• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.2 Pengembangan Modul

Setelah mengumpulkan informasi, peneliti mendapatkan informasi melalui beberapa kegiatan yaitu wawancara dosen pengampu fonologi bahasa Indonesia dan penyebaran angket/kuesioner. Kemudian peneliti melakukan analisis hasil wawancara dan angket. Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti adalah membuat desain produk yanag akan dikembangkan sesuai dengan langkah kedua dari penelitian dan pengembanagn atau Research and Development (R&D). Penyusunan modul digital pembelajaran mengacu pada hasil yang didapat dari studi pendahuluan yang sudah dilakukan. Langkah pertama yang dilakukan dalam penyusunan modul adalah menentukan judul modul pembelajaran yaitu “Fonologi Bahasa Indonesia Aspek Fonetik dan Transkripsi Fonetik”. Setelah judul modul pembelajaran tersebut sudah ditetapkan, langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan, pemilihan bahan,

penyusunan kerangka, dan pengumpulan bahan. Berikut penjelasan dari langkah-langkah tersebut.

4.1.2.1 Penentuan Tujuan

Pada tahap ini, penentuan tujuan merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam pengembangan modul. Peneliti menentukan tujuan pembelajaran untuk masing-masing bab. Hal ini sangat penting karena menyangkut perihal kompetensi yang harus dicapai mahasiswa dalam pembelajaran dengan menggunakan modul yang sudah dibuat peneliti. Tujuan pembelajaran pada setiap bab mengacu pada kompetensi pencapaian dan indikator pencapaian. Tujuan pembelajaran pada masing-masing bab menggambarkan kemampuan pemahaman dan keterampilan yang harus dicapai oleh mahasiswa setelah mempelajari bab tersebut. Tujuan pembelajaran fonologi aspek transkripsi fonetik terbagi menjadi dua, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum yang diharapkan dari hasil pembelajaran menggunakan modul digital ini adalah mahasiswa mampu memahami materi fonetik dan transkripsi fonetik dengan metode komunikatif dengan tepat. Selain tujuan umum, peneliti juga menentukan tujuan khusus yang dijabarkan dalam tabel berikut.

Tabel 4.3 Penjabaran Tujuan Pembelajaran

Bab Capaian Akhir Pembelajaran I. Gambaran Umum Fonetik 1. Mahasiswa mampu memahami

konsep dasar fonetik

2. Mahasiswa mampu memahami jenis-jenis fonetik.

3. Mahasiswa mampu menjelaskan cara kerja alat bicara.

II. Tahapan, dan Proses Transkripsi Fonetik

1. Mahasiswa mampu memahami perbedaan ujaran dari setiap lambang bunyi fonetik

2. Mahasiswa mampu menuliskan transkripsi fonetik

4.1.2.2 Pemilihan Bahan

Setelah tujuan umum dan tujuan khusus selesai dirumuskan, langkah kedua yang dilakukan adalah peneliti mulai memilih bahan-bahan yang akan dimasukkan dalam modul pembelajaran. Pemilihan bahan ini berguna untuk menyesuaikan isi modul pembelajaran dengan tujuan pembelajaran serta materi apa saja yang dibutuhkan dalam modul tersebut. Maka dari itu, pemilihan bahan harus relevan dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan sebelumnya. Bahan-bahan yang perlu dipilih meliputi (1) teori yang relevan, (2) konsep tentang fonetik dan transkripsi fonetik, (3) contoh video yang berkaitan dengan ujaran, dan (4) gambar/ilustrasi yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai serta saran dari dosen pembimbing. Pemilihan bahan juga disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa PBSI, misalnya penggunaan bahasa yang mudah dipahami oleh mahasiswa, contoh video yang relevan, dan penggunaan gambar yang sesuai dengan topik. Selain itu, peneliti juga mengikuti masukan berdasarkan wawancara dengan dosen pengampu dan analisis kebutuhan mahasiswa dalam memilih bahan yang akan dimasukkkan dalam modul pembelajaran.

Dalam pemilihan bahan ini peneliti juga memilih gambar/ilustrasi dari berbagai sumber yang memiliki kesesuaian dengan isi modul. Gambar/ilustrasi ditambahkan dalam modul bertujuan agar mahasiswa lebih tertarik dan tidak bosan

dalam membaca dan mempelajari modul. Selain itu, penggunaan gambar/ilustrasi diharapkan mampu membantu mendukung materi yang sudah dipaparkan.

4.1.2.3 Penyusunan Kerangka

Setelah ditentukan bahan yang akan dicari, peneliti mulai menyusun kerangka modul pembelajaran agar bahan ajar modul dapat ditulis secara terstruktur. Kerangka modul memberikan informasi kepada peneliti terkait bagaian-bagian yang harus ada dalam penyusunan modul. Penyususnan kerangka terdiri atas (1) halaman judul modul digital, (2) kata pengantar, (3) petunjuk penggunaan modul digital, (4) daftar isi, (5) judul bab, (6) capaian pembelajaran, (7) peta konsep, (8) isi berupa materi tiap bab, (9) latihan, (10) rangkuman, (11) referensi, (12) kunci jawaban, (13) glosarium, dan (14) biodata penyusun.

Tabel 4.4 Kerangka Modul

No. Kerangka Modul

1. Sampul Luar 2. Kata Pengantar 3. Rasionalisasi

4. Petunjuk Penggunaan Modul 5. Daftar Isi

6. Kolom Kompetensi pencapaian dan Indikator pencapaian 7. Latihan

9. Tes Formatif 10. Refleksi 11. Evaluasi 12. Kunci Jawaban 13. Daftar Pustaka 14. Glosarium 15. Biodata Penulis

4.1.2.4 Pengumpulan dan Penyusunan Bahan

Setelah penyusunan kerangka bahan ajar, langkah selanjutnya yakni mengumpulkan bahan yang dibutuhkan dalam menyusun modul. Bahan yang dimaksud adalah segala informasi yang terkait dengan topik, yaitu konsep, teori, data, contoh, gambar/ilustrasi/video, tugas-tugas dan hal-hal yang berkaitan dengan topik tersebut. Bahan yang diperoleh berasal dari berbagai sumber, baik berupa buku referensi maupun sumber dari internet. Bahan-bahan yang dikumpulkan oleh peneliti bersumber dari buku-buku referensi, jurnal, dan internet. Lalu untuk menghindari plagiarisme, peneliti mencantumkan sumber referensi dalam daftar pustaka, dan beberapa sumber juga dicantumkan di bahwa gambar/ilustrasi, dan video. Semua bahan yang dikumpulkan akan diseleksi agar seusai dengan kebutuhan modul yang akan dibuat. Selanjutnya dilakukan penyeleksian bahan yang telah dikumpulkan untuk menentukan bahan-bahan tersebut agar benar-benar efektif dan efisien untuk digunakan. Bahan-bahan yang telah dikumpulkan tersebut dirangkum dalam bentuk

naskah melalui aplikasi Microsoft Word 2010. Setelah tahap penyeleksian bahan telah dilakukan, tahap selanjutnya adalah penyajian modul.

Peneliti menggunakan program aplikasi Canva untuk mendesain tampilan modul. Peneliti menggunakan program aplikasi tersebut karena banyak fitur desain grafis yang menarik yang tidak berbayar dan mudah dalam penggunaannya. Setelah tampilan lay out sudah dibuat, peneliti mulai memasukkan isi ke dalam lay out yang telah dibuat. Materi pembelajaran disusun secara sistematis untuk mempermudah mahasiswa untuk memahami materi modul.

Modul digital pembelajaran yang disusun terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama berupa halaman sampul atau sampul luar, kata pengantar, rasionalisasi, daftar isi, dan petunjuk penggunaan modul digital. Bagian halaman sampul atau sampul luar terdiri atas sasaran modul dan mata kuluiah, judul modul, dan nama penulis. Sasaran modul adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia untuk mata kuliah fonologi bahasa Indonesia. Judul modul yaitu Fonologi Bahasa Indonesia Aspek Fonetik dan Transkripsi Fonetik; penulis ialah Agata Krismonita Permatasari. Bagian pengantar berisikan tentang penjelasan terkait dengan isi modul, sasaran modul, dan tujuan akhir mempelajari materi dalam modul.

Bagian kedua mengenai isi/materi pembelajaran. Bagian isi terbagi menjadi dua bab. Bab pertama berjudul gambaran umum tentang fonetik, yang di dalamnya masih terbagi menjadi empat materi pembahasan yaitu, konsep dasar fonetik, jenis-jenis fonetik, alat-alat bicara, dan cara kerja alat bicara. Bab kedua berjudul transkripsi fonetik, yang terbagi menjadi dua materi pembahasan yaitu konsep

transkripsi fonetik dan cara mentranskrip fonetik. Setiap bab pada modul digital terdapat beberapa aktivitas yang terdiri atas latihan soal, tes formatif, dan refleksi di akhir setiap bab.

Bagian terakhir modul digital “Fonologi Bahasa Indonesia Aspek Fonetik dan Transkripsi Fonetik”. Bab ini terdiri atas kunci jawaban, daftar pustaka, dan glosarium. Kunci jawaban disediakan untuk bahan mencocokkan jawaban mahasiswa setelah selesai mengerjakan tugas pada setiap aktivitas. Kunci jawaban tersebut berfungsi untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugas dan mengukur tingkat kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi dalam modul tersebut. Daftar pustaka disajikan untuk memberikan sumber referensi dalam penyusunan modul tersebut. Glosarium dicantumkan untuk memudahkan mahasiswa memahami kata-kata asing yang belum dipahami oleh mahasiswa. Kemudian biografi dicantumkan terakhir guna mengetahui penulis yang menyusun modul pembelajaran tersebut.

4.1.2.5 Penyusunan Modul

Dalam penyusunan modul, peneliti menggunakan lima tahapan dalam penyusunan modul. Tahapan penyusunan modul meliputi: (1) penyusunan draf, (2) validasi desain modul, (3) pengaturan tata letak (lay out) modul, (4) finishing dan pencetakan atau penyebaran modul. Empat tahapat tersebut mengacu pada Direktorat Tenaga Kependidikan (2008:12-16) tentang prosedur penulisan modul dengan penyesuaian. Hal yang pertama dilakukan adalah penyusunan draf, peneliti dalam menyusun draf menggunakan aplikasi Microsoft Word 2010 untuk isi yang berbasis

teks dan peranti Canva untuk isi yang berbasis grafis. Dalam lembar kerja berukuran B5 (ISO) 17,6 cm X 25 cm, penulis mulai mengembangkan kerangka modul tersebut. Bagian pertama yang disusun oleh penulis adalah kata pengantar, rasionalisasi, petunjuk penggunaan, daftar isi, dan tabel Kompetensi Pencapaian dan Indikator Pencapaian. Sampul buku dan desain setiap lembar kerja didesain dengan menggunakan aplikasi Canva. Bagian kedua penulis mulai menyususn isi materi dengan membagi ke dalam dua bab yaitu kegiatan belajar 1 dan kegiatan belajar 2 yang dikembangkan denga Ms. Word untuk isi berbasis teks dan Canva untuk isi yang berbasis grafis. Pada setiap kegiatan belajar, diawali dengan pemaparan tujuan dan peta konsep, lalu di bawah pemaparan tujuan terdapat motivasi dari tokoh-tokoh terkenal. Kemudian lanjut dengan bagian ketiga sebagai bagian terakhir yang terdiri atas evaluasi, kunci jawaban, daftar pustaka, glosarium, dan biodata penulis.

Setelah desain modul selesai dibuat, peneliti memberikan desain modul tersebut kepada validator Danang Satria Nugraha, S.S., M.A dan Dr. Kunjana Rahardi, M.Hum., untuk dinilai. Desain modul mendapatkan beberapa masukan (1) Ilustrasi pena dan tintanya dapat diganti dengan simbol yang lebih substantif, misalnya organ wicara, atau lambang-lambang transkripsi fonetis, (2) mengganti ilustrasi dengan animasi-animasi yang memiliki hubungan dengan fonologi, (3) terdapat kesalahan pengetikan, (4) Perbaikan tata letak pada bagian tes formatif, (5) lembar biodata penulis tidak terbaca. Desain modul divalidasi berdasarkan pedoman kriteria struktur modul yang diadaptasi dari Penulisan Modul yang diterbitkan oleh Direktorat Tenaga Kependidikan (2008:3-23) dengan penyesuaian.

Setelah desain modul diperbaiki sesuai dengan masukan validator, kemudian, desain modul atau draf modul dirapikan tata letaknya. Peneliti mulai mengatur header, footer, margin, page number, desain footer, subjudul, teks, gambar ilustrasi, kolom, tabel, dan lain-lain secara lebih detail dan proporsional.

File modul yang telah siap kemudian disimpan dalam bentuk PDF dan kemudian dimasukkan ke dalam aplikasi flipbook untuk ditambakan video dan audio lalu dibagikan secara langsu dan pengguna dapat membuka melalui laptop atau gawai dengan cara menyalin file modul flipbook tersebut. Proses finishing meliputi pengecekan kualitas desain, lay out, warna, desain sampul luar. Peneliti memilih untuk membagikan secara online melalui email kepada kedua validator yang disertakan dengan berkas validasi atau instrumen validasi.

Dokumen terkait