• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

C. Struktur Organisasi

Struktur organisasi suatu perusahaan harus disusun dengan baik dan sistematis, karena hal ini sangat membantu pimpinan dalam melaksanakan dan mewujudkan rencana yang telah ditetapkan demi tercapainya tujuan perusahaan.

Adapun skema struktur organisasi PDAM GOWA sebagai berikut :

Secara garis besarnya, pelaksanaan kegiatan perusahaan dikelompokkan menjadi tiga bagian yang terdiri atas :

a. Bagian Administrasi b. Bagian Produksi c. Bagian Lapangan

Dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari, masing-masing bagian ini membawahi beberapa karyawan. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian dari setiap kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai berikut :

1. Pimpinan

Bertanggung jawab penuh atas perkembangan perusahaan, seluruh kegiatan dan sebagai pengambil keputusan dalam menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang akan ditempuh perusahaan.

2. Bagian Administrasi

Mencatat semua transaksi yang terjadi, baik penerimaan maupun pengeluaran keuangan sehubungan dengan kegiatan perusahaan serta membayar gaji karyawan.

3. Bagian Produksi

Mempunyai tugas dan tanggung jawab mengawasi para pekerja, mengawasi jalannya proses produksi, mengawasi mutu produksi serta pengatur kerja para karyawan.

4. Bagian Lapangan

Bertanggung jawab mengatasi kegiatan di bidang pemasaran seperti pembelian bahan baku, penjualan hasil produksi, penagihan kredit kepada pelanggan serta mengirim produk kepada para pelanggan.

STRUKTUR ORGANISASI PDAM GOWA

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan

Agar keberadaan anak perusahaan terus terjaga maka seluruh pengelola perusahaan wajib menjaga alur pendapatannya seimbang dengan pengeluaran yang dikeluarkan agar tidak besar pasak daripada tiang. Ada beberapa faktor yang mampu mempengaruhi tingkat pendapatan yaitu :

1. Anggaran atau modal berupa materi. Anggaran merupakan kas terbesar yang wajib dikeluarkan oleh tiap perusahaan agar mampu mengukur tingkat pendapatan setiap tahunnya. Dengan adanya perhitungan anggaran yang dikeluarkan maka pengelola perusahaan wajib memperhitungkan pendapatannya dalam hal ini pengelola harus pintar mengatur anggaran agar tidak disalah gunakan oleh pihak yang berwenang.

2. Lingkungan tempat berdirinya perusahaan tersebut. Lingkungan merupakan modal kedua terbesar dalam mendirikan sebuah perusahaan, banyak pengusaha yang seringkali tidak mempedulikan lingkungannya padahal dampak negatif yang ditimbulkan sangatlah besar. Salah satunya limbah yang dihasilkan mampu memberikan efek negatif terhadap lingkungan masyarakat.

3. SDM dan SDA yang berkualitas. SDM dalam hal ini diperlukan orang-orang yang cerdas bukan dalam satu bidang tetapi bisa banyak berguna serta harus

disertai skill yang baik agar perusahaan mampu memberikan inovasi yang baru dan baik. SDA juga harus yang berkualitas agar hasilnya dapat menarik investor dalam menanamkan usahanya agar terjadi peningkatan pendapatan setiap tahunnya.

4. Teknologi yang berkualitas dan maju dalam hal ini perusahaan harus pandai memilih teknologi yang baru dikarenakan pendapatan akan bertambah seiring dengan hasil produksi meningkat. Dengan begitu perusahaan akan bertahan lama dan mampu bersaing.

Dengan memenuhi beberapa faktor diatas maka yakinlah perusahaan daerah akan memberikan dampak yang positif terhadap kota/daerahnya, dikarenakan tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan perusahaan tetapi secara otomatis mampu memberikan dampak positif bagi kota/daerahnya.

B. Hubungan Antara Anggaran Dengan Pendapatan

Menurut PSAK No.23 Tahun 2012, menyatakan bahwa “Pendapatan adalah arus kas masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal”.

Sedangkan menurut Akuntansi Perusahaan PELINDO (2007:19) pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbil dari aktivitas normal entitas perusahaan selama suatu periode, bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan aset bersih yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

Pendapatan merupakan hasil yang diperoleh dari aktivitas-aktivitas perusahaan dalam suatu periode. Pendapatan merupakan hal yang penting karena pendapatan adalah objek atas aktivitas perusahaan.

Definisi menurut Blocher et al, (2007:446) definisi anggaran adalah sebagai berikut: Anggaran (budget) merupakan rencana operasi organisasi untuk suatu periode tertentu, anggaran mengidentifikasikan sumber daya dan komitmen yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi selama periode tersebut. Anggaran meliputi aspek keuangan maupun nonkeuangan dari operasi yang direncanakan.

Anggaran untuk suatu periode merupakan pedoman untuk melakukan operasi untuk suatu periode (anggaran) tersebut. Proses pembuatan anggaran disebut dengan penganggaran (budgeting).

Anggaran merupakan modal awal untuk memulai suatu kegiatan yang baik.

Berdasarkan hasil penelitian yang kami lakukan pada PDAM kabupaten Gowa dimana anggaran yang dikeluarkan oleh PDAM sebagai berikut :

Pendapatan Usaha PDAM Kabupaten Gowa 2013 20.000.000.000 3.231.116.250 17.934.600.500 21.165.716.750 SR 2014 25.000.000.000 4.152.692.000 20.117.523.600 24.270.215.600 SL 2015 30.000.000.000 3.520.797.500 23.204.663.450 26.725.460.950 SL

Tabel : 5.1 Sumber PDAM Kabupaten Gowa

Berdasarkan data diatas, pada tahun 2013 terjadi selisih rugi yaitu Rp.

21.165.716.750. Menurut hasil penelitian kami hal ini disebabkan beberapa faktor yaitu :

1. Pemadaman secara bergilir menyebabkan air dari PDAM tidak bisa mengalir secara normal ke konsumen karena pompa air PDAM tidak berfungsi dengan baik.

2. Kemarau panjang berkurangnya debit air yang akan disuling oleh PDAM.

Secara otomatis air sangat berkurang yang disalurkan kepada konsumen dan air menjadi keruh (tidak jernih) sehingga memyebabka4n penyulingan sangat lambat dan membutuhkan obat penjernih air yang sangat banyak.

3. Penambahan pipa induk baru untuk memperluas jaringan PDAM Gowa, akan menambah biaya yang sangat besar akan tetapi, daya beli masyarakat yang masih rendah sehingga minat pemasangan ledeng tidak seimbang dengan penambahan pipa baru.

4. Kerusakan/kebocoran pipa karena adanya penggalian kabel, perbaikan jalan, longsor, pipa yang sudah lama.

5. Pada tahun 2012-2013 nilai tukar rupiah terhadap dollar mencapai Rp. 14.500 sehingga mengakibatkan biaya produksi meningkat.

Akan tetapi, pada tahun 2014 dan 2015 terjadi selisih laba yaitu Rp.

24.270.215.600 dan Rp. 26.725.460.950 maka kami dapat memberikan penjelasan tentang perbandingan yang terjadi pada tiap tahunnya. Ini membuktikan bahwa PDAM Kabupaten Gowa mampu menjadi perusahaan daerah yang terkemuka.

Dengan adanya peningkatan laba setiap tahunnya maka anggaran memiliki pengaruh yang sangan besar terhadap peningkatan laba/pendapatan

Dengan ini hubungan antara anggaran dengan pendapatan bagi PDAM Gowa sangat berpengaruh bagi perusahaan dikarenakan perusahaan harus mampu mengelola anggaran yang diberikan menjadi pendapatan yang besar sehinggan dampak yang diberikan kepada daerah/kota sangat baik dimana perusahaan daerah ini bekerja secara aktif guna mencapai tujuannya.

Pendapatan pada prinsipnya mempunyai sifat menambah atau manaikkan nilai kekayaan pemilik perusahaan, baik dalam bentuk penerimaan maupun berupa hak dan tagihan.

Melihat faktor-faktor dalam meningkatkan pendapatan yaitu modal, tenaga kerja, lingkungan dan sebagainya maka, anggaran mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam perusahaan. Anggaran juga memiliki peran penting dalam perusahaan seperti investor karena investor akan melihat keadaan keuangan perusahaan dengan

melihat laporan keuangan dan berapa besar jumlah anggaran yang dikeluarkan oleh perusahaan dan secara otomatis investor mampu menarik kesimpulan.

Dalam bisnis, pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk atau jasa kepada pelanggan.

Bagi investor, pendapatan kurang penting dibanding keuntungan yang merupakan jumlah uang yang diterima setelah dikurangi pengeluaran.

Namun, tidak cukup dengan melihat anggarannya, investor juga melihat jumlah tenaga kerja dan teknologi yang digunakan oleh perusahaan tersebut.

Anggaran menjadi penentu dalam meningkatkan pendapatan karena anggaran merupakan modal awal dalam perusahaan maka, hubungan antara anggaran dan pendapatan sangat erat dan memiliki dampak yang signifikan apabila dikelola dengan baik.

C. Tingkat pendapatan (Varians Efisiensi Upah dan Varians Tarif Upah pada PDAM Kabupaten Gowa).

Analisis variance, yaitu penyimpangan biaya sesungguhnya dari biaya standar Menurut Mulyadi (1991,424). Selisih biaya sesungguhnya dengan biaya standar dianalisis, dan dari analisis ini diselidiki penyebab terjadinya, untuk kemudian dicari jalan untuk mengatasi terjadinya selisih yang merugikan.

PDAM Kabupaten Gowa merupakan perusahaan BUMN dimana perusahaan tersebut tidak memiliki tarif upah sesungguhnya ataupun tarif upah standar melainkan gaji pokok yang telah ditetapkan oleh Pusat (Pemerintah). Selain itu jam kerja juga

telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sehingga ini menjadikan karyawan PDAM Kabupaten Gowa lebih extra dalam memanfaatkan jam kerjanya makanya karyawan dituntun untuk lebih keras dalam meningkatkan pendapatan perusahaan.

Peran tenaga kerja juga sangat besar dalam perusahaan. Pada umumnya sekitar 40% peran setiap tenaga kerja dalam perusahaan yang selebihnya dibagi atas modal, bahan baku, teknologi atau alat. Angka 40% ini diperkirakan oleh Kepala Bagian Keuangan pada PDAM Kabupaten Gowa sehingga tenaga kerja menjadi benteng setiap perusahaan untuk menjadikan perusahaan lebih maju. Namun, setiap tenaga kerja harus memberikan pengaruh positif kepada karyawan lain agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

Salah satu penunjang agar perusahaan tetap mampu bersaing yaitu tenaga kerja. Besarnya peranan tenaga kerja tergantung pada jumlah permintaan konsumen dan kemampuannya dalam menghasilkan produksi oleh perusahaan tersebut tapi yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yakni tingkat keahlian maupun skill setiap tenaga kerjanya.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tenaga kerja di dalam meningkatkan pendapatan perusahaannya seperti :

1. Pengalaman

Pengalaman merupakan salah satu pelajaran terbesar dalam diri seriap tenaga kerja dikarenakan pengalaman mampu menambah wawasan setiap manusia, memberikan contoh agar lebih baik kedepannya. Pengalaman juga memberikan pengaruh negatif ketika kita sering melakukan

kesalahan yang serupa maka setiap manusia wajib belajar dari sebuah pengalaman baik itu yang buruk maupun yang baik. Pengalaman juga membantu kita bersosialisasi dalam bekerja, dalam menggunakan alat teknologi yang baru sehingga dengan mudah tujuan perusahaan akan tercapai.

2. Skill atau Keahlian

Salah satu persyaratan kita menjadi tenaga kerja ataupun karyawan yakni kita harus memiliki skill atau keahlian khusus, seperti didalam menggunakan teknologi yang makin maju. Perusahaan akan bertahan dan bersaing dalam bidang apapun ketika semua karyawannya memiliki skill atau keahlian didalam bekerja.

Secara signifikan skill menjadi penentu dalam berproduksi. Karyawan tak akan berguna ketika dia tak mempunyai skill apapun. Skill juga bisa membuat kita lebih mandiri, percaya diri, serta bersemangat dalam beraktivitas. Dengan memiliki skill tenaga kerja dapat memberikan produk sesuai kebutuhan konsumen serta skill juga mampu menambah daya kreatifitas tenaga kerja dalam melakukan perubahan yang baik.

Dengan adanya perubahan mampu memberikan efek positif pada perusahaan tersebut agar konsumen tidak mengalami rasa jenuh dengan produk yang ada.

3. Motivasi

Motivasi merupakan dorongan dari diri sendiri ataupun orang agar berbuat lebih baik dari sebelumnya. Motivasi juga alasan dasar perbuatan yang dilakukan setiap orang. Motivasi merupakan semangat dalam bekerja ketika kita melihat produk kita dipakai oleh orang lain itu merupakan motivasi tersendiri dalam diri kita dimana kita sebagai tenaga kerja mampu memberikan penghargaan kepada perusahaan yang telah memberikan kesempatan yang baik ini. Motivasi juga berperan penting dalam perusahaan.

Perusahaan yang benar adalah perusahaan yang mampu memberikan motivasi kepada karyawannya didalam perusahaan tersebut. Dengan adanya hal tersebut perusahaan akan lebih dekat kepada karyawannya.

Selain itu hubungan antara pimpinan dengan karyawan terjalin dengan baik sehingga adanya kepuasan tersendiri oleh karyawan tersebut, serta dapat mengurangi kesalahpahaman setiap karyawan.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa tanpa menggunakan metode varians efisiensi upah dan varians tarif upah tidak mempengaruhi tingkat pendapatan tiap tahunnya oleh biaya tenaga kerja.

Tanpa menggunakan metode varians efisiensi upah pada biaya tenaga kerja kita tidak dapat membandingkan antara pendapatan setiap tahunnya hal ini dikarenakan tidak adanya pengaruh yang signifikan pada saat melakukan perbandingan. Ini ditunjukkan pada hasil penelitian pada perusahaan PDAM Kabupaten Gowa.

B. Saran

Pada tahun 2013 terjadi Selisih Rugi hal ini disebabkan oleh beberapa faktor eksternal maupun internal. Dengan melihat data diatas maka kami menyarankan untuk tahun-tahun berikutnya bahwa perusahaan perlu memperhatikan besar kecilnya anggaran atau biaya yang dikeluarkan agar perusahaan dapat menyeimbangkan antara penjualan non air maupun penjualan air, antara pemasukan maupun pengeluaran bukan hanya dari segi anggaran tetapi juga dari modal, laba maupun provitnya,

sehingga pendapatan dapat terus bertambah tanpa mengeluarkan tambahan biaya setiap tahunnya.

Perusahaan juga harus memperhatikan kesejahteraan para karyawannya agar mampu memberikan efek yang positif dalam mengerjakan dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya sehingga mampu meningkatkan pendapatan setiap tahun pada perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

Adharawati, Athena. 2010. Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Dengan

Anggaran Sebagai Alat Pengendalian, (Online),

(https://core.ac.uk/download/files/379/11721600.pdf, diakses 12 Februari 2016).

Akuntansi Perusahaan PELINDO. 2007. Jakarta.

Deddi Noordiawan, 2006, Akuntansi Sektor Publik. Penerbit: Salemba Empat, Jakarta.

Kartadinata, Abas. 2011. Akuntansi Dan Analisa Biaya. Jakarta: Rineka Cipta.

Mursyid, Raisyah. 2011. Pengaruh Partisipasi Anggaran, Komitmen Organisasi, Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Manajerial, (Online), (http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/16689/1/Raisyah

%20Mursyid.pdf, diakses 16 Februari 2016).

Nafarin, M. 2004. Penganggaran Perusahaan, Edisi Revisi, Salemba Empat, Jakarta.

Nafarin, 2007, Penganggaran Perusahaan. Edisi Ketiga. Penerbit: Salemba Empat, Jakarta.

Rahman, I.S. 2011. Pengaruh Realisasi Anggaran Penjualan (Pendapatan) Terhadap Pencapaian Laba PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2

Bandung Pada Tahun 2003-2007, (Online),

(http://aresearch.upi.edu/operator/upload/s_pea_033810_chapter2%281%2 9.pdf, diakses 1 Februari 2016).

Sulistiyaningsih. 2009. Kewirausahaan Mantan Tenaga Kerja Indonesia, (Online), (http://digilib.uinsby.ac.id/508/3/Bab%202.pdf diakses 1 Februari 2016).

Widyantoro, A.E. 2009. Implementasi Performance Based Budgeting, (Online), (https://core.ac.uk/download/files/379/11722953.pdf, diakses 1 Februari 2016).