meningkatkan koordinasi dan evalausi progres kesepakatan yang telah dibuat.

c. Belum tersedianya pos dana untuk menindaklanjuti kesepakanan yang telah dibuat. Menganggarkan pada tahun berikutnya atau anggaran tambahan.

6.6.33.. KOKOOORRDDIINNAASSII DDEENNGGAANN IINNSSTATANNSSII VVEERRTTIIKKAALL

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selain dialokasikan dana dekonsentrasi (DK) dan dana tugas pembantuan (TP) yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Provinsi dan Kabupaten/Kota juga dialokasikan dana untuk instansi vertikal berupa dana kantor pusat (KP) dan dana kantor daerah (KD).

Melihat jumlah, luasnya cakupan penanganan dan besaran alokasi anggaran instansi vertikal di Provinsi Jambi yang lebih besar

Laporan Keterangan Pertanggung-Jawaban Gubernur Jambi Tahun 2009

-9 dari alokasi anggaran APBD Provinsi memperlihatkan kepada kita gambaran tentang besar dan banyaknya urusan yang masih dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat di daerah, namun disisi lain apabila dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah masih terkendala dari sisi pendanaan serta kemampuan dan ketersediaan aparatur pelaksananya. Untuk itu kepada Instansi Vertikal yang menyelenggarakan urusan pemerintahan pusat di Provinsi dan Kabupaten/Kota pada Pasal 12 Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan diwajibkan berkoordinasi dengan Gubernur atau Bupati/Walikota dan instansi terkait dalam perencanaan, pendanaan, evaluasi dan pelaporan, sesuai dengan norma, standar, pedoman, arahan, dan kebijakan pemerintah pusat yang diselaraskan dengan perencanaan tata ruang dan program pembangunan daerah serta kebijakan pemerintah daerah lainnya dan diwajibkan juga memberikan saran kepada Gubernur atau Bupati/Walikota berkenaan dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang dilimpahkan kepada masing-masing instansi vertikal.

Adapun realisasi pelaksanaan kegiatan dalam rangka koordinasi dengan instansi vertikal pada tahun 2009 sebagai berikut :

1. Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jambi

Dokumen terkait