• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOMI PENELITIAN

H. Uji Instrumen Penelitian

I. Teknik Analisis Data

2. Pengujian Hipotesis

Dari hasil uji normalitas dan linieritas data maka pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana (Sudhana, 2002: 325) dan uji beda mean, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Untuk menguji hipotesis pertama, kedua dan ketiga yaitu pengaruh persepsi siswa mengenai metode mengajar guru, pengaruh persepsi siswa mengenai gaya mengajar guru, dan pengaruh persepsi siswa

mengenai sikap guru dalam mengajar terhadap minat siswa untuk menjadi guru digunakan rumus regresi linier sederhana.

Y = a + bX

Dimana: Y = minat siswa untuk menjadi guru

X = persepsi siswa mengenai metode mengajar guru, atau persepsi siswa mengenai gaya mengajar, atau persepsi siswa mengenai sikap guru dalam mengajar. Untuk menghitung nilai a, b menggunakan persamaan berikut: a = (∑ Y1)( ∑X1) – (∑X1)(∑X1Y1)

n ∑X12 – (∑X1) 2 b = n ∑X1Y1 – (∑X 1)( ∑ Y 1)

n ∑X12 – (∑X1) 2

Untuk membuktikan hipotesis diterima atau ditolak, maka dilakukan uji signifikansi dengan rumus sebagai berikut:

t = b – θ20 sb

Untuk alternatif H1 : θ 2 ≠ θ20, maka tolak Ho jika t ≥ t1 - ½

α

atau t ≤ - t1 - ½

α

dengan distribusi t yang digunakan mempunyai dk = (n–2) dan

α

menyatakan taraf nyata pengujian. Taraf nyata yang digunakan adalah 5% atau 0,05.

a. Jika t hitung < t tabel, Ho diterima b. Jika t hitung > t tabel, Ho ditolak.

Pengolahan data ini dilakukan dengan bantuan komputer dengan menggunakan program SPSS 12.

2) Untuk menguji hipotesis keempat, yaitu pengaruh latar belakang pekerjaan orang tua terhadap minat siswa untuk menjadi guru digunakan rumus uji beda mean (uji t).

Analisis uji beda mean dihitung dengan menggunakan uji t untuk menguji nilai rata-rata atau mean Xi. Pengolahan data ini dilakukan dengan bantuan komputer dengan menggunakan program SPSS 12.

BABBIV

GAMBARANBUMUMBVEKOLAH

A. MengenalBVMABVtB.BMikaelBWarakBVleman 1. VejarahBBerdirinyaBVMABVt.BMikaelB

SMA Mikael terletak di desa Warak Kelurahan Sumberadi Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kode pos 55288. Luas tanah keseluruhannya yaitu 6.425 m2

dengan luas bangunan 2.078 m2.

Pada tahun 1982, berdirilah SMA Kartika yang dikelola oleh Yayasan Pertahanan Sipil di bawah pimpinan Bapak Dono sekaligus sebagai pemilik tanah. Pada saat itu lokasinya sendiri masih menjadi satu dengan Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Namun karena kondisi tempat yang tidak memadai akhirnya SMA Kartika dipindahkan ke Denggung bersama dengan murid–murid lama untuk tetap melanjutkan proses KBM di sana. Di tempat yang baru, atas saran dari Dinas Propinsi untuk mendirikan sekolah baru dengan nama SMA Sta. Yulia dengan Bapak Subardjo Yuventius sebagai kepala sekolah yang pertama. Namun pihak Dinas menyatakan bahwa sekolahan tersebut tidak resmi, karena murid-murid yang ada merupakan murid-murid-murid-murid sekolah yang lama (SMA Kartika). Karena dianggap tidak resmi, SMA Sta. Yulia terpaksa harus dibubarkan.

Selanjutnya, dari Dinas Pendidikan menyarankan Bapak Subardjo dan Suster Canisia untuk membentuk sekolah baru dan terbentuklah SMA St. Mikael yang diresmikan oleh Kanwil Depdikbud Propinsi DIY pada tanggal 14 Juli 1984 dengan SK pendirian yang keluar pada tanggal 28 Mei 1984 dengan No. 0457/H/1986 yang menyatakan bahwa SMA Mikael dapat berjalan secara operasional, meskipun pada tingkat pertama hanya menerima murid sejumlah 44 orang.

Pada tahun 1987 SMA St. Mikael mulai menerima murid baru dari tingkat pertama sampai ke tiga dengan dua macam penjurusan yaitu IPA dan IPS. Pada tanggal 14 Desember 2005 SMA St. Mikael mendapat akreditasi A dan berlaku sampai sekarang.

2. Visi,BMisiBdanBTujuanBVMABVt.BMikael a. Visi SMA St. Mikael

Tangguh dalam kepribadian, unggul dalam kecerdasan, serta mampu berkompetisi berdasarkan iman kristiani. Indikator- indikator visi :

1. Warga SMA St. Mikael Sleman memiliki budi pekerti luhur.

2. Warga SMA St. Mikael Sleman mampu mengembangkan diri sesuai dengan kecerdasan masing–masing.

3. Warga SMA St. Mikael Sleman mempunyai daya juang yang tinggi untuk berkompetisi.

5. Warga SMA St. Mikael Sleman memiliki kasih persaudaraan yang tinggi.

b. Misi SMA St. Mikael

1. Menumbuhkembangkan nilai–nilai budi pekerti luhur.

2. Melaksanakan pembelajaran, bimbingan, pelatihan secara efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal.

3. Meningkatkan daya juang untuk berprestasi sehingga mampu untuk berkompetisi.

4. Menumbuhkembangkan penghayatan nilai-nilai kristiani.

5. Menghidupkan dan mengembangkan sekolah sebagai komunitas iman yang mencerminkan tata kehidupan bersama yang semakin bersaudara, adil dan bermartabat.

c. Tujuan SMA St. Mikael

1. Setiap warga sekolah memiliki kedisiplinan tinggi.

2. Setiap warga sekolah berperilaku sopan dan santun dalam kehidupan sehari-hari.

3. Setiap warga sekolah berperilaku hidup sehat. 4. Persentase kelulusan meningkat.

5. Nilai rata-rata ujian meningkat. 6. Rangking nilai ujian meningkat.

7. Sekolah memiliki tim olahraga yang mampu tampil menjadi finalis pada lomba di tingkat kabupaten untuk: basket, voli dan sepak bola.

8. Sekolah memiliki tim kesenian yang mampu tampil dalam event-event tertentu dan dalam lomba di tingkat kabupaten untuk cabang seni: paduan suara, teater dan band.

9. Sekolah memiliki tim bahasa inggris yang mampu tampil dalam lomba bahasa inggris di tingkat kabupaten ataupun propinsi.

10. Setiap warga sekolah dapat mengoperasikan komputer minimal untuk program: MS Word, Exel, dan Power Point.

11. Warga sekolah mau dan mampu menulis minimal pada majalah dinding atau majalah sekolah “Mikael Magazine”.

12. Siswa mempunyai ketekunan dan daya juang yang tinggi. 13. Siswa mau dan mampu berkompetisi secara sehat.

14. Dalam kehidupannya siswa selalu mendasarkan kepada iman kepercayaan kepada Tuhan.

15. Sekolah menjadi arena komunikasi antar warganya di mana tercermin tata kehidupan bersama yang bersaudara, adil dan bermartabat.

B. Kurikulum

Di dalam penyelenggaraan pendidikan SMA St. Mikael memakai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dimulai pada tahun pelajaran 2006/2007.

Program pengajaran yang digunakan di SMA St. Mikael ada 2 macam yaitu program pengajaram umum yang berlaku untuk kelas X serta program pengajaran khusus yang berlaku untuk kelas XI dan XII yaitu program IPA dan IPS.

C. OrganisasiBVekolahBVMABVt.BMikael

Dalam setiap sekolah memerlukan struktur organisasi, yang sangat mendukung bagi pelaksanaan kerja di lingkungan sekolah baik sebagai kepala sekolah, guru maupun karyawan. Hal ini dikarenakan terkait dengan masalah tata kerja personal dalam suatu sekolah atau lembaga pendidikan.

Pelaksanaan suatu kegiatan baik belajar mengajar maupun kegiatan yang lain dalam suatu sekolah atau lembaga pendidikan akan dapat berjalan dengan baik apabila struktur organisasi sekolah atau lembaga pendidikan tersebut menguraikan tugas serta wewenangnya dengan jelas, dan melaksanakan tugas serta wewenang tersebut dengan sebaik-baiknya. Struktur organisasi sekolah SMA St. Mikael digambarkan dalam bagan 1.2.

D. PersonaliaBdanBPembagianBTugas

Personalia dan pembagian tugas di SMA St. Mikael Sleman adalah sebagai berikut :

Pengelola sekolah terdiri dari : 1. KepalaBVekolah

Untuk periode 2008 yang menjabat sebagai kepala sekolah adalah Sr. M. Bernadette SND, S.Pd. Tugas dari kepala sekolah di antaranya :

a. Kepala sekolah selaku pimpinan mempunyai tugas : 1) Menyusun perencanaan;

2) Mengorganisasikan kegiatan; 3) Mengarahkan kegiatan; 4) Mengkoordinasikan kegiatan; 5) Melaksanakan pengawasan;

6) Melakukan evaluasi terhadap kegiatan; 7) Menentukan kebijaksanaan; 8) Mengadakan rapat; 4) Mengambi keputusan; 5) Mengatur proses; 6) Mengatur administrasi a) Kantor b) Siswa c) Pegawai d) Perlengkapan

VTRUKTURBORGANIVAVI

Dokumen terkait