• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Energi dan Pembangunan Infrastruktur

2013 1 Padang Pariaman 35 35

2.2.9. Pengembangan Energi dan Pembangunan Infrastruktur

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015 – 2019 menetapkan tiga dimensi pembangunan yaitu dimensi pembangunan manusia dan masyarakat, dimensi pembangunan sektor unggulan dan dimensi pemerataan dan kewilayahan. Pada dimensi pertama ditekankan pada peningkatan kualitas manusia dan masyarakat, dimensi kedua memprioritaskan pada kedaulatan pangan, kedaulatan energi dan ketenagalistrikan, kemaritiman dan kelautan serta pariwisata dan industri. Dimensi ketiga menekankan kepada pemerataan untuk seluruh masyarakat di seluruh wilayah.

Untuk mewujudkan ketiga dimensi tersebut dibutuhkan pembangunan berbagai sektor termasuk sektor energi dan infrastruktur. Pengembangan energi dan pembangunan infrastruktur diharapkan dapat mendukung ketiga dimensi tersebut. Hal ini terkait dengan peranan infrastruktur sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah dan urat nadi konektifitas daerah serta peranan energi untuk mendukung pembangunan. Keterjaminan konektifitas merupakan salah satu elemen dasar dalam upaya percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi. Tidak optimalnya konektifitas akan berdampak terhadap kenaikan biaya ekonomi, meningkatnya disparitas pembangunan serta memperlambat penanggulangan kemiskinan. Disamping itu pembangunan infrastruktur yang tidak merata termasuk rendahnya akses terhadap energi akan berakibat terhadap peningkatan kesenjangan pembangunan dan pengembangan wilayah.

Dalam upaya optimalisasi konektifitas, perlu ditekankan pembangunan infrastruktur transportasi yang didukung oleh sarana dan prasarana penunjang lainnya. Integrasi pembangunan sarana dan prasarana konektifitas dalam mendukung pembangunan dan pengembangan wilayah serta pengoptimalan sarana dan prasarana infrastruktur yang ada termasuk infrastruktur irigasi, telekomunikasi dan energi merupakan strategi kunci untuk percepatan pembangunan ekonomi serta pencapaian sasaran dimensi pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah.

Untuk mendukung pengoptimalan peran dan fungsi energi dan infrastruktur ini, maka pembangunan energi dan infrastruktur di Provinsi Sumatera Barat dilaksanakan dengan sasaran : (1) meningkatnya konektifitas intra dan antar daerah; (2) meningkatnya pengelolaan sumberdaya air; (3) tersedianya perumahan dan kawasan pemukiman yang berkualitas dan layak huni; (4) meningkatnya pengendalian dan pemanfaatan ruang sesuai

peruntukannya; (5) meningkatnya kapasitas sarana dan prasarana serta kualitas pelayanan transportasi darat, laut dan udara; (6) meningkatnya ketersediaan dan aksesibilitas energi listrik.

Pengembangan energi dan Pembangunan infrastruktur membutuhkan pendanaan dalam jumlah yang relatif besar, dan berdasarkan hasil evaluasi, alokasi anggaran tersebut telah dimanfaatkan dengan hasil yang cukup signifikan. Ini dapat dilihat dari capaian indikator kinerja program pada bidang energi dan infrastruktur pada tahun 2014 berdasarkan sasaran yang telah ditetapkan sebagai berikut:

Tabel 2.76.

Capaian Kinerja Prioritas dan Program Tahun 2015 Berdasarkan Sasaran RPJMD Provinsi Sumatera Barat

No Sasaran Program/Kegiata n Indikator Kinerja Target Capaia n SKPD 1. Meningkatnya kuantitas dan kualitas jalan dan jembatan Peningkatan partisipasi investasi swasta dalam pembangunan infrastruktur (public private infrastruktur) Daftar rencana proyek Kerjasama Pemerintah Swasta (PPP Book) Provinsi Sumbar

1 buku 1 buku Bappeda

3. Meningkatnya kuantitas dan kualitas jalan dan jembatan

Pembangunan jalan dan jembatan di Provinsi Sumbar

Kemantapan

jalan provinsi 86% 88,20% Prasjaltarkim Lanjutan pembangunan jalan duku sicincin malalak bukittinggi 16 km 16 km Prasjaltarki m Peningkatan

jalan provinsi 15 km 16,9km Prasjaltarkim Pembangunan

jalan baru (jalan strategis provinsi) 8 km 36 km Prasjaltarki m Pembangunan jembatan provinsi 50 m 50 m Prasjaltarki m 4. Meningkatnya kuantitas dan kualitas jalan dan jembatan Rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan Rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan provinsi 600 km 1.154,2 3 km Prasjaltarkim

Penyusunan buku Public Private Partnership (PPP) Infrastruktur Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014 dilakukan dalam upaya untuk mendorong keikutsertaan swasta dalam pembangunan infrastruktur. Pada buku PPP Infrastruktur tergambar informasi mengenai Proyek yang berpotensi untuk dikerjasamakan dengan swasta baik ditingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Sumatera Barat serta dokumen detail setiap proyek, seperti rencana pembiayaan, agenda realisasi, dokumen tender, dan kejelasan peran pemerintah, dengan demikian diharapkan pihak swasta dapat memberikan kontribusi pendanaan dan mengurangi beban pemerintah dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur.

Berdasarkan data yang ada, kemantapan jalan provinsi mengalami peningkatan. Pada tahun 2013, kemantapan jalan provinsi sekitar 87,87% dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 88,20%. Untuk lebih meningkatkan kemantapan jalan ini, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian, antara lain kepatuhan penerapan standar terkait dengan perencanaan, mutu pelaksanaan, dan pengawasan konstruksi jalan; pengaturan lalu lintas dan angkutan jalan; optimalisasi pelaksanaan pemeliharaan rutin dan berkala jalan, serta penataan pemanfaatan ruang yang berada di luar rumija (ruang milik jalan), termasuk pengendalian luasan catchment area air hujan agar tidak membanjiri badan jalan.

Pembangunan dan rehabilitasi jembatan provinsi juga telah menjadi perhatian pemerintah provinsi, pada tahun 2014 telah dibangun jembatan provinsi sepanjang 50 m, dan rehabilitasi jembatan provinsi dilakukan sepanjang 1.154,23 m, cukup jauh melampaui target RPJMD.

Kegiatan prioritas lainnya yang dilaksanakan provinsi untuk peningkatan konektivitas adalah pembangunan jalan baru (jalan strategis provinsi) sepanjang 36 km, melebihi target yang ditetapkan RPJMD untuk tahun 2014. Disamping pembangunan jalan baru, anggaran juga dialokasikan untuk peningkatan jalan provinsi sepanjang 16,9 km. Walaupun demikian, kebutuhan infrastruktur jalan masih belum bisa dipenuhi secara optimal dari anggaran yang tersedia. Hal ini harus menjadi prioritas mengingat peran infrastruktur jalan untuk pertumbuhan ekonomi, mengurangi tingkat keterisoliran daerah serta penghubung antara simpul-simpul pertumbuhan.

Selanjutnya untuk pencapaian sasaran peningkatan pengelolaan sumberdaya air telah dilakukan program/kegiatan dengan capaian target indikator kinerja pada tahun 2014 sebagai berikut:

Tabel 2.77.

Capaian Kinerja Prioritas dan Program Tahun 2015 Berdasarkan Sasaran RPJMD Provinsi Sumatera Barat

No Sasaran Program/Kegiatan Indikator kinerja Target Capaian SKPD

1. Meningkatnya pengelolaan sumberdaya air Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya

Peningkatan kualitas jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya 12 km 36,4 km PSDA 2. Meningkatnya pengelolaan sumberdaya air Pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai, danau dan sumber air lainnya

Pembangunan

chekdam 2 unit 3 unit PSDA

3. Meningkatnya pengelolaan sumberdaya air Pengendalian banjir dan pengamanan pantai Meningkatnya pengendalian banjir dan pengamanan pantai 8 km 11,4 km PSDA

No Sasaran Program/Kegiatan Indikator kinerja Target Capaian SKPD

pengelolaan sumberdaya air

pengelolaan air

baku ketersediaan dataair baku Kawasan kawasan

Pembangunan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi berperan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang merupakan salah satu prioritas dalam Nawacita.

Dari data yang ada, pembangunan jaringan irigasi pada tahun 2014 jauh melebihi target RPJMD, hal ini harus terus dipertahankan terutama untuk mencapai sasaran kedaulatan pangan sebagaimana yang ditetapkan dalam RPJMN 2015 – 2019. Disamping itu, dalam rangka konservasi sumberdaya air serta mendukung ketersediaan air baku bagi masyarakat telah dilaksanakan pembangunan 3 unit chekdam serta penyediaan air baku pada 3 kawasan. Jumlah ini harus lebih ditingkatkan terutama terkait dengan upaya untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim dan menjaga kelangsungan keberadaan daya dukung, daya tampung dan fungsi sumber daya air.

Dalam rangka pengendalian daya rusak air terutama untuk pengamanan areal pertanian, pemukiman dan jalan, pada tahun 2015 telah dibangun dan dilakukan pengamanan tebing sungai sepanjang 11,4 km. Untuk memaksimalkan pengendalian daya rusak tersebut perlu juga diprioritaskan kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Sungai dan pembangunan pengaman pantai dari ancaman abrasi, mengingat sebagian besar dari pantai di Provinsi Sumatera Barat sangat rawan terhadap abrasi.

Sasaran prioritas pengembangan energi dan pembangunan infrastruktur berikutnya adalah penyediaan perumahan dan pemukiman masyarakat dimana untuk pencapaiannya telah dilaksanakan melalui berbagai program/kegiatan pada tahun 2014 sebagai berikut:

Tabel 2.78.

Capaian Kinerja Prioritas dan Program Tahun 2015 Berdasarkan Sasaran RPJMD Provinsi Sumatera Barat

No Sasaran Program/Kegiatan Indikator kinerja Target Capaian SKPD

1. Tersedianya perumahan dan pemukiman masyarakat Pengembangan perumahan dan permukiman Meningkatnya pembangunan infrastruktur pemukiman di pedesaan 25 kawasan - (Bukan kewena ngan provinsi ) Prasjal Tarkim Perkuatan kelembagaan bidang perumahan

1 paket 1 paket Prasjal Tarkim

Pembangunan dan pengembangan TPA regional 1 kawasan 2 kawasa n Prasjal Tarkim Pengembangan

sistem pelayanan air minum 10 kawasan 4 kawasa n Prasjal Tarkim

Pengembangan perumahan dan kawasan permukiman serta penataan bangunan dan lingkungan merupakan salah satu hal vital untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.. Penyediaan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Perumahan dan Kawasan pemukiman yang memadai diiringi dengan penataan bangunan dan lingkungan menjadi syarat mutlak untuk sebuah kawasan yang sehat. Untuk mendukung hal tersebut telah dilakukan berbagai kegiatan antara lain pembangunan jalan lingkung, fasilitas pelayanan air limbah, persampahan dan drainase. Pada tahun 2014, pembangunan infrastruktur pedesaan dilaksanakan dengan dana APBN, hal ini terkait dengan faktor kewenangan provinsi. Disisi lain, pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah melaksanakan fungsinya dalam memfasilitasi perkuatan kelembagaan bidang perumahan melalui pembentukan Kelompok Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman. Untuk pembangunan disektor persampahan, telah dilakukan pembangunan dan pengembangan TPA Regional pada 2 kawasan yaitu kawasan Payakumbuh - 50 Kota - Bukittinggi dan TPA Regional Kab. Solok – Kota Solok. Untuk pengembangan sistem pelayanan air minum, dari 10 kawasan yang ditargetkan hanya bisa tercapai 4 kawasan. Sama halnya dengan pembangunan infarstruktur pedesaan, pengembangan SPAM juga terkendala masalah kewenangan dimana provinsi hanya bisa melaksnakan pengembangan untuk skala regional. Untuk mencapai target pembangunan keciptakaryaan, perlu upaya ekstra terutama untuk mendapatkan sumber pendanaan dari APBN, swasta maupun dana lainnya. Sebagai tahap awal, hal yang harus disiapkan kabutaen/kota adalah lahan, kesesuaian dengan tata ruang serta kelengkapan dokumen perencanaan (Studi Kelayakan, DED, Masterplan) Untuk peningkatan dan optimalisasi pembangunan sektor perumahan dan pemukiman dibutuhkan kontribusi dan komitmen yang kuat dari Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Selanjutnya untuk pencapaian sasaran peningkatan dan pengendalian pemanfaatan ruang, telah dilakukan beberapa program/kegiatan dengan target capaian kinerja pada tahun 2014 sebagai berikut:

Tabel 2.79.

Capaian Kinerja Prioritas dan Program Tahun 2015 Berdasarkan Sasaran RPJMD Provinsi Sumatera Barat

No Sasaran Program/Kegiatan Indikator Kinerja Target Capaian SKPD

1. Meningkatnya pengendalian dan

pemanfaatan

Perencanaan tata

ruang Meningkatnya perencanaan penataan ruang di Sumbar 4 dokume n 4 dokume n Prasjal tarkim

ruang 2. Meningkatnya pengendalian dan pemanfaatan ruang Pengendalian pemanfataan ruang Meningkatnya keserasian dan keselarasan rencana dengan pembangunan 2 kawasa n 2 kawasa n Prasjal tarkim

Pada tahun 2012 telah ditetapkan Peraturan daerah Tata Ruang Provinsi 2012-2032 melalui Perda No. 13 Tahun 2012. Pada tingkat Kabupaten/Kota, pada akhir tahun 2014 18 Kabupaten/Kota sudah menyelesaikan Perda RTRW Kabupaten/Kota, dan yang belum menyelesaikan Perda Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Pada tahun 2014 juga telah disusun beberapa 4 RDTR Kawasan Strategis provinsi serta dilakukan pengendalian pemanfaatan ruang pada 2 kawasan. Yang menjadi fokus prioritas selanjutnya adalah bagaimana mewujudkan pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. Untuk itu perlu peran dari segenap stakeholders termasuk BKPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota serta masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang. Perlu juga ditetapkan mekanisme pengendalian mulai dari perijinan pemanfaatan ruang, pemberian insentif dan disentif sampai pemberian sanksi kepada pelanggar ketentuan pemanfaatan ruang tersebut. Hal prioritas lainnya adalah peningkatan peran provinsi dengan dukungan Kabupaten/Kota untuk memfasilitasi pengaturan dan pengawasan penataan ruang dalam upaya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Penataan Ruang.

Pada sektor perhubungan telah ditetapkan sasaran peningkatan sarana dan prasarana transportasi darat, laut dan udara dengan capaian kinerja program/kegiatan pada tahun 2014 antara lain:

Tabel 2.80.

Capaian Kinerja Prioritas dan Program Tahun 2014 Berdasarkan Sasaran RPJMD Provinsi Sumatera Barat

No Sasaran Program/

Kegiatan Indikator Kinerja Target

Capaia n SKPD 1. Meningkatnya sarana dan prasarana transportasi darat, laut dan udara

Pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan sarana prasarana dan fasilitas lalu lintas angkutan jalan Pelayanan berklasifikasi baik berdasarkan standar pelayanan perhubungan darat 79% 79,93% Dishubk ominfo Perlengkapan jalan pada ruas jalan kewenangan provinsi

1 paket 1 paket Dishubk ominfo 2. Meningkatnya

sarana dan prasarana transportasi darat, laut dan udara Rehabilitasi, pemeliharaan dan peningkatan transportasi laut Perda/pergub/SK

No Sasaran Program/

Kegiatan Indikator Kinerja Target

Capaia n SKPD 3. Meningkatnya sarana dan prasarana transportasi darat, laut dan udara Rehabilitasi dan pemeliharaan transportasi udara Pembangunan bandara three in one di Mentawai 1 paket - Dishubk ominfo 4. Meningkatnya sarana dan prasarana transportasi darat, laut dan udara Pengembangan angkutan kereta api Terlaksananya rehabilitasi, pemeliharaan dan pembangunan prasarana dan fasilitas angkutan kereta api

1 paket 1 paket Dishubk ominfo

5 Meningkatnya sarana dan prasarana transportasi darat, laut dan udara Pengendalian dan pengamanan lalu lintas Meningkatkan keselamatan pengendalian dan pengamanan lalu lintas 20% 20% Dishubk ominfo

Salah satu agenda nasional adalah meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional dengan sub agenda diantaranya membangun konektivitas nasional untuk mencapai keseimbangan pembangunan. Sasaran yang ingin dicapai meliputi peningkatan kapasitas sarana dan prasarana transportasi dan keterpaduan sistem transportasi multimoda dan antarmoda, peningkatan kinerja pelayanan dan industri transportasi nasional serta peningkatan tingkat keselamatan dan keamanan penyelenggaraan pelayanan transportasi. Sektor transportasi merupakan sektor penting untuk mewujudkan konektivitas nasional tersebut. Pembangunan, rehabilitasi, pemeliharaan dan peningkatan sarana prasarana dan fasilitas lalu lintas angkutan jalan, transportasi laut, udara dan kereta api menjadi program prioritas yang dilaksanakan oleh Pemda dengan dukungan dari Pemerintah.

Berdasarkan kewenangan dan juga kemampuan pendanaan daerah, pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi laut, udara dan kereta api sebagian besar dilaksanakan oleh Pemerintah, dan pemda mendukung melalui penyediaan lahan, penyusunan dokumen perencanaan, serta pengawasan sesuai kemampuan daerah.

Kegiatan yang diprioritaskan dengan pendanaan APBD pada tahun 2014 adalah pengadaan sarana dan prasarana serta fasilitas angkutan jalan pada jalan kewenangan provinsi; kegiatan untuk pengendalian dan pengamanan lalu lintas termasuk dukungan untuk JTO, penertiban kendaraan bermotor di jalan, inventarisasi daerah rawan kecelakaan, penyusunan dokumen perencanaan pelabuhan, dukungan embarkasi haji dan pengawasan serta pembinaan bandara; dan pembebasan lahan KA Duku-BIM Tahap III.

Pada tahun 2014 kegiatan pembebasan lahan jalan kereta api Duku – BIM belum bisa dilaksanakan, karena masih ada 10 pemilik tanah yang belum menyetujui harga tanah yang ditetapkan panitia pengadaan tanah, sebagian tanah status kepemilikannya belum jelas serta alamat dan keberadaan pemilik tidak diketahui.

Untuk pembangunan bandara three in one di Mentawai dan Kota Padang yang rencananya difungsikan sebagai bandara umum dalam keadaan normal, sebagai bandara evakuasi dalam keadaan darurat dan sebagai jalan raya dalam keadaan aman juga belum bisa dilaksanakan. Kendalanya terutama terkait dengan keterbatasan anggaran untuk penyusunan DED, Amdal, pembebasan lahan serta biaya pembangunan fisik.

Peningkatan fasilitas lalu lintas jalan telah dilaksanakan tiap tahun, namun saat ini baru terpenuhi 60% dari kebutuhan. Kedepannya fasilitas lalu lintas jalan ini harus menjadi prioritas karena terkait dengan keamanan dan keselamatan.

Berikutnya untuk pencapaian sasaran peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan energi listrik telah dilaksanakan beberapa program/kegiatan pada tahun 2014 dengan capaian target indikator kinerja sebagai berikut:

Tabel 2.81.

Capaian Kinerja Prioritas dan Program Tahun 2014 Berdasarkan Sasaran RPJMD Provinsi Sumatera Barat

No Sasaran Program/

Kegiatan Indikator kinerja

Targe t Capaia n SKPD 1. Meningkatnya ketersediaan dan keterjangkauan energi listrik Pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan Pencapaian rasio elektrifikasi 79% 83,16% ESDM Cakupan layanan listrik 94% 90,72% ESDM

Berbagai program disektor energi dan kelistrikan telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Rasio elektrifikasi pada tahun 2014 melebihi target RPJMD sebesar 83,16%, dan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding rasio elektrifikasi tahun 2013 sebesar 77,69%. Pada tahun 2014 tercatat jumlah rumah tangga di Sumatera Barat 1.219.857, jumlah pelanggan PLN 968.516 rumah tangga dan pelanggan non PLN 45.961 rumah tangga. Cakupan layanan listrik pada tahun 2014 sebesar 90,02% belum berhasil memenuhi target RPJMD, namun capaian ini relatif lebih tinggi dari capaian tahun 2013 yang hanya mencapai 89,81%. Tidak tercapainya target terjadi karena sebagian wilayah yang mengalami pemekaran wilayah, belum terjangkau oleh layanan listrik. Berdasarkan data yang ada, pada tahun 2014, jumlah desa, kelurahan, jorong, korong, kampung dan dusun yang ada di Sumatera Barat sebanyak 4750 dan yang berlistrik sebanyak 4.309. Disisi lain, upaya untuk peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan energi listrik melalui pembangunan PLTMH, penyusunan Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah, dan pembuatan

feasilility study PLTM pada tahun 2014 tidak tercapai karena gagal lelang. Walaupun begitu, upaya untuk menaikkan rasio elektrikasi dan cakupan layanan listrik juga diakomodir melalui kegiatan pengembangan sumberdaya manusia melalui berbagai pelatihan, survei potensi tenaga air, perencanaan dan pengelolaan sektor kelistrikan. Untuk meningkatkan cakupan layanan listrik, kedepannya harus diprioritaskan kegiatan pembangunan PLTMH, pikohidro maupun PLTS serta sumber energi terbarukan, terutama untuk daerah terisolir, tertinggal dan perbatasan.

2.2.10. Pelaksanaan Penanggulangan Bencana Alam dan Pelestarian