• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel IV.2.Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

IV.2.4 Pengujian Hipotesis Keempat .1 Pengujian Asumsi Klasik .1 Pengujian Asumsi Klasik

IV.2.4.2 Persamaan Regresi Linier Berganda 7 Variabel

Untuk mencari persamaan regresi berganda, terlebih dahulu menghitung koefisien – koefisien regresi dengan mencari penggandaan suatu variabel dengan variabel yang lain. Hipotesis keempat menyatakan bahwa budaya organisasi (X1), motivasi kerja (X2) dan gaya kepemimpinan (X3) yang diinteraksikan dengan locus of control (X4) berpengaruh terhadap prestasi kerja (Y) pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan.

Berdasarkan hasil regresi data yang telah diolah, maka diperoleh hasil pada Tabel IV.24 sebagai berikut :

Tabel IV.24. Hasil Regresi Linier Berganda

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta (Constant) -235.505 116.045 Budaya_Organisasi 3.151 2.363 2.190 Motivasi_Kerja 4.121 3.012 2.790 Gaya_Kepemimpinan 1.107 2.366 .648 Locus_of_Control 6.766 3.225 3.818 X1X4 -.090 .068 -3.053 X2X4 -.094 .087 -3.360 X3X4 -.012 .065 -.283

a Dependent Variable: Prestasi Kerja Sumber: Hasil Penelitian, 2008 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel IV.24, maka persamaan regresi linier berganda untuk hipotesis keempat adalah sebagai berikut:

Y = -235.505 + 3.151X1 + 4.121X2 + 1.107X3 + 6.766X4 – 0.090X5 – 0.094X6 -0.012X7 + e

Pada persamaan tersebut dapat dilihat bahwa setiap variabel bebasnya yaitu budaya organisasi, motivasi kerja dan gaya kepemimpinan dan interaksinya dengan variabel pemoderasinya yaitu sikap pengendalian individu (locus of control) mempunyai pengaruh atau kemampuan untuk menaikkan dan menurunkan variabel terikat yaitu prestasi kerja (Y). Budaya organisasi, motivasi kerja, gaya kepemimpinan dan locus of control mempunyai pengaruh positif terhadap prestasi kerja sedangkan masing-masing interaksi dari variabel-variabel bebas dengan locus of control mempunyai pengaruh negarif terhadap prestasi kerja.

Nilai koefisien determinasi (R2) dipergunakan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas, yaitu budaya organisasi (X1), motivasi kerja (X2), gaya

kepemimpinan (X3), locus of control (X4) dan variabel interaksinya, yaitu interaksi antara budaya organisasi dengan locus of control (X5), interaksi antara motivasi kerja dengan locus of control (X6) dan interaksi antara gaya kepemimpinan dengan locus of control (X7) terhadap variabel terikatnya, yaitu prestasi kerja (Y) maka dapat dilihat pada Tabel IV.25 sebagai berikut

Tabel IV.25. Hasil Uji Determinasi

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .746(a) .557 .457 4.09101

a Predictors: (Constant), X3X4, Budaya Organisasi, Locus of Control, Motivasi Kerja, Gaya Kepemimpinan, X1X4, X2X4

b Dependent Variable: Prestasi Kerja

Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data Diolah)

Dari Tabel IV.25 di atas dapat dilihat bahwa nilai koefisien (R2) adalah sebesar 0.557. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan variabel budaya organisasi, motivasi kerja, gaya kepemiminan, locus of control, dan variabel-variabel yang diinteraksikan dengan variabel pemoderasinya dalam penelitian ini mampu menjelaskan terhadap variabel terikatnya yaitu prestasi kerja sebesar 55.7%, sedangkan sisanya sebesar 44.3% dijelaskan oleh variabel-variabel bebas diluar dari variabel yang diteliti artinya untuk lembaga penelitian seperti Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan, pencapaian prestasi kerja dalam melakukan penelitian tidak hanya dipengaruhi oleh keempat variabel bebas tersebut maupun interaksinya dengan variabel pemoderasi yang dipakai dalam penelitian ini. Adanya locus of control

sebagai variabel pemoderasi terbukti mampu memperkuat hubungan antara variabel terikat yaiutu prestasi kerja dalam pekerjaan penelitian dengan variabel-variabel

bebasnya. Dapat dilihat pada nilai R2 hipotesis kedua sebelum dilakukan interaksi dengan variabel pemoderasi.

Hipotesis keempat diuji secara simultan dan secara parsial sebagai berikut: 1. Uji F (Uji Simultan)

Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen diuji dengan tingkat kepercayaan (confidence interval) 95 % atau = 5 %.

H0:b1, b2, b3, b4, b5, b6, b7 = 0 (Budaya organisasi, motivasi kerja, dan gaya kepemimpinan yang diinteraksikan dengan locus of control tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan)

Ha: b1:b2:b3, b4, b5, b6, b7 ≠ 0; (Budaya organisasi, motivasi kerja, dan gaya

kepemimpinan yang diinteraksikan dengan locus of control

berpengaruh terhadap prestasi kerja pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan).

Kriteria pengambilan keputusan: terima Ho jika F hitung < F tabel pada = 5% dan Ho ditolak jika jika F hitung > F tabel pada = 5%.

Hasil uji serempak dapat dilihat pada Tabel IV.26 berikut ini: Tabel IV.26. Hasil Uji F (serempak)

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 652.762 7 93.252 5.572 .000(a)

Residual 518.828 31 16.736

a Predictors: (Constant), X3X4, Budaya Organisasi, Locus of Control, Motivasi Kerja, Gaya Kepemimpinan, X1X4, X2X4

b Dependent Variable: Prestasi Kerja Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel IV.26 di atas didapat bahwa nilai F hitung (5.572) > F tabel

(2.33) dan sig. (0.000a) < alpha 5% (0.05). Oleh karena itu, H0 ditolak dan Ha

diterima yang artinya secara serempak budaya organisasi, motivasi kerja, dan gaya kepemimpinan yang diinteraksikan dengan pengendalian sikap individu (locus of control) berpengaruh highly significant terhadap prestasi kerja pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi pada uji F yaitu 0.000 yang lebih kecil dari = 0.05. Makna highly significant menunjukkan bahwa budaya organisasi, motivasi kerja, gaya kepemimpinan yang diinteraksikan dengan locus of control berpengaruh sangat nyata terhadap prestasi kerja pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan.

2. Uji t (Uji Parsial)

Bila hasil uji dengan tingkat kepercayaan (confidence interval) 95% dengan = 0,05 ika nilai thitung lebih besar dari ttabel atau nilai sig pada tabel < (5%) maka H0 ditolak dan Ha diterima dan sebaliknya.

Uji pengaruh variabel terikat (dependent) dan variabel bebas (independent) secara parsial dengan kriteria pengujiannya adalah :

Tabel IV.27. Hasil Uji Parsial Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Model B Std. Error Beta (Constant) -235.505 116.045 -2.029 .051 Budaya Organisasi 3.151 2.363 2.190 1.333 .192 Motivasi Kerja 4.121 3.012 2.790 1.368 .181

Gaya Kepemimpinan 1.107 2.366 .648 .468 .643

Locus of Control 6.766 3.225 3.818 2.098 .044

X1X4 -.090 .068 -3.053 -1.312 .199

X2X4 -.094 .087 -3.360 -1.085 .286

X3X4 -.012 .065 -.283 -.180 .858

a Dependent Variable: Prestasi_Kerja Sumber: Hasil Penelitian, 2008 (Data Diolah)

Dari Tabel IV.27 di atas dapat dilihat bahwa:

a. Pengaruh variabel Budaya Organisasi terhadap prestasi kerja

Nilai t hitung budaya organisasi (1.333) < t tabel (1.69) atau sig. t budaya organisasi (0.192) > alpha (0.05) yang berarti budaya organisasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja jika pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

b. Pengaruh variabel motivasi kerja terhadap prestasi kerja

Nilai t hitung motivasi kerja (1.368) < t tabel (1.69) atau sig. t motivasi kerja (0.181) > alpha (0.05) yang berarti motivasi kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

c. Pengaruh variabel gaya kepemimpinan terhadap prestasi kerja

Nilai t hitung gaya kepemimpinan (0.468) < t tabel (1.69) atau sig. t gaya kepemimpinan (0.643) > alpha (0.05) yang berarti gaya kepemimpinan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

Nilai t hitunglocus of control (2.098) > t tabel (1.69) atau sig. t locus of control

(0.044) < alpha (0.05) yang berarti locus of control berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

e. Pengaruh variabel interaksi budaya organisasi dengan locus of control

terhadap prestasi kerja

Nilai t hitung interaksi budaya organisasi dengan locus of control (-1.312) < t

tabel (1.69) atau sig. t interaksi budaya organisasi dengan locus of control (0.199) > alpha (0.05) yang berarti budaya organisasi yang diinteraksikan dengan pengendalian sikap individu (locus of control, yaitu interaksi budaya organisasi dengan locus of control tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja jika pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

f. Pengaruh variabel interaksi motivasi kerja dengan locus of control terhadap prestasi kerja

Nilai t hitung interaksi motivasi kerja dengan locus of control (-1.085) < t tabel

(1.69) atau sig. t interaksi motivasi kerja dengan locus of control (0.286) > alpha (0.05) yang berarti motivasi kerja yang diinteraksikan dengn pengendalian sikap individu (locus of control) yaitu interaksi motivasi kerja dengan locus of control tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

g. Pengaruh variabel interaksi gaya kepemimpinan dengan locus of control terhadap prestasi kerja

Nilai t hitung interaksi gaya kepemimpinan dengan locus of control (-0.180) < t

tabel (1.69) atau sig. t interaksi gaya kepemimpinan dengan locus of control

(0.858) > alpha (0.05) yang berarti gaya kepemimpinan yang diinteraksikan dengn pengendalian sikap individu (locus of control) yaitu interaksi gaya kepemimpinan dengan locus of control tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Maka, secara parsial budaya organisasi, motivasi kerja, gaya kepemimpinan dan interaksinya dengan locus of control yaitu X1X4, X2X4, X3X4 tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerjapada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, sedangkan locus of control berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerjapada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Hal ini disebabkan locus of control merupakan faktor pengendalian sikap yang dapat membentuk keyakinan dan kepribadian melalui pengendalian yang dimiliki oleh individu.

Peneliti maupun teknis yang memiliki locus of control tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang berasal dari dalam maupun luar perusahan yang akan membuat hasil prestasi penelitiannnya kurang baik. Bagi peneliti maupun teknis yang melakukan pekerjaan penelitian dan pencapaian prestasi penelitiannya, maka peneliti

maupun teknis yang memiliki locus of control sangat diperlukan untuk

sehingga hasil penelitian atau prestasi dalam penelitian tersebut dapat dipercaya dan akurat.

Hasil dan laporan penelitian bagi seorang peneliti maupun teknis merupakan kredilibitas dan tanggung jawab yang besar bagi lembaga penelitian seperti lembaga Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Prestasi penelitian sangat penting karena hasil dari sebuah penelitian yang dilakukan akan dijadikan pedoman, alat pengambilan keputusan dan menentukan langkah serta kebijakan bagi pihak klien maupun publik. Semakin baik prestasi hasil penelitian maka semakin baik dan tepat keputusan atau kebijakan yang akan diambil oleh pihak klien dan sebaliknya. Dengan kata lain, pengambilan keputusan yang dilakukan pihak klien akan semakin efektif bagi perusahaannya.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan variabel locus of control sebagai variabel pemoderasi tetapi tidak memisahkan antara locus of control internal dan eksternal, melainkan menggabungkan antara internal dan eksternal dalam perhitungan secara statistik, sehingga tidak dapat dilihat kecenderungan sikap pengendalian individu antara peneliti maupun teknis yang memiliki locus of control internal dan ekternal.

BAB V