METODE PENELITIAN
D. Pengujian Instrumen Penelitian
1.8 Menghormati saudara dan teman
1.9 Menghormati dan memulyakan orang-orang yang lebih orang tua dan muda muda
1.10 Toleransi beragama
1.11 Saling menghargai dengan yang berbeda suku, dan ras 1.12 Merawat lingkungan sekolah,
dan tempat ibadah/mushala
20,21
22, 23, 24 25,26,27,28,29,30,3
1
Melalui wawancara peneliti dapat mengungkap pelaksanaan kurikulum
dan pembinaan terhadap perilaku keberagamaan siswa. Wawancara dengan
responden menggunakan daftar pertanyaan yang telah disediakan. Subjek
wawancara adalah guru-guru Pendidikan Agama Islam. Wawancara juga
dilakukan untuk memvalidasi data yang diperoleh melalui kuesioner.
D. Pengujian Instrumen Penelitian
Untuk menentukan kualitas instrumen penelitian yang akan digunakan
dilakukan pengujian terhadap instrumen terlebih dahulu. Uji–coba tahap
pertama dimaksudkan untuk menganalisis keterpahaman pernyataan. Dari
hasil uji coba ini selanjutnya diseleksi item-item pernyataan yang memenuhi
kriteria dapat dipahami. Uji coba instrumnen dilaksanakan pada siswa SMP
dan MTs yang ada di Sumedang, dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang
yang terdiri dari 20 orang siswa SMP dan 20 orang siswa MTs yang
182 pernyataan skala sikap yang terdiri dari 38 pernyataan untuk sikap
kedisiplinan dalam menjalankan ibadah, 17 pernyataan untuk sikap hubungan
siswa dengan orang tua, 14 pernyataan untuk sikap hubungan siswa dengan
guru, 17 pernyataan untuk sikap hubungan siswa dengan saudara, 14
pernyataan untuk sikap hubungan siswa dengan teman, 10 pernyataan untuk
sikap hubungan siswa dengan orang lain yang lebih tua usianya dan tidak
dikenal, 12 pernyataan untuk sikap hubungan siswa dengan orang yang lebih
muda dikenal, 11 pernyataan untuk sikap hubungan siswa dengan orang yang
lebih muda tidak dikenal, 11 pernyataan sikap hubungan siswa dengan yang
berbeda agama, 9 pernyataan sikap hubungan siswa dengan yang berbeda
suku, 13 pernyataan untuk sikap hubungan siswa dengan yang berbeda ras dan
16 pernyataan untuk sikap hubungan siswa dengan lingkungan. Selanjutnya
dilakukan pengolahan dan analisis, untuk menguji validitas dan reliabilitas.
Pengujian validitas dilakukan untuk memastikan bahwa instrumen yang
akan digunakan layak dijadikan alat pengumpul data yang dipahami dan
dipersepsikan oleh responden sesuai dengan tujuan penelitian. Pengujian
validitas yang dilakukan adalah pengujian validitas isi, karena secara teknis
pengujian validitas isi dibantu dengan menggunakan ksis-kisi intrumen.
Dalam kisi-kisi itu terdapat variabel yang akan diteliti, indikator sebagai tolok
ukurdan nomor butir (item) pernyataan yang telah dijabarkan dari indikator.
Dengan kisi-kisi instrumen itu maka pengujian validitas dapat dilakukan
dengan mudah dan sistematis. Untuk menguji validitas butir-butir instrumen
lebih lanjut, maka selanjutnya diujicobakan, dan dianalisis dengan analisis
terhadap setiap item pernyataan. Pengujian dilakukan dengan
mengkorelasikan setiap item pernyataan dengan jumlah seluruh item (skor
total). Dalam penelitian ini, koefisien validitas suatu item pernyataan
dinyatakan signifikan jika nilai probabilitas (p-value) untuk koefisien
validitas suatu butir item lebih kecil dari 0,05.
Sedangkan pengujian reliabilitas adalah istilah yang dipakai untuk
menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila
pengukuran diulangi dua kali atau lebih. Reliabilitas adalah indeks yang
menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat
diandalkan (Singarimbun dan Sofian Effendi, 1995). Pengujian reliabilitas
digunakan untuk mengetahui konsistensi internal diantara item-item
pernyataan dalam suatu instrumen penelitian. Mengingat alat pengukuran
yang digunakan untuk mengukur variabel-varibel dalam penelitian ini adalah
kuesioner yang terdiri dari beberapa pernyataan, maka perlu diuji reliabilitas
dari setiap variabel dengan menggunakan metode perhitungan koefisien
reliabilitas Alpha yang dikembangkan oleh Cronbach dengan alasan karena
jenis data yang akan di analisis yaitu jenis data interval. Hasil perhitungan
terdapat pada lampiran 3.
Hasil analisis uji empiris terhadap instrumen penelitian tentang
kedisiplinan siswa dalam beribadah, hubungan siswa dengan orang tua,
hubungan siswa dengan guru, hubungan siswa dengan saudara, hubungan
siswa dengan teman, hubungan siswa dengan orang lain yang lebih tua
usianya dan tidak dikenal, hubungan siswa dengan orang yang lebih muda
hubungan siswa dengan yang berbeda agama, hubungan siswa dengan yang
berbeda suku, hubungan siswa dengan yang berbeda ras, hubungan siswa
dengan lingkungan fisik adalah sebagai berikut:
1. Kedisiplinan siswa dalam beribadah. Dari 38 pernyataan, ternyata 29
pernyataan diantaranya, memiliki koefisien validitas yang signifikan pada α =
0,05 adapun 7 butir pernyataan lainnya yaitu nomer 2, 3, 4, 10, 21, 22, 25, 35
dan 36 koefisien validitasnya tidak signifikan. Proses dan hasil uji validitas ini
disajikan pada lampiran 3. Sementara itu koefisien reliabilitas perangkat
instrumen untuk mengungkap data kedisiplinan siswa dalam beribadah adalah
sebesar r = 0,950 signifikan pada α = 0,01 (proses perhitungannya secara
lengkap disajikan pada lampiran 3). Dengan demikian, dapat dinyatakan
bahwa instrumen pengungkap data kedisiplinan siswa dalam beribadah, yang
terdiri dari 29 butir pernyataan dipandang layak untuk digunakan dalam
penelitian.
2. Hubungan siswa dengan orang tua. Setelah diujicobakan, dari 17 pernyataan ternyata 15 pernyataan diantaranya, memiliki koefisien validitas yang
signifikan pada α = 0,05 adapun 2 butir pernyataan lainnya yaitu nomer 11
dan 17 koefisien validitasnya tidak signifikan. Proses dan hasil uji validitas ini
disajikan pada 1ampiran 3. Sementara itu koefisien reliabilitas perangkat
instrumen untuk mengungkap data hubungan siswa dengan orang tua adalah
sebesar r = 0,950 signifikan pada α = 0,01(secara lengkap disajikan pada
1ampiran 3). Dengan demikian, dinyatakan bahwa instrumen pengungkap data
hubungan siswa dengan orang tua, yang terdiri dari 15 butir pernyataan
3. Hubungan siswa dengan guru, setelah diuji cobakan, dari 14 pernyataan ternyata 12 pernyataan diantaranya, memiliki koefisien validitas yang
signifikan pada α = 0,05 adapun 2 butir pernyataan lainnya yaitu nomer 2 dan
6 koefisien validitasnya tidak signifikan. Proses dan hasil uji validitas ini
disajikan pada lampiran 3. Sementara itu koefisien reliabilitas perangkat
instrumen untuk mengungkap data hubungan siswa dengan guru adalah
sebesar r = 0,950 signifikan pada α = 0,01 (proses perhitungannya secara
lengkap disajikan pada lampiran 3). Dengan demikian, dinyatakan bahwa
instrumen pengungkap data hubungan siswa dengan guru, yang terdiri dari 12
butir pernyataan dipandang layak untuk digunakan dalam penelitian.
4. Hubungan siswa dengan saudara. Setelah diuji cobakan, dari 17 pernyataan ternyata 9 pernyataan diantaranya memiliki koefisien validitas yang signifikan
pada α = 0,05. Adapun 8 butir pernyataan lainnya yaitu nomor 1, 7, 8, 11, 12,
14, 16 dan 17 validitasnya tidak signifikan. Proses dan hasil uji validitas ini
disajikan pada lampiran 3. Sementara itu koefisien reliabilitas perangkat
instrumen untuk mengungkap data hubungan siswa dengan saudara adalah
sebesar r =0,950 signifikan pada α = 0,01 (proses perhitungannya secara
lengkap dapat disajikan pada lampiran 3). Dengan demikian, bahwa
instrumen pengungkap data hubungan siswa dengan saudara , yang terdiri dari
9 butir pernyataan dipandang layak untuk digunakan dalam penelitian.
5. Hubungan siswa dengan teman. Setelah diuji cobakan, dari 14 pernyataan
ternyata 13 pernyataan memiliki koefisien validitas yang signifikan pada α =
0,05. Adapun 1 butir pernyataan lainnya yaitu nomor 8 koefisien validitasnya
Sementara itu koefisien reliabilitas perangkat instrumen untuk mengungkap
data hubungan siswa dengan teman adalah sebesar r = 0,952 signifikan pada
α = 0,01 (proses perhitungannys secara lengkap disajikan pada lampiran 3).
Denagn demikian dapat dinyatakan bahwa instrumen pengungkap data
hubungan siswa dengan teman , yang terdiri dari 13 butir pernyataan
dipandang layak untuk digunakan dalam penelitian.
6. Hubungan siswa dengan orang lain yang lebih tua usianya dan tidak dikenal . Setelah diuji cobakan, dari 10 pernyataan ternyata 8 pernyataan diantaranya,
memiliki koefisien validitas yang signifikan pada α = 0,05 adapun 2 butir
pernyataan lainnya yaitu nomer 3 dan 4 koefisien validitasnya tidak
signifikan. Proses dan hasil uji validitas ini disajikan pada lampiran 3.
Sementara itu koefisien reliabilitas perangkat instrumen untuk mengungkap
data hubungan siswa dengan orang lain yang lebih tua usianya dan tidak
dikenal adalah sebesar r = 0,950 signifikan pada α = 0,01 (secra lengkap
disajikan pada lampiran 3). Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa
instrumen pengungkap data hubungan siswa dengan orang lain yang lebih tua
usianya dan tidak dikenal , yang terdiri dari 8 butir pernyataan dipandang
layak untuk digunakan dalam penelitian.
7. Hubungan siswa dengan orang lain yang lebih muda usianya dan dikenal. Setelah diuji cobakan, dari 12 pernyataan ternyata 9 pernyataan diantaranya
memiliki koefisien validitas yang signifikan pada α =0,05 adapun 3 butir
pernyataan lainnya yaitu nomer 3, 7 dan 10 koefisien validitasnya tidak
signifikan. Proses dan hasil uji validitas ini disajikan pada lampiran 3.
data hubungan siswa dengan orang lain yang lebih muda usianya dan dikenal
adalah sebesar r = 0.950 signifikan pada α = 0,01 (secara lengkap disajikan
pada lampiran 3). Dengan demikian, (proses perhitungannya secara dapat
dinyatakan bahwa instrumen pengungkap data hubungan siswa dengan orang
lain yang lebih muda usianya dikenal, yang terdiri dari 9 butir pernyataan
dipandang layak untuk digunakan dalam penelitian.
8. Hubungan siswa dengan orang lain yang lebih muda usianya dan tidak dikenal. Setelah diuji cobakan, dari 11 pernyataan ternyata ternyata 9
pernyataan diantaranya memiliki koefisien validitas yang signifikan pada α =
0,05. adapun 2 butir pernyataan lainnya yaitu nomer 1 dan 5 koefisien
validitasnya tidak signifikan. Proses dan hasil uji validitas ini disajikan pada
lampiran 3. Sementara itu koefisien reliabilitas perangkat instrumen untuk
mengungkap data hubungan siswa dengan orang lain yang lebih muda
usianya dan dikenal adalah sebesar r = 0,952 signifikan pada α = 0,01(secara
lengkap disajikan pada lampiran 3). Dengan demikian, dapat dinyatakan
bahwa instrumen pengungkap data hubungan siswa dengan orang lain yang
lebih muda usianya dan dikenal, yang terdiri dari 9 butir pernyataan dipandang
layak untuk digunakan dalam penelitian.
9. Hubungan siswa dengan yang berbeda agama. Setelah diuji cobakan, dari 11 pernyataan ternyata semuanya memiliki koefisien validitas yang signifikan
pada α = 0,05. Proses dan hasil uji validitas ini disajikan pada lampiran 3.
Sementara itu koefisien reliabilitas perangkat instrumen untuk mengungkap
data hubungan siswa dengan yang berbeda agama adalah sebesar r = 0,952
demikian, dapat dinyatakan bahwa instrumen pengungkap data hubungan
siswa dengan yang berbeda agama, yang terdiri dari 11 butir pernyataan
dipandang layak untuk digunakan dalam penelitian.
10.Hubungan siswa dengan yang berbeda suku. Setelah diuji cobakan, dari 9 pernyataan ternyata 7 pernyataan diantaranya, memiliki koefisien validitas
yang signifikan pada α = 0,05 adapun 2 butir pernyataan lainnya yaitu nomer
3 dan 5 koefisien validitasnya tidak signifikan. Proses dan hasil uji validitas
ini disajikan pada lampiran 3. Sementara itu koefisien reliabilitas perangkat
instrumen untuk mengungkap data hubungan siswa dengan yang berbeda
suku adalah sebesar r = 0,950 signifikan pada α = 0,01 (secara lengkap
disajikan pada 1ampiran 3). Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa
instrumen pengungkap data hubungan siswa dengan yang berbeda suku, yang
terdiri dari 7 butir pernyataan dipandang layak untuk digunakan dalam
penelitian.
11.Hubungan siswa dengan yang berbeda ras. Setelah diuji cobakan, dari 13 pernyataan ternyata 9 pernyataan memiliki koefisien validitas yang signifikan
pada α = 0,05, adapun 4 pernyataan lainnya yaitu nomer 1, 8, 10 dan 11
koefisien validitasnya tidak signifikan. Proses dan hasil uji validitas ini
disajikan pada lampiran 3. Sementara itu koefisien reliabilitas perangkat
instrumen untuk mengungkap data hubungan siswa dengan yang berbeda ras
adalah sebesar r = 0,950 signifikan pada α = 0,01 (secara lengkap disajikan
pada lampiran 3). Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa instrumen
pengungkap data hubungan siswa dengan yang berbeda ras, yang terdiri dari 9
12.Hubungan siswa dengan lingkungan fisik. Setelah diuji cobakan, dari 16 pernyataan ternyata 11 pernyataan memiliki koefisien validitas yang
signifikan pada α = 0,05. Adapun 3 pernyataan lainnya yaitu nomer 8, 9, 10,
11 dan 12 koefisien validitasnya tidak signifikan. Proses dan hasil uji validitas
ini disajikan pada lampiran 3. Sementara itu koefisien reliabilitas perangkat
instrumen untuk mengungkap data hubungan siswa dengan lingkungan fisik
berbeda ras adalah sebesar r = 0,950 signifikan pada α = 0,01 (secara lengkap
proses perhitungannya disajikan pada lampiran 3). Dengan demikian, dapat
dinyatakan bahwa instrumen pengungkap data hubungan siswa dengan
lingkungan fisik , yang terdiri dari 11 butir pernyataan dipandang layak untuk
digunakan dalam penelitian.