• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pertanian

NO INDIKATOR UTAMA TAHUN 2014 REALISASI

B. Dinas Peternakan

1. Program Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pertanian

Pembangunan peternakan di Provinsi Sumatera Barat merupakan usaha untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak dalam upaya menyediakan protein hewani baik untuk konsumsi sendiri. Tujuan berkembangnya kawasan peternakan dijabarkan ke dalam 1 sasaran strategis dengan 1 indikator. Capaian sasaran strategis dan indikatornya tersebut akan diuraikan sebagai berikut :

Tabel 3.41.

Target dan Realisasi pencapaian program Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pertanian Tahun 2014

No. Program Indikator Satuan Tahun 2014 SKPD Terkait Target Realisasi 1. Program Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pertanian dan Perikanan

Berkembangnya Kawasan Sentra Produksi (KSP)

- KSP Peternakan Kawasa n 8 12 Peternakan - Presentase kawasan yang mempunyai fasilitas memadai % 50 50 Peternakan - Tersedianya ternak kambing untuk penambahan ekor 7.701 7.768 Peternakan

populasi

Dari Tabel 3.41 terlihat bahwa program pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pertanian, untuk KSP tanaman pangan dan hortikultura memperlihatkan tidak ada peningkatan dari target yang ditetapkan Tahun 2014 untuk KSP target dan realisasinya tetap, tapi pengembangan lebih diarahkan kepada pengembangan agroindustri dan agrobisnis sesuai dengan potensi daerah yang dikembangkan.

Kawasan peternakan adalah kawasan yang secara khusus diperuntukkan untuk kegiatan peternakan atau terpadu sebagai usaha tani (berbasis tanaman pangan, holticultura, perkebunan atau perikanan) dan terpadu sebagai komponen ekosistem tertentu (kawasan hutan lindung dan suaka alam).

Kawasan sentra produksi peternakan sebanyak 8 kabupaten dengan tingkat capaian 12 (11 kabupaten dan 1 kota) terdiri dari kawasan integrasi dan kawasan prioritas (komoditas unggulan/ pembibitan, agropolitan).

Kawasan integrasi peternakan terdapat pada Kabupaten Agam, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Tanah Datar, Solok, Sijunjung Dharmasraya, Solok Selatan dan Pesisir Selatan. Sedangkan untuk

Kawasan komoditi unggulan terdapat pada Kabupaten Agam, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Tanah Datar, Solok, Sijunjung Dharmasraya, Solok Selatan, Pesisir Selatan dan Kota Padang, sedangkan

kawasan agropolitan terdapat pada Kabupaten Agam. Tingkat capaian kinerja pada sasaran ini sebesar 100%, keberhasilan pencapaian kinerja sasaran ini karena semua target indikator sasaran (IKU) tercapai sesuai dengan target yang direncanakan

Tingkat capaian kinerja pada sasaran ini adalah sebesar 100%, keberhasilan pencapaian kinerja sasaran ini karena semua target indikator sasaran tercapai sesuai dengan target yang direncanakan. Pencapaian sasaran ini dilaksanakan yang sesuai dengan spesifik daerah / wilayah dengan 6 kegiatan masing-masing:

a. Peningkatan produksi Ternak Sapi Perah;

b. Koordinasi dan Pembinaan Kawasan Sentra Produksi Peternakan; c. Koordinasi Pengembangan Kawasan lintas sektoral

d. Pengembangan Kawasan Ternak Kambing, e. Penyusunan masterplan kawasan peternakan.

f. Penyusunan database sarana prasarana teknis peternakan g. Pengembangan agribisnis kluster Triarga

Kawasan Integrasi Ternak Sapi dan Tanaman Perkebunan terdiri dari:

1. Sumbar 1 (Integrasi Ternak dengan Sawit dan Cacao) dengan alokasi Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Lima Puluh Kota Kota.

2. Sumbar 2 (Integrasi Sapi dengan Kakao) dengan alokasi Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Solok

3. Sumbar 3 (Integrasi Sapi dengan Sawit dan Kakao) dengan alokasi Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok

Selatan, dan Kabupaten Pesisir Selatan

Dari 24 kawasan yang ditarget dari tahun 2010, ada 12 kawasan (50%) Kawasan yang mempunyai fasilitas memadai yang sudah terealisasi adalah sebagai berikut :

- Kawasan Integrasi terdiri dari Kab. Dharmasraya, Kab. Sijunjung, Kab. Pessel, Kab. Solsel dan Kab. Pasaman Barat.

- Kawasan sapi potong meliputi Kab. Agam, Kab Lima Puluh Kota, Kab. Tanah Datar , Kab. Pasaman, Kab. Solok

- Kawasan unggas adalah Kab. Padang Pariaman dan Kota Padang

2. Program Peningkatan Produksi dan Mutu Pertanian Secara Berkelanjutan

Tabel 3.41.

Target dan realisasi pencapaian Program Peningkatan Produksi dan Mutu Pertanian Secara Berkelanjutan

No. Program Indikator Satuan Tahun 2014 SKPD Terkait Target Realisasi Peningkatan Produksi dan Mutu Pertanian Secara Berkelanjutan

Peningkatan Produksi dan mutu pertanian secara berkelanjutan

- Tersedianya produksi Daging Sapi Ton 62,100 27.545 Peternakan - Tersedianya produksi Daging Ton 1.793.201 1.755.65 4 Peternakan

- Produksi daging (%) 61,63 61,63 Peternakan

- Tersedianya produksi telur (ton) Ton 1.258.57 8 1.166.42 4 Peternakan - Tersediannya ternak sapi ekor 10.032 11.751 Peternakan - Tersediannya ternak kambing ekor 7.701 7.768 Peternakan - Meningkatnya produksi kambing ton 315.42 266.715 Peternakan - Tersedianya komoditi unggas ekor 830.610 842.847 Peternakan - Tersedianya anak hasil ET ekor 4 6 Peternakan - Jumlah kelompok GEPEMP yang difasilitasi klpk 12 12 Peternakan

Pada peningkatan produksi daging sapi Tahun 2014 dari yang ditargetkan 62.100 ton ternyata terealisasi sebesar 27.545 ton dengan tingkat capaian kinerja 44,36 %. Tidak tercapainya target produksi daging sebesar 100%, disebabkan karena masih tingginya angka pemotongan ternak betina yang produktif sehingga tingkat kelahiran ternak belum maksimal, maka untuk memperkuat produksi daging di Sumatera Barat. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat selanjutnya membuat langkah-langkah strategis sebagai berikut :

a. Penyebaran ternak sapi pada kawasan terpadu b. Pengawasan mutu pakan ternak

c. Replacement Bull pada UPTD BIB Tuah sakato

d. Pembinaan dan penerapan Good Farming Practice (GFP) pada kelompok budidaya sapi perah

e. Penggantian anak ET pada ternak rakyat untuk Replacement Bull

f. Bantuan ternak sapi lokal untuk Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

g. Peningkatan produksi bibit unggul ternak sapi h. Penyelamatan sapi betina produktif.

i. Menekan angka kematian ternak (pedet dan sapi muda). j. Peningkatan berat hidup sapi siap potong

k. Peningkatan kualitas pelayanan (RPH).

l. Meningkatkan kualitas pelayanan pasar ternak.

m. Integrasi sapi, sawit, kakao dan tanaman lainnya. Lokal pada UPTD BPPMT

n. Peningkatan usaha peternakan sapi o. Peningkatan mutu bibit ternak

p. Meningkatkan penyaluran Kredit Usaha Peternakan Sapi (KUPS) dan kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE).

q. Peningkatan kemampuan peternak melalui kegiatan penyuluhan dan bimbingan teknis penyuluhan.

r. Meningkatkan kualitas dan kuantitas bibit sapi potong/kerbau

Tersedianya anak hasil ET dari yang ditargetkan sebanyak 4 ekor terealisasi 6 ekor dengan pengadaan Sapi Simenthal Bull/PejantanUnggul sebagai pengganti ternak yang telah diafkir sebanyak 6 ekor melalui penjaringan anak ET yang ada di masyarakat. Adapun tujuannya adalah untuk mempertahankan kualitas semen beku BIB Tuah Sakato. Dan memenuhi keinginan masyarakat terhadap semen beku yang berkwalitas Hasil penjaringan anak ET yang ada di masyarakat.

Jumlah kelompok GEPEMP yang difasilitasi dengan target 12 kelompok terealisasi sebanyak 12 kelompok, pencapaian target indikator kinerja kegiatan ini 100 % dengan terlaksananya penyebaran ternak Sapi Bali sebanyak 132 ekor untuk 12 (dua belas) kelompok GEPEMP. Disamping itu juga dilakukan sosialisasi tata cara beternak sapi dan pembinaan serta monev kepada 12 kelompok.

3. Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian