METODOLOGI PENELITIAN
B. Teknik Penentuan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas:
obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya (Sugiyono, 2011:90). Populasi dari penelitian ini adalah
58
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki
oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2011:91). Penggunaan sampel
memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian dalam waktu yang
tidak terlalu lama dan biaya yang lebih rendah jika dibandingkan dengan
penelitian pada populasi.
Sampel yang diambil dalam penelitian berjumlah 60 responden.
Penentuan jumlah ukuran sampel didasarkan pada pernyataan Roscoe
(1982) dalam Sugiyono (2010:74), yang menyatakan bahwa ukuran
sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai 500.
Responden adalah orang yang diminta memberikan keterangan
tentang suatu fakta atau pendapat (Arikunto, 2010:188). Sampel yang
akan dijadikan responden dalam penelitian ini Unit Kegiatan Mahasiswa
Fotografi di Jakarta yang pernah menggunakan kamera merek canon dan
merek nikon .
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota
sampling. Menurut Malhotra (2009:374), sampling kuota adalah sampling
judgmental terbatas dua tahap, dimana pada tahap pertama penentuan
sampel dibatasi kuota berdasarkan karakteristik responden. Tahap ke dua,
elemen sampel dipilih berdasarkan kemudahan atau judgement.
59 C. Jenis dan Metode Pengumpulan Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Data primer
Menurut Istijanto (2005:45), data primer adalah data asli yang
dikumpulkan oleh periset untuk menjawab masalah risetnya secara
khusus. Data primer diperoleh secara langsung dari sumbernya, sehingga
periset merupakan “tangan pertama” yang memperoleh data tersebut.
Teknik pengumpulan data primer yang dilakukan dalam penelitian
ini menggunakan metode penyebaran angket (kuesioner). Angket adalah
instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data dengan cara
menyusun format pertanyaan yang telah didesain sedemikian rupa untuk
memudahkan analisis sesuai dengan tujuan penelitian (Rangkuti,
2009:83). Teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket
dilakukan dengan memberikan pertanyaan langsung kepada anggota Unit
Kegiatan Mahasiswa Fotografi di Jakarta yang pernah menggunakan
produk kamera merek Canon dan Nikon dan kemudian responden diminta
menjawab sesuai dengan pendapat mereka.
Untuk mengukur bobot penilaian angka hasil dari kuesioner dalam
penelitian ini digambarkan dalam skala likert. ukuran skala ini digunakan
untuk mempermudah konsumen memberikan penilaian sesuai dengan
tanggapan mereka terhadap produk. skala likert memiliki lima kategori
60
Tabel 3.1
Tingkat Penilaian Jawaban
Jenis Jawaban Bobot
Sangat Tidak Setuju 1
Tidak Setuju 2
Tidak Ada Pendapat 3
Setuju 4
Sangat Setuju 5
(Sumber : Rangkuti 2005:66)
2. Data Sekunder
Menurut Istijanto (2005:38), data sekunder merupakan data yang
telah dikumpulkan oleh pihak lain bukan oleh periset sendiri untuk tujuan
yang lain. Ini mengandung arti bahwa periset sekedar mencatat,
mengakses, atau meminta data tersebut (kadang sudah berbentuk
informasi) ke pihak lain yang telah mengumpulkannya di lapangan. Pada
umumnya, data sekunder digunakan oleh peneliti untuk memberikan
gambaran tambahan, atau pelengkap untuk menunjang proses penelitian.
Data sekunder dapat berupa sumber bacaan yang terdapat pada buku,
jurnal ilmiah, laporan penelitian, media masa dan penelitian terdahulu
61 D. Metode Analisis Data
1. Uji validitas dan Reliabilitas
a. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan
tingkatan-tingkatan keabsahan (validitas) suatu alat ukur (Arikunto 1998 dalam
Rangkuti, 2009:77). Menurut Sugiyono (2011:137), valid berarti
instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang
seharusnya diukur. Sebuah alat ukur dikatakan valid apabila mampu
mengukur sejauh mana data yang terkumpul dengan tepat dan tidak
menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud.
Menurut Sugiyono (2011:142), jumlah skor total uji validitas
dikatakan valid apabila jumlah skor > 0,30 dan korelasi tiap faktor
tersebut positif. Untuk mengukur uji tersebut menggunakan alat
bantu program SPSS.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjukan pada suatu pengertian bahwa suatu
instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat
pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto,
2010:221). Menurut Imam Ghozali (2009:45), reliabilitas adalah alat
untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari
variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau
62
atau stabil dari waktu ke waktu. Pengkuran reliabilitas dapat
dilakukan dengan dengan dua cara yaitu:
1) Repeated Measure atau pengukuran berulang: Disini seseorang
akan disodori pertanyaan yang sama pada waktu yang berbeda,
dan kemudian dilihat apakah ia tetap konsisten dengan
jawabannya.
2) One Shoot atau pengukuran sekali saja: Disini pengukurannya
hanya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan
pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban
pertanyaan. SPSS memberikan fasiltas untuk mengukur
reliabilitas dengan uji statisik Cronbach Alpha (X). suatu
konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberkan nilai
Cronbach Alpha lebih besar dari 0,60.
2. Uji Normalitas data
Hasil analisis diskriminan sangat sensitif jika terjadi penyimpangan
atasasumsi yang digunakan. Jika asumsi kenormalan data tidak terpenuhi
akan berakibat pada kesalahan dalam melakukan estimasi fungsi
diskriminan. Gujarati (1997:67) dalam Andy Pradana (2011:55)
menuliskan bahwa asumsi kenormalan data harus dipenuhi oleh sebuah
model dengan beberapa alasan :
a. Data normal menghasilkan model prediksi yang tidak bias, serta
63
b. Data normal menghasilkan model yang konsisten, yaitu dengan
meningkatnya jumlah sampel ke jumlah yang tidak terbatas, penaksir
akan mengarah ke nilai populasi yang sebenarnya.
Pengujian terhadap normalitas data dilakukan menggunakan One
Sample Kolmogorov-Smirnov Test dengan α=5%. Kaidah pengambilan
keputusan adalah (Ghozali, 2009:30):
a. Jika Probabilitas (p) > 0,05 maka data berdistribusi normal.
b. Jika Probabilitas (p) < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.
3. Analisis Diskriminan
Analisis Diskriminan adalah uji statistik yang digunakan oleh
peneliti ketika variabel prediktor terdiri dari satu atau lebih metrik, dan
variabel kriterion terdiri dari satu non-metrik dua kategori (Ghazali,
2009:9).
Menurut Santoso dan Tjiptono dalam Suranto dan Riza, analisis
diskriminan adalah metode statistik untuk mengelompokkan atau
mengklasifikasi sejumlah objek ke dalam beberapa kelompok,
berdasarkan beberapa variabel, sedemikian hingga setiap objek yang
menjadi anggota lebih dari pada satu kelompok. Pada prinsipnya analisis
diskriminan bertujuan untuk mengelompokkan setiap objek ke dalam dua
atau lebih kelompok berdasar pada kriteria sejumlah variabel bebas
(Suranto dan Riza, 2005:19).
Analisis diskriminan merupakan teknik menganalisis data, dimana
64
atau ordinal, bersifat kualitatif), sedangkan variabel bebas (predictor)
merupakan metrik (interval atau rasio, bersifat kuantitatif) (Supranto,
2010:77).
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tahap-tahap proses
analisis dengan menggunakan analisis diskriminan untuk dua kelompok.
Untuk mempermudah, analisis data dilakukan dengan bantuan software
SPSS.
a. Tujuan Dari Analisis Diskriminan
Analisis ini secara umum bertujuan untuk (Santoso, 2012:156):
1) Mengetahui apakah ada perbedaan yang jelas antar grup pada
variabel dependent (terikat),
2) Jika ada perbedaan selanjutnya menentukan variabel
independen (bebas) manakah pada fungsi diskriminan yang
membuat perbedaan tersebut,
3) Membuat Fungsi atau Model Diskriminan yang pada dasarnya
mirip dengan persamaan regresi,
4) Melakukan klasifikasi terhadap objek, apakah suatu objek
termasuk pada grup 1 atau grup 2, atau lainnya.
b. Proses Dasar dari Analisis Diskriminan
Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis diskriminan
adalah (Ghazali (2009:226).
65
Analysis Case Processing Summary, tabel yang menyatakan
bahwa semua responden (jumlah kasus atau baris SPSS)
semuanya valid (sah) untuk diproses dan agar dapat mengetahui
data yang hilang (missing).
2) Penilaian signifikansi variabel diskriminan melalui nilai
rata-rata
Tabel Group Statistics digunakan untuk menilai signifikansi
yang dilihat dari nilai rata-rata (mean) setiap variabel produk.
Semakin tinggi nilai mean, semakin positif (baik) penilaian
responden terhadap produk yang diteliti.
3) Menguji homogenitas varian data
Tabel Box’s M digunakan untuk mengetahui apakah suatu data
memiliki homogenitas varian data antara kategori 0 (Canon) dan
kategori 1 (Nikon).
4) Mengidentifikasi variabel diskriminan secara parsial
Tabel Test of Equality of Group Means digunakan untuk
mengetahui perbedaan atau persamaan variabel diskriminan
secara parsial. Jika nilai Wilks’Lambda mendekati angka 0 dan
nilai signifikansi < 0,05, maka terdapat perbedaan variabel
independen antara kedua produk secara parsial. Sedangkan jika
nilai Wilks’Lambda mendekati angka 1 dan nilai signifikansi >
0,05, maka tidak terdapat perbedaan variabel independen antara
66
5) Menjelaskan perbedaan variabel diskriminan secara simultan.
Tabel Wilk’s Lambda digunakan untuk mengetahui perbedaan
atau persamaan variabel diskriminan secara simultan. Jika nilai
Wilks’Lambda mendekati angka 0 dan nilai signifikansi < 0,05,
maka terdapat perbedaan variabel diskriminan antara kedua
produk secara simultan. Sedangkan jika nilai Wilks’Lambda
mendekati angka 1 dan nilai signifikansi > 0,05, maka tidak
terdapat perbedaan variabel diskriminan antara kedua produk
secara simultan.
6) Menguji kemampuan variabel independen dalam menjelaskan
variabel dependen.
Pada tabel Eigenvalues terdapat nilai Canonical correlation
yang digunakan untuk mengukur kemampuan variabel
independen dalam menjelaskan variabel dependen. Nilai
tersebut dikatakan baik jika > 0,05.
7) Membuat Persamaan Fungsi Diskriminan.
Tabel Canonical Discriminant Function Coefficient digunakan
untuk membentuk persamaan fungsi diskriminan. Variabel
dengan nilai koefisien yang positif setiap mengalami kenaikan
akan menaikan discriminant powernya sehingga dapat
menimbulkan perbedaan.
67
Pada tabel Function at Group Centroids terdapat nilai rata-rata
skor diskriminan (centroid) yang digunkan sebagai patokan
mengelompokan objek ke dalam 2 region dengan menggunakan
rumus yang disebut critical cutting score. Pengelompokan ini
dilakukan untuk melihat apakah terdapat miss klasifikasi pada
responden penelitian.
9) Ketepatan dalam memprediksi
Tabel Classification Result digunakan untuk mengukur angka
ketepatan prediksi dari model diskriminan. pada umumnya
ketepatan di atas 50% dianggap memadai. Selain itu terdapat
pula cara mengukur ketepatan prediksi dengan The Hit Ratio.
The Hit Ratio adalah persentase ketepatan pengklasifikasian
suatu objek.
68 E. Operasional Variabel
Tabel 3.2 Operasional Variabel
Variabel Indikator Skala
Brand Awareness (Yoo dkk,
2000:203)
1. Konsumen mengetahui seperti apa
merek X
2. Konsumen dapat mengenali merek
X diantara merek pesaing.
3. Konsumen dapat mengingat
langsung merek X
4. Konsumen dapat dengan cepat
mengingat ciri merek X
5. Konsumen dapat dengan cepat
mengingat logo atau simbol merek
X
6. Konsumen dapat dengan mudah
membayangkan merek X di
benaknya
69
Variabel Indikator Skala
Brand Association (Durianto dkk,
2004:70)
1. Atribut produk
2. Atribut tak berwujud
3. Manfaat bagi pelanggan
4. Harga relatif 5. Penggunaan 6. Pelanggan 7. Orang terkenal 8. Gaya hidup/kepribadian 9. Pesaing Likert Perceived Quality (Durianto dkk, 2001:98) 1. Kinerja 2. Kemudahan pelayanan 3. Daya Tahan 4. Kehandalan Likert Brand Loyalty (Yoo dkk, 2000:203)
1. Konsumen membeli produk merek x
secara rutin
2. Konsumen berminat membeli
70 Variabel Brand Loyalty (Yoo dkk, 2000:203) Indikator
3. Merek x akan menjadi pilihan utama
konsumen
4. Konsumen merasa puas setelah
menggunakan produk merek x
5. Konsumen tidak akan membeli
merek lain jika merek x tersedia di
took
6. Konsumen akan merekomendasikan
merek x kepada orang lain
7. Konsumen tidak akan beralih ke
merek lain di lain waktu
8. Konsumen menganggap dirinya
loyal terhadap merek x
Skala
71