BAB IV HASIL PENELITIAN
4.2 Hasil Penelitian dan Pembahasan
4.2.1.2 Penjelasan Elemen Framing
Koran Kompas mengidentifikasi kecelakaan pesawat Air Asia ini dengan mengangkat bingkai atau tema perluasan titik pencarian pesawat
93
menjadi 13 area. Segala hal yang berkaitan dengan kecelakaan pesawat Air Asia pada berita Kompas edisi 30 Desember mengangkat perluasan pencarian pesawat ini untuk mengetahui letak persis jatuhnya pesawat dan mengevakuasi para korban. Perluasan titik pencarian pesawat bertambah bertambah enam sektor yang sebelumnya hanya tujuh sektor. Luas area enam sektor titik pencarian pesawat ini sebesar 233,35 kilometer.
Diagnose Causes
Dalam keseluruhan berita Kompas pada edisi 30 Desember, belum diterangkan apa penyebab kecelakaan pesawat milik Malaysia ini, atau siapa aktor yang harus bertanggungjawab atas peristiwa ini. Kompas hanya menerangkan perluasan pencarian dilakukan untuk mengevakuasi pesawat dan kotak hitam, sehingga nanti akan diketahui penyebabnya. Make Moral Judgement
Penilaian moral atau keputusan moral yang dibuat Kompas pada berita edisi 30 Desember ialah dengan menuliskan intruksi presiden Joko Widodo yang menyatakan agar tim gabungan pencari pesawat Air Asia memaksimalkan pencarian pesawat. Ini diintruksikan presiden agar ada kejelasan dan kepastian mengenai perkembangan pencarian pesawat. Kompas juga menambahkan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menemukan pesawat yang hilang.
Treatment Recommendation
Secara tidak langsung Kompas menawarkan penyelesaian mengenai kecelakaan pesawat Air Asia ini pada edisi 30 Desember ialah
selagi cuaca kondusif. Adanya kemungkinan cuaca buruk pada satu atau dua hari mendatang tentu nanti akan menghambat Basarnas dan tim pencari untuk melakukan pencarian. Maka dari itu pemerintah harus bisa memanfaatkan cuaca yang kondusif untuk memakasimalkan pencarian pesawat, karena ketika cuaca buruk tentu akan sangat mengganggu proses pencarian.
4.2.1.3 Judul Berita : “Kekompakan Percepat Pencarian” Nama Media : Kompas
Edisi/tanggal : 31 Desember 2014 Framing : Robert N. Entman
Tabel 4.2 Hasil Analisis Koran
Perangkat Framing Entman Bukti Dalam Teks
Define Problems Kekompakan percepat pencarian. Kompas melihat perisitwa kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 31 Desember 2014, dengan mengankat frame kekompakan para masyarakat, tim penyelamat, TNI dan Pemerintah dalam mempercepat pencarian pesawat Air Asia QZ8501.(sub judul edisi 31 Desember 2014).
95
Diagnose Causes Cuaca buruk/musibah alam. Sebuah tulisan putih yang berukuaran cukup besar dengan latar belakang merah yang bertuliskan MUSIBAH AIR ASIA terpampang jelas pada pertengahan isi teks berita.
Make Moral Judgement
Kekompakan semua elemen dalam mengevakuasi Air Asia.
Kompas membuat keputusan moral dari peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 31 Desember 2014, dengan memperlihatkan kekompakan seluruh elemen diantaranya BASARNAS yang terjun langsung dalam evakuasi Air Asia. Basarnas dan TNI juga mengerahkan pesawat dan kapal mereka untuk mendekati lokasi yang diduga sebagai lokasi jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501. (Pada paragraf pertama Sub Judul Kekompakan, hal 15 yang merupakan sambungan dari Headline berita pada halaman pertama).
Treatment
Recommendation
Mengidentifikasi kotak hitam (black box).
Kompas menawarkan penyelesaian yang harus ditempuh untuk mengatasi perisitwa kecelakaan pesawat Air Asia
4.2.1.4 Penjelasan Elemen Framing Define Problems
Frame yang dikembangkan Kompas adalah kekompakan para masyarakat, tim penyelamat, TNI dan Pemerintah yang mempercepat proses pencarian pesawat. Kekompakan yang diperlihatkan para tim gabungan pencari pesawat Air Asia ini dapat mengefesiensikan waktu evakuasi pesawat yang hilang dilautan.
Diagnose Causes
Dalam keseluruhan berita Kompas edisi 31 Desember, cuaca buruk diposisikan sebagai penyebab utama kecelakaan pesawat bertipe QZ8501 ini. Untuk memperkuat pernyataannya, Kompas menambahkan sebuah tulisan besar berwarna merah dengan latar belakang putih bertuliskan “musibah Air Asia” yang terletak pada isi teks pertengahan berita.
Make Moral Judgement
Frame cuaca buruk sebagai penyebab utama kecelakaan pesawat Air Asia membuat tidak ada pihak yang bisa disalahkan pada peristiwa ini.
terus mencari serpihan pesawat untuk mengidentifikasi kotak hitam (Black Box). (Paragraf ketiga pada Sub Judul Mencari Kotak Hitam halaman 15, yang merupakan bagian akhir berita).
97
Kompas hanya memberikan evaluasi moral dengan memperlihatkan kekompakan seluruh elemen yang terjun langsung dalam evakuasi Air Asia. Basarnas dan TNI yang juga tergabung dalam tim pencari pesawat Air Asia, juga mengerahkan kapal dan pesawat untuk mendekati lokasi yang diduga kuat merupakan lokasi jatuhnya pesawat Air Asia.
Treatment Recommendation
Rekomendasi yang diberikan Kompas pada berita kecelakaan pesawa Air Asia edisi 31 Desember adalah dengan terus mencari serpihan pesawat untuk mengidentifikasi kotak hitam (black box). Identifikasi pada kotak hitam nantinya akan dianalisis untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari hilang dan jatuhnya pesawat, dan evakusasi korban yang kemungkinan masih ada di dalam bangkai pesawat.
4.2.1.5 Judul Berita : “Tim SAR Terjang Cuaca Buruk” Nama Media : Kompas
Edisi/tanggal : 2 Januari 2015 Framing : Robert N. Entman
Tabel 4.3 Hasil Analisis Koran
Perangkat Framing Entman Bukti Dalam Teks
Define Problems Tetap berkeja optimal walau cuaca buruk.
Kompas memandang perisitwa kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 31 Desember 2014, dengan mengankat
buruk untuk pencarian pesawat dan juga korban, tim pencari badan pesawat dan kotak hitam menghadapi kondisi ditengah ganasnya laut, namun bekerja optimal. (Kalimat pembuka dibawah sub judul Headline “Tim SAR Terjang Cuaca Buruk” halaman 1 Edisi 2 Januari 2015). Diagnose Causes Cuaca buruk/musibah alam. “Sebuah tulisan putih yang berukuaran
cukup besar dengan latar belakang merah yang bertuliskan MUSIBAH AIR ASIA terpampang jelas pada halaman pertama Headline Tim SAR Terjang Cuaca Buruk edisi 2 Januari 2015”.
Make Moral
Judgement
Sembilan total jenazah berhasil ditemukan.
Kompas mengambil keputusan moral dari peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 2 Januari 2015 dengan menuliskan total jenazah yang ditemukan hingga kemarin sore berjumlah Sembilan.
(Paragraf terakhir pada sub judul Helikopter Sulit Mendarat, halaman 11 yang merupakan sambungan Headline
99
halaman 1 edisi 2 Januari 2015. Treatment
Recommendation
Mengidentifikasi korban yang berhasil ditemukan.
Kompas menawarkan penyelesaian dini yang bisa ditempuh untuk perisitwa kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 2 Januari 2015 dengan mengidentifikasi korban yang berhasil ditemukan Tim SAR dan mengirimnya dari Pangkalan Bun ke Surabaya Jawa Timur, korban teridentifikasi disimpan pada peti jenazah yang dibawa ambulans Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun. (Paragraf pertama sub judul Identifikasi halaman 11 yang merupakan sambungan Headline halaman 1, dan merupakan bagian akhir berita).
4.2.1.6 Penjelasan Elemen Framing Define Problems
Koran Kompas mengidentifikasi kecelakaan pesawat Air Asia dengan mengangkat bingkai tim SAR dan tim gabungan pencari pesawat dan korban yang bekerja optimal walaupun ditengah situasi cuaca buruk.
badan pesawat dan para korban Air Asia. Diagnose Causes
Dalam keseluruhan isi berita Kompas pada edisi 2 Januari, cuaca buruk atau musibah alam ditetapkan sebagai penyebab utama kecelakaan pesawat bertipe QZ8501 ini. Untuk memperkuat argumennya Kompas menampilkan sebuah tulisan dengan ukuran cukup besar yang bertuliskan “musibah Air Asia” yang terletak ditengan-tengah berita.
Make Moral Judgement
Penilaian moral yang dibuat Kompas terhadap kecelakaan Air Asia pada berita edisi 2 Januari dengan menginformasikan jumlah jenazah yang berhasil ditemukan selama pencarian 1 Januari kemarin. Tercatat total ada Sembilan jenazah yang ditemukan hingga pencarian kemarin sore.
Treatment Recommendation
Kompas merekomendasikan agar tim SAR dan tim gabungan pencari pesawat Air Asia melakukan identifikasi terhadap korban yang berhasil ditemukan. Korban yang berhasil ditemukan harus dikirim ke Surabaya agar bisa dikembalikan kepada keluarganya.
101
4.2.1.7 Judul Berita : “Lumpur Hambat Pencarian Kotak Hitam” Nama Media : Kompas
Edisi/tanggal : 5 Januari 2015 Framing : Robert N. Entman
Tabel 4.4 Hasil Analisis Koran
Perangkat Framing Entman Bukti Dalam Teks
Define Problems Pencarian belum membuahkan hasil. Kompas melihat perisitwa kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 5 Januari 2015, dengan mengankat frame bahwa pencarian masih belum membuahkan hasil karena cuaca buruk dan lumpur yang menghambat pencarian Kotak Hitam, untuk itu Badan SAR Nasional akan menggunakan teknologi guna mencari obyek dibawah air yang diindikasi merupakan bagian pesawat. (Paragraf pertama dan kedua halaman 1 edisi 5 Januari 2015).
Diagnose Causes Cuaca buruk/musibah alam. Sebuah tulisan berwarna merah MUSIBAH AIR ASIA tertulis diatas judul berita. Ada juga tulisan putih yang berukuaran cukup besar dengan latar
MUSIBAH AIR ASIA terlihat jelas pada pertengahan isi berita halaman pertama edisi 5 Januari 2015.
Make Moral
Judgement
Lima obyek besar pesawat akan menunjukkan keberadaan korban.
Kompas membuat keputusan moral dari perisitwa kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 5 Januari 2015 dengan menulis jika lima obyek besar bagian pesawat akan menunjukkan keberadaan korban yang masih belum bisa dievakuasi. Kemungkinan sebagian besar korban masih berada didalam obyek pesawat yang tenggelam. (Paragraf keempat dan kelima pada sub judul Pesawat Patah halaman 15 yang merupakan sambungan berita halaman 1 edisi 5 Januari 2015). Treatment
Recommendation
6 pesawat, 14 helikopter dan 27 kapal dikerahkan untuk pencarian badan pesawat, kotak hitam dan korban.
Kompas menawarkan penyelesaian yang bisa ditempuh untuk mengatasi perisitwa kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 5 Januari 2015, adalah dengan menulis upaya pencarian badan pesawat, kotak hitam dan korban yang dilakukan Badan SAR Nasional dan tim pencari gabungan
103
dimana 6 pesawat, 14 helikopter dan 27 kapal sudah dikerahkan. Jika badan pesawat sudah ditemukan, Komite Nasional Keselamtan Tranportasi akan mengangkatnya jika dimungkinkan.
4.2.1.8 Penjelasan Elemen Framing Define Problems
Frame yang dikembangkan Kompas ialah bahwa pencarian yang dilakukan tim SAR dan tim gabungan pencari pesawat belum membuahkan hasil yang signifikan. Ini dikarenakan cuaca yang sedang tidak bersahabat dan lumpur didasar laut yang menggangu proses pencarian.
Diagnose Causes
Dalam keseluruhan isi berita Kompas pada 5 Januari, cuaca buruk atau musibah alam (awan Columbus) dituliskan sebagai penyebab utama kecelakaan maskapai penerbangan milik Malayasia ini. Pernyataan Kompas ini sama seperti edisi sebelumnya. Kompas juga kembali menampilkan tulisan “musibah Air Asia” ditengah isi berita untuk memperkuat pendapatnya.
Make Moral Judgement
Frame musibah alam sebaga penyebab utama kecelakaan pesawat Air Asia ini membuat tidak ada pihak yang bisa disalahkan atau harus
evaluasi moral tentang keberadaan para korban yang diduga kuat masih ada pada obyek pesawat yang tenggelam. Jika obyek pesawat yang diduga ada lima obyek besar yang tenggelam bisa dievakuasi, maka para korban yang ada didalamnya pun bisa dievakuasi dan diidentifikasi nantinya. Treatment Recommendation
Rekomendasi yang diberikan Kompas adalah dengan menuliskan upaya yang sudah dilakukan tim pencari pesawat yang masih berupaya menemukan badan pesawat, korban dan kotak hitam dimana tim gabungan pencari sudah mengerahkan 6 pesawat, 14 helikopter dan 27 kapal.
4.2.1.9 Judul Berita : “Pencarian Dikejar Waktu” Nama Media : Kompas
Edisi/tanggal : 6 Januari 2015 Framing : Robert N. Entman
Tabel 4.5 Hasil Analisis Koran
Perangkat Framing Entman Bukti Dalam Teks
Define Problems Pencarian dikerjar waktu. Kompas melihat peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 pada edisi 6 Januari 2015 dengan mengangkat frame pencarian badan pesawat dan penumpang Air Asia yang dikejar waktu, termasuk keberadaan kotak hitam (black box) yang
105
sinyal pantulannya tersisa tinggal 20 hari lagi, tim pencari juga dituntut kerja cepat mengevakuasi penumpang, ini dikarenankan kondisi jenazah penumpang yang rusak, pengiriman jenazah tidak boleh lebih dari lima jam sejak ditemukan. (Paragraf pertama dan kedua halaman 1 edisi 6 Januari 2015). Diagnose Causes Cuaca buruk/musibah alam. “Sebuah tulisan putih yang berukuaran
cukup besar dengan latar belakang merah yang bertuliskan MUSIBAH AIR ASIA terlihat jelas pada halaman pertama edisi 6 Januari 2015”.
Make Moral
Judgement
Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polri mempunyai kemampuan mengenali jenazah korban dalam keadaan sangat buruk sekalipun.
Kompas mengambil keputusan moral dari peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 6 Januari 2015 dengan memuat jumlah jenazah ysng sudah dikirim dari Pangkalan Bum ke Surabaya, sejak kemarin sudah 37 jenazah yang dikirim ke Surabaya, tepatnya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk nanti diidentifikasi, Kompas juga
perlu khawatir, karena Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polri mempunyai kemampuan untuk mengenali jenazah dalam keadaan sangat buruk sekalipun. (Paragraf 15, 16 dan 17 halaman 15 yang merupakan sambungan berita halaman 1 edisi 6 Januari 2015).
Treatment Recommendation
Pemerintah siapkan psikolog dan psikiater untuk damping keluarga korban.
Kompas menawarkan penyelesaian dini yang bisa dilakukan untuk mengatasi perisitwa kecelakaan pesawat Air Asia pada edisi 6 Januari 2015, adalah dengan menulis bahwa pemerintah Jawa Timur menyiapkan psikolog dan psikiater untuk mendampingi keluarga korban, ada sekitar 45 relawan plus perawat kejiawaan yang bersiaga 24 jam, ini dilakukan untuk mencegah dampak psikologis kerabat dan keluarga korban. (Paragraf keempat pada sub judul Siapkan Psikolog halaman 15 yang merupakan sambungan berita halaman 1 edisi 6 Januari 2015).
107
4.2.1.10 Penjelasan Elemen Framing Define Problems
Koran Kompas mengidentifikasi kecelakaan pesawat Air Asia ini dengan mengangkat tema pada edisi 6 Januari bahwa pencarian dikejar waktu. Sinar pantulan kotak hitam yang tinggal 20 hari mengaharuskan tim pencari bekerja cepat agar mampu menemukan kotak hitam. Pencarian terhadap korban juga harus cepat karena kondisi para jenazah korban yang telalu lama didalam laut dapat menyebabkan kerusakan pada jenazah korban yang nantinya akan sulit dikenali.
Diagnose Causes
Dari keseluruhan isi beritanya pada 6 Januari, Kompas tetap memposisikan musibah alam sebagai penyebab utama kecelakaan naas maskapai milik Malaysia ini. Tulisan “musibah Air Asia” kembali terlihat pada pertengahan isi berita yang dimana tulisan berukuran cukup besar dan berlatar warna merah ini ditampilkan untuk mengutakan argumen Kompas mengenai penyebab utama kecelakan pesaawat Air Asia.
Make Moral Judgement
Keputusan moral yang dibuat Kompas adalah dengan menuliskan total ada 37 jenazah yang sudah dikirimkan tim gabungan pencari dari Pangkalan Bun ke Surabaya. Kompas juga menyatakan bahwa keluarga korban tidak perlu khawatir terkait identifikasi terhadapa identitas mayat korban yang sudah rusak karena terlalu lama didalam laut, karena Tim
mengenali jenazah dalam keadaan sangat buruk sekalipun. Treatment Recommendation
Kompas menuliskan rekomendasi bahwa pemerintah Jawa Timur menyiapkan psikolog da psikiater untuk mendampingi keluarga korban. Tercatat ada 45 relawan yang menjadi psikolog dan psikiter yang bersiaga 24 jam untuk mencegah dampak psikologis keluarga dan juga kerabat para korban.
4.2.1.11 Judul Berita : “Semua Mata Pun Tertuju ke Pangkalan Bun” Nama Media : Kompas
Edisi/tanggal : 7 Januari 2015 Framing : Robert N. Entman
Tabel 4.6 Hasil Analisis Koran
Perangkat Framing Entman Bukti Dalam Teks
Define Problems Semua media terpusat pada evakuasi korban pesawat.
Kompas membaca peristiwa kecelakaan Air Asia pada edisi 7 Januari 2015, dengan mengangkat frame semua mata dan media terpusat pada evakuasi korban pesawat bertipe QZ8501 yang difokuskan di Pangkalan Bun. Karena itu, nama Kotawaringin Barat sering muncul dalam pemberitaan dalam maupun luar negeri
109
dari media cetak hingga elektronik. (Paragraf pertama kalimat kedua halaman 1 edisi 7 Januari 2015).
Diagnose Causes Cuaca buruk/musibah alam. “Sebuah tulisan putih yang berukuaran cukup besar dengan latar belakang merah yang bertuliskan MUSIBAH AIR ASIA terlihat jelas pada pertengahan isi teks berita halaman pertama Kompas edisi 7 Januari 2015”.
Make Moral
Judgement
Tidak ada keputusan moral yang dibuat.
“Awal, Isi hingga akhir berita pada halaman 1 dan sambungannya pada halaman 15”.
Treatment Recommendation
Tidak menawarkan penyelesaian masalah.
“Awal , Isi hingga akhir berita pada halaman 1 dan sambungannya pada halaman 15, pada halam 15 terdapat gambar peta Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, dan sub judul Perkebunan yang menjelaskan potensi Kotawaringin Barat sekaligus merupakan bagian akhir atau penutup berita pada Kompas edisi 7 Januari 2015”.
Define Problems
Frame yang dikembangkan Kompas pada edisi 7 Januari adalah bahwa semua mata dan media tertuju pada pangkalan Bun, Kotawaringin yang merupakan pusat evakuasi dan markas para tim pencari gabungan pesawat Air Asia yang dinayatakan hilang 29 Desember lalu.
Diagnose Causes
Semua isi berita Kompas pada 7 Januari, memuat bahwa cuaca buruk atau musibah alam sebagai penyebab utama kecelakaan pesawat Air Asia. Klaim Kompas ini sama seperti persis seperti edisi sebelumnya. Kompas juga tidak lupa kembali menampilkan tulisan “musibah Air Asia” ditengah isi berita untuk memperkuat klaimnya.
Make Moral Judgement
Kompas tidak membuat keputusan atau evaluasi moral pada beritanya mengenai kecelakaan Air Asia di edisi 7 Januari. Ini bisa dilihat dari keseluruhan isi beritanya yang hanya memperlihatkan Sejarah dan letak Geografis serta Jumlah Penduduk dari Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengan.
Treatment Recommendation
Kompas juga tidak menawarkan penyelesaian apa yang harus ditempuh terkait kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 ini. Keseluruhan isi berita Kompas pada edisi 7 Januari hanya memuat Sejarah, Letak Geografis, dan Jumlah Penduduk, hingga Potensi Daerah dari Pangkalan
111
Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengan. Kompas juga menuliskan informasi mengenai Pangkalan Bun, termasuk Cagar Budaya dan Wisata, lengkap dengan gambar petanya.
4.2.1.13 Judul Berita : “Melayani Mereka yang Berjibaku” Nama Media : Kompas
Edisi/tanggal : 8 Januari 2015 Framing : Robert N. Entman
Tabel 4.7 Hasil Analisis Koran
Perangkat Framing Entman Bukti Dalam Teks
Define Problems Kepedulian sosial beberapa lembaga. Kompas melihat peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 pada edisi 8 Januari 2015 dengan mengangkat frame kepedulian sosial beberapa lembaga terhadap mereka yang berjibaku dalam melakukan misi pencarian pesawat Air Asia QZ8501. Kepedulian sosial ini berbentuk layanan freeLaundry atau cuci gratis pakaian para anggota TNI, Polri, hingga relawan yang tergabung dalam tim pencari pesawat Air Asia. Selain Laundry, ada juga layanan berupa
seduh, kopi, hingga air putih. (Paragraf pertama, kedua dan ketiga pada halaman 1 berita berjudul Melayani Mereka yang Berjibaku edisi 8 Januari 2015). Diagnose Causes Cuaca buruk/musibah alam. “Sebuah tulisan putih yang berukuaran
cukup besar dengan latar belakang merah yang bertuliskan MUSIBAH AIR ASIA terlihat jelas pada awal isi teks berita, yang lokasi persisnya berada dibawah judul Melayani Mereka yang Berjibaku halaman pertama Kompas edisi 8 Januari 2015”.
Make Moral
Judgement
Tidak membuat keputusan moral. “Isi keseluruhan berita pada halaman satu dan sambungannya pada halaman 15 edisi 8 Januari 2015, tidak ada yang membahas detail perkembangan terkait evakuasi pesawat, isi berita berjudul Melayani Mereka yang Berjibaku hanya menuliskan kepedulian sosial berupa pelayanan yang dilakukan beberapa lembaga dan perusahaan kepada mereka tim gabungan pencari
113
pesawat Air Asia”. Treatment
Recommendation
Tidak menawarkan penyelesaian masalah.
“Terlihat dari isi keseluruhan berita, mulai dari awal pada halaman pertama hingga isi dan penutup pada halaman Sembilan yang semuanya menuliskan pelayanan sosial kepada tim gabungan pencari pesawat, sub judul Makanan Khas yang merupakan bagian akhir berita juga hanya menuliskan makanan khas yang tersedia untuk tim gabungan pencari pesawat”.
4.2.1.14 Penjelasan Elemen Framing Define Problems
Koran Kompas mengangkat frame atau tema mengenai kecelakaan pesawat Air Asia pada beritanya di edisi 8 Januari dengan memperlihatkan pelayanan sejumlah lembaga kepada mereka yang berjibaku tergabung dalam misi pencarian pesawat Air Asia. Pelayanan yang diberikan kepada mereka yang turun tangan langsung dalam misi pencarian Air Asia adalah berupa penyediaan makanan dan minuman gratis seperti kopi dan mie seduh, serta layanan cuci baju gratis buat mereka yang terjun langsung melakukan evakuasi pesawat Air Asia.
Kompas tetap menampilkan bahwa cuaca buruk atau musibah alamlah yang menjadi penyebab utama kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501. Tulisan berwarna merah dan berlatar putih dengan ukuran cukup besar yang bertuliskan “musibah Air Asia” kembali terpampang jelas pada awal berita (dibawah judul) pada edisi 8 Januari.
Make Moral Judgement
Kompas tidak membuat evaluasi moral pada beritanya mengenai kecelakaan Air Asia di edisi 8 Januari. Ini bisa dilihat dari isi beritanya yang tidak ada yang membahas detail perkembangan terkait evakuasi pesawat, isi berita berjudul Melayani Mereka yang Berjibaku hanya menuliskan kepedulian sosial berupa pelayanan yang dilakukan beberapa lembaga dan perusahaan kepada mereka tim gabungan pencari pesawat Air Asia.
Treatment Recommendation
Kompas tidak menawarkan solusi apa yang harus diambil terkait kecelakaan pesawat Air Asia. Keseluruhan isi berita Kompas pada edisi 8 semuanya hanya menuliskan pelayanan sosial beberapa perusahaan dan lembaga kepada tim gabungan pencari pesawat, sub judul Makanan Khas yang merupakan bagian akhir berita juga hanya menuliskan makanan khas yang tersedia untuk tim gabungan pencari pesawat.
115
4.2.1.15 Judul Berita : “Sirnanya Sekat Kebangsaan Dalam Misi Kemanusiaan”
Nama Media : Kompas Edisi/tanggal : 9 Januari 2015 Framing : Robert N. Entman
Tabel 4.8 Hasil Analisis Koran
Perangkat Framing Entman Bukti Dalam Teks
Define Problems Pencarian korban mampu menghilangkan ego kebangsaan.
Kompas melihat peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 pada edisi 8 Januari 2015 dengan mengangkat frame pencarian korban yang mampu menghilangkan sekat kebangsaan dalam misi kemanusiaan, pencarian korban dan pesawat Air Asia memberi bukti negara-negara sahabat bisa menghilangkan ego kebangsaan. (Bridge berita pada halaman 1 edisi 9 Januari 2015).
Diagnose Causes Cuaca buruk/musibah alam. “Sebuah tulisan putih yang berukuaran cukup besar dengan latar belakang merah yang bertuliskan MUSIBAH AIR ASIA terlihat jelas lokasi persisnya berada dibawah judul Sirnanya Sekat
dan disamping foto awak kapal perang