VI.1 Kesimpulan
Sertifikat Benih merupakan salah satu berkas yang harus dimiliki produsen benih yang memiliki usaha perbenihan. Banyak alasan yang mendasari pentingnya Sertifikat benih, yaitu untuk untuk memberi kepastian hukum atas benih tersebut, untuk menjelaskan bahwa benih yang di produksi tersebut merupakan benih yang berkualitas baik, serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penarikan benih ynag dilakukan BBP2TP. Selain alasan tersebut, sertitfikat benih juga merupakan berkas atau surat yang harus dimiliki produsen benih jika ingin benih tersebut diedarkan ke masyarakat luas.
Pengurusan Sertifikat Benih dari awal proses pengurusan hingga akhir pengurusan dilakukan di BBP2TP. Adapun pengurusan Sertifikat benih melibatkan produsen benih, dan pegawai BBP2TP yang mempunyai tugas dalam pengurusan sertifikat benih. Secara proses pengurusan Sertifikat Benih diawali dengan penyerahan berkas dari produsen benih kepada BBP2TP, selanjutnya berkas tersebut diserahkan kepada kepala balai untuk pengecekan atas kebenaran tempat usaha perbenihan dan melihat benih apa yang akan di teliti kualitasnya. Sehingga dapat diketahui kebenarannya.
Prinsip-prinsip good govermance sangat penting diterapkan untuk mewujudkan pemerintahan yang baik. Oleh sebab itu, BBP2TP Medan juga
berusaha mengimplementasikan ke sembilan prinsip-prinsip good governance dengan maksimal. Dan hasil penelitian yang dilakukan peneliti memberikan gambaran bahwa BBP2TP sudah menerapkan ke sembilan prinsip-prinsip good governance tersebut. Hal ini dilihat dari tidak adanya keluhan masyarakat mengenai prosedur sertifikasi, pemberian pelayanan yang dilakukan oleh pihak BBP2TP. Selain itu, pihak BBP2TP juga mengatakan mereka sudah melakukan hal yang maksimal terkait dengan implementasi prinsip-prinsip good governance. Ini dilihat dari efektifitas, akuntabilitas, efesiensi, penerrapan hukum, orientasi, responsivitas, kedailan, transparansi dan strategi visi yang sudah mereka laksanakan untuk menciptakan pemerintahan yang baik.
Good governance juga merupakan hal yang penting dalam pelayanan publik, hal ini dikarenakan dengan diimplementasikannya prinsip-prinsip good governance maka diharapkan pelayanan yang akan diberikan kepada produsen benih atau penangkar akan semakin baik dan maksimal. Pelayanan publik juga merupakan hal yang penting bagi BBP2TP. Karena dengan memberikan pelayanan publik yang maksimal maka berdampak positif dengan keloyalan para produsen benih atau penangkar , yang pada akhirnya dapat meningkatkan predikat atau kualitas BBP2TP Medan.
VI.2 Saran
Dari informasi yang di dapat dari beberapa produsen benih atau penangkar dan pegawai BBP2TP. Produsen benih atau penangkar memberikan respon yang
baik pada pengurusan sertifikat benih yang dinilai tidak terlalu memberatkan masyarakat dan prosesnya yang tidak membutuhkan waktu yang lama. Pegawai BBP2TP juga sudah melakukan tugasnya dengan baik dan sudah sesuai dengan prinsip-prinsip good governance dalam pemberian pelayanan sertifikat benih.
Peran kepala balai dan juga seluruh pejabat dari BBP2TP juga sudah cukup baik. Kepala balai sangat memperhatikan kemampuan dari pegawainya, ini dilahat dari seringnya BBP2TP mengirimkan pegawainya untuk mengikuti seminar, rapat dan pameran. Dengan begitu dapat terciptanya pemerintahan yang baik yang sesuai dengan prinsip-prinsip good governance dalam pelayanan publik.
Hanya saja kekurangan BBP2TP adalah kurangnya kemampuan tehnologi yang dimiliki pegawainya. Diharapkan agar lebih baik dalam memberikan pelayanan publik, pegawai BBP2TP juga piawai dalam menggunakan tehnologi yaitu penggunaaan internet. Sehingga nantinya dalam memberikan pelayanan publik akn semakin baik dan dapat mengurangi waktu pengurusan sertifikat benih. Maksudnya dari pengurangan waktu disini adalah, dengan piawainya pegawai BBP2TP dalam menggunakan internet diharapkan nantinya produsen benih tidak perlu repot-repot untuk mengantarkan berkasnya ke BBP2TP, cukup melalui internet saja, sehingga memotong waktu yang digunakan produsen benih atau penangkar dalam mengurus sertifikat benih. Namun, hal tersebut juga harus timbal balik, yang artinya produsen benih juga harus mampu menggunakan internet dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Bungin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Dwiyanto, Agus,dkk, 2002, Reformasi Birokrasi di Indonesia, Yogyakarta, Pusat Studi Kependudukan dan dan Kebijakan, UGM.
Moenir, A.S. 1992. Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara
.1995. Manajemen Pelayanan di Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara
Moekijat. 1982. Sistem Dan Prosedur Kerja. Jakarta: Ghalia Indonesia
Nugroho. T. Rianto. 2004. Kebijakan Publik, Formulas, Implementasi dan Evaluasi. Jakarta: Gramedia.
Sedarmayanti,. 2000. Restrukturasi dan Pemberdayaan Organisasi untuk Menghadapi Dinamika Essensial dan Aktual. Bandung : Mandjar Baru
Siagian, Sondang. 1986. Filsafat Administrasi. Jakarta : Gunung Agung.
Soejadi,F.X. 1995. Organisasi Dan Manajemen. Jakarta: CV. Haji Mas Agung.
Soekanto, Sierjono. 1997. Sosial Sebagai Pengantar . Jakarta : Rajawali Press Sugiono.2004. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Alfabeta
Suyanto, Bagong. 2005. Metode Penelitian Sosial Berbagai Alternatif Pendekatan.
Suhady. Idup dan Fernanda. Desi. 2005. Dasar-Dasar Good Governance. Lembaga Administrasi Negara. Jakarta
Syahrir. 1991. Analisa Kebijakan Negara. Gramedia. Jakarta akarta : Prenada Media.
Sedarmayanti. Dr. 2003. Good Governance Dalam Rangja Otonomi Daerah. CV. Mandar Maju. Bandung
Tingkilisan, Hessel NogiS. 2005. Manajemen Publik. Jakarta: Grassindo.
Tingkilisan, Hessel NogiS. 2003. Kebijakan Publik Yang Membumi. Yogyakarta: YPAPI
Tingkilisan, Hessel NogiS. 2002. Implementasi Kebijakan Publik. Yogyakarta: Lukman Offset & YPAPI
Wahab, Solichin, A. 1990. Analisa Keijakan Dari Formulasi Ke Implementasi Kebijaksanaan Negara. Malang: Bumi Aksara
Wibawa, Samudra.1994. Evaluasi Kebijakan Publik. Jakarta: Raja Grafindo
Usman, Husaini. 2009. Metode Penelitian Sosial (Edisi Kedua). Jakarta : Bumi Aksara
Zuriah, Nurul. 2006. Metode Penelitian Sosial dan Pendidikan :Teori-Aplikasi. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.
Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah
Keputusan Menpan no. 81 tahun 1993 tetang Pedoman Tata Laksana Palayanan Umum
Peraturan Direktur Jendral Perkebunan No. 70 Tahun 2008 Peraturan Menteri Pertanian No. 09 Tahun 2008
Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2000 Tentang Diklat Jabatan PNS.
Sumber Website
(http:/mulyono.staff.uns.ac.id./2009/05/28/model-implementasi-kebijakan-george- edward-iii/) diakses pada 26 Februari 2012 jam 20.33 wib
(http://hyukurniawan.wordpress.com/2010/02/06/konsep-implementasi-kebijakan- publik/) diakses pada 27 februari 2012 jam 15.21 wib