• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian Tabel 41.

NO INDIKATOR UTAMA TAHUN 2014 REALISASI

B. Dinas Peternakan

3. Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian Tabel 41.

Target dan Realisasi pencapaian Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian

No. Program Indikator Satuan

Tahun 2014 SKPD Target Realisa si 1 Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian Jumlah Penyuluh yang mengikuti pelatihan orang 0 0 Peternakan

Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian pada RPJMD 2010-2015 perubahan untuk SKPD Dinas Peternakan berada pada SKPD Badan Koordinasi Penyuluh Provinsi sumatera Barat.

4. Program Penyediaan Sarana dan Prasarana Pembangunan Pertanian

Capaian indikator Penyediaan Sarana dan Prasarana Pembangunan Pertanian adalah meningkatnya sarana dan prasarana pertanian dengan capaian masing-masing indikator kinerja kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.42.

Target dan Realisasi pencapaian Program Penyediaan Sarana dan Prasarana Pembangunan Pertanian

No. Program Indikator Satuan TargetTahun 2014Realisasi SKPD

1. Program Penyediaan Sarana dan Prasarana Pembangunan Pertanian Meningkatnya sarana dan prasarana pertanian Unit 6 6 Peternaka n Peningkatan kualitas UPTD Unit 3 2 Peternaka n Unit pengelolaan pupuk organik (UPPO) Unit 3 6 Peternaka n Fasilitas SKIM kredit bagi petani

Jml SKIM 0 0 Peternaka n Jumlah produk semen beku Dosis 100.000 103.368 Peternaka n Evaluasi penggunaan dana kredit bagi petani (skim)

Klpk 5 6 Peternaka n

Peningkatan kualitas UPTD yang ditarget 3 unit, terealisasi sebanyak 2 unit untuk pengembangan bibit unggul ternak kambing, ayam dan sapi. Tersalurkannya sarana pengolahan pupuk organik sebanyak 6 Unit Chopper untuk 4 Kelompok Tani Ternak di kawasan integrasi sapi dengan sawit dan 2

Kelompok Tani Ternak di kawasan integrasi sapi dengan kakao sebagai berikut :

- Kelompok tani ternak di kawasan integrasi sapi dengan sawit adalah: (1) Kelompok Tani Bima Simental Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat, (2) Kelompok Tani Famili Setia Nagari Sungai Kambut Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dhamasraya, (3) Kelompok Tani Sido Makmur Nagari Sialang Gaung Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dhamasraya, (4) Kelompok Tani Sri Langgeng Nagari Tabek Kecamatan Timpeh Kabupaten Dhamasraya.

- Kelompok tani ternak di kawasan integrasi sapi dengan kakao adalah: (1) Kelompok Tani P4S Kelaok Dama Nagari Kinari Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok, (2) Kelompok Tani Putra Tujuh Nagari Tujuh Koto Talago Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota.

Terpenuhinya kebutuhan bibit unggul/komoditi peternakan pada BIB Tuah Sakato yang representatif sebanyak 1 unit dan pengdaan peralatan laboratorium BIB Tuah Sakato sebanyak 1 unit dan jumlah prtoduksi semen beku semula ditargetkan sebesar 100.000 dosis terealisasi 103.368 dosis. Peningkatan kualitas UPTD dilaksanakan melalui pembangunan pagar dan penataan kantor BIB Tuah Sakato, Pemeliharaan Rutin/Berkala Pusat Pelatihan, Mess BIB dan Gedung Kantor, Optimalisasi Produksi Semen Beku UPTD BIB Tuah Sakato, untuk Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO) dilaksanakan fasilitasi sarana pengolahan pupuk organik.

Beberapa langkah strategis yang dapat ditempuh diantaranya adalah: a. Perbaikan kualitas dan kuantitas produksi semen beku BIB Tuah Sakato. b. Meningkatkan pemanfaatan gedung pusat pelatihan yang ada di UPTD

BIB Tuah Sakato.

c. Mengupayakan RPH-M sudah mulai operasional dan memproduksi daging beku tahun 2015.

d. Mengaktifkan kembali SPT Air Runding dengan memperbaiki sarana dan prasarana di SPT tersebut.

e. Menambah bangunan untuk penginapan dan prasarana lainnya untuk Gedung Pusat Pelatihan di UPTD BIB Tuah Sakato.

f. Menambah petugas/personil untuk kebersihan dan pengamanan kantor UPTD BIB Tuah Sakato, UPTD RPHM, UPTD BPPMT.

5. Program Pengembangan Teknologi Informasi Pertanian dan Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian Tepat Guna

Tabel 3.43.

Target dan Realisasi pencapaian Program Pengembangan Teknologi Informasi Pertanian dan Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian

Tepat Guna

No. Program Indikator Satuan

Tahun 2014 SKPD Targe t Realisasi Program Pengembangan Teknologi Informasi

Berkembangnya teknologi informasi peternakan dan peningkatan penerapan teknologi pertanian tepat guna

Jumlah akseptor ET untuk meningkatkan

Ekor 30 30 Peternaka n

Pertanian dan Peningkatan

Penerapan Teknologi Pertanian Tepat Guna

mutu genetik ternak Persentase peternak yang sudah

mengimplementasi kan embrio transfer pada ternak sapi

% 0,06 0,06 Peternaka n Persentase peternak yang sudah mengimple mentasikan inseminiasi buatan pada ternak sapi

% 71,41 71,41 Peternaka n Tersebarnya informasi teknologi peternakan kali 1 1 Peternaka n

Jumlah akseptor ET untuk meningkatkan mutu genetik ternak pelaksanaan embrio transfer yang terealisasi sebanyak 30 akseptor (100%) dari target yang ditetapkan sebanyak 30 akseptor. Tingkat capaian kinerja pada sasaran ini sebesar 100%, Pencapaian sasaran ini ditetapkan melalui Pelaksanaan Embrio Transfer (ET) di Lokasi Pembibitan Ternak dan pelaksanaan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2014.

Untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan capaian kinerja tersebut diatas perlu dilakukan upaya-upaya strategis antara lain:

a. Selain Embrio Transfer (ET), perlu melakukan intensifikasi ternak melalui Inseminasi Buatan (IB) dengan meningkatkan jumlah akseptor IB setiap tahun. Dengan semakin intensifnya pelaksanaan IB, maka kualitas dan kuantitas ternak akan ikut meningkat. Kualitas ternak hasil IB akan jauh lebih bagus dari ternak hasil perkawinan alam karena ternak hasil IB merupakan keturunan dari pejantan unggul yang terpilih yang memiliki recording yang jelas jika dibandingkan dengan kualitas ternak dari hasil kawin alam.

b. Melakukan pembinaan terhadap masyarakat berkenaan dengan Inseminasi Buatan (IB), pengawasan terhadap mutu dan handling semen beku

Untuk target indikator kinerja persentase peternak yang sudah mengimpementasikan Inseminasi Buatan pada ternak sapi dengan target sebesar 71,41%, ditetapkan berdasarkan jumlah peternak/rumah tangga pemelihara ternak sapi yang telah menerapkan Inseminasi Buatan pada ternak sapi. Jumlah peternak/rumah tangga pemelihara sapi yang ditargetkan untuk mengimplementasikan Inseminasi Buatan pada ternak sapi sampai dengan tahun 2014 adalah sebanyak 144.000 KK/Rumah Tangga (71,54%) dengan jumlah ternak sapi sebanyak 144.000 ekor sapi dari 201.654 KK/rumah tangga pemelihara ternak sapi yang ditetapkan pada awal tahun Renstra (tahun 2010) Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat.

6. Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya saing, Produk Hasil Pertanian dan Perikanan

Tabel 3.44.

Target dan Realisasi pencapaian Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya saing, Produk Hasil Pertanian

No Program Indikator Satuan Tahun 2014 SKPD

Terkait Target Realisasi 1. Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya saing, Produk Hasil Pertanian

Meningkatnyan nilai tambah, daya saing, produk hasil pertanian Penerapan GHP dan GMP

produk segar olahan

Kelompok 1 1 Peternaka n

Persentase peningkatan nilai tambah harga produk olahan hasil peternakan - Daging % 30 30 Peternaka n - Telur % 30 30 Peternaka n - Susu % 50 50 Peternaka n Peningkatan kualitas usaha produk olahan peternakan Peningkatan kualitas usaha produk olahan peternakan

Kelompok 17 6 Peternaka n

Pencapaian sasaran ini ditetapkan melalui Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing Produksi Pertanian dengan tiga kegiatan yaitu :

a. Bimbingan Teknis Teknologi Manajemen Mutu Pengolahan Hasil Peternakan

b. Pengembangan Pola Usaha Penggemukan Sapi pada Kluster Triarga c. Sosialisasi Penerapan Good Handling Practise (HGP) dan Good

Manufacturing Practice (GMP) pada Usaha Pengolahan Produk Peternakan (Daging)

Pengolahan hasil peternakan yang telah berkembang di Sumatera Barat masih dalam skala kecil dan penyebarannya hanya pada daerah/ lokasi tertentu dengan teknologi yang sederhana.

Target indikator persentase peningkatan nilai tambah harga produk olahan hasil peternakan ditetapkan berdasarkan keuntungan yang diperoleh setelah produk peternakan diolah dikurangi dengan biaya produksi dan biaya harga satuan produk segar peternakan (daging, telur dan susu). Berdasarkan hasil pengukuran sasaran pada tabel, dapat disimpulkan bahwa rata pencapaian kinerja persentase peningkatan nilai tambah harga produk olahan hasil peternakan menunjukkan hasil yang baik (100%).

Adapun produk olahan hasil peternakan tersebut adalah rendang daging, rendang telur dan susu olahan dalam bentuk susu pasteurisasi, yoghurt, es krim, puding, karamel dan dodol susu

7. Program Pengamanan Sumberdaya Hewani