• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

C. Tingkat Pendapatan (Varians Efisiensi Upah dan Varians Tarif Upah

Analisis variance, yaitu penyimpangan biaya sesungguhnya dari biaya standar Menurut Mulyadi (1991,424). Selisih biaya sesungguhnya dengan biaya standar dianalisis, dan dari analisis ini diselidiki penyebab terjadinya, untuk kemudian dicari jalan untuk mengatasi terjadinya selisih yang merugikan.

PDAM Kabupaten Gowa merupakan perusahaan BUMN dimana perusahaan tersebut tidak memiliki tarif upah sesungguhnya ataupun tarif upah standar melainkan gaji pokok yang telah ditetapkan oleh Pusat (Pemerintah). Selain itu jam kerja juga

telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sehingga ini menjadikan karyawan PDAM Kabupaten Gowa lebih extra dalam memanfaatkan jam kerjanya makanya karyawan dituntun untuk lebih keras dalam meningkatkan pendapatan perusahaan.

Peran tenaga kerja juga sangat besar dalam perusahaan. Pada umumnya sekitar 40% peran setiap tenaga kerja dalam perusahaan yang selebihnya dibagi atas modal, bahan baku, teknologi atau alat. Angka 40% ini diperkirakan oleh Kepala Bagian Keuangan pada PDAM Kabupaten Gowa sehingga tenaga kerja menjadi benteng setiap perusahaan untuk menjadikan perusahaan lebih maju. Namun, setiap tenaga kerja harus memberikan pengaruh positif kepada karyawan lain agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

Salah satu penunjang agar perusahaan tetap mampu bersaing yaitu tenaga kerja. Besarnya peranan tenaga kerja tergantung pada jumlah permintaan konsumen dan kemampuannya dalam menghasilkan produksi oleh perusahaan tersebut tapi yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yakni tingkat keahlian maupun skill setiap tenaga kerjanya.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tenaga kerja di dalam meningkatkan pendapatan perusahaannya seperti :

1. Pengalaman

Pengalaman merupakan salah satu pelajaran terbesar dalam diri seriap tenaga kerja dikarenakan pengalaman mampu menambah wawasan setiap manusia, memberikan contoh agar lebih baik kedepannya. Pengalaman juga memberikan pengaruh negatif ketika kita sering melakukan

kesalahan yang serupa maka setiap manusia wajib belajar dari sebuah pengalaman baik itu yang buruk maupun yang baik. Pengalaman juga membantu kita bersosialisasi dalam bekerja, dalam menggunakan alat teknologi yang baru sehingga dengan mudah tujuan perusahaan akan tercapai.

2. Skill atau Keahlian

Salah satu persyaratan kita menjadi tenaga kerja ataupun karyawan yakni kita harus memiliki skill atau keahlian khusus, seperti didalam menggunakan teknologi yang makin maju. Perusahaan akan bertahan dan bersaing dalam bidang apapun ketika semua karyawannya memiliki skill atau keahlian didalam bekerja.

Secara signifikan skill menjadi penentu dalam berproduksi. Karyawan tak akan berguna ketika dia tak mempunyai skill apapun. Skill juga bisa membuat kita lebih mandiri, percaya diri, serta bersemangat dalam beraktivitas. Dengan memiliki skill tenaga kerja dapat memberikan produk sesuai kebutuhan konsumen serta skill juga mampu menambah daya kreatifitas tenaga kerja dalam melakukan perubahan yang baik.

Dengan adanya perubahan mampu memberikan efek positif pada perusahaan tersebut agar konsumen tidak mengalami rasa jenuh dengan produk yang ada.

3. Motivasi

Motivasi merupakan dorongan dari diri sendiri ataupun orang agar berbuat lebih baik dari sebelumnya. Motivasi juga alasan dasar perbuatan yang dilakukan setiap orang. Motivasi merupakan semangat dalam bekerja ketika kita melihat produk kita dipakai oleh orang lain itu merupakan motivasi tersendiri dalam diri kita dimana kita sebagai tenaga kerja mampu memberikan penghargaan kepada perusahaan yang telah memberikan kesempatan yang baik ini. Motivasi juga berperan penting dalam perusahaan.

Perusahaan yang benar adalah perusahaan yang mampu memberikan motivasi kepada karyawannya didalam perusahaan tersebut. Dengan adanya hal tersebut perusahaan akan lebih dekat kepada karyawannya.

Selain itu hubungan antara pimpinan dengan karyawan terjalin dengan baik sehingga adanya kepuasan tersendiri oleh karyawan tersebut, serta dapat mengurangi kesalahpahaman setiap karyawan.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa tanpa menggunakan metode varians efisiensi upah dan varians tarif upah tidak mempengaruhi tingkat pendapatan tiap tahunnya oleh biaya tenaga kerja.

Tanpa menggunakan metode varians efisiensi upah pada biaya tenaga kerja kita tidak dapat membandingkan antara pendapatan setiap tahunnya hal ini dikarenakan tidak adanya pengaruh yang signifikan pada saat melakukan perbandingan. Ini ditunjukkan pada hasil penelitian pada perusahaan PDAM Kabupaten Gowa.

B. Saran

Pada tahun 2013 terjadi Selisih Rugi hal ini disebabkan oleh beberapa faktor eksternal maupun internal. Dengan melihat data diatas maka kami menyarankan untuk tahun-tahun berikutnya bahwa perusahaan perlu memperhatikan besar kecilnya anggaran atau biaya yang dikeluarkan agar perusahaan dapat menyeimbangkan antara penjualan non air maupun penjualan air, antara pemasukan maupun pengeluaran bukan hanya dari segi anggaran tetapi juga dari modal, laba maupun provitnya,

sehingga pendapatan dapat terus bertambah tanpa mengeluarkan tambahan biaya setiap tahunnya.

Perusahaan juga harus memperhatikan kesejahteraan para karyawannya agar mampu memberikan efek yang positif dalam mengerjakan dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya sehingga mampu meningkatkan pendapatan setiap tahun pada perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

Adharawati, Athena. 2010. Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Dengan

Anggaran Sebagai Alat Pengendalian, (Online),

(https://core.ac.uk/download/files/379/11721600.pdf, diakses 12 Februari 2016).

Akuntansi Perusahaan PELINDO. 2007. Jakarta.

Deddi Noordiawan, 2006, Akuntansi Sektor Publik. Penerbit: Salemba Empat, Jakarta.

Kartadinata, Abas. 2011. Akuntansi Dan Analisa Biaya. Jakarta: Rineka Cipta.

Mursyid, Raisyah. 2011. Pengaruh Partisipasi Anggaran, Komitmen Organisasi, Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Manajerial, (Online), (http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/16689/1/Raisyah

%20Mursyid.pdf, diakses 16 Februari 2016).

Nafarin, M. 2004. Penganggaran Perusahaan, Edisi Revisi, Salemba Empat, Jakarta.

Nafarin, 2007, Penganggaran Perusahaan. Edisi Ketiga. Penerbit: Salemba Empat, Jakarta.

Rahman, I.S. 2011. Pengaruh Realisasi Anggaran Penjualan (Pendapatan) Terhadap Pencapaian Laba PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2

Bandung Pada Tahun 2003-2007, (Online),

(http://aresearch.upi.edu/operator/upload/s_pea_033810_chapter2%281%2 9.pdf, diakses 1 Februari 2016).

Sulistiyaningsih. 2009. Kewirausahaan Mantan Tenaga Kerja Indonesia, (Online), (http://digilib.uinsby.ac.id/508/3/Bab%202.pdf diakses 1 Februari 2016).

Widyantoro, A.E. 2009. Implementasi Performance Based Budgeting, (Online), (https://core.ac.uk/download/files/379/11722953.pdf, diakses 1 Februari 2016).