• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

B. Ekuitas Merek

1. Pengertian Ekuitas Merek

berhasil menjadi “Global Brand”, diterima di mana saja dan kapan saja

di seluruh dunia.

c. Merek mampu menciptakan komunikasi interaksi dengan konsumen.

Semakin kuat suatu merek, makin kuat pula interaksinya dengan

konsumen dan makin banyak brand association (asosiasi merek) yang

terbentuk dalam merek tersebut. Jika brand association (asosiasi

merek) yang terbentuk memiliki kualitas dan kuantitas yang kuat,

potensi ini akan meningkatkan brand image (citra merek).

d. Merek sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku konsumen, dan

sebuah merek yang kuat akan sanggup merubah perilaku konsumen.

e. Merek juga mampu memudahkan proses pengambilan keputusan

pembelian oleh konsumen. Dengan adanya merek, konsumen dapat

dengan mudah membedakan produk yang dibelinya dengan produk

lain sehubungan dengan kualitas, kepuasan, kebanggaan, ataupun

atribut lain yang melekat pada merek tersebut.

f. Merek dapat berkembang menjadi sumber aset terbesar bagi

perusahaan.

B. Ekuitas Merek

1. Pengertian Ekuitas Merek

Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (2008:282), ekuitas

merek adalah pengaruh deferensial positif bahwa jika pelanggan mengenal

11

ekuitas merek adalah sejauh mana pelanggan bersedia membayar lebih

untuk produk tersebut.

Ekuitas merek adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan

jasa. nilai ini bisa dicerminkan dalam cara konsumen berpikir, merasa, dan

bertindak terhadap merek, harga, pangsa pasar, dan profitabilitas yang

dimiliki perusahaan. ekuitas merek merupakan aset tak terwujud yang

penting, yang memiliki nilai psikologis dan keuangan bagi perusahaan

(Kotler dan Keller 2007:334).

Menurut Aaker (1997:23), ekuitas merek adalah seperangkat aset

dan liabilitas merek yang terkait dengan suatu merek, nama, simbol, yang

menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau

jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan.

Menurut Aaker, ekuitas merek dapat dikelompokan ke dalam 5

kategori. Pertama, kesadaran merek (brand awareness), menunjukkan

kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat

kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk

tertentu. Kedua, asosiasi merek (brand association), mencerminkan

pencitraan suatu merek terhadap suatu kesan tertentu dalam kaitannya

dengan kebiasaan, gaya hidup, manfaat, atribut produk, geografis, harga

pesaing, selebriti dan lain-lain. Ketiga, persepsi kualitas (perceived

quality), mencerminkan persepsi pelangan terhadap keseluruhan

kualitas/keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkenaan dengan

12

mencerminkan tingkat keterikatan konsumen dengan suatu merek produk.

Kelima, Aset-aset Merek Lainnya (other proprietary assets).

Empat elemen brand equity di luar aset-aset merek lainnya dikenal

dengan elemen-elemen utama dari brand equity. Elemen brand equity

yang kelima secara langsung akan dipengaruhi oleh kualitas dari empat

elemen utama tersebut (Durianto dkk, 2004). Adapun konsep brand equity

13

Gambar 2.1.

Konsep Brand Equity

v

Memperkuat nilai kepada

pelanggan dengan memperkuat

Memberikan nilai kepada

perusahaan dengan

memperkuat

 Interpretasi / proses informasi

 Rasa percaya diri dalam pembelian

 Pencapaian kepuasan dari pesaing

 Efisiensi dan efektivitas program pemasaran  Harga / laba  Brand Loyalty  Perluasan merek  Peningkatan Perdagangan  Keuntungan kompetitif Sumber: Darmadi.D, Sugiarto, Tony Sitinjak (2004:5)

Brand Brand loyalty Preceived Other Brand Brand Equity Nama, simbol

14 2. Peran Ekuitas Merek

Ekuitas merek merupakan aset yang dapat memberikan nilai

tersendiri di mata pelanggannya. Aset yang dikandung dapat membantu

pelanggan dalam menafsirkan, memproses, dan menyimpan informasi

yang terkait dengan produk dan merek tersebut. Ekuitas merek dapat

mempengaruhi rasa percaya diri konsumen dalam pengambilan keputusan

pembelian atas dasar pengalaman masa lalu dalam penggunaan atau

kedekatan, asosiasi dengan berbagai karakteristik merek. Dalam

kenyataannya, perceived quality dan brand association dapat

mempertinggi tingkat kepuasan konsumen (Durianto dkk, 2004).

Disamping memberi manfaat bagi konsumen, ekuitas merek juga

memberikan nilai bagi perusahaan dalam bentuk (Durianto dkk, 2004):

a. Ekuitas merek yang kuat dapat mempertinggi keberhasilan program

dalam memikat konsumen baru atau merangkul kembali konsumen

lama. Promosi yang dilakukan akan lebih efektif jika merek dikenal.

ekuitas merek yang kuat dapat menghilangkan keraguan konsumen

terhadap kualitas merek.

b. Empat dimensi brand equity : brand awareness, perceived quality,

asosiasi-asosiasi, dan aset merek lainnya dapat mempengaruhi alasan

pembelian konsumen. Bahkan seandainya brand awareness, perceived

quality, dan asosiasi-asosiasi tidak begitu penting dalam proses

pemilihan merek, ketiganya tetap dapat mengurangi keinginan atau

15

c. Brand loyalty yang telah diperkuat merupakan hal penting dalam

merespons inovasi yang dilakukan para pesaing. Brand loyalty adalah

salah satu kategori brand equity yang dipengaruhi oleh kategori brand

equity lainnya. Kategori-kategori brand equity lainnya juga

berhubungan satu sama lain. Perceived quality dapat dipengaruhi oleh

brand awareness. Nama merek dapat memberikan kesan bahwa produk

dibuat dengan baik (perceived quality), diyakinkan oleh asosiasi dan

loyalitas (seorang konsumen yang loyal tidak akan menyukai produk

yang kualitasnya rendah).

d. Brand association juga sangat penting sebagai dasar strategi positioning

maupun strategi perluasan produk. Suatu analisis terhadap portofolio

merek sangat diperlukan untuk mengetahui efektivitas dari perluasan

merek yang telah dilakukan.

e. Salah satu cara memperkuat brand equity adalah dengan melakukan

promosi besar-besaran yang membutuhkan biaya besar. Brand equity

yang kuat memungkinkan perusahaan memperoleh margin yang lebih

tinggi dengan menerapkan premium price (harga premium), dan

mengurangi ketergantungan pada promosi sehingga dapat dapat

diperoleh laba yang lebih tinggi.

f. Brand equity yang kuat dapat digunakan sebagai dasar untuk

pertumbuhan dan perluasan merek kepada produk lainnya atau

16

lebih mahal untuk dimasuki tanpa merek yang memiliki brand equity

tersebut.

g. Brand equity yang kuat dapat meningkatkan penjualan karena mampu

menciptakan loyalitas saluran distribusi. Toko, supermarket dan

tempat-tempat penjualan lainnya tidak akan ragu-ragu untuk menerima

suatu produk dengan brand equity yang kuat dan sudah terkenal untuk

dijual kepada konsumen. Produk dengan brand equity yang kuat akan

dicari oleh pedagang karena mereka yakin bahwa produk dengan merek

tersebut akan memberikan keuntungan bagi mereka. Dengan brand

equity yang kuat, saluran distribusi dapat berkembang sehingga

semakin banyak tempat penjualan yang pada akhirnya akan

memperbesar volume penjualan produk tersebut.

h. Aset-aset ekuitas merek lainnya dapat memberikan keuntungan

kompetitif bagi perusahaan dengan memanfaatkan celah-celah yang

tidak dimiliki pesaing. Biasanya, bila dimensi utama dari brand equity

yaitu brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand

loyalty sudah kuat, secara otomatis aset ekuitas merek lainnya juga akan

17 C. Elemen-Elemen Ekuitas Merek

1. Kesadaran Merek (Brand Awareness)

Dokumen terkait