Tabel IV.2.Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
IV.1.4. Penjelasan Responden
IV.1.4.5. Penjelasan Responden Atas Variabel Prestasi Kerja
Penjelasa responden atas motivasi kerja pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan yang terdiri dari Kualitas Kerja, Kuantitas, Keandalan, Pengetahuan, Kehadiran dalam Lampiran V maka diperoleh persentase sebagai berikut:
a. Kualitas Kerja
Penjelasan responden atas kemampuan dalam membuat keputusan yang dapat menjawab permasalahan sebagai berikut: sebanyak 3 responden (7.7%) menyatakan kurang mampu karena menurut mereka; membuat keputusan dalam penelitian membutuhkan konsultasi dengan senior dan pimpinan. Sebanyak 31 responden (79.5%) menyatakan mampu, karena menurut mereka; dengan melihat permasalahan dan pertimbangan dasar-dasar permasalahan yang dimaksud. Sebanyak 5 responden (12.8%) menyatakan sangat mampu, karena menurut mereka, telah terlatih dan sesuai dengan bidang, pengetahuan serta wawasan yang dimiliki.
Penjelasan responden atas tanggung jawab dalam mengevaluasi diri sebagai berikut: sebanyak 2 responden (5.1%) menyatakan kurang bertanggung jawab, karena menurut mereka; sudah melakukan sesuai kemampuan. Sebanyak 30 responden (76.9%) menyatakan bertanggung jawab, karena menurut mereka; evalusi diri perlu dalam kerja kelompok. Sebanyak 6 responden (15.4%) menyatakan sangat bertanggung jawab, karena menurut mereka; untuk meningkatkan kualitas diri. Sebanyak 1 responden (2.6%) menyatakan sangat bertanggung jawab sekali, karena
menurut mereka; untuk perbaikan diri dan mengetahui kelemahan, kesalahan sebelumnya dan tidak mengulanginya di masa mendatang.
Penjelasan responden atas keinginan dalam mengambil resiko bekerja sebagai berikut: sebanyak 4 responden (10.3%) menyatakan tidak ingin sama sekali, karena menurut mereka; sudah merasa nyaman dengan pekerjaan yang ada. Sebanyak 9 responden (23.1%) menyatakan kurang ingin, karena menurut mereka; untuk menghindari beban kerja dan resiko yang lebih besar. Sebanyak 22 responden (56.4%) menyatakan ingin, karena menurut mereka; resiko merupakan bagian, konsekuensi dan tanggung jawab dalam bekerja. Sebanyak 4 responden (10.3%) menyatakan sangat ingin, karena menurut mereka, resiko merupakan tantangan kerja.
Penjelasan responden atas kesediaan dalam bekerja secara kreatif sebagai berikut: sebanyak 19 responden (48.7%) menyatakan bersedia, karena menurut mereka; kreativitas dapat meningkatkan prestasi kerja penelitian. Sebanyak 12 responden (30.8%) menyatakan sangat bersedia, karena menurut mereka; dalam dunia penelitian sangat dibutuhkan kreatifitas kerja untuk hasil yang maksimal. Sebanyak 8 responden (20.5%) menyatakan sangat bersedia sekali, karena menurut mereka, kreatifitas akan menghasilkan efisiensi dan efektifitas kerja dan hasil kerja. b. Kuantitas
Penjelasan responden atas ketepatan dalam bekerja sesuai target yang ditentukan sebagai berikut: sebanyak 10 responden (25.6%) menyatakan kurang
tepat, kerana menurut mereka; terkadang adanya dampak dari tugas atau kegiatan lain dan kondisi di lapapangan yang mengakibatkan target suatu kerja penelitian yang ditentukan tidak terpenuhi. Sebanyak 25 responden (64.1%) menyatakan tepat, karena menurut mereka; merupakan komitmen dalam bekerja. Sebanyak 3 responden (7.7%) menyatakan sangat tepat, karena menurut mereka; pekerjaan selalu diselesaikan sesuai target yang ditetapkan. Sebanyak 1 responden (2.6%) menyatakan sangat tepat sekali, karena menurutnya; pekerjaan dilakukan dengan serius untuk memenuhi target tersebut.
c. Keandalan
Penjelasan responden atas orientasi kepada keberhasilan dalam melakukan tugas sebagai berikut: sebanyak 21 responden (53.8%) menyatakan berorientasi, karena menurut mereka; hasil yang diharapkan dari suatu pekerjaan adalah keberhasilan. Sebanyak 16 responden (41%) menyatakan sangat berorientasi, karena menurut mereka; keberhasilan tugas merupakan prestasi kerja. Sebanyak 2 responden (5.1%) menyatakan sangat berorientasi sekali, karena menurut mereka; keberhasilan tugas merupakan aktualisasi diri dari suatu profesi, jabatan atau kedudukan.
Penjelasan responden atas pengenalan dalam permasalahan yang ada di lingkungan kerja sebagai berikut: sebanyak 4 responden (10.3%) menyatakan kurang mengenali, karena menurut mereka; kurangnya kepahaman dan kurangnya kepedulian. Sebanyak 26 responden (66.7%) menyatakan mengenali, karena menurut mereka; dengan mengenal permasalahan yang ada akan dapat menyelesaikan
permasalahan tersebut. Sebanyak 8 responden (20.5%) menyatakan sangat mengenali, karena menurut mereka; pengenalan permasalahan merupakan proses kerja. Sebanyak 1 responden (2.6%) menyatakan sangat mengenali sekali, karena menurutnya; pengenalan permasalahan merupakan bentuk kepedulian, kesensitifan dan kemampuan diri.
Penjelasan responden atas pengertian tujuan perusahaan sebagai berikut: sebanyak 1 responden (2.6%) menyatakan kurang mengerti, karena menurutnya, kurangnya sosialisasi dari tujuan perusahaan tersebut. Sebanyak 19 responden (48.7%) menyatakan mengerti, karena menurut mereka; tujuan perusahaan merupakan bagian dari tujuan karyawan. Sebanyak 18 responden (46.2%) menyatakan sangat mengerti, karena menurut mereka; tujuan perusahaan merupakan tanggung jawab setiap anggota perusahaan. Sebanyak 1 responden (2.6%) menyatakan sangat mengerti sekali, karena menurutnya, adanya sense of belonging
kepada perusahaan.
Penjelasan responden atas kebutuhan klien untuk memecahkan suatu permasalahan sebagai berikut: sebanyak 1 responden (2.6%) menyatakan tidak dibutuhkan sama sekali, karena menurutnya; klien berhubungan dengan instansi bukan individu. Sebanyak 4 responden (10.3%) menyatakan kurang dibutuhkan, karena menurut mereka; tingkat kesenioritasan mempengaruhi tingkat kepercayaan klien. Sebanyak 29 responden (74.4%) menyatakan dibutuhkan, karena menurut mereka; klien membutuhkan informasi dan saran dari hasil suatu penelitian yang
dilakukan. Sebanyak 3 responden (7.7%) menyatakan sangat dibutuhkan, karena menurut mereka; pelaksana penelitian adalah peneliti dan teknis. Sebanyak 2 responden (5.1%) menyatakan sangat dibutuhkan sekali, karena menurut mereka; hasil penelitian yang dilakukan berbentuk suatu rekomendasi yang dibutuhkan oleh klien.
Penjelasan responden atas tingkat keseringan permintaan pertimbangan oleh pimpinan dalam menangani suatu masalah sebagai berikut: sebnayak 2 responden (5.1%) menyatakan tidak sering sama sekali, karena menurut mereka; biasanya keputusan diambil oleh manajemen atas. Sebanyak 10 responden (25.6%) menyatakan kurang sering, karena menurut mereka; pimpina jarang meminta pertimbangan mereka. Sebanyak 23 responden (59%) menyatakan sering, karena menurut mereka; peneliti maupun teknis merupakan pelaksana penelitian di lapangan yang memegang data dan informasi yang dibutuhkan oleh pimpinan. Sebanyak 3 responden (7.7%) menyatakan sangat sering, karena menurut mereka; adanya kepercayaan pimpinan kepada mereka. Sebanyak 1 responden (2.6%) menyatakan sangat sering sekali, karena adanya kedekatan hubungan personal dan emosional dengan pimpinan.
Penjelasan responden atas kesediaan dalam menyelesaikan tugas jabatan yang lebih berat dari pada yang dikerjakan sehari-hari sebagai berikut: sebanyak 3 responden menyatakan kurang bersedia, karena menurut mereka; kurang memilki kemampuan dan kemauan dalam mengerjakannya. Sebanyak 29 responden (74.4%)
menyatakan, bersedia, karena menurut mereka; adanya insentif untuk tugas tersebut. Sebanyak 6 responden (15.4%) menyatakan sangat bersedia, karena menurut mereka; tugas tersebut merupakan sarana untuk mengembangkan potensi diri. Sebanyak 1 responden (2.6%) menyatakan sangat bersedia sekali, karena menurutnya merupakan tantangan kerja.
d. Pengetahuan
Penjelasan responden atas pengetahuan atas ruang lingkup tugas-tugas jabatan sebagai berikut: sebanyak 4 responden (10.3%) menyatakan kurang mengetahui, karena menurut mereka; kurangnya pengetahuan tentang hal tersebut. Sebanyak 22 responden (56.4%) menyatakan mengetahui, karena menurut mereka, ruang lingkup dan spesifikasi tugas sudah dijelaskan. Sebanyak 12 responden (30.8%) menyatakan sangat mengetahui, karena menurut mereka; ruang lingkup tugas jabatan penelitian merupakan bagian dari proses pelaksanaan penelitian. Sebanyak 1 responden (2.6%) menyatakan sangat mengetahui sekali, karena menurutnya; mengetahui ruang lingkup tugas penelitian adalah tanggung jawab dan wawasan dalam pekerjaan.
Penjelasan responden atas pengetahuan atas kerkaitan tugas jabatan di dalam maupun di luar perusahaan sebagai berikut: sebanyak 2 responden (5.1%) menyatakan tidak mengetahui sama sekali, karena menurut mereka; hanya melakukan tugas saja. Sebanyak 11 responden (28.2%) menyatakan kurang mengetahui, karena menurut mereka, kurangnya pengetahuan tentang hal tersebut. Sebanyak 21 responden (53.8%) menyatakan mengetahui, karena menurut mereka; tugas penelitian
adalah pekerjaan kelompok. Sebanyak 5 responden (12.8%) menyatakan sangat mengetahui, karena menurut mereka; hasil akhir jasa penelitian merupakan laporan, yang prosesnya melibatkan beberapa departemen yang saling berkaitan dan akan disampaikan kepada klien dan sebagaian ada yang disosialisasikan kepada masyarakat.
e. Kehadiran
Penjelasan responden atas ketepatan waktu kedatangan bertugas sebagai berikut: sebanyak 1 responden (2.6%) menyatakan kurang tetap waktu, karena menurutnya; adnya faktor lain yang mempengaruhi ketidakketepatan waktu tersebut. Sebanyak 26 responden (66.7%) menyatakan tepat waktu, karena menurut mereka, ketepatan waktu merupakan salah satu bentuk kedisiplinan kerja. Sebanyak 6 responden (15.4%) menyatakan sangat tepat waktu, karena menurut mereka; ketepatan waktu merupakan salah satu penilaian prestasi kerja. Sebanyak 6 responden (15.4%) menyatakan sangat tepat waktu sekali, karena menurut mereka; ketepatan waktu bekerja merupakan komitmen diri dan kerja.
Penjelasan respoden atas kehadiran dalam melaksanakan tugas sebagai berikut: sebanyak 23 responden (59%) menyatakan hadir, karena menurut mereka; kehadiran merupakan tanggung jawab kerja. Sebanyak 9 responden (23.1%) menyatakan sangat hadir, karena menurut mereka; dengan kehadiran maka tugas dapat dikerjakan dan diselesaikan. Sebanyak 7 responden (17.9%) menyatakan sangat hadir sekali; karena menurut mereka; kehadiran merupakan komitmen diri dan tugas.
IV.2. Pembahasan
IV.2.1. Pengujian Hipotesis Pertama IV.2.1.1. Pengujian Asumsi Klasik
Sebelum melakukan pengujian hipotesis dari penelitian ini, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik untuk memastikan bahwa alat uji regresi berganda dapat digunakan atau tidak. Apabila uji asumsi klasik telah terpenuhi, maka alat uji statistik regresi linier berganda dapat dipergunakan.
a. Hasil Uji Normalitas
Model yang paling baik adalah apabila datanya berdistribusi normal atau mendekati normal. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Sebaliknya, jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas (Santoso, 2000).
0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0
Observed Cum Prob 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 Ex pe cted Cu m Pr ob
Dependent Variable: Locus_of_Control Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data Diolah)
Gambar IV.2. Grafik Normal Plot
Dari gambar 4.1 di atas dapat dilihat bahwa data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi ini memenuhi asumsi normalitas.
b. Hasil Uji Multikolonieritas
Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi multikolonieritas antara lain:
a.Dengan melakukan analisis korelasi diantara variabel bebasnya apakah terdapat multikolonieritas diantara variabel bebas.
b.Dengan melihat tolerasi variabel dan Variance Inplation Factor (VIF) dengan VIF> 5, maka diduga mempunyai persoalan multikolonieritas dan VIF < 5, maka tidak terdapat multikolonieritas.
Tabel IV.9. Uji Multikolonieritas
Collinearity Statistics Model Tolerance VIF 1 (Constant) Budaya Organisasi .572 1.748 Motivasi Kerja .601 1.665 Gaya Kepemimpinan .816 1.226
a Dependent Variable: Locus of Control
Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data diolah)
Dari Tabel IV.9 di atas didapat bahwa nilai VIF untuk variabel bebas yang terdiri dari budaya organisasi, motivasi kerja, dan gaya kepemimpinan lebih kecil dari 5 (VIF < 5), sehingga persamaan regresi ini terbebas dari asumsi multikolinieritas. c. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas.
Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas, antara lain dengan cara melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel dependen dengan residualnya. Dasar analisisnya adalah : 1) jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas, dan 2) jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
-3 -2 -1 0 1 2 3
Regression Standardized Predicted Value -4 -2 0 2 4 Reg ressi on St ud en tiz ed Resi du al
Dependent Variable: Locus_of_Control Scatterplot
Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data Diolah)
Gambar IV.3. Uji Heteroskedastisitas
Dari Gambar IV.3 di atas terlihat bahwa titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka maka dalam hal ini persamaan regresi terbebas dari asumsi heteroskedastisitas.