• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3. Analisis Statistik Deskripsi

4.3.1. Penjelasan Responden Atas Variabel Kepemimpinan

) sedangkan varibel terikat (dependent variable) adalah prestasi kerja.

1

Kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki oleh Kepala Dinas untuk mempengaruhi bawahannya agar bersedia untuk bekerjasama dalam usaha untuk mencapai tujuan organisasi. Hasil jawaban responden untuk variabel kepemimpinan dapat dilihat pada Tabel 4.11:

Tabel 4.11 Penjelasan Responden Atas Variabel Kepemimpinan

N

o Dimensi Butir Pernyataan

Jawaban Responden Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total f % f % f % f % f % f % 1 Penetapan keputusan oleh pimpinan

Saya merasa pimpinan dapat mengambil keputusan yang tepat pada saat yang tepat

36 22 79 48 21 13 29 18 0 0 165 100 2 Keputusan pimpinan menjadi dasar pelaksanaan setiap pekerjaan dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai 20 12 94 57 25 15 26 16 0 0 165 100 3 Kebijakan pimpinan Kebijakan pimpinan di lingkungan kerja saya mempunyai pengaruh dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai

36 22 77 47 20 12 32 19 0 0 165 100

4 Kebijakan yang

diterapkan oleh pimpinan di lingkungan

kerja saya, terlebih

dahulu di musyawarakan dengan para pegawai 39 24 72 44 18 11 36 22 0 0 165 100 5 Berani mengambil resiko Menurut saya, pimpinan telah memiliki sikap yang

berani dalam mengambil suatu keputusan 43 26 73 44 27 16 22 13 0 0 165 100 6 Pimpinan selalu menanggung resiko atas setiap keputusannya walaupun terjadi pertentangan dari pegawai 21 13 84 51 32 19 28 17 0 0 165 100 7 Berani membuat perubahan

Saya merasa, pimpinan telah membuat suatu perubahan yang dapat diterima oleh pegawai

19 12 96 58 31 19 19 12 0 0 165 100

8 Pimpinan tidak merasa takut melakukan perubahan yang dianggap lazim demi peningkatan prestasi kerja pegawai 16 10 99 60 26 16 24 15 0 0 165 100 9 Pimpinan mendorong bawahan untuk berprestasi

Pimpinan saya selalu mendukung para pegawai untuk dapat menunjukkan prestasi yang terbaik

Lanjutan Tabel 4.11 Penjelasan Responden Atas Variabel Kepemimpinan

10 Menurut saya,

pimpinan selalu melakukan promosi jabatan bagi pegawai yang berprestasi 23 14 84 51 32 19 26 16 0 0 165 100 11 Pengawasan perilaku pegawai

Saya merasa senang jika pimpinan menilai setiap pekerjaan yang saya kerjakan

40 24 80 48 12 7 33 20 0 0 165 100

12 Pimpinan saya

melakukan pengawasan perilaku pegawai untuk peningkatan prestasi

31 19 85 52 22 13 27 16 0 0 165 100

Sumber: Hasil Penelitian, 2012 (data diolah)

Berdasarkan pada Tabel 4.11 dapat diketahui bahwa secara umum mayoritas responden menjawab sangat setuju dan setuju pimpinan dapat mengambil keputusan yang tepat pada saat yang tepat dalam menangani masalah yang terjadi di Dinas Kebersihan Pemerintah Kota Medan seperti mengambil keputusan yang tepat dalam menjalankan program kebersihan di Kota Medan. Hal ini terlihat dari jumlah responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 36 orang (22%), setuju sebanyak 79 orang (48%) sedangkan kurang setuju sebanyak 21 orang (13%) dan tidak setuju sebanyak 29 orang (18%). Responden menganggap pimpinan belum dapat mengambil keputusan yang tepat dalam meningkatkan pelayanan kebersihan yang terjadi di Dinas Kebersihan Pemerintah Kota Medan.

Keputusan pimpinan Dinas Kebersihan Pemerintah Kota Medan menjadi dasar pelaksanaan setiap pekerjaan dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai untuk terwujudnya Kota Medan yang berwawasan lingkungan, terlihat dari mayoritas responden menjawab sangat setuju sebanyak 20 orang (12%), setuju sebanyak 94 orang (57%) sedangkan yang menjawab kurang setuju sebanyak 25 orang (15%) dan tidak setuju sebanyak 26 orang (16%). Hal ini terlihat dari beberapa responden merasa keputusan pimpinan belum menjadi dasar dalam

meningkatkan prestasi kerja pegawai karena pimpinan kurang memperhatikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Dinas Kebersihan Pemerintah Kota Medan.

Responden menjawab kebijakan pimpinan mempunyai pengaruh dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai dalam meningkatkan manajemen pengelolaan kebersihan di Dinas Kebersihan Kota Medan dengan mengutamakan pertanggungjawaban. Hal ini terlihat dari jawaban responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 36 orang (22%), setuju sebanyak 77 orang (47%) sedangkan yang menjawab kurang setuju sebanyak 20 orang (12%) dan tidak setuju sebanyak 32 orang (19%). Hal ini menunjukkan kebijakan dari pimpinan belum terlihat dalam usaha untuk meningkatkan prestasi kerja pegawai, dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kebersihan kepada masyarakat.

Mayoritas responden menjawab sangat setuju dan setuju mengikuti kebijakan yang diterapkan oleh pimpinan di lingkungan kerja Dinas Kebersihan Pemerintah Kota Medan untuk terlebih dahulu di musyawarakan dengan para pegawai, terlihat dari jumlah responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 39 orang (24%) dan setuju sebanyak 72 orang (44%) sedangkan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 18 orang (11%) dan tidak setuju sebanyak 36 orang (22%). Sedangkan responden yang menyatakan tidak setuju karena belum pernah terlibat atas kebijakan yang diterapkan oleh pimpinan di lingkungan kerja dalam memusyawarakan persoalan dengan pegawai.

Hasil jawaban responden menjawab sangat setuju dan setuju pimpinan telah memiliki sikap yang berani dalam mengambil suatu keputusan untuk mewujudkan kebersihan di Kota Medan dengan meningkatkan kualitas kebersihan

sarana dan prasarana. Hal ini terlihat dari jumlah responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 43 orang (26%), setuju sebanyak 73 orang (44%) sedangkan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 27 orang (16%) dan tidak setuju sebanyak 22 orang (13%). Hal ini terlihat dari pimpinan yang belum memiliki sikap yang berani dalam mengambil suatu keputusan untuk mengelola pelayanan kebersihan di Kota Medan.

Pimpinan selalu menanggung resiko atas setiap keputusan yang dibuat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kebersihan di Kota Medan walaupun terjadi pertentangan dari pegawai. Hal ini terlihat dari responden menjawab sangat setuju sebanyak 21 orang (13%), setuju sebanyak 84 orang (51%) sedangkan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 32 orang (19%) dan tidak setuju sebanyak 28 orang (17%). Pegawai menganggap bahwa pimpinan masih ragu-ragu dalam mengambil kebijakan untuk dapat bertanggung jawab atas resiko di dalam pengambilan keputusan pengelolaan kebersihan.

Responden menjawab pimpinan telah membuat suatu perubahan yang dapat diterima oleh pegawai dalam terwujudnya pelayanan kebersihan yang prima di Kota Medan, terlihat dari jumlah responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 19 orang (12%), setuju sebanyak 96 orang (58%) sedangkan sebagian responden menganggap belum adanya perubahan dari kebijakan yang dibuat oleh pimpinan terlihat dari jumlah responden yang menjawab kurang setuju sebanyak 31 orang (19%) dan tidak setuju 19 orang (12%). Pimpinan belum dapat memutuskan yang terbaik dalam kebijakan yang diambil untuk mengelola kebersihan di Kota Medan.

Pimpinan tidak merasa takut untuk melakukan perubahan yang dianggap lazim demi peningkatan prestasi kerja pegawai dalam mempercepat peningkatan pelayanan kebersihan Kota Medan, responden menjawab sangat setuju sebanyak 16 orang (10%), setuju sebanyak 99 orang (60%) sedangkan yang menjawab kurang setuju sebanyak 26 orang (16%) dan tidak setuju sebanyak 24 orang (15%). Hal ini menunjukkan bahwa pimpinan di Dinas Kebersihan Pemerintah Kota Medan belum melakukan tindakan demi terbentuknya perubahan yang baik bagi para pegawainya dalam pengembangan dan peningkatan pelayanan kebersihan.

Pimpinan selalu mendukung pegawai dalam menunjukkan prestasi yang terbaik. Hal ini terlihat dari jawaban responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 25 orang (15%) dan setuju sebanyak 86 orang (52%) bahwa pimpinan berperan cukup besar di dalam memberikan dukungan kepada para pegawai Dinas Kebersihan Pemerintah Kota Medan untuk menunjukkan prestasi kerja terbaik mereka sedangkan yang menyatakan kurang setuju 29 orang (18%) dan tidak setuju 25 orang (15%). Responden menganggap pimpinan belum sepenuhnya memberikan dukungan bagi para pegawai dalam menunjukkan prestasi kerja mereka.

Hasil jawaban responden menjawab sangat setuju dan setuju pada pertanyaan pimpinan selalu melakukan promosi jabatan bagi pegawai yang berprestasi terlihat dari jumlah responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 23 orang (14%), setuju sebanyak 84 orang (51%) sedangkan responden yang menyatakan kurang setuju sebanyak 32 orang (19%) dan tidak setuju sebanyak 26 orang (16%). Hal ini menunjukkan responden kurang yakin di

promosikan sesuai dengan prestasi yang diperolehnya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kebersihan di Kota Medan.

Mayoritas responden menyatakan sangat setuju sebanyak 40 orang (24%) dan setuju sebanyak 80 orang (48%) atas pernyataan bahwa pegawai merasa senang jika pimpinan menilai setiap pekerjaan yang mereka kerjakan. Sedangkan untuk sisanya menjawab kurang setuju sebanyak 12 orang (7%) dan sebanyak 33 orang (20%). Hal ini disebabkan karena ada beberapa pegawai yang tidak memiliki keterampilan dalam menyelesaikan pekerjaannya yang telah ditugaskan untuk mengelola kebersihan Kota Medan sesuai dengan program-program yang telah dibuat sehingga berdampak tidak tercapainya target yang ditentukan oleh Dinas Kebersihan Pemerintah Kota Medan.

Hasil jawaban responden menjawab sangat setuju dan setuju pada pimpinan melakukan pengawasan perilaku untuk meningkatkan prestasi pegawai yang terlihat dari jumlah responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 31 orang (19%), setuju sebanyak 85 orang (52%) sedangkan jumlah responden yang menyatakan kurang setuju sebanyak 22 orang (13%) dan tidak setuju sebanyak 27 orang (16%). Hal ini menunjukkan mayoritas pegawai beranggapan bahwa pimpinan belum melakukan pengawasan perilaku dalam usaha untuk meningkatkan prestasi kerja pegawai untuk menjalankan program-program yang ada di instansi Dinas Kebersihan Pemerintah Kota Medan.

4.3.2. Penjelasan Responden Atas Variabel Disiplin Kerja (X2)

Disiplin kerja adalah sikap kesediaan dari pegawai yang timbul dari kesadaran diri sendiri untuk mematuhi dan mentaati peraturan-peraturan yang

berlaku di dalam organisasi. Hasil jawaban responden dapat dilihat pada Tabel 4.12:

Tabel 4.12 Penjelasan Responden Atas Variabel Disiplin Kerja

N o.

Dimensi Butir Pernyataan

Jawaban Responden Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total f % f % f % f % f % f % 1 Waktu masuk Dinas

Saya selalu tepat waktu tiba di kantor

20 12 81 49 32 19 32 19 0 0 165 100

2 Saya datang tepat

waktu saat melaksanakan apel pagi

36 22 81 49 21 13 27 16 0 0 165 100

3

Waktu keluar Dinas

Saya tidak pernah pulang sebelum jam kantor berakhir

23 14 91 55 27 16 24 15 0 0 165 100

4 Saya tidak pernah melakukan aktivitas di luar pada saat jam kantor berlangsung 31 19 76 46 30 18 28 17 0 0 165 100 5 Kepatuhan terhadap tata tertib

Saya berpakaian dinas sesuai aturan pada saat menjalankan tugas

28 17 89 54 21 13 27 16 0 0 165 100

6 Saya bersedia

dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan jika melanggar peraturan tersebut 23 14 85 52 37 22 20 12 0 0 165 100 7 Kepatuhan terhadap atasan

Saya merasa bahwa atasan saya wajib dipatuhi demi kelancaran pekerjaan 19 12 85 52 37 22 24 15 0 0 165 100 8 Tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan wajib dikerjakan dengan benar 21 13 80 48 42 25 22 13 0 0 165 100 9 Absensi

Saya jarang tidak masuk kerja (absen)

30 18 92 56 24 15 19 12 0 0 165 100

10 Saya selalu hadir untuk

bekerja dengan motivasi yang tinggi

51 31 75 45 22 13 17 10 0 0 165 100 11 Bersedia melaksan akan tugas dari atasan

Saya selalu siap sedia

bila pimpinan memberikan tugas kantor

34 21 89 54 22 13 20 12 0 0 165 100

12 Tugas yang diberikan pimpinan saya anggap merupakan suatu pembelajaran dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai

39 24 85 52 13 8 28 17 0 0 165 100

Berdasarkan pada Tabel 4.12 dapat diketahui bahwa secara umum mayoritas responden menjawab setuju dan sangat setuju selalu tepat waktu tiba di kantor. Hal ini terlihat dari jumlah responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 20 orang (12%) dan setuju sebanyak 81 orang (49%) yang telah melaksanakan peraturan organisasi dengan masuk kerja tepat waktu sedangkan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 32 orang (19%) dan tidak setuju sebanyak 32 orang (19%). Hal ini menunjukkan bahwa masih ada pegawai yang melanggar peraturan dengan tidak tepat waktu tiba di kantor yang memperlihatkan pegawai belum menegakkan disiplin yang diterapkan di Dinas Kebersihan Pemerintah Kota Medan.

Responden datang tepat waktu saat melaksanakan apel pagi, mayoritas responden yang menjawab sangat setuju dengan jumlah 36 orang (22%), setuju sebanyak 81 orang (49%) sedangkan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 21 orang (13%) dan tidak setuju sebanyak 27 orang (16%). Responden menyatakan tidak harus tepat waktu untuk melaksanakan apel pagi, biasanya responden ini sering tidak mematuhi peraturan yang dibuat Dinas Kebersihan Pemerintah Kota Medan sehingga pegawai selama ini selalu terlambat dalam masuk kerja.

Untuk pertanyaan tidak pernah pulang sebelum jam kantor berakhir, mayoritas responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 23 orang (14%) dan setuju sebanyak 91 orang (55%) sedangkan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 27 orang (16%) dan tidak setuju sebanyak 24 orang (15%). Hal ini menunjukkan masih ada sebagian pegawai dari Dinas Kebersihan Pemerintah Kota Medan yang pernah pulang sebelum jam kantor berakhir.

Hasil jawaban responden menjawab sangat setuju dan setuju atas pertanyaan tidak pernah melakukan aktivitas diluar pada saat jam kantor berlangsung terlihat dari jumlah responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 31 orang (19%) dan setuju sebanyak 76 orang (46%) sedangkan jumlah jawaban responden yang pernah melakukan aktivitas diluar pada saat jam kantor berlangsung menyatakan kurang setuju sebanyak 30 orang (18%) dan tidak setuju sebanyak 28 orang (17%). Hal ini terlihat dari masih ada pegawai yang masih bekerja untuk kepentingan pribadi sehinga aktivitas di kantor menjadi terhambat.

Pegawai selalu berpakaian dinas sesuai aturan pada saat menjalankan tugas terlihat dari jumlah responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 28 orang (17%), setuju sebanyak 89 orang (54%) sedangkan yang menjawab kurang setuju sebanyak 21 orang (13%) dan tidak setuju sebanyak 27 orang (16%). Hal ini menunjukkan masih ada sebagian dari responden yang tidak berpakaian dinas sesuai aturan pada saat menjalankan tugas kantor.

Mayoritas responden bersedia dikenakan sanksi jika melanggar peraturan dengan jumlah yang menyatakan sangat setuju sebanyak 23 orang (14%), setuju sebanyak 85 orang (52%) sedangkan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 37 orang (22%) dan tidak setuju sebanyak 20 orang (12%). Hal ini menunjukkan bahwa responden tidak mau dikenakan sanksi jika melanggar peraturan yang ada di instansi Dinas Kebersihan Pemerintah Kota Medan.

Responden menjawab bahwa atasan wajib dipatuhi demi kelancaran pekerjaan dari jumlah responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 19 orang (12%), setuju sebanyak 85 orang (52%) sedangkan responden yang menyatakan tidak harus patuh terhadap atasan demi kelancaran dari pekerjaan

sebanyak 37 orang (22%) untuk kurang setuju dan sebanyak 24 orang (15%) untuk tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai tidak bekerja sesuai dengan instruksi dari atasan yang berdampak kurang adanya kerjasama diantara atasan dan bawahan dalam menyelesaikan pekerjaan.

Pertanyaan atas tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan wajib dikerjakan dengan benar terlihat dari jumlah responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 21 orang (13%), setuju sebanyak 80 orang (48%) sedangkan yang menjawab kurang setuju sebanyak 42 orang (25%) dan tidak setuju sebanyak 22 orang (13%). Hal ini menunjukkan masih ada pegawai yang tidak melaksanakan tugas yang diberikan oleh pimpinan dengan baik dan benar serta selalu mengelak jika diberikan tugas yang berat yang berdampak tidak terselesaikan pekerjaan dengan tepat waktu.

Mayoritas responden jarang tidak masuk kerja (absen) dengan jumlah yang menyatakan sangat setuju sebanyak 30 orang (18%), setuju sebanyak 92 orang (56%) sedangkan untuk jawaban responden yang menyatakan kurang setuju sebanyak 24 orang (15%) dan tidak setuju sebanyak 19 orang (12%). Hal ini memperlihatkan bahwa masih adanya pegawai yang melakukan absen/mangkir dari pekerjaan tanpa pemberitahuan dengan alasan yang tepat serta pegawai selalu bertele-tele jika ditanya apabila mangkir dari pekerjaan.

Responden selalu hadir untuk bekerja dengan motivasi yang tinggi dengan jumlah jawaban yang menyatakan sangat setuju sebanyak 51 orang (31%), setuju sebanyak 75 orang (45%) sedangkan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 22 orang (13%) dan tidak setuju sebanyak 17 orang (10%). Hal ini menunjukkan

bahwa mayoritas dari pegawai memiliki motivasi diri yang cukup tinggi untuk melakukan pekerjaan.

Responden selalu siap sedia bila pimpinan memberikan tugas kantor, responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 34 orang (21%), setuju sebanyak 89 orang (54%) sedangkan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 22 orang (13%) dan tidak setuju sebanyak 20 orang (12%). Responden menganggap tidak harus selalu bersikap siap sedia jika pimpinan memberikan tugas kantor tanpa harus ada pertimbangan terdahulu dalam menyikapi pekerjaan yang diberikan oleh pimpinan.

Hasil jawaban responden menjawab sangat setuju dan setuju pada pertanyaan tugas yang diberikan pimpinan dianggap sebagai suatu pembelajaran dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai terlihat dari jumlah responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 39 orang (24%), setuju sebanyak 85 orang (52%) sedangkan adanya beberapa jumlah responden yang menyatakan kurang setuju sebanyak 13 orang (8%) dan tidak setuju sebanyak 28 orang (17%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pegawai beranggapan bahwa tugas yang diberikan oleh pimpinan adalah sebagai bahan acuan pembelajaran bagi pegawai dalam usaha untuk meningkatkan prestasi kerja.

Dokumen terkait