• Tidak ada hasil yang ditemukan

PeNgemBANgAN Sdm

Dalam dokumen Energizing Business Structure (Halaman 166-170)

Seperti pada tahun sebelumnya, maka dalam melakukan implementasi program pengembangan sumber daya manusia didasarkan pada kompetensi, kebutuhan bisnis dan target kinerja. Program pengembangan sumber daya manusia mutlak dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan guna memastikan peningkatan kualitas sumber daya manusia sehingga mampu meningkatkan profesionalisme dan mampu menjawab tuntutan bisnis yang ada.

Pada dasarnya program pengembangan sumber daya manusia dilakukan berdasarkan Profil Kompetensi dan Learning Directory. Profil Kompetensi yang telah disusun, yaitu berupa pengetahuan, skill/keahlian baik teknis maupun non teknis yang dipersyaratkan di setiap bidang/fungsi kerja, digunakan sebagai dasar untuk memetakan level kompetensi yang dimiliki karyawan dan untuk melihat kesenjangan level kompetensi karyawan tersebut dengan tuntutan kompetensi yang dipersyaratkan.

Selanjutnya untuk memenuhi kesenjangan kompetensi tersebut, maka dilakukan program pengembangan yaitu melalui program pelatihan yang terpadu dan berkesinambungan dengan mengacu pada Learning

Directory. Learning Directory merupakan panduan

kompetensi dan pelatihan yang digunakan untuk program pelatihan dan pengembangan karyawan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratan di tiap bidang / fungsi kerja. Pada akhirnya program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi

including e-recruit application. This application was used for the recruitment process, either in labor proposal or in job posting, resulting in an easier and faster recruitment process. Induction online application is an application used to undertake particular induction to the employees through website. It enables the employees to conduct induction through the internet connection wherever they are. The other application is e-office automation application, which is the use of internet in handling any administration process such as business trip, vacancy, and permission to leave the job. The company had also created Employee Self Service Application merely to assist employees in updating information directly regarding the personal data.

HUmAN reSoUrceS deveLoPmeNT

As in the previous year, the company implemented the human resources development program based on the competence, business needs and performance target. The human resources development program is a must to do, consistently and continually, merely to ensure better human resources quality to enhance professionalism and enable the company to answer any business demands.

Basically, human resources development program is realized based on the Competence Profile and Learning Directory. The Competence Profile that has been formulated consists of knowledge, technical and non technical skills required at each department/function, serves as the basis to map the employees’ competence level as well as to discover the gap between the competence and the required competence demand.

Furthermore, in order to fill such competence gap, the company undertook particular development program through an integrated and sustainable training program referring to the Learning Directory. Learning Directory constitute the competence and training guidelines being used during human resources training and development, according to the required competence at every department/ working function. In the end, the training program aims to upgrade the employees’ competence, either technical competence, managerial

karyawan baik dalam hal peningkatan kompetensi teknis, kompetensi manajerial maupun sertifikasi sehingga diharapkan mampu memenuhi kesenjangan kompetensi yang ada.

Implementasi program pengembangan karyawan yang dilakukan sejalan dengan kebutuhan bisnis dan pemenuhan target kinerja sehingga mendukung pencapaian target kerja dan tujuan Perseroan. Elnusa Petroleum School merupakan program pelatihan yang dikembangkan secara komprehensif untuk memenuhi dan meningkatkan kompetensi teknis maupun manajerial di bidang migas. Program pelatihan yang telah dilakukan tersebut adalah sebagai berikut : a. Mandatory Training Program, yaitu pelatihan yang

berkaitan dengan persyaratan suatu pekerjaan baik di bidang operation maupun support yang wajib diikuti oleh karyawan sesuai dengan fungsi pekerjaan dan kepangkatannya. Pelatihan yang bersifat mandatory tersebut dapat berupa mandatory certification yaitu pelatihan yang membutuhkan sertifikasi yang diwajibkan oleh institusi pemerintah di bidang migas nasional maupun institusi lain yang terkait dengan bisnis migas, maupun mandatory non

certification yaitu pelatihan untuk mengembangkan

or certification and in the end may fill the existing competence gap.

The implementation of employees’ development program was in line with the business needs and the accomplishment of performance target, thus it supported the company to accomplish its working target and goals. Elnusa Petroleum School is a training program being developed comprehensively by the company merely to fulfill and foster either technical or managerial competence in oil and gas sector. The company had undertaken following training programs: a. Mandatory Training Program, a training related to

the qualification of particular occupation both in operational or support fronts. All the employees must involve in this mandatory training according to their function and structural level. This mandatory training may be in the form of mandatory certification, a training requiring legitimate certification being issued by governmental institutions in oil and gas sector or other institutions relating to oil and gas business. The other form of mandatory training is mandatory non certification, a training aims

kompetensi teknis yang bersifat wajib namun tidak memerlukan sertifikasi dari lembaga tertentu.

Mandatory training ini telah dilaksanakan sebanyak

541 Hari pelaksanaan training (dalam satu hari kerja memungkinkan terdapat beberapa pelaksanaan

training secara paralel) dengan jumlah peserta training sebanyak 1632 orang selama tahun 2010.

b. Technical Training Program, yaitu pelatihan yang terkait dengan kompetensi teknis pendukung suatu jabatan sesuai dengan fungsi pekerjaan dan kepangkatannya.

Technical training ini telah dilaksanakan sebanyak

307 Hari pelaksanaan training dengan jumlah peserta training sebanyak 2239 Orang selama Tahun 2010. Pada tahun 2010 telah dilaksanakan Snubbing

School di Divisi Oilfield Services sebagai bagian

dari pelaksanaan Technical Training Program. Batch pertama dilaksanakan pada bulan Agustus di Jakarta untuk crew Snubbing yang beroperasi di daerah operasi West Java Region. Peserta terdiri dari 30

crew dari berbagai jabatan, mulai dari roughneck

sampai superintendent. Batch kedua dilaksanakan pada bulan Oktober, di Balikpapan dengan jumlah peserta 60 orang, yang masing-masing terdiri dari 24

crew snubbing yang bekerja untuk Total EP Indonesie

dan 36 crew snubbing yang bekerja untuk Chevron. Pelatihan yang isinya 20% teori dan 80% praktek, dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi

crew, khususnya dibidang core competence sebagai

upaya meningkatkan pelayanan terhadap konsumen.

Technical Training juga dilaksanakan dalam bentuk sharing knowledge, seperti yang dilakukan di Divisi Geoscience Services secara rutin sekali dalam setiap

minggu dengan topik-topik teknis sesuai dengan kebutuhan operasi.

c. Managerial Training Program & General (Non Core)

Training Program, yang dimaksud dengan Managerial Training Program adalah pelatihan yang bersifat

manajerial yang berkaitan dengan soft skill sesuai dengan fungsi pekerjaan dan kepangkatannya, sedangkan General (Non Core) Training Program adalah segala bentuk pembelajaran untuk menambah pengetahuan umum dan secara langsung tidak terkait dengan persyaratan suatu jabatan atau kompetensi suatu jabatan tertentu (misalnya seminar kondisi krisis keuangan global, corporate valuation dll). Training

managerial dan general (non core) ini telah dilaksanakan

sebanyak 37 Hari pelaksanaan training dengan jumlah peserta training sebanyak 589 Orang.

d. Perseroan menyelenggarakan Program Pendidikan S2 bidang studi Geofisika yang ditujukan untuk karyawan PT. Elnusa Tbk, klien PT. Elnusa Tbk maupun beberapa

to develop technical competence that does not require any certification from particular institutions. The company had held Mandatory Training in 541 days of training (one working day may consist of several parallel training) with 1632 participants in 2010.

b. Technical Training Program, a training related to supporting technical competence of an occupation based on the function and structural level. The company had held such technical training in 207 days, involving 2239 participants in 2010. In 2010, the company held Snubbing School in Oilfield Services Division as the part of Technical Training Program implementation. The first batch was conducted in August in Jakarta for the Snubbing crew operating in West Java Region. The participants consisted of 30 crews from various kinds of position, from roughneck to superintendent. The second batch took place on October in Balikpapan, involving 60 participants where 24 snubbing crews worked for Total EP Indonesie and the remaining 36 snubbing crews worked for Chevron. The training comprising of 20% theory and 80% practice was aimed to enhance the crews’ competence particularly in the core competence aspect as it also parts of the effort to improve the service to customers. Technical Training is also conduted by sharing knowledge, as conducted at the Geoscience Services Divisions routinely once a week with technical topics suited with the operational necessity.

c. Managerial Training Program & General (Non Core) Training Program. Managerial Training Program is a managerial training for enhancing the soft skills according to the functions and structural level. General (Non Core) Training Program covers all kinds of learning activities to improve the general knowledge as it indirectly relates to the qualification or competence of particular occupation (e.g. work shop on the condition of global financial crisis, corporate valuation, etc). The company had held managerial and general (non-core) trainings in 37 days, involving 589 participants.

d. The company provides Post-graduate program program majoring in Geophysics, dedicated for the employees and clients of The Company as well

perusahaan migas. Tujuan program ini adalah sebagai bentuk pengembangan kepada karyawan, memberikan apresiasi kepada karyawan yang berprestasi serta memperluas jaringan baik dengan klien maupun dengan perusahaan migas yang lain. Program ini merupakan hasil kerjasama antara PT. Elnusa Tbk dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang pelaksanaannya di lokasi Perseroan Jakarta akan dimulai pada kuartal 1 tahun 2011 sebanyak satu kelas yang dilakukan setiap hari Jumat sore dan Sabtu setiap minggunya. Staf pengajar adalah dari ITB dengan kurikulum yang sesuai dengan yang ada di ITB. Konsep kerjasama dan mekanisme seleksi penerimaan sudah dimulai pada akhir tahun 2010 dan masih berlangsung sampai dengan saat ini. Secara keseluruhan Elnusa Petroleum School telah melaksanakan 884 Hari pelaksanaan training dengan jumlah peserta training sebanyak 4.460 Orang selama Tahun 2010 dengan Mandays sebanyak 9,60 Hari, yakni satu orang di Perseroan mendapatkan pelatihan selama Tahun 2010 sebanyak 7,11 hari. Pelatihan-pelatihan yang diadakan Perseroan tersebut diberikan kepada semua karyawannya dengan kesempatan yang sama, dengan memperhatikan kompetensi dan bidang kerja. Investasi pelatihan dan pengembangan yang dikeluarkan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp 4,086 miliar di luar biaya perjalanan dinasnya. Rata-rata alokasi biaya pelatihan per seluruh karyawan adalah sebesar Rp 3,78 juta. Adapun total peserta pelatihan selama tahun 2010 adalah 4.460 orang. Total peserta pelatihan dan pengembangan tahun 2010 mengalami kenaikan sebesar 19% dibandingkan dengan tahun 2009. Jumlah mandays juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 35%. Hal ini disebabkan karena perubahan metode pelaksanaan pelatihan di mana pada tahun 2010 penyelenggaraan pelatihan lebih banyak dilakukan secara inhouse sehingga secara investasi dapat lebih efisien namun dapat mencakup peserta pelatihan yang lebih banyak. Selain itu Perseroan juga lebih selektif melakukan pelatihan sesuai dengan prioritas dan lebih fokus pada pemenuhan kompetensi yang dibutuhkan.

Di samping pendidikan dan pelatihan, program pengembangan karyawan juga dilakukan melalui pelaksanaan mutasi (promosi dan rotasi) dimana untuk tahun 2010 telah dilakukan sebanyak 141 orang. Sedangkan total jumlah recruitment mencapai 319 orang yang terdiri atas rekrutmen melalui program

pro-hire dan fresh graduate. Jumlah tersebut di luar jumlah

rekrutmen untuk karyawan outsourcing maupun karyawan project base yang bersifat temporer dan jangka pendek.

as several oil and gas companies.This program is aimed to further develop the employees, appreciate the best performing employees and expand networks with clients and other oil and gas companies. The program was a product of a joint collaboration between The Company and Bandung Institute Of Technology. The program started in the first quarter of 2010 in the company’s office building in Jakarta. One class is held every Friday afternoon and Saturday. The instructors were from ITB as the program was included in ITB’s curriculum as well. The cooperation concept and the selection mechanism have begun since the end of 2010 until now.

Overall, Elnusa Petroleum School has held 884 days of training programs, involving 4,460 participants in 2010 with 9.60 days of Mandays, where one person in Elnusa could join in 7.11 days of training in 2010. The trainings conducted by the Company has been provided to all employees with equal opportunity, by paying attention on their competency and areas of work.

The total investment on training and development in 2010 was IDR4.086 billion, excluding the cost of business travel. The allocation of average training expense reached IDR3.78 million per employee. The total training participant in 2010 was 4,460 participants. The total participants of training and development programs in 2010 grew by 19% compared to 2009. The number of mandays also rose by 35% compared to the previous year merely due to the change of training implementation method where the company held more in-house training 2010. This particular change resulted into a more efficient investment as it may also cover more participants. Another advantage is that the company can be more selective in conducting the training according to the priority and focus more on the fulfillment of the required competence.

Besides education and training, the employee development program was also held through mutation (promotion and rotation), in which during 2010, the company had sent 141 employees for mutation. The total number of recruited people was 319 people recruited under prohire and fresh graduate programs. This particular figure excluded the number of outsourcing employees, or temporary and short-term, project-base employees.

Di sepanjang tahun 2010, konsep talent management masih dilakukan melalui assessment kompetensi karyawan dan kinerja karyawan untuk mengidentifikasi karyawan potensial dalam talent pooling sebagai salah satu data pendukung untuk kepentingan promosi, penempatan karyawan dan data pendukung suksesi. Hingga akhir 2010 telah dilakukan assessment baik untuk kebutuhan promosi maupun pengembangan terhadap karyawan di level manajerial maupun supervisor. Kegiatan tersebut dilakukan secara berkelanjutan sejalan dengan program penyusunan

succession planning dan career ladder.

reNcANA ProgrAm Improvement Sdm

Dalam dokumen Energizing Business Structure (Halaman 166-170)