Tabel IV.2.Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
IV.1.4. Penjelasan Responden
IV.1.4.4. Penjelasan Responden Atas Variabel Pengendalian Sikap Individu (Locus of control) (Locus of control)
Penjelasan responden atas pengendalian sikap individu (locus of control) pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan yang meliputi internal dan eksternal dalam Lampiran V maka diperoleh persentase sebagai berikut:
a. Internal
Penjelasan responden atas kelayakan dalam memperoleh penghargaan dalam bekerja sebagai berikut: sebanyak 4 responden (10.3%) menyatakan kurang layak, karena menurut mereka; belum pernah mendapat penghargaan. Sebanyak 31 responden (79.5%) menyatakan layak, karena menurut mereka; setiap pekerja yang bekerja keras layak mendapatkan penghargaan dalam pekerjaannya. Sebanyak 3 responden (7.7%) menyatakan sangat layak, karena menurut mereka; dalam bekerja mereka serius, loyal dan dapat diandalkan. Sebanyak 1 responden (2.6%) menyatakan sangat layak sekali, karena menurut mereka; pengabdian yang telah diberikan kepada perusahaan selama 25 tahun.
Penjelasan responden atas kesetujuan untuk pernyataan ” Hal yang terjadi adalah dari hasil perbuatan sendiri” sebagai berikut: sebanyak 5 responden (12.8%) menyatakan tidak setuju sama sekali, karena menurut mereka; biasanya hal yang terjadi dalam penelitian adalah hasil kerja kelompok. Sebanyak 18 responden (46.2%) menyatakan kurang setuju, karena menurut mereka; ada pengaruh dari luar seperti orang lain mapun lingkungan. Sebanyak 13 responden (33.3%) menyatakan setuju, karena menurut mereka; pembagian tugas yang telah disepakati dalam penelitian
adalah menjadi tanggung jawab dan hasil masing-masing anggota. Sebanyak 3 responden (7.7%) menyatakan sangat setuju, karena menurut mereka; bila anggota melakukan hal yang benar, maka hasilnya akan benar dan sebaliknya.
Penjelasan responden atas kesetujuan untuk pernyataan ”Memilih dan menempatkan seseorang untuk suatu jabatan ditentukan oleh kemampuannya” sebagai berikut: sebanyak 19 responden (48.7%) menyatakan setuju, karena menurut mereka; jabatan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan. Sebanyak 9 responden (23.1%) menyatakan sangat setuju, karena menurut mereka; untuk mendapatkan sumberdaya manusia dan hasil kerja yang diharapkan dalam jabatan tersebut. Sebanyak 11 responden (28.2%) menyatakan sangat setuju sekali, karena menurut
mereka berpedoman kepada the right man in the right place dan untuk
meminimalisasi kesulitan yang dapat muncul dalam jabatan tersebut.
Penjelasan responden atas kesetujuan untuk pernyataan ”Apa-apa yang diperoleh ada kaitannya dengan keberuntungan” sebagai berikut: sebanyak 20 responden (51.3%) menyatakan setuju, karena menurut mereka; menyangkut keyakinan agama. Sebanyak 3 responden (7.7%) menyatakan sangat setuju, karena menurut mereka; terkadang ada hal-hal yang terjadi tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Sebanyak 13 responden (33.3%) menyatakan kurang setuju, karena menurut mereka; apa-apa yang diperoleh lebih banyak dari usaha dan kerja keras seseorang. Sebanyak 3 responden (7.7%) menyatakan tidak setuju sama sekali, karena menurut mereka; faktor keberuntungan merupakan sesuatu yang abstrak.
Penjelasan responden atas kesetujuan untuk pernyataan ”ketidakberuntungan akibat perbuatannya sendiri” sebagai berikut: sebnayak 4 respoden (10.3%) menyatakan tidak setuju sama sekali, karena menurut mereka; faktor ketidakberuntungan merupakan sesuatu yang abstrak. Sebanyak 17 responden (43.6%) menyatakan kurang setuju, karena menurut mereka; terkadang ada pengaruh dari faktor luar. Sebanyak 16 responden (41%) menyatakan setuju, karena menurut mereka; ketidakberuntungan tergantung pada niat buruk yang ada. Sebanyak 2 responden (5.1%) menyatakan sangat setuju, karena menurut mereka; kurangnya kerja keras yang dilakukan dan tidak mengerahkan kemampuan diri.
Penjelasan responden atas kemampuan mewujudkan perencanaan sebagai berikut: sebanyak 1 responden (2.6%) menyatakan kurang mampu, karena menurutnya; adanya kesulitan kordinasi dengan anggota. Sebanyak 33 responden (84.6%) menyatakan mampu, karena menurut mereka; rencana dibuat sesuai kemampuan. Sebanyak 5 responden (12.8%) menyatakan sangat mampu, karena menurut mereka adanya motivasi dan didukung oleh fasilitas yang dibutuhkan.
Penjelasan responden atas kesediaan dalam mengakui kesalahan sebagai berikut: sebanyak 1 responden (2.6%) menyatakan kurang bersedia, karena menurutnya; akan berdampak negatif pada penilaian prestasi kerja. Sebanyak 24 responden (61.5%) menyatakan bersedia, karena menurut mereka; tidak ada manusia yang tidak berbuat kesalahan. Sebanyak 12 responden (30.8%) menyatakan sangat bersedia, karena menurut mereka pengakuan kesalahan adalah hal yang sportif.
Sebanyak 2 responden (5.1%) menyatakan sangat bersedia sekali, karena menurut mereka, dalam dunia penelitian pengakuan kesalahan diperlukan untuk tujuan perbaikan dan keakuratan hasil.
b. Eksternal
Penjelasan responden atas tingkat keseringan pengabaian hasil kerja yang berharga sebagai berikut: sebanyak 3 responden (7.7%) menyatakan tidak sering sama sekali, karena menurut mereka; perusahaan mengusahakan untuk memberikan insentif kepada karyawan. Sebanyak 30 responden (76.9%) menyatakan kurang sering, karena menurut mereka; perusahaan juga memperhatikan hasil kerja karyawannya. Sebanyak 6 responden (15.4%) menyatakan sering, karena menurut mereka; perusahaan tidak mencatat dengan teliti hasil kerja yang berharga dari karyawannya dan kurangnya pemerataan dalam pemberian insentif.
Penjelasan responden atas kesetujuan responden untuk pernyataan ”Tidak cukup memiliki kendali untuk mengarahkan tujuan hidup sendiri” sebagai berikut: sebanyak 3 responden (7.7%) menyatakan tidak merasa sama sekali, karena menurut mereka; cukup memilki kendali untuk mengarahkan tujuan hidup sebagai peneliti mapun teknis. Sebanyak 4 responden (10.3%) menyatakan kurang merasa, karena menurut mereka; memiliki kendali untuk mengarahkan tujuan hidup. Sebanyak 26 responden (66.7%) menyatakan sangat merasa, karena menurut mereka; tidak cukup memiliki kendali untuk mengarahkan tujuan hidup. Sebanyak 6 responden (15.4%)
menyatakan sangat merasa; karena menurut mereka, tidak dapat mengendalikan tujuan hidup sendiri.
Penjelasan responden atas kesetujuan untuk pernyataan ”Melakukan sesuatu dengan melemparkan mata uang” sebagai berikut: sebanyak 20 responden (51.3%) menyatakan tidak setuju sama sekali, karena menurut mereka; melakukan sesuatu dengan menggunakan akal untuk berpikir dan membaca peluang. Sebanyak 17 responden (43.6%) menyatakan kurang setuju, karena menurut mereka; untuk melakukan sesuatu diputuskan dengan prioritas. Sebanyak 1 responden (2.6%) menyatakan setuju, karena menurutnya; bersedia dengan resiko. Sebanyak 1 responden (2.6%) menyatakan sangat setuju, karena menurutnya; menjadi kebiasaan dalam hidup.
Penjelasan responden atas kesetujuan untuk pernyataan ”Yang menjadi pimpinan tergantung kepada keberuntungan yang melekat pada seseorang” sebagai berikut: sebanyak 12 responden (30.8%) menyatakan tidak setuju sama sekali, karena menurut mereka; yang menjadi pimpinan berdasarkan kemampuannya. Sebanyak 21 responden (53.8%) menyatakan kurang setuju, karena menurut mereka; kerja keras memilki kontribusi sebesar 99% dan keberuntungan sebasar 1%. Sebanyak 6 responden (15.4%) menyatakan setuju, karena menurut mereka; banyak kasus menunjukkan bahwa banyak yang menjadi pimpinan bukan yang memiliki kredibilitas.
Penjelasan responden atas kesetujuan untuk pernyataan ”Kejadian buruk yang terjadi akibat ketidakmujuran” sebagai berikut: sebanyak 11 responden (28.2%) menyatakan tidak setuju sama sekali, karena menurut mereka; kejadian buruk terjadi akibat kelalaian. Sebanyak 21 responden (53.8%) menyatakan kurang setuju, karena menurut mereka; memiliki keyakinan kejadian buruk merupakan ujian dan pelajaran hidup. Sebanyak 7 responden (17.9%) menyatakan setuju, karena menurut mereka; hal tersebut menjadi keyakinan.
Penjelasan responden atas kesetujuan pernyataan ”Membuat perencanaan yang terlalu jauh kedepan adalah hal yang sia-sia” sebagai berikut: sebanyak 9 responden (23.1%) menyatakan tidak setuju sama sekali, karena menurut mereka; percencanaan jangka panjang dianggap perlu sebagai pedoman, arah dan tujuan kerja kedepan. Sebanyak 28 responden (71.8%) menyatakan kurang setuju, karena menurut mereka; perencanaan jangka panjang merupakan bagian dari penyusunan rencana kerja. Sebanyak 2 responden (5.1%) menyatakan setuju, karena menurut mereka; dapat berdampak pada panjang angan-angan atau berkhayal.
Penjelasan responden atas kesetujuan untuk pernyataan ”Hal terbaik adalah menutupi kesalahan orang lain” sebagai berikut: sebanyak7 responden (17.9%) menyatakan tidak setuju sama sekali, karena menurut mereka; kesalahan merupakan hal yang tidak baik dan perlu diperbaiki. Sebanyak 22 responden (56.4%) menyatakan kurang setuju, karena menurut mereka; jika merugikan banyak orang maka kesalahan tidak perlu ditutupi. Sebanyak 10 responden (25.6%) menyatakan
setuju, karena menurut mereka; merupakan aib dan jika manfaat dalam menutupi kesalahan tersebut.