• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

DESKRIPSI DATA Tabel 4. Gambaran Umum Subjek Penelitian

A. HASIL 1. SUBJEK I

4. Peran Gender dan Kebiasaan Personal

Alya menginginkan pasangan yang memiliki kebiasaan dekat dengan Al-Qur‟an (Qur‟ani). Tidak harus mendapatkan pasangan seorang hafidz Qur‟an, baginya pasangannya rajin ber-tilawah dalam keseharian saja sudah membuatnya sangat senang.

“E‟eh. E dia sih, kalau dia lebih ke tilawah.. tilawah nya lebih rajin dari kakak hahahaha. Kakak kan bukan yang harus ngafal gitu, yang penting kan dia yang dekat sama Al-Qur‟an kek gitu.”

(W1.S1.AF.090319.B272.a)

Alya juga menyampaikan harapannya bahwa ia tidak suka dengan sesuatu yang berantakan. Ia menyukai laki-laki yang bersih dan rapi. Selain itu, satu kebiasaan personal yang biasa ia lakukan dan dilakukan pula oleh calon pasangannya adalah rutin bersedekah. Hal ini menjadi nilai tambah bagi Alya dalam menerima calon pasangannya tersebut.

“Dari keseharian.. ee orangnya.. kan oh iya kakak bilang kan di proposal tu kakak suka laki-laki yang bersih dan rapi.”

(W2.S1.AF.120319.B510.a)

“Itu yang kakak suka, itu yang kakak kagumi dari dia, dan kakak, ya kakak juga suka sedekah tapi dia lebih dari kakak kek gitu. Itu... kakak suka.”

(W3.S1.AF.180319.B148.a)

Tabel 6. Rekapitulasi Analisa Gambaran Pemilihan Pasangan pada Hafidz

- Subjek menjalani proses pemilihan pasangan dengan melakukan ta‟aruf.

- Proses yang dilakukan meliputi:

- Menanyakan kesediaan subjek untuk menikah dan bertukar proposal ta‟aruf.

- Setelah disetujui, selanjutnya subjek melihat biodata calon pasangan untuk memberikan persetujuan.

- Ketika saling setuju, selanjutnya subjek dan calon pasangan dipertemuan secara langsung untuk saling melihat dan bertanya.

- Proses pertemuan dengan masing-masing keluarga.

- Menjalani proses khitbah, lalu menikah.

2. Field of eligible - Subjek tidak menentukan kriteria spesifik terhadap calon pasangannya.

- Kriteria utama pasangan hidup yang diinginkan subjek ialah seseorang yang sholeh dan Qur‟ani.

- Sholeh menurut subjek adalah seorang muslim yang memiliki pemahaman agama, bertanggungjawab, memiliki interaksi yang baik dengan keluarga, menyayangi keluarga, serta memuliakan ibu.

- Makna sholeh kembali dikerucutkan oleh subjek sebagai seorang kader Tarbiyah.

- Makna Qur‟ani menurut subjek adalah seseorang yang memiliki interaksi dekat dengan Al-Qur‟an seperti sering ber-tilawah hingga menerapkan nilai- nilai Qur‟an dalam kehidupan.

- Kriteria pasangan yang subjek tuliskan di proposal ialah usia yang lebih tua darinya.

3. Propinquity filter - Proses perkenalan antara subjek dan calon pasangannya di perantarai oleh murabbi.

- Subjek dan calon pasangannya tidak saling mengenal dekat, dan baru pernah berinteraksi sekali saja.

- Subjek tidak mempermasalahkan jarak tempat tinggal calon pasangannya.

4. Attraction filter - Subjek tidak menjadikan kriteria fisik sebagai

- Subjek hanya menuangkan keinginan untuk memiliki pasangan yang lebih tinggi darinya.

- Saat menjalani proses ta‟aruf (bertemu secara langsung), subjek tidak berani melihat fisik/wajah calon pasangannya.

5. Homogamy filter - Subjek dan calon pasangannya memiliki kesamaan sebagai seorang kader Tarbiyah.

- Subjek dan calon pasangannya sama-sama menyukai organisasi.

- Subjek dan calon pasangannya sama-sama suka rutin dalam bersedekah.

- Subjek dan calon pasangannya memiliki kesamaan visi dan misi dalam membangun keluarga yang Qur‟ani.

6. Compatibility filter - Subjek merasa cocok dengan calon pasangannya karena sama-sama seorang kader Tarbiyah yang sudah memiliki visi misi dan pandangan/nilai hidup yang sama.

- Subjek merasa cocok karena calon pasangannya sudah sesuai dengan kriteria utama yang ia inginkan (sholeh dan Qur‟ani), ditambah pula dengan kepribadian-kepribadian baik lainnya sebagai nilai plus.

7. Trial filter - Subjek tidak menjalani proses pertunangan.

8. Decision filter - Subjek menerima calon pasangannya untuk menikah karena segala proses yang ia jalani dalam proses ta‟aruf tidak memiliki hambatan yang berarti.

- Subjek menerima calon pasangannya untuk menikah karena jawaban dari istikharah yang ia lakukan.

- Subjek menerima calon pasangannya karena

mendapatkan restu dari kedua orang tuanya.

Tabel 7. Rekapitulasi Analisa Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Pasangan pada Hafidz Qur’an Dewasa Awal

Subjek I : AF

No. Faktor Gambaran

1. Latar Belakang Keluarga:

Kelas Sosioekonomi

- Subjek tidak menentukan kemampuan ekonomi calon pasangannya.

- Subjek menerima bagaimanapun kemampuan ekonomi calon pasangannya.

3. Pernikahan antar ras atau suku

calon pasangannya, bahkan subjek tidak menginginkan pasangan yang se-profesi.

Walaupun akhirnya subjek mendapatkan suami yang se-profesi dengannya sebagai seorang dokter.

- Subjek menyukai lelaki yang pintar/inteligensi nya baik.

- Subjek tidak menentukan kriteria suku pada calon pasangannya.

- Subjek hanya disarankan oleh ibunya untuk tidak memilih pasangan yang beretnis Batak.

4. Pernikahan antar agama - Faktor agama merupakan faktor yang paling utama bagi subjek dalam memilih pasangan hidup, meskipun ia tidak menyebutkannya secara langsung. Subjek menginginkan pasangan yang sholeh dan memiliki interaksi dekat dengan Al-Qur‟an (Qur‟ani). Selain itu, harapannya untuk mendapatkan pasangan yang berasal dari kader Tarbiyah sudah menunjukkan bahwa pernikahan dengan agama yang sama adalah dasar keinginannya.

5. Karakteristik Personal:

Sikap dan perilaku individu

- Subjek menginginkan calon pasangan yang sholeh.

- Subjek menginginkan calon pasangan yang tidak mudah marah.

- Subjek menginginkan calon pasangan yang dapat bertanggungjawab.

- Subjek menginginkan calon pasangan yang menyayangi keluarga.

- Subjek menginginkan calon pasangan yang romantis.

6. Perbedaan usia - Subjek menginginkan calon pasangan yang lebih tua darinya, karena merasa bahwa

- Subjek memiliki kesamaan pandangan mengenai visi misi dalam membangun keluarga Qur‟ani dengan calon pasangannya.

- Subjek dan calon pasangannya sama-sama berasal dari kader Tarbiyah sehingga saling mengerti pula akan nilai hidup yang harus di pegang dan paham akan kegiatan keseharian yang harus di jalani.

- Subjek dan calon pasangannya memiliki

8. Peran gender dan kebiasaan personal

anak mereka di pesantren kelak.

- Subjek dan calon pasangannya yang sama- sama suka berorganisasi memiliki paham yang sama, dan lebih memaklumi kesibukan masing-masing.

- Subjek menginginkan calon pasangan yang memiliki interaksi dekat dengan Al-Qur‟an.

- Subjek menyukai calon pasangan yang rutin bersedekah.

- Subjek menginginkan calon pasangan yang bersih dan rapi.

- Subjek sebenarnya juga ingin pasangan yang mau membantunya dalam pekerjaan rumah, tetapi tidak dalam skala yang sering. Karena subjek akan merasa bahwa dirinya tidak menjalani kewajibannya sebagai istri dengan baik, jika pasangannya yang melakukan

pekerjaan-pekerjaan rumah tangga tersebut.

Proses Pemilihan Pasangan Hidup pada Hafidz Qur‟an (DeGenova, 2008)

Faktor yang mempengaruhi (DeGenova, 2008)

→ Subjek ingin mencari calon yang sama-sama berlatarbelakang dari kader Tarbiyah (W1.S1.AF.090319.B260.b), (W2.S1.AF.120319.B236.c).

→ Satu visi misi dalam membentuk keluarga Qur‟ani (W2.S1.AF.120319.B250.b),

(W2.S1.AF.120319.B252.b), (W2.S1.AF.120319.B254.b), (W2.S1.AF.120319.B570.a), (W3.S1.AF.180319.B190.a), (W3.S1.AF.180319.B190.b).

→ Sama-sama suka berorganisasi (W3.S1.AF.180319.B140.a), (W3.S1.AF.180319.B142.a).

→ Sama-sama suka bersedekah (W3.S1.AF.180319.B148.a)