• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengukuran Selanjutnya (Subsequent Measurement) 65

Dalam dokumen AKUNTANSI PAJAK MENENGAH (Halaman 68-73)

Setelah pengakuan awal, entitas diharuskan untuk memilih salah satu dar idua model penilaiaan asset tetapsebagai kebijakan akuntansinya dan menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap, yaitu:

1) Model biaya (Cost Model), atau 2) Model revaluasi (Revaluation Model).

1. Model biaya (Cost model)

Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset.

Apabila entitas memilih model biaya, entitas tidak perlu dilakukan penilaian nilai wajarnya setiap periodik.

Apabila terdapat bukti objektif penurunan nilai, maka nilai tercatat diturunkan kenilai yang dapat dipulihkan.Penurunan nilai dibebankan pada laba-rugi (profit and Loss)

Nilai buku = nilai perolehan – akumulasi penyusutan – akumulasi rugi penurunan nilai

2. Model revaluasi (Revaluation Model)

Setelah diakui sebagai aset, aset tetap yang nilai wajarnya dapat diukur secara andal harus dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasi

Apabila entitas memilih model revaluasi, maka entitas harus melakukan penilaiaan ulang (revaluasi) setiap periodik untuk seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode pelaporan.

Nilai revaluasian = nilai wajar – akumulasi penyusutan – akumulasi rugi penurunan nilai

3. Surplus dan Defisit Revaluasi

Akibat pengukuran kenilai wajar, maka akan terjadi selisih antara nilai wajar dengan nilai tercatat dari asset tetap yang dinilai. Pencatatan akuntansi atas selisih nilai wajar dengan nilai tercatat diperlakukan sebagai berikut:

Kondisi Perlakuan surplus atau deficit revaluasi

Nilai aset meningkat Akui surplus revaluasi pada Penghasilan

Komprehensif Lain (OCI) sebagai “Selisih Penilaiaan Ulang” pada Ekuitas

DFD\Akuntansi Pajak Menengah 66 Nilai aset menurun, membalik

kenaikan nilai akibat revaluasi sebelumnya.

• Jurnalbalik Penghasilan Komprehensif Lain

(OCI) sejauh saldo yang ada surplus selisih penilaiaan ulang pada ekuitas.

• Selebihnya diakui sebagai rugi.

Nilai aset menurun Akui sebagai Rugi pada Laporan Laba Rugi (profit

and Loss) Nilai aset meningkat, membalik

penurunan nilai akibat penilaian ulang (revaluasi) sebelumnya

Akui surplus revaluasi sebagai Laba (profit and

Loss) untuk membalik rugi penurunan nilai yang sebelumnya telah diakui pada Laporan Laba Rugi.

• Selebihnya diakui pada Penghasilan

komprehensif lain (OCI)

Jika asset tetapdirevaluasi, ada dua metode memperlakukan akumulasi penyusutan : a) Metode Jumlah Bruto (Gross method)

Akumulasi penyusutan disajikan kembali secara porposional dengan perubahan dalam jumlah tercatat bruto aset sehingga jumlah tercatat aset setelah revaluasi sama dengan jumlah revaluasiannya.

b) Metode Jumlah Neto (Net-amount Method)

Akumulasi penyusutan dieliminasi terhadap jumlah tercatat bruto aset dan jumlah tercatat neto setelah eliminasi disajikan kembali sebesar jumlah revaluasian dari aset tersebut.

Ilustrasi 1.

PT DFD memperoleh mesin pada tanggal 2-1-2010 dengan harga perolehan Rp 500.000, masa manfaat mesin 10 th tanpa nilai residu.

Pada tanggal 31-12-2010 dilakukan penilaiaan ulang dan nilai wajar (fair value)sebesar Rp 475.000.

Diminta:

 Hitung beban penyusutan

 Ukur adan sajikan nilai aset tetap pertanggal 31-12-2010  Buat jurnal yang diperlukan

baik dengan cost model maupun revaluation model.

Solusi yang disarankan:

1. Cost Model

Bebanpenyusutan Th. 2010 = 500.000 : 10 = Rp 50.000

Jurnal:

Dr: Depreciation Expenses Rp 50.000

DFD\Akuntansi Pajak Menengah 67 Penyajian asset Tetap:

 Nilai perolehan = Rp 500.000  Akumulasi penyusutan = (Rp 50.000)  Nilaitercatat = Rp 450.000 Entitas tidak melakukan penyesuaian kenilai wajar.

2. Revaluation Model

a) Metode Jumlah Bruto (Gross method) Penyesuaiaan ke harga pasar:

Sebelum revaluasi Perhitungan proporsional Setelah revaluasi Selisih Jumlah tercatat bruto 500.000 500 X 475/450 527.778 27.778 Akumulasi

Penyusutan (50.000) 50 X 475/450 (52.778) (2.778)

Jumlah tercatat neto 450.000 475.000 25.000

Jurnal:

Dr: Fixed Asset-Machine Rp 27.778

Cr: Acc. Depreciation Rp 2.778 Cr: Other comprehensive income- Gain on revaluation aset Rp 25.000 Penyajian nilai aset tetap

 Fixed Asset: Rp 527.778  Acc. Depreciation (Rp 52.778)  Revaluation value Rp 475.000 b) Metode Jumlah Neto (Net-amount Method) Penyesuaian ke harga wajar:

Nilai aset sebelum penyesuaiaan:

Nilai bruto = Rp 400.000 Akumulasi penyusutan = (Rp 50.000) Nilai neto = Rp 450.000 Nilai wajar mesin = Rp 475.000 Kenaikan ke harga wajar = Rp 25.000

Jurnal menghilangkan akumulasi penyusutan:

Dr: Acc. Depreciation Rp 50.000

Cr: Fixed Asset-Machine Rp 50.000

Jurnal menaikan nilai aset:

Dr: Fixed Asset-Machine Rp 25.000

Cr: Other comprehensive income-Gain on revaluation aset Rp 25.000 Penyajian nilai aset tetap

DFD\Akuntansi Pajak Menengah 68 Ilustrasi 2.

Melanjutkan Kasusilustrasi 1, Pada tanggal 31-12-2011 dilakukan penilaiaan ulang dan nilai wajar aset tetap mengalami penurunan menjadi Rp 300.000.000

Diminta:

 Hitung beban penyusutan

 Ukur adan sajikan nilai aset tetap pertanggal 31-12-2010  Buat jurnal yang diperlukan

baik dengan cost model maupun revaluation model.

Solusi yang disarankan:

1. Cost model: Beban penyusutan Th. 2010 = 500.000 : 10 = Rp 50.000 Jurnal: Dr: Depreciation Expenses Rp 50.000 Cr: Accumulated depreciation Rp 50.000 Nilaitercatat  Nilai perolehan = Rp 500.000  Akumulasi penyusutan = (Rp 100.000)  Nilai tercatat = Rp 400.000  Nilai terpulihkan = Rp 300.000  Penurunannilai = Rp 100.000 PT DFD menurunkannilai asset tetapkenilaiterpulihkan Jurnal:

Dr: Loss on impairment of Fixed asset Rp 100.000

Cr: Allowance for Impairment of Fixed Asset Rp 100.000 Penyajian Fixed Asset:

- Cost... 500.000.000 - Acc. Depreciation ... (100.000.000) - Allowance for impairment ... (100.000.000) - Net Book Value ... 300.000.000

2. Revaluation Model:

a) Metode Jumlah Bruto (Gross method)

BebanpenyusutanTh. 2011 = 527.778 : 10 = Rp 52.778 Jurnal:

Dr: Depreciation Expenses Rp 52.778

Cr: Accumulated depreciation Rp 52.778

Penyesuaian ke harga wajar:

- Nilai aset tercatat sebelum penyesuaiaan:

Nilai bruto = Rp 527.778 Akumulalasi penyusutan = (Rp 105.556) Nilai neto = Rp 422.222 - Nilaiterpulihkan = Rp 300.000

DFD\Akuntansi Pajak Menengah 69 - Penurunan nilai dari nilai tercatat = Rp 122.222

- Saldo surplus revaluasi dalam OCI = Rp 25.000 - Rugi Penurunan nilai = Rp 97.222

Jurnal:

- Membalikan surplus revaluasi dalam ekuitas (OCI)

Dr: Other comprehensive income- Gain on revaluation aset Rp 25.000

Cr: Fixed Asset-Machine Rp25.000 - Membebankan penurunan nilai ke laba rugi:

Dr: Loss on impairment of Fixed asset Rp 97.222

Cr: Allowance for Impairment of Fixed Asset Rp 97.222 Penyajian nilai tercatat aset tetap

 Fixed Asset: Rp 502.778  Acc. Depreciation (Rp 105.556)  Allowance for Impairment of Fixed Asset (Rp 97.222)  Nilai tercatat (Revaluation value) Rp 300.000 b) Metode Jumlah Neto (Nett-amount method)

Beban penyusutanTh. 2010 = 475.000 : 10 = Rp 47.500 Jurnal:

Dr: Depreciation Expenses Rp 47.500

Cr: Accumulated depreciation Rp 47.500 Penyesuaian ke harga wajar:

Nilai aset sebelum penyesuaiaan:

Nilai bruto = Rp 475.000 Akumulasi penyusutan = (Rp 47.500) Nilai tercatat = Rp 427.500 Nilai aset setelah penyesuaian = Rp 300.000 Penurunan ke harga wajar = Rp 127.500 Saldo tercatat laba revaluasi dalam OCI = Rp 25.000 Penurunan nilai wajar dibebankan dalam laba rugi = Rp 102.500

Jurnal menghilangkan akumulasi penyusutan:

Dr: Acc. Depreciation Rp 47.500

Cr: Fixed Asset-Machine Rp 47.500 Jurnal membalikan surplus revaluasi dalam ekuitas (OCI):

Dr: Other comprehensive income-Gain on revaluation FA Rp 25.000

Cr: Fixed Asset-Machine Rp 25.000 Jurnal menaikan nilai aset:

Dr:Loss on impairment of Fixed asset Rp 102.500

Cr: Allowance for Impairment of Fixed Asset Rp102.500 Penyajian nilai aset tetap

 Fixed Asset-Gross Rp 402.500  Allowance for Impairment of Fixed Asset (Rp 102.500)  Book value (Revaluation value) Rp 300.000

DFD\Akuntansi Pajak Menengah 70 E. Penghentian Pengakuan

a) Kapan asset tetap dihentikan pengakuannya? Nilai tercatat suatu aset tetap tidak lagi diakui:

 Pada saat penghapusan;

Contoh : dijual, disumbangkan, disewakan secara sewa pembiayaan (Finance Lease)

 Ketika tidak lagi ada manfaat ekonomis pada masa depan yang diharapkan dari penggunaannya.

Contoh: kerusakan, keusangan.

b) Bagaimana menghitung laba -rugi penghentian?

Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan suatu aset tetap ditentukan sebesar pendapatan antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatat dari aset tersebut

c) Perlakuan laba -rugi penghentian

Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap dimasukan dalam laporan laba rugi pada saat penghentiannya.

Ilustrasi 3.

Melanjutkan ilustrasi 2. Pada tanggal 3 Januari 2012, PT DTSD menjual mesin tersebut dengan harga Rp Rp 325.000

Diminta:

Hitung laba rugi pelepasan dan buat jurnal atas penjualan aset tetap tersebut. Solusi yang disarankan:

1) Keuntungan atau kerugian penjualan aset tetap Harga jual = Rp 325.000 Nilai tercatat = Rp 300.000 Laba (gain) atas penjualan aset tetap = Rp 25.000 2) Jurnal:

Dr: Acc. Depreciation Rp 105.556 Dr: Allowance for Impairment of Fixed Asset Rp 97.222

Cr: Fixed Asset-Machine Rp 502.778 Cr: Gain on sale of fixed asset Rp 25.000

Dalam dokumen AKUNTANSI PAJAK MENENGAH (Halaman 68-73)

Dokumen terkait