Dalam melaksanakan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), Sampoerna Agro mengacu pada pengembangan kompetensi yang difokuskan pada empat pilar berikut:
1. Pencarian Sumber Daya Secara Strategis;
2. Peningkatan Kemampuan dan Pengembangan Karyawan; 3. Manajemen Kinerja;
4. Peningkatan Keterlibatan Karyawan, Retensi, dan Manajemen Bakat.
Keempat pilar tersebut menjadi landasan untuk berbagai tahapan pengembangan SDM yang difokuskan pada kompetensi, pemberdayaan karyawan secara intensif serta pengembangan potensi karyawan secara penuh. Oleh karena itu, pemberdayaan dan pengembangan potensi karyawan, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek, dilaksanakan melalui program-program pelatihan yang mengedepankan pada pengembangan karir, terutama bagi para karyawan yang berpotensi untuk unggul dan berprestasi tinggi. Berikut adalah langkah-langkah yang tercantum dalam roadmap Pengembangan SDM Perseroan:
• Manajemen pengembangan SDM dasar tahap awal, • Manajemen bakat untuk para karyawan berprestasi, dan • Manajemen SDM berkelanjutan.
Perseroan mengadakan program-program pelatihan untuk mengembangkan lebih lanjut potensi dan kinerja staf di seluruh jenjang manajemen. Seluruh karyawan akan dinilai berdasarkan kompetensi dan bukan dari lama masa bekerja saja. Hal ini menjadi landasan penilaian karyawan, dan Perseroan selalu memberikan kesempatan bagi tiap individu untuk menempati jabatan yang lebih tinggi dan bekerja pada unit usaha lain di luar bisnis kelapa sawit, misalnya pada bisnis perkebunan sagu dan karet.
Sepanjang tahun 2014, Perseroan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas SDM secara berkelanjutan dan terstruktur melalui pelatihan dan pengembangan karyawan. Pada tahun yang sama, Perseroan telah mengadakan 68 sesi pelatihan, mengikutsertakan hampir 1.254 peserta dengan jumlah rata-rata waktu pelatihan sebanyak 27 jam per orang; sebuah peningkatan yang baik dibandingkan dengan jumlah rata-rata waktu pelatihan sebelumnya, yaitu 16 jam per orang.
hr comPeTency deVeloPmenT
Sampoerna Agro’s HR management based on the development of competencies that focus on four pillars:
1. Strategic Resourcing;
2. Capability Building and Employee Development; 3. Performance Management;
4. Engagement Building, Retention and Talent Management.
These four pillars form the basis for the various HR development stages that focus on competency, empowering employees intensively and developing their full potential. In the short to long term, the empowerment and development of employee potentials are facilitated through the training programs that promote career development, especially for those who have the potential for excellence and achievement. The Company’s roadmap for HR Management is divided into the following sections:
• Early stage of fundamental HR development management, • Talent management for high-performing employees, and • Sustainable management of HR.
Training programs are provided to all levels of management staff, with the aim to develop their potential and performance further. All employees will be judged on their competencies and not on the basis of length of service alone. This is the basis for employee assessments and opportunities are given to every employee to reach for a higher position and be able to switch to business units other than palm oil, such as sago and rubber.
Throughout 2014, the Company continued to show a strong commitment to enhance the quality of HR in a sustainable and structured manner, through staff trainings and developments. The number of trainings provided in 2014 reached a total of 68 sessions, engaging close to 1,254 participants, and producing an average rate of 27 hours per person, a notable increase compared with the previous average of 16 hours per person.
komposisi Pelatihan
komposisi Pelatihan Persentase / Percentage
biaya Pelatihan / Training cost
(in rupiah)
Training Type
Motivasi 23% 431,025,943 Motivation
Pengembangan Teknis 52% 178,976,400 Technical
Seminar 4% 143,584,900 Seminar
Pengembangan soft skill 22% 449,215,286 Soft Skill Development
Total 100% 1,202,802,529 Total
Seluruh program SDM Perseroan diarahkan untuk membangun potensi atau bakat setiap karyawan serta memastikan ketersediaan SDM yang andal dan dapat mendukung pertumbuhan bisnis Sampoerna Agro, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu proses terpenting dalam manajemen bakat adalah proses
Talent review meeting (TRM), yaitu proses yang dirancang untuk menilai kinerja dan potensi karyawan serta membahas risiko yang mungkin terjadi apabila terdapat kekosongan SDM di tiap level dalam organisasi.
Terdapat tiga produk akhir TRM. Pertama, teridentifikasinya karyawan yang menunjukkan potensi terbaik (karyawan berpotensi tinggi). Selanjutnya, terbentuknya rencana kegiatan atau pengembangan karyawan untuk mempersiapkan para karyawan dalam menghadapi tanggung jawab yang lebih tinggi dan besar di masa depan. Terakhir, terbentuknya rencana suksesi bagi Perseroan ke depannya.
Sebagai bagian dari fokus rencana suksesi dan manajemen bakat, kinerja karyawan dinilai dengan Sistem Penilaian Kinerja berdasarkan
Key Performance Indicators (KPI) dan kompetensi setiap individu. Mekanisme ini bertujuan untuk memotivasi para karyawan untuk meningkatkan produktivitas. Selain itu, penilaian ini juga digunakan sebagai dasar perhitungan kompensasi bagi karyawan.
Selain pengembangan kompetensi sumber daya manusia, Perseroan berupaya mengelola kualitas SDM sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam The Sampoerna Way, yaitu “Anggarda Paramita” dan “Filosofi Tiga Tangan”. Kedua nilai ini telah diperkenalkan pada setiap karyawan di hari pertama mereka bergabung dengan Perseroan.
Sebagai contoh, sejak 2012, nilai-nilai The Sampoerna Way telah ditanamkan dalam program pelatihan bagi lulusan baru bernama STAR (sampoerna Talented Achievers for results) yang dilaksanakan di Pusat Pelatihan Sampoerna Agro. Program ini dilaksanakan untuk menjaring calon asisten kebun dan pabrik yang berpotensi, dimana
composition of Training
All HR programs are geared to build potential or talents of every employee, thereby ensuring the availability of reliable HR and able to support business growth of Sampoerna Agro, both for short and long term. One of the most important processes in talent management is the process of Talent Review Meeting (TRM). The process is designed to assess the performance and potential of employees, as well as to discuss the risks that may arise in the event of any vacant position within the organization.
There are three end products of TRM. First is the identification of employees who demonstrate the highest potential (high potential employees). Afterwards, we prepare the establishment of action plan or employee development plan, as to prepare employees for higher and greater responsibilities going forward. And the third is the formation of succession plan for the future of the Company.
As part of the focus on succession planning and talent management, employee performance is evaluated using the Performance Appraisal System based on individual Key Performance Indicators (KPI) and competence. This mechanism aims to motivate employees and improve their productivity. The assessment is also used as the basis for compensation system for employee.
In addition to the human resources competency development, the Company has made efforts in managing the HR quality in accordance with The Sampoerna Way values, which are the “Anggarda Paramita” and “Three Hands Philosophy”. These values are introduced to every employee from their first few days of joining the organization.
For example, since 2012 The Sampoerna Way values have been embedded in the training programs for fresh graduates. The training is referred to as STAR (Sampoerna Talented Achievers for Results) and conducted at Sampoerna Agro’s Training Center. The program is intended for prospective assistants for estates and mills, while the
nilai The Sampoerna Way sebagai panduan pengembangan diri dan budaya kerja sama. Nilai-nilai ini juga diterapkan dalam program pengembangan lanjutan bagi semua karyawan Sampoerna Agro, baik pengembangan soft skills maupun teknis.
Sepanjang tahun 2014, Perseroan berhasil mengimplementasikan program manajemen kinerja (performance management) dengan pendekatan Balanced scorecard dan Key Performance Indicator (KPI), dimana program ini pertama dijalankan pada 2013, untuk menilai produktivitas karyawan secara lebih objektif dan terukur. Program ini merupakan salah satu upaya Perseroan dalam mendukung praktik pengelolaan SDM berbasis kompetensi. Dengan adanya pola pengukuran kompetensi dan kinerja karyawan yang obyektif, Perseroan dapat memberikan perencanaan jenjang karir yang lebih terstruktur kepada karyawan. Hal ini juga merupakan inisiatif strategis Perseroan untuk mengembangkan bisnisnya dengan dukungan dari SDM berkualitas.