DAFTAR AKUN
5. Penjelasan Akun
Komponen Utama Neraca Aktiva
Aktiva adalah sumber daya yang dapat memberi manfaat ekonomis bagi organisasi saat ini atau pada masa yang akan datang. Akun aktiva terdiri atas:
Aktiva
Kas dan setara kas Kas
Bank Rupiah Bank Dolar AS Deposito
Investasi jangka pendek lainnya Piutang
Piutang kepada dana dan lembaga lain Piutang bunga deposito
Piutang pegawai Piutang lain-lain Persediaan
Persediaan bantuan Persediaan kantong darah Beban dibayar di muka Persekot
Dropping Aktiva tetap
Investasi jangka panjang Kas dan setara kas
Kas dan setara kas mencakup kas, bank, deposito yang sewaktu-waktu bisa dicairkan, dan investasi jangka pendek lainnya dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang dari tanggal penempatannya.
Pos kas dan setara kas adalah: Kas
Akun ini digunakan untuk menampung kas (uang tunai) yang dipakai oleh organisasi.
Bank
Akun ini dipakai untuk mencatat rekening bank. Satu rekening bank dapat digunakan untuk menampung penerimaan dan pengeluaran suatu dana dapat juga digunakan bersamaan oleh beberapa dana.
27 Deposito
Akun ini digunakan untuk mencatat investasi dalam deposito yang jangka waktunya tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya serta tidak dijaminkan.
Investasi jangka pendek lainnya
Akun ini digunakan untuk mencatat investasi jangka pendek likuid lainnya dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang.
Piutang
Piutang merupakan tagihan organisasi kepada pihak ketiga dan karyawan. Piutang disajikan sebesar jumlah yang dapat direalisasika, setelah memperhitungkan penyisihan piutang yang diperkirakan tidak akan dapat ditagih.
Pos piutang adalah:
Piutang kepada dana lain
Akun ini hanya muncul pada penyajian laporan posisi keuangan suatu dana tertentu. PMI biasanya mempunyai beberapa dana. Dana digunakan untuk mengelola aktiva, kewajiban dan aktiva bersih untuk suatu program/kegiatan yang spesifik. Di antara dana-dana tersebut juga biasa melakukan transaksi pinjam-meminjam yang sifatnya sementara. Piutang kepada dana lain timbul apabila suatu dana memiliki piutang, kepada dana lain dalam organisasi tersebut. Sebaliknya apabila suatu dana mempunyai hutang kepada dana lain dicatat dalam akun ‘hutang kepada dana lain’.
Pada saat penyusunan laporan keuangan saldo piutang dan hutang kepada dana lain yang terjadi antar-dana harus dieliminasi. Saldo hutang atau piutang kepada dana lain yang masih tersisa merupakan hutang atau piutang kepada dana di luar organisasi/entitas yang dilaporkan.
Piutang kepada lembaga lain
Merupakan tagihan organisasi kepada lembaga lain yang muncul karena pelaksanaan tugas PMI. Piutang ini berasal dari transaksi peminjaman atau pembayaran pendahuluan atas suatu biaya yang menjadi beban lembaga lain (reimbursement).
Piutang bunga
Akun ini muncul sebagai konsekuensi penggunaan basis akrual. Merupakan saldo pendapatan bunga sejak tanggal pembayaran bunga terakhir sampai tanggal neraca, yang akan diterima pada tanggal jatuh tempo pembayaran bunga pada bulan berikutnya.
Piutang pegawai
Merupakan tagihan atas pinjaman pegawai kepada organisasi. Piutang lain-lain
Merupakan tagihan organisasi pada pihak ketiga yang menurut sifat dan jenisnya tidak dapat dikelompokkan dalam pos-pos di atas.
28 Persediaan
Persediaan adalah aktiva dalam bentuk bahan, perlengkapan dan aktiva lain yang digunakan dalam pemberian jasa atau pelaksanaan kegiatan utama PMI.
Persediaan disajikan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Penyisihan dilakukan untuk aktiva yang telah mengalami penurunan daya guna atau nilai keekonomisannya. Persediaan yang sudah tidak dapat digunakan lagi karena memiliki masa kadaluarsa (misalnya obat dan makanan) harus dihapuskan dan dinyatakan sebagai kerugian.
Barang bantuan, peralatan dan kendaraan untuk disumbangkan yang tidak langsung diserahkan, dicatat sementara sebagai persediaan. Persediaan ini dibebankan pada saat digunakan/didistribusikan.
Pos persediaan adalah: Persediaan bantuan
Merupakan persediaan barang bantuan yang dikuasai PMI berupa: pangan, sandang, obat-obatan, family & hygine kits, kendaraan, rumah sakit, peralatan kesehatan, peralatan lapangan dan penerangan serta gedung sekolah. Barang bantuan yang masih dalam proses pembangunan dicatat sebagai persediaan dan dibebankan pada saat diserahterimakan kepada penerima.
Persediaan kantong darah
Merupakan persediaan kantong darah yang dikuasai PMI. Persediaan ini dicatat sebagai beban pada saat didistribusikan ke Unit Transfusi Darah PMI atau pihak lain yang membutuhkan.
Beban dibayar di muka
Pos ini merupakan biaya yang telah dibayar namun pembebanannya baru akan dilakukan pada periode yang akan datang, pada saat manfaat diterima, seperti premi asuransi dibayar di muka dan sewa dibayar di muka.
Persekot
Pos ini merupakan uang muka untuk membiayai suatu kegiatan/program yang diberikan kepada staf internal PMI yang akan dipertanggungjawabkan. Persekot dikelompokkan berdasarkan unit organisasi. Persekot dinilai sebesar jumlah yang belum dipertanggungjawabkan.
Dropping
Pos ini merupakan uang muka untuk membiayai suatu kegiatan/program yang diserahkan MP PMI ke PMI Daerah/Cabang atau dari PMI Daerah ke PMI Cabang. Dropping dinilai sebesar jumlah yang belum dipertanggungjawabkan.
Aktiva tetap
Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai, baik melalui pembelian maupun dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam kegiatan operasional PMI serta tidak dimaksudkan untuk disumbangkan dan mempunyai masa manfaat lebih dari setahun.
Aktiva tetap dapat berupa: Pemilikan langsung
Pos ini merupakan aktiva tetap yang siap pakai, transaksinya telah selesai, dan menjadi hak PMI secara hukum. Aktiva ini dicatat sebesar biaya perolehan.
29 Aktiva sewa guna usaha
Pos ini merupakan aktiva tetap yang diperoleh melalui transaksi sewa guna usaha dengan hak opsi (capital lease). Aktiva sewa guna usaha dicatat sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha ditambah nilai sisa (harga opsi) yang harus dibayar oleh penyewa guna usaha pada akhir masa sewa guna usaha. Aktiva dalam penyelesaian
Pos ini merupakan aktiva yang masih dalam proses pembangunan dan belum siap digunakan, serta dimaksudkan untuk digunakan dalam kegiatan operasional PMI. Aktiva tetap disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutannya kecuali aktiva dalam penyelesaian.
Investasi jangka panjang
Pos ini mencatat nilai investasi jangka panjang, misalnya investasi pada unit usaha dan saham perusahaan komersial.
Kewajiban
Kewajiban adalah tagihan pihak lain kepada organisasi yang harus diselesaikan di masa yang akan datang. Akun kewajiban terdiri atas:
Kewajiban
Hutang kepada dana dan lembaga lain Hutang usaha
Hutang pajak Hutang pembiayaan
Hutang kepada dana dan lembaga lain
Pos ini merupakan kondisi kebalikan dari piutang kepada dana dan lembaga lain. Hutang kepada dana lain timbul apabila suatu dana memiliki hutang, yang akan jatuh tempo kurang dari satu tahun, kepada dana lain dalam organisasi tersebut.
Pada saat penyusunan laporan keuangan saldo piutang dan hutang kepada dana lain yang terjadi antar-dana harus dieliminasi. Saldo hutang atau piutang kepada dana lain yang masih tersisa merupakan hutang atau piutang kepada dana di luar organisasi/entitas yang dilaporkan.
Hutang usaha
Pos ini merupakan kewajiban yang timbul kepada pihak ketiga dalam rangka kegiatan operasional PMI.
Hutang pajak
Pos ini merupakan kewajiban pajak PMI yang timbul karena pemotongan pajak atas penghasilan karyawan dan pembayaran jasa kepada pihak ketiga.
Sesuai dengan sifatnya penghasilan Kantor Pusat, Kantor Daerah atau Kantor Cabang PMI merupakan bantuan atau sumbangan dari masyarakat atau pemerintah sehingga bukan merupakan objek pajak penghasilan.
Hutang pembiayaan
Pos ini merupakan kewajiban kepada lembaga pembiayaan atas transaksi sewa guna usaha atau pembiayaan lainnya. Hutang pembiayaan disajikan sebesar nilai tunai dari
30 seluruh pembayaran angsuran masa yang akan datang. Bunga yang telah jatuh tempo disajikan sebagai hutang bunga.
Hutang lain-lain
Merupakan kewajiban organisasi pada pihak ketiga yang menurut sifat dan jenisnya tidak dapat dikelompokkan dalam pos-pos di atas.
Aktiva bersih
Aktiva bersih merupakan kekayaan yang dimiliki organisasi. Perubahan aktiva bersih diperoleh dengan mengurangkan beban-beban terhadap pendapatan. Jumlah aktiva bersih disajikan secara akumulatif sejak tahun pertama. Dalam organisasi komersial perkiraan ini dinamakan Laba Ditahan. Akun aktiva bersih terdiri atas:
Aktiva bersih
Saldo awal aktiva bersih Perubahan aktiva bersih
Komponen Utama Laporan Aktivitas Pendapatan
Pendapatan adalah arus masuk bruto manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal suatu organisasi yang mengakibatkan kenaikan aktiva bersih. Pendapatan organisasi nirlaba sebagian besar berasal dari sumbangan. Sumbangan tersebut dapat berbentuk kas, barang atau jasa.
Sumbangan kas
Sumbangan kas diakui sebesar nilai nominalnya.
Setiap penerimaan sumbangan harus dapat diidentifikasi dana (fund) atau kategorinya menurut pembukuan organisasi. Apabila tidak dapat ditentukan dibukukan dalam dana umum atau tidak terikat.
Penerimaan dalam mata uang asing dibukukan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Kurs yang digunakan adalah kurs beli pada bank di mana organisasi mempunyai rekening atau kurs beli pada Bank Indonesia.
Sumbangan barang
Sumbangan barang dinilai berdasarkan: (1) nilai wajar berdasarkan dokumen perolehan yang diserahkan penyumbang, (2) nilai wajar/pasar, atau (3) taksiran harga. Ketika tidak tersedia harga pasar, organisasi harus berupaya menetapkan nilai taksiran barang tersebut dengan pendekatan selain harga perolehan (cost).
Sumbangan jasa
Organisasi juga biasanya menerima sumbangan jasa. Banyak relawan yang menyumbangkan waktu dan tenaga mereka untuk menolong organisasi melaksanakan fungsinya. Akan tetapi karena kesulitan dalam pengukuran nilai wajarnya, jasa yang telah disumbangkan tersebut tidak diakui dalam laporan keuangan.
Pendapatan PMI terdiri atas: Pendapatan sumbangan
31 Sumbangan perorangan
Sumbangan pemerintah Pegumpulan dana internal
Sumbangan palang merah luar negeri Pendapatan bunga
Pendapatan investasi lainnya Pemindahan saldo antar dana Pendapatan lainnya
Pendapatan sumbangan
Pendapatan yang diterima dari donor, diberikan secara sukarela dan tidak ada kewajiban untuk memberikan suatu kontraprestasi kepada donor atas penerimaan sumbangan tersebut.
Pengumpulan dana internal
Pos ini untuk mencatat pendapatan yang berasal dari usaha-usaha internal organisasi seperti setoran bulan dana, sumbangan MP PMI (bagi PMI daerah/cabang), sumbangan PMI daerah (bagi MP PMI dan PMI cabang), sumbangan PMI cabang (bagi MP PMI dan PMI daerah), acara pengumpulan dana, dan usaha-usaha internal lainnya.
Sumbangan palang merah luar negeri
Pos ini mencatat pendapatan yang diterima dari organisasi palang merah luar negeri (partnership), IFRC dan ICRC.
Pendapatan bunga
Pendapatan bunga terdiri dari pendapatan jasa giro, bunga deposito dan bunga obligasi. Pendapatan bunga diakui dalam periode di mana pendapatan tersebut diperoleh.
Pendapatan investasi lainnya
Pos ini mencatat pendapatan dari investasi lainnya, misalnya setoran bagian laba unit usaha dan investasi saham.
Pemindahan saldo antar dana
Pos ini mencatat pemindahan/pemberian saldo suatu dana ke dana lainnya. Pemindahan tersebut sebelumnya harus disetujui pihak-pihak yang berkaitan.
Pendapatan lainnya
Pendapatan organisasi yang menurut sifat dan jenisnya tidak dapat dikelompokkan dalam pos-pos di atas.
Beban
Beban adalah arus keluar bruto manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal suatu organisasi yang mengakibatkan penurunan aktiva bersih.
Beban disajikan berdasarkan klasifikasi fungsional. Klasifikasi fungsional bermanfaat untuk membantu penyumbang dan pihak lain dalam menilai aktivitas pemberian jasa, biaya yang digunakan untuk melaksanakan jasa tersebut dan bagaimana penggunaan sumber daya. Klasifikasi fungsional dibagi menjadi dua yaitu program pemberian jasa dan aktivitas pendukung. Program pemberian jasa merupakan aktivitas untuk menyediakan jasa kepada para penerima manfaat dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Aktivitas pendukung meliputi semua aktivitas selain program pemberian jasa, yaitu beban manajemen dan umum serta pencarian dana.
32 Beban PMI terdiri atas:
Beban program
Bantuan dan penyalurannya Bantuan kemanusiaan Beban penyaluran bantuan
Beban relawan dan petugas lapangan Pendidikan dan pelatihan
Pengembangan organisasi dan komunikasi Beban umum dan administrasi
Perjalanan dinas Jasa profesional Beban pegawai Beban kantor
Beban pencarian dana Pendapatan/(biaya) lainnya
Dropping: Beban Program vs. Beban Pengembangan Organisasi
Untuk membantu pendanaan unit organisasi di bawahnya MP PMI memberikan bantuan (dropping) ke PMI Daerah/Cabang atau PMI Daerah ke PMI Cabang. Penggunaan dana tersebut dapat untuk membiayai operasional kantor (misal: biaya pegawai, pemeliharaan kendaraan dan BBM) atau untuk melaksanakan program MP PMI yang dilaksanakan di Daerah/Cabang.
Kedua transaksi tersebut memiliki perlakuan akuntansi yang berbeda. Pemberian bantuan untuk membiayai operasional kantor dicatat oleh Kantor PMI yang menyerahkan dana sebagai biaya pengembangan organisasi, sedangkan apabila biaya tersebut untuk melaksanakan suatu program/proyek harus dicatat sebagai biaya program sesuai dengan jenis biaya yang disampaikan dalam laporan pertanggungjawaban.
Untuk menghilangkan kesalahpahaman setiap pengiriman uang dari MP PMI ke PMI Daerah/Cabang harus segera diidentifikasi apakah merupakan beban program atau beban pengembangan organisasi.
a. Beban Program
MP PMI mencatat pengiriman dana tersebut sebagai Dropping ke PMI Daerah/Cabang, sedangkan PMI Daerah/Cabang mencatat sebagai “Hutang kepada MP PMI”. Dropping/Uang Muka tersebut harus disampaikan pertanggungjawabannya kepada MP PMI.
Pencatatan pada saat pertanggung jawabannya kepada MP PMI adalah : MP PMI
Biaya Program xxx
33 PMI Daerah/Cabang
Biaya Program xxx
Kas/Bank xxx
Hutang kepada MP PMI xxx
Sumbangan MP PMI xxx
b. Beban Pengembangan Organisasi
Dana pengembangan organisasi dicatat MP PMI sebagai beban pada saat dibayarkan, sedangkan PMI Daerah/Cabang yang menerimanya langsung mencatat sebagai pendapatan “Sumbangan MP PMI”
33