• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENUTUP

Dalam dokumen Rencana Pengelolaan dan Zonasi (Halaman 73-76)

Penyusunan dokumen RPZ kawasan konservasi TWP Tanah Kuning - Mangkupadi mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. PER.30/MEN/2010 tentang Rencana Pengelolaan dan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan, dimulai dengan tahapan: (1) pembentukan kelompok kerja, (2) pengumpulan data dan informasi, (3) analisis data dan informasi, (4) penataan zonasi kawasan konservasi, (5) penyusunan rencana jangka panjang dan menengah, (6) konsultasi publik pertama, (7) konsultasi publik kedua, (8) hingga perumusan dokumen final. Diluar dari tahapan tersebut kami melaksanakan FGD di Desa Mangkupadi serta melaksanakan rapat kelompok kerja (POKJA) 1 dan 2 sebelum pelaksanaan konsultasi publik 1 dan 2.

Tahapan pengumpulan data dan informasi beserta analisisnya menghasilkan data primer dan sekunder dari potensi ekologi, ekonomi, serta sosial dan budaya. Potensi ekologi pada TWP Tanah Kuning - Mangkupadi antara lain ekosistem karang dengan kategori tutupan baik, ekosistem lamun dengan status tutupan miskin, serta beberapa spesies target konservasi yang terdiri dari ikan karang, penyu, lumba - lumba, dan hiu paus. Potensi ekonomi TWP Tanah Kuning - Mangkupadi ditinjau dari nilai penting perikanan Kabupaten Bulungan sebesar 1.03, rata – rata produksi perikanan Kabupaten Bulungan dari tahun 2010 hingga 2014 sebesar 2,958 ton, nilai tukar nelayan (NTN) sebesar 139.93, beberapa objek pariwisata, dan tersedianya akses menuju lokasi kawasan konservasi. Sedangkan kondisi sosial dan budaya ditinjau dari jumlah penduduk di sekitar TWP Tanah Kuning – Mangkupadi sebanyak 5,414 jiwa, berdasarkan hasil survei sebesar 33% responden pernah mengikuti edukasi mengenai konservasi, meski demikian 98%

responden setuju dengan adanya kawasan konservasi.

Luas kawasan konservasi TWP Tanah Kuning – Mangkupadi berdasarkan Peraturan Daerah nomor 4 Tahun 2018 mencapai 24,581.98 ha. Adanya rencana pembangunan pelabuhan pada kawasan KIPI di pesisir Desa Tanah Kuning dan Desa Mangkupadi yang masuk kedalam kategori PSN menjadi pertimbangan untuk melakukan perubahan luasan zonasi, khususnya pada zona inti yang kemudian disepakati bersama pada konsultasi publik 1. Luas usulan zona tersebut yaitu sebagai berikut:

 Zona inti memiliki luas awal seluas 8,970.47 ha (36.49%) berubah menjadi 2,442.85 ha atau sekitar 9.94% dari luas kawasan, dengan target konservasi berupa ekosistem terumbu karang, ekosistem lamun, ikan karang, alur migrasi biota laut, serta penyu.

66

 Zona perikanan berkelanjutan memiliki luas awal seluas 7,976.24 ha (32.45%) berubah menjadi 9,566.43 ha atau sekitar 38.92% dari luas kawasan, dengan target konservasi berupa biota laut yang bermigrasi.

 Zona pemanfaatan memiliki luas awal seluas 4,494.02 ha (18.28%) berubah menjadi 9,567.73 ha atau sekitar 38.92% dari luas kawasan, dengan target konservasi berupa biota penyu, hiu paus, dan lumba lumba yang sering muncul disekitar kawasan.

 Zona lainnya memiliki luas awal seluas 3,141.24 ha (12.78%) berubah menjadi 3,005.38 ha atau sekitar 12.23% dari luas kawasan, dengan target konservasi berupa biota laut yang bermigrasi.

Zonasi tersebut dilakukan dengan proses analisis citra, survei lapangan, analisis MARXAN, FGD dengan masyarakat setempat, rapat pokja, hingga konsultasi publik.

Rencana pengelolaan dan zonasi TWP Tanah Kuning - Mangkupadi belaku selama 20 tahun dimulai dari tahun 2020-2039 seperti yang tercantum pada dokumen ini dan dapat ditinjau kembali setiap 5 tahun. Visi pengelolaan TWP Tanah Kuning – Mangkupadi adalah “Terwujudnya TWP Tanah Kuning – Mangkupadi sebagai Tujuan Ekowisata Nasional berbasis Keanekaragaman Hayati Laut yang Lestari dan Mensejahterakan Masyarakat” dengan misi “(1) Mewujudkan unit pengelola kawasan TWP Tanah Kuning – Mangkupadi secara kolaboratif, efektif dan didukung dengan infrastruktur, (2) Melindungi, melestarikan, dan meningkatkan ekosistem perairan serta pemanfaatan berkelanjutan, (3) Meningkatkan Pendapatan Daerah dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan TWP Tanah Kuning – Mangkupadi” Sedangkan tujuan pengelolaan TWP Tanah Kuning – Mangkupadi antara lain Terwujudnya unit pengelola Kawasan Konservasi Perairan TWP Tanah Kuning – Mangkupadi yang kolaboratif, efektif, dan didukung dengan infrastruktur yang memadai, Meningkatnya ekosistem dalam kawasan, Meningkatnya pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan TWP Tanah Kuning – Mangkupadi, serta Mencapai efektivitas pengelolaan kawasan. Unit organisasi pengelola yang diusulkan untuk mengelola kawasan konservasi TWP Tanah Kuning – Mangkupadi adalah Unit Pelaksana Teknis Daerah pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Utara.

67

DAFTAR PUSTAKA

Azkab, Muhammad Husni. 1999. Penyu Hijau, Chelonia mydas L. yang Senang Melahap Lamun Hijau yang Segar. Oseana. 24 (2), 13 – 20.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan. 2017. Data Fasilitas Kesehatan berdasarkan Kecamatan. Bulungan: BPS Kabupaten Bulungan.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan. 2017. Data Jumlah Penduduk Kabupaten Bulungan berdasarkan Rasio Jenis Kelamin pada setiap Kecamatan. Bulungan: BPS Kabupaten Bulungan.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan. 2017. Data Persentase dan Kepadatan Penduduk berdasarkan Kecamatan. Bulungan: BPS Kabupaten Bulungan.

Cahya, C. N., D. Setyohadi., dan Dewi, S. 2016. Pengaruh Parameter Oseanografi Terhadap Distribusi Ikan. Oseana. 41(4), 1 – 14.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan. 2017. Data Fasilitas Kesehatan berdasarkan Kecamatan. Bulungan: DINKES Kabupaten Bulungan.

Direktorat Jendral Kelautan Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2014. Panduan Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil. Jakarta: DJKP3K KKP.

Direktorat Jendral Kelautan Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2014. Suplemen 3 Panduan Penyusunan Rencana Pengelolaan dan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil. Jakarta:

DJKP3K KKP.

Gusmaweti. 2015. Analisis Parameter Fisika – Kimia sebagai Salah Satu Penentu Kualitas Perairan Batang Palangki Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat. Seminar Nasional. FKIP. UNS.

Jumiyanti, Kalzum R. 2018. Analisis Location Quotient dalam Penentuan Sektor Basis dan Non Basis di Kabupaten Gorontalo. Gorontalo Development Review. I (1): 30 - 38

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 200 Tahun 2004 Tentang Kriteria Baku Kerusanan dan Pedoman Penentuan Status Padang Lamun.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 04 Tahun 2001 Tentang Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Laut.

Nugroho, S. H. 2012. Morfologi Pantai, Zonasi dan Adaptasi Komunitas Biota Laut di Kawasan Intertidal. Oseana. 38 (3), 11 – 21.

Penyusunan Rencana Pengelolaan Zonasi. 2019. Laporan Kegiatan Identifikasi dan Data Dukung Penyusunan Rencana Pengelolaan Zonasi (RPZ) Kabupaten Bulungan.

Pontianak: BPSPL Pontianak.

68 Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Utara Nomor 4 Tahun 2018 Tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2018 – 2038.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor PER.02/MEN/2009 Tentang Tata Cara Penetapan Kawasan Konservasi Perairan.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor PER.30/MEN/2010 Tentang Rencana Pengelolaan dan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 47/PERMEN-KP/2016 Tentang Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2007 Tentang Konservasi Sumber Daya Ikan.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2018 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. Jumlah Sekolah pada Setiap Kecamatan di Kabupaten Bulungan. Jakarta: PDSPK KEMENDIKBUD.

Rahmawati., S. H. Indarto., M. H. Azkab dan W. Kiswara, 2014. Panduan Monitoring Padang Lamun. Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Jakarta, 34 Hal.

Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil. 2017. Dokumen Final RZWP3K Provinsi Kalimantan Utara. Kalimantan Utara: DKP.

Studi Teknis Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan. 2018. Laporan Akhir Studi Teknis Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Provinsi Kalimantan Utara.

Tanjung Selor: LP2M UNHAS.

Surat Direktur Jendral Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Nomor 552/DJPRL.5/III/2019 Perihal Tindak Lanjut Hasil RAKORTEK Pengelolaan KKPD 2019.

Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang – undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil.

Dalam dokumen Rencana Pengelolaan dan Zonasi (Halaman 73-76)

Dokumen terkait