• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Kategori Penelitian

4.1.2 Penyimpanan dan Pengorganisasian (Keeping and Organizing)

mencari cara untuk melestarikan keadaan saat ini sehingga pekerjaan bisa cepat dilakukan. Menyimpan arsip pribadi berarti memahami kondisi dan praktik yang diperlukan sehingga file digital tetap aman dan dalam kondisi baik. Beberapa media penyimpanan yang digunakan oleh informan antara lain adalah laptop sebagai media penyimpanan utama, media penyimpanan eksternal seperti flashdisk serta media penyimpanan tambahan layanan cloud seperti Google Drive.

Hal ini sesuai dengan pernyataan informan saat ditanya media penyimpanan yang paling sering ia gunakan untuk menyimpan file perkuliahan.

I1:...saya menggunakan laptop, flashdisk dan Google Drive. Semuanya sudah saya gunakan selama 4 tahun sejak awal memasuki pendidikan perkuliahan.Saya paling lama menggunakan laptop sebagai media penyimpanan utama....

I2:...saya menggunakan laptop sebagai media penyimpanan utama selama 4 tahun, flashdisk dan Google Drive diperkirakan selama 4 tahun juga...

I3:...saya menggunakan laptop selama 3 tahun, flashdisk dan Google Drive selama 4 tahunsejak awal perkuliahan...

I4:...saya menggunkanlaptop sebagai penyimpanan utama selama 4 tahundan Flashdisk selama 3 tahun. Saya mulai menggunakan layanan cloud Google Drive untuk menyalin data sekitar 6 bulan karena memiliki kapasitas penyimpanan yang besar...

I5:...Saya paling sering menggunakan laptop dan flashdisk. Semuanya kira-kira sudah saya gunakan selama 3 tahun...

I6:...saya menggunakan laptop dan flashdisk. Laptop dan flashdisk kurang lebih sudah saya gunakan selama tiga tahun...

Berdasarkan pendapat informan diatas, rata-rata mahasiswa menggunakan laptop sebagai media penyimpanan utama, flashdisksebagai media eksternal, dan juga beberapa mahasiswa menggunakan layanan cloud untuk membuat salinan

data penting. Media penyimpanan ini rata-rata sudah digunakan mahasiswa selama 3 tahun. Seluruh file yang telah ditemukan dan diciptakan mahasiswa akan tersimpan pada media penyimpanan tersebut.

Terdapat bebeapa aktivitas yang dilakukan seseorang ketika ia sudah menemukan informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Dari data wawancara yang diperoleh, hal yang akan dilakukan oleh mahasiswa setelah menemukan informasi adalah bahwa informasi akan dibaca, disimpan, dan diberi nama atau diorganisasikan. Beberapa cara penyimpanan file digital berkaitan dengan materi kuliah di dalam laptop yang diungkapkan informan antara lain:

I1:...saya hanya menyimpan file yang saya anggap penting.Setelah diciptakan dan ditemukan, file tersebut langsung saya simpan di dalam Local Disk :D dan kemudian saya buat salinan cadangan didalam Google Drive...

I2:...pertama saya tentukan terlebih dahulu file yang penting, kemudian saya simpan di dalam folder Semester dan sub folder Mata kuliah terkecuali skripsi.

Skripsi akan saya masukkan di dalam folder tersendiri. File yang saya anggap penting akan saya salin di dalam Google Drive...

I3:...saya menyimpannyadi dalam laptop dan Google Drive...

I4:...saya menentukan terlebih dahulu file yang akan saya disimpan. Kemudian tentukan foldernya. Untuk file penting, saya akan menyalinnyakembali ke dalam flashdisk atau Google Drive...

I5:...langkah pertama, saya menentukan terlebih dahulu folder untuk menyimpan File berdasarkan nama mata kuliah. Kemudian saya identifikasi file-file yang ingin saya simpan, lalu saya organisasikan. Saya menyimpan semua file di dalam media penyimpanan internal yaitu Libraries Document serta folder...

I6:...tentukan terlebih dahulu file yang akan saya simpan kemudian simpan di dalam folder atau sub folder...

Pernyataan diatas menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa telah melakukan kegiatan pengarsipan digital secara rutin di dalam laptop mereka. I1, I2

dan I3 mengungkapkan bahwa setelah menciptakan dan menemukan file yang berkaitan dengan kebutuhan, file tersebut akan langsung disimpan di dalam laptop

untuk kemudian diberi nama lalu dikelompokkan berdasarkan folder. Selanjutnya file penting akan dibuat salinan cadangan di dalam Google Drive. Sama halnya dengan pernyataan I4, I5 dan I6 setelah diciptakan file harus disimpan di dalam folder sesuai kepentingan.

Gambar 4.1 Penyimpanan arsip digital materi kuliah I2 di dalam Local Disk :D

Setelah melakukan penyimpanan file digital, kegiatan selanjutnya adalah mengorganisir informasi. Di dalam pengorganisasian file terdapat kegiatan pengelompokan dan pemberian nama file. Tujuan dari pengorganisasian adalah agar file dapat tertata dam lebih terlihat teratur sehingga dapat memudahkan dalam menemukannya kembali. Mayoritas mahasiswa melakukan pengelompokan arsip digital mereka dengan cara mengelompokkan berdasarkan jenis/subjek

bidang ilmu. Berikut adalah pernyataan informan tentang cara mereka melakukan kegiatan pengorganisasian arsip digital di dalam laptop:

I1:..saya selalu membuat folder berdasarkan mata kuliah. Pertama, saya akan membuat folder. Saya mengelola dan mengorganisasikan file digital materi kuliah didalam penyimpanan internal Local Disk (:D) dan di dalam folder

‘Semester’ serta subfolder dinamai berdasarkan nama mata kuliah....

I2:...saya menyimpan file di dalam folder berdasarkan bidang mata kuliah.

Semuanya disimpan di Local Disk (:D) dan di dalam folder ‘Semester’ serta subfolder dinamai berdasarkan nama mata kuliah...

I3:...saya mengelompokkan file di dalam folder Semester dan mata kuliah

terkecuali Semester 8yang berisi skripsi. Saya memasukkan skripsi di dalam folder khusus secara terpisah. Saya menyimpan semua file di dalam penyimpanan internal Local Disk (:D) lalu di dalam folder ‘Arsip Kuliah’

serta subfolder dinamai berdasarkan nama mata kuliah...

I4:...saya menyusun file berdasarkan mata kuliah atau berdasarkan bidang ilmu.

File disimpan di dalam penyimpanan internal Local Disk (:D) dan di dalam folder ‘MATERI KULIAH’ serta subfolder dinamai berdasarkan nama mata kuliah...

I5:... saya membuat folderberdasarkan bahan kuliah yang ada misalnya saya membuat folder Metopel untuk mata kuliah Metode Penelitian. Kemudian, saya menyimpan semua file berkaitan dengan Metode Penelitian di dalam folder tersebut. Saya juga membackup beberapa file penting didalam email...

I6:...saya mengorganisasikan file digital di dalam folder. File digital berkaitan dengan materi kuliah saya simpan di dalam penyimpanan internal Local Disk :D dan di dalam folder ‘Semester’ serta subfolder dinamai berdasarkan nama mata kuliah...

Folder adalah pembagian ruang penyimpanan yang dibuat oleh sistem operasi komputer. Folder berisi banyak file dan diatur sesuai keinginan pemiliknya. Struktur folder harus dirancang untuk memudahkan menemukan file dengan cepat. Struktur harus memiliki tingkat folder yang cukup untuk mengatur file dengan cara yang berarti, tetapi tidak begitu banyak level sehingga strukturnya sulit dimengerti. Pilihlah nama yang berarti untuk folder dan file untuk pengembalian file secara manual agar memudahkan temu kembali.

Pernyataan informan diatas menunjukkan bahwa kegiatan pengorganisasian mahasiswa dilakukan dengan cara mengelompokkan file berdasarkan folder dan sub folder yaitu folder “Semester” dan subfolder “Mata Kuliah”. Keenam informan menganggap pengelompokkan berdasarkan folder lebih efisien dan efektif untuk menyimpan file digital serta memudahkan proses temu kembali. Kelebihan dari cara pengelompokkan ini adalah keteraturan dan kemudahan dalam pencarian informasi. Informasi jika dikelompokkan berdasarkan jenis/subjek akan lebih kelihatan teratur dan tertata dibandingkan dengan yang tidak, dalam hal pencarian pun akan lebih mudah dibandingkan yang tidak dikelompokkan sama sekali.

Untuk memudahkan temu kembali file yang telah tersimpan di dalam folder harus dilakukan kegiatan pengorganisasian kembali. Hal ini merupakan deskripsi praktik pengorganisasian yang lebih luas. Terdapat beberapa cara mengorganisasikan di dalam folder antara lain: diorganisasikan berdasarkan tanggal, berdasarkan subjek dan kategori, berdarsarkan tipe dokumen, berdasarkan kepentingan, berdasarkan abjad, dan lain-lainnya. Berikut ini adalah jawaban informan ketika ditanya bagaimana mereka mengelompokkan file di dalam folder:

I1:...saya mengelompokkan kembali file berdasarkan subjek. Misalnya folder Semester dan mata kuliah di dalamnya, Local Disk :D untuk file perkuliahan dan :C untuk program..

I2:...saya menyusun file berdasarkan tanggal terbaru agar lebih mudah ditemukan ...

I3:... saya biasanya mengelompokkan file berdasarkan subjek dan kategori mata kuliah...

I4:...saya tidak mengelompokkan file kembali. Data otomatistersimpan begitu saja di dalam folder mata kuliah...

I5:...saya mengelompokkan file berdasarkan subjek dan kategori mata kuliah...

I6:...saya mengelompokkan berdasarkan subjek dan kategori. Misalnya file mata kuliah Wirausaha berisi semua file yang berkaitan dengan bidang ilmu Wirausaha...

Keenam informan memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengorganisasikan deskripsi folder file digital mereka. Mengelompokkan berdasarkan subjek dan kategori adalah strategi yang paling umum, diikuti dengan strategi pengelompokkan berdasarkan abjad dan tanggal. Informan 1 (I1) memberikan contoh pengelompokan berdasarkan subjek dan kategori seperti Local Disk :D berisi file yang berhubungan dengan materi perkuliahan. Kemudian secara hierarkis dari yang lebih luas ke sempit seperti folder “Semester” berisi sub

folder “Nama Mata Kuliah” lalu berisi file digital. Masing-masing file dikelompokkan berdasarkan subjek materi kuliah.

Gambar 4.3 Pengelompokkan file di dalam folder berdasarkan subjek Aktifitas pengelompokkan informasi merupakan aktifitas yang terlihat sederhana namun sangat berhubungan dengan kognisi seseorang. Hal ini dapat terlihat saat individu memberi nama pada file digitalnya. Bagaimana individu memformulasikan nama filenya sehingga mudah dikenal tanpa harus membuka satu per satu foldernya. Berikut ini adalah cara yang dilakukan mahasiswa dalam menentukan penamaan file digitalnya:

I1:...Saya membuat nama file yang mudah diingat agar mudah ditemukan. Untuk jurnal yang saya download di internet, saya akan mengubah namanya berdasarkan nama penulis jurnal...

untuk jurnal yang saya unduh melalui internet saya ubah kembali namanya agar lebih mudah dicari...

I3:...Pemberian nama disesuaikan dengan isi atau subjek informasi ...

I4:...Saya menyesuaikan nama file dengan isinya...

I5:...saya sesuaikan dengan isi file tersebut...

I6:...untuk file yang saya ciptakan, saya akan memberi nama yang mudah diingat.

File yang saya unduh melalui internet, saya simpan sesuai nama asli unduhannya...

Dari hasil temuan data, mayoritas mahasiswa memberi nama pada filenya sesuai dengan isi informasi file tersebut.Keenam informan mengungkapkan bahwa pemberian nama file didalam folder disesuaikan dengan isi file. Sebisa mungkin mahasiswa membuat nama file yang mudah diingat dan berbeda dengan nama file lainnya untuk memudahkan proses temu kembali. I2 menambahkan apabila file yang diunduh melalui internet akan diganti namanya untuk menghindari duplikat file dengan file lain yang juga diunduh. Ia mencontohkan sebuah jurnal yang diunduh pada database umumnya memiliki nama yang sama.

Gambar 4.4 Penamaan file berdasarkan informasi di dalamnya

Setelah melakukan penyimpanan dan pengorganisasian file digital, langkah selanjutnya adalah bangaimana cara menemukan kembali informasi yang disimpan oleh mahasiswa di dalam laptopnya. Cara menemukan informasi di dalam laptop umumnya terbagi dua yaitu langsung mencari di dalam folder dan menggunakan bantuan search tools. Berikut ini adalah pernyataan informan tentang bagaimana cara mereka menemukan kembali file yang telah disimpan di dalam laptop:

I1:...saya akan membuka kembali folder untuk menemukan file tersebut...

I2:...saya langsung membuka filedi dalam folder lalu diurutkan berdasarkan tanggal. Terkadang saya mencari berdasarkan search tools...

I3:...saya biasanya langsung mencari file di dalam folder atau dengan ketikkan mengetikkan huruf depan file pada keyboard...

I4:...saya mencari file di dalam folder...

dalam folder...

I6:...saya langsung mencari file di dalam folder.Saya mengingat letaknya.

Berdasarkan pernyataan diatas, mahasiswa cenderung membuka satu per satu file terlebih dahulu dengan mengingat letak/lokasi file berada. Kemudian jika membuka satu per satu file tetap tidak bisa menemukan file yang diinginkan, mahasiswa akan mencari file dengan menggunakan aplikasi finder atau search tools yang tersedia di laptop. Dengan melihat perilaku mahasiswa dalam menemukan file digital, dapat diketahui bahwa mahasiswa cenderung lebih memilih cara cepat dengan membuka satu persatu file di lokasi penyimpanan terlebih dahulu dan kemudian melihat di lokasi yang berbeda jika file tidak ditemukan. Untuk itu, proses penyimpanan dan pengorganisasian yang baik akan membantu mahasiswa menemukan file dengan cepat.

4.1.3 Meta-Level Activity

a. Pemeliharaan (Maintaining)

Pemeliharaan merupakan sebuah kegiatan yang masuk ke dalam aktivitas meta level. Pemeilharaan digital mengacu pada semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan akses ke materi digital di luar batas kegagalan media dan perubahan teknologi.

Upaya pemeliharaan digital harus mengatasi masalah yang terkait dengan media penyimpanan (misalnya keandalan, daya tahan, dan format media), perangkat keras dan perangkat lunak (misalnya sistem operasi, driver), format dan fungsi khusus aplikasi (misalnya format file dan codec), dan kemampuan tampilan (misalnya resolusi, font, dan warna). Pemeliharaan file digital dapat dilakukan

dengan cara mem-backup file menggunakan media eksternal dan layanan cloud serta migrasi data. Namun dalam beberapa kasus tidak semua orang melakukan kegiatan pemeliharaan pada file digitalnya. Berikut ini merupakan pernyataan yang diungkapkan mahasiswa mengenai cara mereka melindungi arsip digitalnya:

I1:...saya memback up file ke dalam Google Drive dan beberapa file juga di flashdisk....

I2:...saya hanya memelihara file digital dengan cara membuat salinan cadangan file di dalam Google Drive. Saya menyalin setiap file penting di dalam Google Drive agar tidak hilang...

I3:...saya memback up beberapa file penting di dalam Google Drive dan flashdisk...

I4:...saya tidak melakukan pemeliharaan file digital sebelumnya namun 6 bulan terakhir saya mulai menggunakan Google Drive untuk menyimpan dokumen karena mempunyai kapasitas penyimpanan yang cukup besar...

I5:...saya tidak melakukan pemeliharaan namun saya sesekali memeriksa file penting di dalam laptop ketika sedang mencari file. Beberapa file yang paling penting akan saya back up di dalam flashdisk...

I6:...saya tidak melakukan pemeliharaan file. Saya merasa file itu akan tetap aman tersimpan di dalam laptop selama laptopnya tidak bermasalah...

Ketika mengelola file digital, praktik yang dilakukan adalah memeriksa file yang telah disimpan dan membuat cadangan file tersebut. Rata-rata mahasiswa melakukan pemeliharaan file dengan cara melakukan back up data dan mengcopy data pada media lain seperti flashdisk. I5 tidak melakukan back up file namun secara teratur memeriksa kembali file yang telah disimpannya sewaktu dibutuhkan. Berbeda dengan informan lainnya, I6 tidak melakukan pemeliharaan file, ia menganggap file yang tersimpan di dalam komputer tetap aman selama tidak dihapus. I6 hanya menyalin file penting di dalam flashdisk sewaktu ingin ia gunakan.

Didasarkan pada pernyataan tersebut, dapat diketahui bahwasanya salah satu cara pemeliharaan terhadap file digital adalah dengan back up data menggunakan layanan cloud Google Drive dan mengcopy data pada media lain seperti flashdisk. Kelebihan dari cara ini adalah pengguna dapat mengembalikan data atau file tersebut sewaktu-waktu dibutuhkan.

Gambar 4.5 Back up file digital I1di dalam flashdisk

Gambar 4.6 Back up file digital I1di dalam Google Drive

Praktik back up dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap kerusakan atau kehilangan data asli. Menyalinfile (back up) adalah strategi yang penting yang dapat melindungi file jika sewaktu-waktu media penyimpanan utama (laptop) mengalami eror/rusak. Back up dapat dilakukan menggunakan media eksternal seperti flashdisk maupun layanan cloud.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti, tidak semua mahasiswa melakukan back up file menggunakan layanan cloud untuk mempertahankan file digitalnya. Beberapa pendapat yang menjadi alasan mengapa mahasiswa tidak melakukan back-up file menggunakan layanan cloud adalah sebagai berikut:

I5:...saya tidak menggunakan layanan cloud dikarenakan layanan cloud harus tersambung ke jaringan internet. Jadi, saya lebih menyukai untuk menyimpan beberapa file penting secara manual di dalam folder handphone, email dan flashdisk...

I6:...saya tidak memiliki pengalaman menggunakan layanan cloud. Layanan cloud juga membutuhkan jaringan internet yang stabil pada saat diakses...

Pernyataan diatas mengungkapkan beberapa alasan yang menjadikan layanan cloud tidak digunakan oleh mahasiswa adalah perasaan takut (takut hacking dan akses ilegal, takut kekurangan akses internet saat mereka ingin mengakses dokumen di layanan cloud dan takut lupa password), kurangnya pengalaman yang cukup dengan layanan cloud serta kurangnya kepercayaan pada penyedia layanan dan kemampuan mereka untuk melindungi data pribadi.

Penghapusan file adalah salah satu cara untuk menghindari banyak tumpukan file pada arsip digital pribadi sehingga isi arsip tetap tertata rapi.

Penghapusan file juga mengurangi kapasitas ruang penyimpanan pribadi.

Penghapusan file dapat dilakukan ketika file digital file digital berada pada akhir retensi, sudah waktunya untuk dimusnahkan atau sudah tidak dibutuhkan lagi.

Beberapa mahasiswa melakukan penghapusan file dikarenakan menganggap file tersebut sudah tidak diperlukan lagi dan hanya akan menjadi sampah di dalam arsip digital mereka. Hal ini sesuai dengan pernyataan mahasiswa yang diungkapkan sebagai berikut:

I1:...ya, saya akan menghapus file apabila tidak penting....

I2:...pernah.Penghapusan file dilakukan apabila file sudah tidak dibutuhkan lagi, file yang sama dan juga file yang salah atau tidak relevan...

I3:...terkadang saya menghapus file dengan sengaja apabila file tersebut sudah tidak dibutuhkan...

I5:...file yang saya unduh melalui internet apabila sudah saya diperlukan lagi akan saya hapus tetapi apabila materi kuliah dari dosen tidak ada yang dihapus...

I6:...saya melakukan penghapusan file apabila file tersebut sudah tidak dibutuhkan lagi agar arsip di dalam laptop gak menumpuk...

Informan 1 (I1), I2, I3, I4, dan I6 mengatakan bahwa mereka pernah melakukan penghapusan file dikarenakan alasan yang sama yaitu apabila file tersebut sudah tidak dibutuhkan, file yang sudah pernah ada sebelumnya di laptop dan file yang salah di download atau tidak relevan dengan apa yang ingin dicari.

Pada akhirnya, tujuan utama dari penghapusan file adalah memutuskan apakah akan menyimpan file atau malah membuangnya untuk menjaga sistem file yang rapi dan tersusun dengan baik.

Berbeda pendapat dengan informan lainnya, I4 mengungkapkan tidak melakukan penghapusan file terkait materi kuliah. Ia mengungkapkan pendapatnya sebagai berikut:

I4:...saya tidak melakukan penghapusan file. Saya khawatir apabila saya

menghapus file tersebut ternyata masih dibutuhkan dimasa mendatang. Jadi, saya tetap mempertahankan file tersebut tetapi di ruang penyimpanan yang berbeda dari file penting lainnya...

Informan 4 (I4) menganggap tindakan penghapusan file akan mempersulitnya dimasa depan apabila ia membutuhkan file tersebut. File digital yang berkaitan dengan materi kuliah adalah file yang penting dan akan terus mempertahankannya. Untuk itu, ia tidak melakukan penghapusan file. Saat peneliti menanyakan apakah tidak akan membuat file menjadi menumpuk. I4

menjawab bahwa ia memindahkan file tersebut secara terpisah dengan folder lainnya sehingga tidak menumpuk.

b. Manajemen Arus Informasi (Management The Flow of Information) Manajemen arus informasi merupakan kegiatan dimana seseorang mengelola arus informasi masuk dan informasi keluar dalam kehidupan

informasi masuk yang digunakan beragam jenisnya misalnya melalui internet, jejaring sosial, smarthphone, email dan lainnya. Mayoritas mahasiswa memilih pengelolaan informasi masuk dengan cara fokus pada informasi yang sesuai kebutuhannya. Berikut ini pernyataan para informan saat peneliti bertanya bagaimana cara mereka memilah informasi masuk yang hendak digunakan:

I1:...saya menyeleksi terlebih dahulu sesuai dengan informasi yang saya cari.

Apabila sesuai baru saya ambil...

I2:...saya membaca abstrak terlebih dahulu dan mencari informasi yang berkaitan sesuai dengan kebutuhan...

I3:...saya memilah informasi sesuai kebutuhan dan kepentingan. Jadi, informasi yang bermanfaat saja yang akan saya ambil...

I4:...informasi itu harus relevan dan sesuai dengan yang saya cari...

I5:...saya memilah informasi sesuai kebutuhan. Apabila informasi tersebut

diperoleh melalui internet, saya akan membaca terlebih dulu apakah berkaitan dengan informasi yang saya cari. Apabila iya, saya akan langsung mendownload dan menyimpan file tersebut...

I6:...saya memilih informasi berdasarkan kebutuhan serta informasi tersebut harus sesuai dan relevan...

Pernyataan di atas menunjukkan bahwa mahasiswa memilah informasi yang akan digunakannya dengan melakukan penyaringan informasi yang relevan dan sesuai kebutuhan. Hal ini sesuai dengan pendapat I3 bahwa rata-rata mahasiswa terlebih dahulu membaca file tersebut seperti pada bagian abstrak, pendahuluan atau keterangan singkat informasi apabila berkaitan dengan apa yang ingin dicari informasi tersebut akan diunduh untuk disimpan di laptop.

Dengan melakukan pemrosesan informasi pada saat informasi masuk akan meminimalisir membludaknya file pada media penyimpanan pribadi mahasiswa.

Fokus pada informasi yang sesuai kebutuhan juga akan membantu mahasiswa

dalam menentukan dan memilih file digital yang relevan, akurat dan sesuai dengan kebutuhan bahan kuliah.

Pengelolaan informasi keluar tolak ukurnya adalah pada individu itu sendiri. Ketika individu melakukan kegiatan berkomunikasi dan sharing informasi secara tidak langsung memberikan informasi pribadinya kepada orang lain.

Pengelolaan informasi keluar dilakukan dengan memperhatikan urgensi dari informasi dalam file yang akan dibagikan. Beragam aplikasi dan media yang dapat digunakan oleh seseorang untuk memproduksi dan mendistribusikan informasi di dalam file. Mayoritas mahasiswa menggunakan flashdisk, email hingga media sosial untul membagikan file digital berkaitan dengan materi kuliah kepada orang lain. Hal ini sesuai dengan jawaban informan pada saat wawancara dilakukan:

I1:...saya sering menggunakan whatsupp, line, email dan flashdisk. Apabila ingin mengirim file kepada dosen, saya akan lebih berhati-hati dan menggunakan bahasa yang sopan ....

I2:...saya sering membagikan file digital menggunakan media sosial seperti line, whatsupp, facebook, email dan bloetooth melalui smarthphone saya...

I3:...saya memakai facebook, whatsupp dan email. Untuk file yang dikirimkan kepada dosen, saya lebih memperhatikan isi dan sopan santun sebelum mengirimkannya...

I4:...saya membagikan file menggunakan flashdisk, gmail dan facebook....

I4:...saya membagikan file menggunakan flashdisk, gmail dan facebook....

Dokumen terkait