pada PT Surya Persada Lestari oleh Pemerintah Kota Padang.
C. Penolakan terhadap Investasi PT Surya Persada Lestar
a. Persaingan Bisnis
Banyak kalangan masyarakat memandang penolakan atas rencana pembangunan pusat perbelanjaan, rumah sakit internasional, sarana pendidikan dan hotel (Mixed Used) yang akan diprakarsai oleh PT. Surya Persada Lestari di jalan Khatib Sulaiman disinyalir bermula karena ada pengusaha yang merasa akan tersaingi dengan berinvestasinya Group Lippo di Padang. Pengusaha tersebut juga membangun sebuah mall di kawasan By Pass. Keberadaan Super Block Lippo nantinya akan berpengaruh pada persaingan bisnis yang pesat.
Kota Padang memiliki pusat perbelanjaan belumlah banyak. Dahulu yang menjadi kebanggan di kota ini adalah pusat perbelanjaan Matahari yang berdiri tepat di kawasan Pasar Raya Padang. Tidak berselang beberapa tahun setelah itu dibangunlah Pusat Perbelanjaan Minang Plaza di kawasan Air Tawar yang berjarak sekitar 6 Km Pasar Raya. Pada saat itu terminal bus masih berada
dijantung kota. Tingginya kemacetan kota dengan akibat aktifitas terminal
andalas kemudian pemerintah Kota Padang memindahkan lokasi terminal ke daerah By Pass sebelah timur kota. Terminal tersebut disulap menjadi Pusat Perbelanjaan baru (Mall) Plaza Andalas tak berselang waktu terminal angkutan kota di Padang juga dijadikan Pusat Perbelanjaan Grosiran Sentran Pasar Raya (SPR). Pasca Gempa 30 September 2009, pusat Perbelanjaan Matahari rusak berat, Sentral Pasar Raya (SPR) runtuh, Minang Plaza rusak berat dan Plaza Andalas rusak ringan. Saat sekarang Minang Plaza berubah nama menjadi Grand Mall Basko yang terintegrasi dengan Basko Hotel milik pengusaha Minang Basrizal Koto, Plaza Andalas tetap beroperasi dan Sentral Pasar Raya baru saja selesai dibangun.
156
Politik Ruang dan Perlawanan:
Kisah K
onflik atas Ruang di T
ingkat L
okal
Pesatnya pembangunan didaerah timur Kota Padang menjadi daya tarik oleh Basrizal Koto untuk mengembangkan usahanya di daerah By Pass. Ia hendak mendirikan bangunan super blok Padang Green City; Hotel, Perkantoran, Pusat Perbelanjaan (Mall) dan Apartemen. Pembangunannnya tidak dapat dilanjutkan karena perusahaan tidak mengantongi izin lingkungan dan dokumen Amdalnya. Lalu pada awal 2013 Lippo Group berinvetasi di Kota Padang untuk pembangunan Super Blok di kawasan Khatib Sulaiman yang berjarak sekitar 1 Km dari Grand Mall Basko dan sekitar 3 Km dari Pusat Perbelanjaan Plaza Andalas.
Daftar Pusat Perbelanjaan di Kota Padang
No Pusat Perbelanjaan Lokasi Status
1 Plaza Andalas Jln. Pemuda Beroperasi 2 Basko Grand Mall Jln. Dr. Hamka Beroperasi 3 Sentral Pasar Raya Jln. Moh. Yamin Beroperasi 4 Damar Plaza Jln. Pemuda Beroperasi 5 Rocky Plaza Jln. Permindo Beroperasi 6 Ambacang Plaza Jln. Jhoni Anwar Beroperasi 7 DCC Jln. Simpang Haru Rencana 8 Padang Green City By Pass Rencana 9 Lippo Plaza Jln. Khatib Sulaiman Rencana
b. Menyalahi Tata Ruang
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) merupakan produk kebijakan pembangunan, dokumen ini menjadi dasar dalam mewujudkan pemanfaatan ruang wilayah yang serasi, optimal dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daya dukung dan daya tampung, serta memperhatikan kebijakan pembangunan nasional dan kebijakan pembangunan daerah. Rencana pembangunan Pusat Perbelanjaan, Rumah Sakit, Sarana Pendidikan dan Hotel yang akan dibangun oleh PT. Surya Persada Lestari lokasi izin diberikan bertentangan dengan Peraturan Daerah No. 04 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Padang.
Kota Padang telah memiliki dokumen tata ruang yang sudah disahkan melalui Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Padang Tahun 2010 – 2030. Pada BAB VI Rencana Pola Ruang Wilayah Kota
157
Politik Ruang dan Perlawanan:
Kisah K
onflik atas Ruang di T
ingkat L
okal
Padang, Pasal 55 Ayat (1) Perda Tata Ruang membagi pola ruang menjadi 2 yakni kawasan lindung dan kawasan budidaya. Pada paragraf 5 Kawasan Rawan Bencana pasal 62 ayat (1) Tujuan penetapan kawasan rawan bencana yang ditetapkan sebagai kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam pasal 55 ayat (2) huruf f adalah untuk meminimalkan kerugian harta, dan jiwa akibat bencana alam. Pasal 62 ayat (2) Kawasan rawan bencana yang ditetapkan sebagai kawasan lindung sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. kawasan rawan gelombang pasang dan tsunami dengan risiko tinggi. Pada pasal 63 ayat (1) Kawasan rawan gelombang pasang dan tsunami dengan risiko sangat tinggi sebagaimana dimaksud dalam pasal 62 ayat (2) huruf a ditetapkan pada kawasan sepanjang pantai dan kawasan lainnya yang meliputi wilayah : a…..b… .c. Kecamatan Padang Utara. Jika dilihat pada peta lampiran XXI dari PERDA No. 04 Tahun 2012 ini jelas terlihat bahwa lokasi rencana kegiatan ini berada pada lokasi yang memiliki Risiko Sangat Tinggi terhadap ancaman Gelombang Tsunami karena berada pada Zona Merah. Sementara yang akan dibangun dilokasi ini adalah fasilitas Rumah sakit dimana akan ditempatkan warga yang dalam kondisi tidak normal dan memiliki kemampuan sangat terbatas dengan baragam kondisinya, sehingga kebijakan mengizinkan rencana ini berpotensi menempatkan kelompok rentan pada risiko sangat tinggi.
Dokumen naratif RTRW Kota Padang BAB IV Rencana Pola Ruang sub bab 4.1.5.1 Kawasan Rawan Gelombang Pasang dan Tsunami halaman 11 dijelaskan bahwa pada kawasan rawan bencana tsunami yang sudah terbangun dan terletak pada kawasan budidaya maka direncanakan untuk membatasi pengembangan intensitas ruang, mengarahkan untuk pengembangan kegiatan yang tidak berlangsung 24 jam (non perumahan) dan tidak menimbulkan konsentrasi massa yang terpusat.
Kemudian memang pada Pasal 67 Ayat (2) disebutkan bahwa kawasan perdagangan dan jasa adalah bagian dari kawasan budidaya dimana rencana pembangunan Pusat Perbelanjaan, Rumah Sakit, Sarana Pendidikan dan Hotel yang akan dibangun oleh PT. Surya Persada Lestari adalah dalam bidang perdagangan dan jasa. Memang pada pasal 69 Ayat (2) huruf a menyebutkan bahwa kawasan perdagangan dan jasa regional dikembangkan di Kecamatan Padang Barat, Padang Utara, Padang Selatan dan Padang Timur. Dalam hal ini Pembangunan Pusat Perbelanjaan, Rumah Sakit, Sarana Pendidikan dan Hotel yang akan dibangun oleh PT. Surya Persada Lestari berada di Jalan
158
Politik Ruang dan Perlawanan:
Kisah K
onflik atas Ruang di T
ingkat L
okal
Khatib Sulaiman dan termasuk kedalam administrasi Kecamatan Padang Utara. Perda ini juga secara khusus menegaskan bahwa untuk Jalan Khatib Sulaiman diatur pada pasal 70 Ayat (3), yakni sebagai koridor yang ditetapkan sebagai kawasan perkantoran Pemerintahan Provinsi. Artinya kawasan itu disebutkan secara hukum dengan tegas dan telah ditetapkan peruntukannya menjadi kawasan perkantoran Pemerintahan Propinsi. Maka koridor yang diperuntukkan sebagai kawasan perdagangan dan jasa regional sebagaimana yang dimuat dalam pasal 69 ayat (2) diatas adalah selain koridor Jalan Khatib Sulaiman yang terletak di Kecamatan Padang Utara. Pada Pasal 148 Ayat (2) mengancam setiap orang yang melakukan kegiatan pemanfataan ruang yang mengakibatkan ketidaksesuaian fungsi ruang dengan penataan ruang dipidana sesuai dengan perundang-undangan dibidang penataan ruang.
c. Penyesatan Aqidah
Pada tanggal 28 November 2013 yang lalu, ribuan umat Islam Kota Padang dan dari berbagai kota/kabupaten di Suma¬tera Barat melakukan aksi mendesak DPRD Kota Padang dan Pemko Padang untuk mencabut izin pembangunan pusat perbelanjaan, rumah sakit internasional, sarana pendidikan dan hotel (Mixed Used) yang akan diprakarsai oleh PT. Surya Persada Lestari (Lippo Group). Massa aksi berasal dari Kota Bukittinggi, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabuaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Kabupaten Pariaman, Kota Pariaman bahkan ada perwakilan dari perantau minang seperti Australia, Bandung, Jakarta
dan Pekanbaru. Ormas-ormas Islam yang melakukan penolakan diantaranya
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat, An-Nadwah (An sharu Dakwah), Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU), Kesatuan Aksi Muslim Mahasiswa Indonesia (KAMMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Pelajar Islam Indonesia (PII), Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI), Majelis Mujahidin (MMI). Di kalangan lembaga pendidikan Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Universitas Negeri Padang, Dewan Mahasiswa IAIN Imam Bonjol, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Solok, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), Ikatan Keluarga Pasia Jakarta (IKPJ), dan para santri yang datang dari berbagai pesantren di Sumatera Barat, seperti Pesantren Islam Haji Miskin (PPIHM).
Massa aksi berpendapat bahwa ada misi kristenisasi terselubung dalam investasi PT. Surya Persada Lestari (anak perusahaan Lippo Group). Pemilik perusahaan besar ini adalah James T Riyadi. Dia pengikut kristen avangelis yang melakukan
159
Politik Ruang dan Perlawanan:
Kisah K
onflik atas Ruang di T
ingkat L
okal
tugas penginjilan untuk melakukan kristenisasi sebagaimana pernyataannya yang dimuat oleh majalah “The Asia Mag” edisi 17 Mar tahun 2009 bahwa dia akan membangun sekolah-sekolah di desa-desa miskin di seluruh wilayah Indonesia dan melakukan pemurtadan terhadap penduduk di sana menjadi kristen. 7