BAB IV HASIL PENELITIAN
4.2 Hasil Penelitian dan Pembahasan
4.2.1.16 Penjelasan Elemen Framing…
Frame yang dikembangkan Kompas terkait kecelakaan pesawat Air Asia pada berita edisi 9 Januari yaitu mengangkat hilangnya ego dan sekat kebangsaan para negara sahabat yang tergabung dalam misi kemanusiaan mencari korban dan badan pesawat Air Asia.
Diagnose Causes
Kompas tetap pada pernyataannya bahwa penyebab utama kecelakaan pesawat Air Asia adalah cuaca buruk atau musibah alam. Tulisan “musibah Air Asia” kembali diperlihatkan yang kali ini posisinya berada disamping gambar para awak kapal perang yang sedang melakukan pencarian pesawat dan korban Air Asia.
Make Moral Judgement
Kompas tidak menuliskan keputusan moral terkait kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi berita 9 Januari. Keseluruhan isi berita Kompas pada edisi ini hanya membahas profil kapal perang dan para pencari dari negara sahabat yang ikut melakukan pencarian korban dan pesawat Air Asia QZ8501.
Kompas juga tidak menawarkan jalan apa yang harus ditempuh untuk menyelesaikan peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 ini. Pada awal, isi hingga akhir berita edisi 9 Januari semuanya hanya membahas profil para awak negara tetangga dan kapal perang yang ikut bergabung dalam misi kemanusiaan pencairan pesawat Air Asia QZ8501.
4.2.1.17 Judul Berita : “Posisi Kotak Hitam Sudah Diketahui” Nama Media : Kompas
Edisi/tanggal : 12 Januari 2015 Framing : Robert N. Entman
Tabel 4.9 Hasil Analisis Koran
Perangkat Framing Entman Bukti Dalam Teks
Define Problems Posisis kotak hitam berada di titik 03037’21’’ Lintang Selatan dan 109042’42’’ Bujur Timur.
Kompas membaca peristiwa kecelakaan Air Asia pada edisi 12 Januari 2015, dengan mengangkat frame posisi kotak hitam (black box) pesawat Air Asia QZ8501 yang jatuh di Laut Jawa yang sudah diketahui keberadaannya, posisi persis kotak hitam berada di titik 03037’21’’ Lintang Selatan dan 109042’42’’ Bujur Timur.
119
Januari 2015).
Diagnose Causes Cuaca buruk/musibah alam. “Sebuah tulisan putih yang berukuaran cukup besar dengan latar belakang merah yang bertuliskan MUSIBAH AIR ASIA terlihat jelas pada pertengahan isi teks berita halaman pertama Kompas edisi 12 Januari 2015”.
Make Moral
Judgement
Pengambilan kotak hitam belum dilakukan.
Kompas mengambil keputusan moral dari peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 12 Januari 2015 dengan memuat pernyataan Masrusi yang merupakan Kepala Sub-komunikasi Udara Komite Nasional Keselatan Transportasi, bahwa pengambilan kotak hitam belum dilakukan karena baru medeteksinya. (Paragraf ketujuh halaman 1 edisi 12 Januari 2015).
Treatment Recommendation
Tidak menawarkan penyelesaian masalah.
“Keseluruhan isi teks berita dari awal hingga penutup pada halaman 1 edisi 12 Januari 2015”.
4.2.1.18 Penjelasan Elemen Framing Define Problems
mengenai kecelakaan pesawat Air Asia yaitu keberadaan kotak hitam (black box) yang sudah berhasil diketahui. Menurut laporan dari lapangan, bahwa kotak hitam (black box) berada pada titik 03037’21’’ Lintang Selatan dan 109042’42’’ Bujur Timur.
Diagnoese Causes
Kompas hingga berita edisi 12 Januari tetap memposisikan musibah alam sebagai penyebab utama kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501. Tulisan “musibah Air Asia” kembali terlihat jelas pada pertengahan isi teks berita edisi 12 Januari. Tulisan berwarna merah berlatar putih ini ada tentu untuk memperkuat argumen Kompas mengenai penyebab kecelakaan pesawat Air Asia.
Make Moral Judgement
Evaluasi Moral yang ditampilkan Kompas pada berita edisi 12 Januari terkait kecelakaan Air Asia ialah memuat pernyataan Kepala Sub-komunikasi Udara Komite Nasional Keselatan Transportasi, Masruri bahwa terkait evakuasi kotak hitam yang belum dilakukan tim pencari gabungan pesawat Air Asia karena kotak hitam baru diketahui posisinya. Treatment Recommendation
Kompas tidak menawarkan jalan apa yang harus ditempuh untuk mendapatkan solusi yan solutif terkait peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501. Keseluruhan isi teks berita pada edisi 12 Januari hanya menjelaskan posisi kotak hitam dan rencana evakuasinya.
121
4.2.2 Analisi Framing Pemberitaan Koran Radar Banten
4.2.2.1 Judul Berita : “Pesawat Masih Misterius” Nama Media : Radar Banten
Edisi/tanggal : 30 Desember 2014 Framing : Robert N. Entman
Tabel 4.10 Hasil Analisis Koran
Perangkat Framing Entman Bukti Dalam Teks
Define Problems Pencarian pesawat masih nihil. Radar Banten melihat kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 30 Desember 2014, dengan mengangkat frame pesawat yang masih misterius, tim penyelamat belum menemukan Air Asia, hasil pencarian pesawat pun masih nihil. Radar juga menyatakan pencaraian yang dilakukan pemerintah masih sia-sia dikarenakan pemerintah belum bisa memastikan keberadaan pesawat yang terbang dari Surabaya menuju Singapura itu. (caption satu dan dua miniatur gambar pesawat Air Asia, dan kalimat pertama dan kedua pada paragraf
Desember 2014). Diagnose Causes Pemerintah sebagai pihak yang harus
bertanggungjawab.
Radar Banten melihat pemerintah sebagai aktor yang perlu bertanggungjawab karena belum bisa memastikan penyebab hilangnya maskapai Air Asia. (Kalimat ketiga pada paragraph pertama halaman 1 edisi 30 Desember 2014)
Make Moral
Judgement
Kemenhub akan mengevaluasi operasi dan bisnis penerbangan pesawat.
Radar Banten membuat keputusan moral pada edisi 30 Desember 2014 dengan menyatakan bahwa Kemenhub akan melakukan check dan preview penerbangan. Ini dilakukan untuk meningkatkan safety dalam dunia penerbangan di Indonesia. “Saya janjikan akan melakukan evaluasi operasi dan bisnis penerbangan, namun saya belum bisa menjelaskan sekarang,” ungkap Johan yang merupakan jajaran Kemenhub. (Paragraf keenam pada halaman 9, yang merupakan sambungan Headline halaman pertama edisi 30 Desember 2014).
123
Treatment Recommendation
Pihak Air Asia siap membayar asuransi kepada keluarga korban.
Radar Banten menawarkan peneyelesaian yang harus ditempuh untuk mengatasi peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 30 Desember 2014 ini dengan menulis penyataan CEO Air Asia Tony Fernandes yang akan membayar santunan berupa asuransi kepada keluarga korban sesuai yang ditetapkan pemerintah. (Paragraf kedua belas pada halaman 9 yang merupakan sambungan Headline halaman pertama edisi 30 Desember 2014).
4.2.2.2 Penjelasan Elemen Framing Define Problems
Radar Banten mengembangkan frame peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia pada berita edisi 30 Desember yaitu menampilkan hasil pencarian pesawat yang masih nihil. Belum ada kepastian dimana letak jatuhnya pesawat yang terbang dari Surabaya menuju Singapura ini membuktikan bahwa pencarian yang dilakukan pemerintah melalui tim gabungan pencari pesawat masih sia-sia.
yang perlu bertanggungjawab atas peristiwa kecelakaan pesawat asal Malaysia ini. Belum adanya kepastian penyebab sebenarnya mengapa pesawat bisa hilang dan kemudian diketahui mengalami kecelakaan, membuat pemerintah Indonesia menjadi satu-satunya aktor yang harus bertanggungjawab atas insiden ini.
Make Moral Judgement
Radar Banten menawarkan evaluasi moral dengan menuliskan bahwa pemerintah Indonesia akan melakukan chek dan preview terhadap operasi dan bisnis penerbangan yang ada di Indonesia. Menurut pemerintah ini perlu dilakukan untuk meningkatkan keamanan penumpang pesawat dan meminimalisir kecelakaan pesawat yang sering terjadi di Indonesia.
Treatment Recommendation
Radar Banten menawarkan solusi sementara yang bisa ditempuh terkait peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia ialah dengan menuliskan bahwa CEO Air Asia siap membayar santunan berupa asuransi kepada keluarga korban dengan jumlah yang ditetapkan pemerintah Indonesia tentunya.
125
4.2.2.3 Judul Berita : “Siapkan 161 Peti Jenazah” Nama Media : Radar Banten
Edisi/tanggal : 31 Desember 2014 Framing : Robert N. Entman
Tabel 4.11 Hasil Analisis Koran
Perangkat Framing Entman Bukti Dalam Teks
Define Problems 161 peti jenazah, 60 ambulans dan 3 rumah sakit disiapkan untuk identifikasi korban.
Radar Banten melihat kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 30 Desember 2014, dengan mengangkat frame evakuasi yang dilakukan Basarnas terhadap jenazah penumpang Air Asia QZ8501, Radar juga mengangkat frame Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar yang menyiapakan 161 peti jenazah, 60 Ambulans dan tiga rumah sakit untuk pembersihan dan identifikasi korban. (Kalimat pertama paragraf pertama, halaman 1 edisi 31 Desember 2014).
Diagnose Causes Cuaca buruk. Radar Banten berasumsi bahwa
hilangnya pesawat Air Asia QZ8501 karena masuk kedalam awan Columbus,
udara yang mengandung es. (Caption ilustrasi pesawat Air Asia jatuh, disebelah kiri koran halaman 1 edisi 31 Desember 2014).
Make Moral
Judgement
Mabes Polri mengirimkan beberapa dokter kepolisian bersama Disaster Victim Identification (DVI) ke Pangkalan Bun.
Radar Banten membuat keputusan moral pada edisi 30 Desember 2014 dengan menulis bahwa Mabes Polri mengirimkan beberapa dokter kepolisian bersama Disaster Victim Identification (DVI) ke Pangkalan Bun. Salah seorang yang dikirim adalah AKBP Sumy Hasrty Purwanti yang sudah pernah terlibat dalam identifikasi korban pesawa Malaysia Airlines MH17 yang dirudal Ukraina.
(Paragraf kedelapan halaman 9 yang merupakan sambungan Headline halaman 1 edisi 31 Desember 2014). Treatment
Recommendation
Marsda TNI Sunarbowo agar hari ini tim bisa menemukan jenazah lebih banyak.
Radar Banten menawarkan solusi dini yang bisa diambil sementara untuk mengatasi peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 30 Desember 2014 ini
127
dengan menulis harapan Marsda TNI Sunarbowo agar hari ini tim bisa menemukan jenazah lebih banyak, ini dikarenakan sebelumnya terlihat dari pesawat Hercules TNI-AU beberapa jenazah yang terapung, namun gagal dievakuasi akibat cuaca yang buruk. (Paragraf ketujuh belas halaman 9 yang merupakan sambungan Headline halaman 1 edisi 31 Desember 2014).
4.2.2.4 Penjelasan Elemen Framing Define Problems
Frame yang dikembangkan Radar Banten pada berita edisi 31 Desember mengenai kecelakaan pesawat Air Asia adalah penyedian 161 peti jenazah, 60 ambulans dan 3 rumah sakit oleh pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat yang nantinya akan digunakan untuk identifikasi korban.
Diagnose Causes
Dalam keseluruhan isi berita Radar Banten pada edisi 31 Desember, cuaca buruk yaitu awan columbus adalah penyebab utama pesawat Air Asia hilang kontak dan kemudian mengalami kecelakaan. Zat
rusak dan mati karena kemasukan es. Make Moral Judgement
Keputusan moral yang ditawarkan Radar Banten mengenai kecelakaan pesawat Air Asia pada beritanya di edisi 31 Desember adalah dengan menuliskan upaya Mabes Polri yang mengirimkan beberapa dokter kepolisian bersama Disaster Victim Identification (DVI) ke Pangkalan Bun guna mengidentifikasi korban yang berhasil dievakuasi.
Treatment Recommendation
Langkah penyelesaian awal yang ditawarkan Radar Banten terkait kecelakaan pesawat Air Asia adalah agar hari ini tim gabungan pencari pesawat Air Asia QZ8501 bisa menemukan jenazah korban lebih banyak dibandingkan dengan hari sebelumnya.
4.2.2.5 Judul Berita : “Bodi Pesawat Tertahan Lumpur” Nama Media : Radar Banten
Edisi/tanggal : 5 Januari 2015 Framing : Robert N. Entman
Tabel 4.12 Hasil Analisis Koran
Perangkat Framing Entman Bukti Dalam Teks
Define Problems Badan SAR Nasional dan TNI belum menemukan main body atau kerangka besar pesawat.
Radar Banten melihat kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 5 Januari 2015, dengan mengangkat frame Badan
129
SAR Nasional dan TNI belum menemukan main body atau kerangka besar pesawat, sejauh ini hanya sepihan pesawat saja yang mampu ditemukan tim pencari pesawat. (Paragraf pertama Headline halaman 1 edisi 5 Januari 2015).
Diagnose Causes Maskapai Air Asia. Radar Banten melihat penyebab kecelakaan pesawat Air Asia ini karena maskapi Air Asia tidak mengantongi izin terbang dari Kementrian Perhubungan Indonesia. Kementrian Perhubungan (Kemenhub) sendiri bersikeras bahwa pesawat Air Asia QZ8501 yang jatuh pada Minggu (28/12/2014) tidak memiliki izin terbang dari Kemenhub. (Paragraf pertama sub judul RI DAN SINGAPURA BEDA PENDAPAT pada halaman 9 sambungan Headline halaman pertama edisi 5 Januari 2015).
Make Moral
Judgement
34 jenazah Air Asia yang sudah ditemukan dan berhasil dievakuasi.
Radar Banten membuat keputusan moral pada edisi 5 Januari 2015 dengan
sudah ditemukan dan berhasil dievakuasi, dari jumlah tersebut empat ditemukan kemarin, satu jenazah dikonfirmasi pagi kemarin, jenazah berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh kapal RSS Persistence milik Singapura dan kapal Onami milik pemerintah Jepang. (Kalimat pertama dan kedua paragraph kedelapan halam 9 yang merupakan sambungan Headline halaman pertama edisi 5 Januari 2015). Treatment
Recommendation
Tidak menawarkan penyelesaian masalah.
“Keseluruhan isi teks berita dari awal hingga penutup pada halaman 1 dan berlanjut ke halaman 9 edisi 5 Januari 2015”.
4.2.2.6 Penjelasan Elemen Framing Define Problems
Radar Banten mengidentifikasi peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia pada berita edisi 5 Januari dengan mengangkat frame perkembangan pencarian badan pesawat. Saat ini tim gabungan Badan SAR dan TNI baru mampu menemukan serpihan pesawat saja, sedangkan main body atau kerangka besar pesawat belum berhasil ditemukan.
131
Diagnose Causes
Radar Banten memposisikan pihak maskapai Air Asia sebagai pihak yang bersalah dalam peristiwa kecelakaan ini. Radar Banten menuliskan bahwa pihak Air Asia tidak memiliki izin terbang pada hari Minggu (28/12) dari Kemenhub. Pernyataan ini sendiri diperkuat langsung oleh J.A Barata yang merupakan Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Kemenhub. Barata mengatakan bahwa Kemenhub hanya mengeluarkan izin pernerbangan pada rute Surabaya-Singapura pada hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu. Jelas ini adalah kecerobohan pihak Air Asia yang tidak patuh pada intruksi Kemenhub dengan melakukan penerbangan tanpa izin resmi.
Make Moral Judgement
Radar Banten membuat keputusan moral pada beritanya di edisi 5 Januari terkait dengan kecelakaan pesawat Air Asia dengan menuliskan total jenazah yang berhasil ditemukan dan dievakuasi. Tercatat sudah 34 Jenazah yang berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Treatment Recommendation
Radar Banten tidak menawarkan sebuah jalan yang harus ditempuh untuk menangani kecelakaan pesawat Air Asia pada beritanya di edisi 5 Januari. Keseluruhan isi berita hanya mengabarkan perkembangan pencarian badan pesawat dan korban yang berhasil dievakuasi. Radar juga hanya menuliskan perbedaan pendapat tentang izin terbang yang dimiliki Air Asia dari Kemenhub Indonesia dan pemerintah Singapura.
Nama Media : Radar Banten Edisi/tanggal : 6 Januari 2015 Framing : Robert N. Entman
Tabel 4.13 Hasil Analisis Koran
Perangkat Framing Entman Bukti Dalam Teks
Define Problems Tim Basarnas yang kembali menemukan tiga jenazah korban.
Radar Banten melihat kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 6 Januari 2015, dengan mengangkat frame Tim Basarnas yang kembali menemukan tiga jenazah korban bersama kursi penumpang yang masih terlilit sabuk pengaman pesawat, kondisi ini semakin memperkuat dugaan kalau pesawat tidak hancur. (Paragraf pertama pada Headline halaman 1 edisi 6 Januari 2015).
Diagnose Causes Tidak menjelaskan. Radar Banten tidak menjelaskan secara detail penyebab kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 pada edisi 6 Januari 2015, Radar hanya menulis dugaan bahwa pesawat tidak hancur, melainkan terbelah antara badan pesawat dan ekor ketika masuk ke laut.
133
(Paragraf kesepuluh kalimat pertama hal 9 yang merupakan sambungan Headline halaman pertama edisi 6 Januari 2015).
Make Moral
Judgement
13 total korban yang sudah diserahkan kepada keluarga dari 37 jenazah yang sudah dievakuasi.
Radar Banten membuat keputusan moral pada edisi 6 Januari 2015 dengan menuliskan 13 total korban yang sudah diserahkan kepada keluarga dari 37 jenazah yang sudah dievakuasi, tersisa ada 24 jenazah yang belum diserahkan kepada keluarga karena masih dalam proses identifikasi. (Paragraf 21 kalimat pertama dan paragraf 22 kalimat kedua pada halaman 9 yang merupakan sambungan Headline halaman pertama edisi 6 Januari 2015).
Treatment Recommendation
Tidak menawarkan penyelesaian masalah.
“Keseluruhan berita, dari Headline sebagai pembuka dihalaman pertama, hingga isi dan penutup berita yang ada pada sambungan di halaman 9 edisi 6 Januari 2015”.
Define Problems
Frame yang dikembangkan Radar Banten pada berita mengenai kecelakaan pesawat Air Asia edisi 6 Januari ialah penemuan Basarnas yang berhasil menemukan tiga korban jenazah pada pencarian sehari kemarin. Tiga jenazah yang ditemukan berada pada kondisi masih terikat sabuk pengaman tempat duduk pesawat. Ini membuktikan bahwa pesawat tidak meledak diudara melainkan tenggelam kedalam laut.
Diagnose Causes
Radar Banten tidak menjelaskan secara rinci apa penyebab utama kecelakaan pesawat Air Asia, atau siapa yang harus bertanggungjawab atas peristiwa ini. Pada berita edisi 6 Januari terkait kecelakaan pesawat Air Asia yang berjudul “Tiga Jenazah Terlilit Sabuk Pengaman” Radar hanya menerangkan evakuasi korban yang berhasil dilakukan tim gabungan Basarnas.
Make Moral Judgement
Radar Banten menampilkan evaluasi moral mengenai kecelakaan pesawat Air Asia pada beritanya di edisi 6 Januari dengan menyampaikan keberhasilan tim pencarian gabungan yang berhasil mengevakuasi korban pesawat Air Asia yang berjumlah 37 orang. Dari 37 jenazah korban yang berhasil dievakusai, 13 sudah dikembalikan kepada keluarganya.
135
Treatment Recommendation
Radar Banten tidak menawarkan langkah apa yang harus ditempuh untuk menyelesaikan masalah kecelakaan pesawat Air Asia ini. Ini terlihat dari semua isi teks berita edisi 6 Januari yang semuanya hanya membahas identitas korban, baik itu yang berhasil diedintifikasi maupun belum berhasil diidentifikasi. Tidak ada satu kalimat pun dalam berita edisi 6 Januari yang membahas langkah solutif apa yang perlu ditempuh untuk menyelesaikan peristiwa naas ini.
4.2.2.9 Judul Berita : “Hanyut Hingga Perairan Banjarmasin” Nama Media : Radar Banten
Edisi/tanggal : 7 Januari 2015 Framing : Robert N. Entman
Tabel 4.14 Hasil Analisis Koran
Perangkat Framing Entman Bukti Dalam Teks
Define Problems Beberapa jenazah Air Asia QZ8501 dalam beberapa hari lagi kemungkinan akan terbawa arus hingga perairan Banjarmasi.
Radar Banten melihat kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 7 Januari 2015, dengan mengangkat frame beberapa jenazah Air Asia QZ8501 dalam beberapa lagi hari kemungkinan akan terbawa arus hingga perairan Banjarmasi, Kalimantan Selatan, ini
lenyapnya pesawat mulai mengarah ke timur laut.
Diagnose Causes Sebuah tragedi. Radar Banten tidak menjelaskan secara detail penyebab kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 pada edisi 7 Januari 2015, Radar hanya memperlihatkan sebuah gambar kecil ilustrasi pesawat masuk ke laut dengan tulisan disampingnya “tragedi” yang menggambarkan kecelakaan pesawat Air Asia adalah sebuah tragedi.
Make Moral
Judgement
Jumlah keseluruhan korban yang berhasil ditemukan berjumlah 39 jenazah.
Radar Banten membuat keputusan moral pada edisi 7 Januari 2015 dengan menuliskan jumlah keseluruhan korban yang berhasil ditemukan berjumlah 39 jenazah dari seluruh penumpang dan kru pesawat yang berjumlah 162 orang. Ini berarti masih ada 123 orang yang belum ditemukan. (Paragraf keempat halaman 9 yang merupakan sambungan berita halaman 1 edisi 7 Januari 2015).
137
Recommendation Air Asia bukan hanya pada ekor pesawat dimana kotak hitam (black box) tapi juga pada badan pesawat.
yang bisa ditempuh untuk mengatasi peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 7 Januari 2015 ini dengan menulis fokus tim gabungan Basarnas pencari Air Asia bukan hanya pada ekor pesawat dimana kotak hitam (black box) tapi juga pada badan pesawat dimana Basarnas yakin didalam badan pesawat itu tertinggal banyak jenazah. (Paragraf ke-14 halaman 9 yang merupakan sambungan berita halaman 1 edisi 7 Januari 2015).
4.2.2.10 Penjelasan Elemen Framing Define Problems
Radar Banten mengidentifikasi berita kecelakaan pesawat Air Asia pada berita edisi 7 Januari dengan mengangkat tema bahwa beberapa hari kedepan jenazah para korban akan terbawa arus laut ke perairan Banjarmasin. Ini dikarenakan arus angin dan laut mulai mengarah ke Timur Laut.
Diagnose Causes
Radar Banten tidak menuliskan apa penyebab utama kecelakaan pesawat Air Asia di edisi 7 Janurai dalam beritanya. Radar hanya
Radar menuliskan kata tragedi tepat disamping gambar ilustrasi masuknya pesawat kedalam air laut.
Make Moral Judgement
Radar Banten memperlihatkan justifikasi moral dengan menuliskan keseluruhan total korban yang berhasil ditemukan oleh tim gabungan pencari pesawat Air Asia berjumlah 39 jenazah. Ini berarti bertambah dua jenazah selama pencarian kemarin. Ini berarti masih ada 123 orang yang belum ditemukan dari seluruh penumpang dan kru pesawat yang berjumlah 162 orang.
Treatment Recommendation
Radar Banten menawarkan langkah penyelesaian yang bisa ditempuh dengan terus mencari badan pesawat dan ekor pesawat dimana kotak hitam berada. Badan pesawat yang belum berhasil ditemukan diduga masih terdapat para jenazah korban. Walaupun badan pesawat dan ekor pesawat terbelah, keduanya tetap menjadi focus pencarian tim Basarnas dan seluruh tim gabungan pencari pesawat Air Asia, karena para jenazah korban dan kotak hitam (black box) sama pentingnya dalam misi pencarian kemanusiaan ini.
139
4.2.2.11 Judul Berita : “Black Box Air Asia Ditemukan” Nama Media : Radar Banten
Edisi/tanggal : 8 Januari 2015 Framing : Robert N. Entman
Tabel 4.15 Hasil Analisis Koran
Perangkat Framing Entman Bukti Dalam Teks
Define Problems Ditemukannya kotak hitam atau black box, kotak hitam ditemukan pada ekor pesawat.
Radar Banten melihat kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 8 Januari 2015, dengan mengangkat frame ditemukannya kotak hitam atau black box, kotak hitam ditemukan pada ekor pesawat yang dimana ekor pesawat berhasil didteksi berada didasar laut perairan Kalimantan Selatan, tim pencari juga mendeteksi keberadaan black box berada dikedalaman 35 meter. (Paragraf pertama dan paragraf kedua kaliman pertama dan kedua pada halaman 1 dan halaman 9 edisi 8 Januari 2015).
Diagnose Causes Tidak menjelaskan. “Keselurusan isi berita Black Box Air Asia Ditemukan, pada edisi 8 Januari 2015”.
Judgement nanti adalah mencari jasad yang kemungkinan berada di kabin atau masih berada dikursi penumpang.
pada edisi 8 Januari 2015 dengan menuliskan prioritas pada penyelaman kelima nanti adalah mencari jasad yang kemungkinan berada di kabin atau masih berada dikursi penumpang karena terikat sabuk pengaman kursi pesawat, kemungkinan dalam pencarian itu black box juga akan ditemukan.
(Paragraf ke-11 halaman 9 yang merupakan sambungan halaman 1 edisi 8 Januari 2015).
Treatment Recommendation
Dugaan bahwa black box masih berada diekor pesawat, ini terdeteksi melalui bunyi dari underwater locater beacon atau ULB.
Radar Banten menulis jalan yang bisa ditempuh untuk mengatasi masalah peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 8 Januari 2015 dengan menulis dugaan bahwa black box masih berada diekor pesawat, ini terdeteksi melalui bunyi dari underwater locater beacon