4.8.1 Masyarakat
Adapun beberapa peranan masyarakat terhadap keberadaan setting yaitu : 4.8.1.1 Menjadi subjek/ pelaku aktivitas yang mengisi setting
Masyarakat berperan penting dalam proses terbentuknya setting aktivitas rekreasi di sempadan Tukad Badung. Berbagai aktivitas dilakukan masyarakat secara alami memanfaatkan ruang yang tersedia di areal sempadan Tukad Badung.
4.8.1.2 Menjadi stimulus terhadap kebijakan pemerintah
Berbagai aktivitas alami masyarakat juga mulai menjadi pertimbangan dalam pemutusan kebijakan yang dilakukan pemerintah pada areal ini. Berbagai aktivitas seperti memancing, duduk-duduk, istirahat menjadi latar belakang dalam pengadaan fisik maupun penyelenggaraan acara seremonial oleh pemerintah.
4.8.1.3 Menjadi pengganggu setting
Di sisi lain, ada pula aktifitas masyarakat yang memanfaatkan ruang dengan fungsi yang penting. Pemanfaatan tersebut menyebabkan terganggunya aktivitas utama pada sungai seperti operasional bangunan air dan pembersihan rutin sungai.
4.8.2 Pemerintah
Pemerintah sebagai pemberi kebijakan, sedikit banyak akan mempengaruhi berbagai setting yang terbentuk di lapangan. Adapun beberapa pihak yang terlibat ataupun bertanggung jawab dalam setting sempada Sungai Badung yaitu Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kota Denpasar, Kelurahan Dauh Puri Kauh,
Kelurahan Pemecutan Kelod, Kelurahan Pemogan, Badan Wilayah Sungai Bali-Nusa Penida, PU Kota Denpasar.
4.8.2.1 Disparda Kota Denpasar
Disparda Kota Denpasar dapat dikatakan sebagai aktor utama dalam pengembangan objek di Tukad Badung menjadi salah satu daya tarik wisata Kota Denpasar.Pemerintah Kota memang sedang gencar dalam mempromosikan Kota Denpasar di bidang pariwisata. Tukad Badung adalah salah satu objek yang mulai dilirik untuk menjadi objek wisata baru bertajuk wisata tirta pada Bendungan Gerak Dam Tukad Badung.
Adapun beberapa program yang dilaksanakan oleh Disparda Kota Denpasar untuk mendukung gagasan tersebut adalah :
i) Pengadaan fisik (wisata Tirta Dam Buagan)
Untuk mendukung realisasi objek wisata tirta pertama-tama harus dilakukan beberapa pengadaan fisik di sekitar bendungan gerak. Adapun pengadaan fisik tersebut yaitu ruang tunggu berupa bangunan bale, dermaga sarana air, bale bengong dan toilet umum.
ii) Kerjasama dengan PU Kota Denpasar ( Perairan)
Kebersihan sungai menjadi satu hal yang sangat penting dalam menarik pengunjung untuk datang ke objek wisata tirta. Untuk itu Disparda Kota Denpasar menggandeng PU Kota Denpasar (Perairan) dalam menjamin kebersihan sungai sebagai suatu objek wisata.
PU Denpasar selain rutin melakukan pembersihan sungai juga senantiasa melakukan pembersihan disaat Disparda melakukan kegiatan tertentu pada sungai
seperti HUT Kota Denpasar, HUT Proklamasi Kemerdekaan RI, dan Event-event lain seperti konser musik Nanoe Biroe.
iii) Pelimpahan wewenang pengelolaan Kepada Desa-Dusun
Proses pelimpahan secara resmi diatur dalam Berita Acara Serah Terima Pengelolaan Sarana Rekreasi Air pada tanggal 27 Februari 2011 dan ditandai dengan serah terima beberapa bangunan fisik dan sarana pendukung seperti sepeda air dan alat-alat pengaman
iv) Mengadakan berbagai acara ( Konser Nanoe Biru, Lomba Hut Kota Denpasar, Lomba kemerdekaan)
Selain mengupayakan objek wisata baru, Disparda juga mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengambil tempat di Tukad Badung sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan sungai yang mengalir di tengah Kota Denpasar tersebut. Lomba-lomba diadakan ditengah sungai seperti lomba panjat pinang, gebuk bantal dan lomba kano.
Gambar 4.95 Jadwal Acara (kiri) dan Desain Panggung (kanan) Konser Musik Nanoe Biru dalam Rangka Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Sumber : Disparda Kota Denpasar
Sedangkan konser musik Nanoe Biroe diadakan ditengah sungai, tepatnya di sisi Jalan Imam Bonjol. Dalam konser tersebut Nanoe mengajak semua penonton untuk berbasah-basah di Tukad Badung.
Gambar 4.96 Baliho kegiatan (kiri) dan Setting Tukad Badung (tengah dan kanan) dalam Rangka Ulang Tahun Kota Denpasar
4.8.2.2 Pengelolaan Bendungan Gerak Tukad Badung (DAM Buagan)
Pengelolaan Bendungan Gerak Tukad Badung (DAM Buagan) melibatkan Disparda Kota Denpasar, PU Kota Denpasar, Desa Dauh Puri Kauh, Desa Pemecutan Kelod, Dusun Sebelanga, Dusun Abian Tegal Dan Dusun Sading Sari . Dalam rangka mendukung upaya Pemerintah Kota Denpasar dalam mengembangkan Denpasar City Tour, Disparda Kota Denpasar merintis proyek objek wisata tirta di Bendungan Gerak Tukad Badung. Berbagai pengadaan fisik dilakukan dan sistem manajemen pengelolaan dibuat serta dipercayakan kepada pemerintah setempat untuk mengelola. Secara administratif objek berada pada dua wilayah kelurahan yaitu Dauh Puri Kauh dan Pemecutan Kelod. Tepatnya pada tiga dusun (banjar dinas) yaitu Sebelanga, Sading Sari dan Abian Tegal. Ketiga kepala dusun tersebut diberi kepercayaan oleh walikota Denpasar untuk memimpin pengelolaan wisata tirta. Untuk mendukung proyek ini, Pemkot
Denpasar mengerahkan bagian pengairan PU Kota Denpasar untuk melakukan pembersihan rutin. Adapun struktur sederhana pengelolaan seperti dibawah ini.
Gambar 4.97 Diagram struktur pengelolaan DAM Buagan Sebagai Wisata Tirta 4.8.2.3 Banjar Gelogor Carik Desa Pemogan
Kepala Dusun Gelogor Carik, Ketut Budiasa, memiliki wewenang dan tanggung jawab terhadap keberadaan dua dari tiga objek penelitian yaitu Dam Buagan dan Taman Pancing karena masuk dalam wilayah administratif.
Sejauh ini pihak banjar belum mengadakan sistem pengelolaan pada objek terkait, hanya sebatas pengawasan semata. Mengenai kerjasama dalam hal retribusi parkir di Bendungan Muara, diakui pernah dilakukan, namun akhirnya berhenti karena pemasukan bukan ke tingkat Dusun Gelogor Carik, namun langsung ke Desa Pemogan. Mengenai pengelolaan objek tersebut, pihak dusun berencana melakukan peninjuan kembali terhadap berbagai aset yang dimiliki dusun berkaitan keberadaan sempadan Sungai Badung yang masuk wilayah administaratif Dusun Gelogor Carik, untuk kepentingan penataan ulang, kontrol serta pengawasan secara menyeluruh
Kelurahan Pemecutan Kelod Lurah : Drs. I kompyang gede Disparda Kota Denpasar
PU Kota Denpasar Bagian Perairan Kebersihan Sungai
Kelurahan Dauh Puri Kauh Lurah : I Ketut Beji, Se.
Tim Kebersihan Tukad Badung
Pengelolaan Pengawas
Dusun Sebelanga Dusun Abian Tegal
Tengah Dusun Sading Sari
Pengurus Pengelola wisata air DAM Tukad Badung (SK bersama 2011)
Adapun keberadaan waduk muara dekat dengan tapal batas wilayah administratif antara Kabupaten Badung dengan Kota Denpasar. Keberadaan aktifitas pengunjung objek tersebut sebenarnya sangat disyukuri oleh pihak banjar. Potensi untuk mengadakan berbagai acara hiburan publik dan untuk menghilangkan stress masyarakat Kota Denpasar dapat dijadikan pertimbangan dalam pengelolaan kedepan. Pihak Dusun juga bersyukur pemerintah cukup proaktif, dan juga dengan kegiatan-kegiatan sudah banyak dilakukan seperti lomba kano, yang melibatkan banjar, diadakan Kota Denpasar oleh walikota.
Diadakan lomba berbagai tingkatan. Kegiatan yang mendorong kesadaran masyarakat akan kebersihan sungai. Titik sungai yang paling sering digunakan untuk lomba di sebelah utara Pura Griya Anyar, sekitar persimpangan jalan taman pancing dengan Jalan Gelogor Carik (Objek penelitian 2: Jalan Taman Pancing).
Batas Wilayah Gelogor Carik sendiri yaitu dari Pura Griya Perak ke selatan sampai ke Bendungan Muara. Di dekat pintu air muara, Ada objek wisata jukungan (perahu) dan kano yang disewakan oleh perkumpulan nelayan setempat bernama KUB Segara Guna Batu Lumbang yang sekretariatnya berada pada tempat yang sama dibawah naungan walikota Denpasar. Penataan sarana prasarana fisik diselenggarakan langsung oleh pemerintah.
Gambar 4.98 Sekretariat KUB Segara Guna Batu Lumbang 4.8.2.4 Badan Wilayah Sungai Bali-Penida
Balai Wilayah Sungai adalah unit pelaksana teknis di bidang konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air
pada wilayah sungai, yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Direktur Jenderal Sumber Daya Air melalui direktur terkait.
Tugas Balai Wilayah Sungai Bali –Penida adalah melaksanakan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang meliputi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi dan pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada sungai, danau, waduk, bendungan dan tampungan air lainnya, irigasi, air tanah, air baku, tambak dan pantai.
Penanganan yang dilakukan pada Tukad Badung yaitu penanganan fisik (pengadaan senderan, kanalisasi, hingga pemasangan GrassBlok dan perbaikan bila ada kerusakan fisik)
Gambar 4.99 Foto pembersihan Sungai Oleh BWS-BP (kiri) dan Foto Sandaran rusak yang akan diperbaiki oleh BWS-BP (Kanan)
Sumber : BWS Bali Penida
Adapun beberapa pengerahan tenaga kebersihan Tukad Badung dari selatan Trash Rack hingga ke Muara. Kemudian operasional kebersihan Waduk muara dengan alat-alat berat : pengangkutan sampah dan pengangkatan endapan sedimen.
4.8.2.5 PU Kota Denpasar
Visi Dinas PU Kota Denpasar yaitu terciptanya pembangunan Kota Denpasar dibidang Sarana dan Prasarana Ke PU an yang berwawasan budaya dengan keharmonisan dalam keseimbangan secara berkelanjutan.
Dalam beberapa misinya PU Kota Denpasar memang cenderung berprioritas pada bidang perairan melalui misinya yaitu Mewujudkan penyediaan air baku yang memadai baik kuantitas maupun kualitas untuk Pengembangan Permukiman, Drainase, Industri, Pertanian, Pariwisata dan sektor lainnya. Misi lainnya yaitu mewujudkan sarana Pengendalian banjir untuk melindungi kawasan Permukiman, Dearah-daerah produksi Pertanian, kawasan perkotaan dan industri serta prasarana transportasi dengan mewujudkan pembangunan Pengairan yang berwawasan Lingkungan.
Secara teknis, Disparda Kota Denpasar berkordinasi langsung dengan bidang pengairan PU Kota Denpasar. Adapun beberapa pekerjaan yang dikordinasikan yaitu pembersihan sampah sungai di operasional Trash Rack, pengerahan tenaga ekstra untuk melakukan pembersihan menjelang acara Disparda yang bertempat di sempadan maupun di badan Sungai Badung. Sampah yang dibersihkan yaitu sampah yang terbawa aliran air dan juga sampah yang mengendap di dasar sungai.
Dalam menjaga kebersihan Sungai Badung, bidang pengairan memiliki sarana berupa perahu sampah dan dengan personil sejumlah lima orang. Untuk melaksanakan kegiatan pembersihan sepanjang Tukad Badung, tenaga prokasih berjumlah sekitar 65 orang dan untuk melingkupi keseluruhan sungai di Kota Denpasar sejumlah 167 orang.
Dalam menjalankan kegiatan Prokasih, PU Kota Denpasar bidang pengairan melakukan kegiatan pembersihan sungai setiap hari. Program kebersihan Tukad Badung, Tukad Mati, Tukad Punggawa, Tukad gangga dan Loloan dikumpulkan menjadi satu kelompok.
Prokasih yang dilaksanakan di Kota Denpasar sudah berjalan lima tahun, dan memberikan perubahan yang sangat signifikan terhadap kondisi kebersihan Sungai Badung. Diakui pula di awal pelaksanaannya, Prokasih banyak menghadapi hambatan dan rintangan. Selain melakukan kegiatan pembersihan, juga dilakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai. Banner larangan membuang sampah juga dipasang di berbagai titik. Pelaksana program juga masih gencar mengejar oknum-oknum yang kedapatan membuang sampah ataupun limbah ke sungai. Bahkan ada juga oknum yang mencuri waktu untuk menutupi tindakannya dengan membuang limbah saat sungai dikuras di hari kamis. PU Kota Denpasar juga mengadakan lomba kebersihan sungai, seperti di sidakarya ada pilot project kebersihan dan kegiatan lomba memancing di Sungai Punggawa.
Trash rack (alat pengumpul/penyaring sampah pada aliran sungai) Tukad Badung ada dua yaitu di wilayah Wangaya dan Pemogan. Trash Rack yang berada di Wangaya belum dioperasikan karena kondisi sungai yang masih terlalu ekstrim untuk standar operasional trashrack.
Personil kebersihan disana 18 orang yang memberikan perhatian khusus terhadap kebersihan sungai yang melintas ke Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai.
Adapun Pintu air di Bendungan Gerak Sungai Badung (DAM Buagan) di Buka
setiap hari kamis dan saat hujan yang meningkatkan debit air Sungai Badung.
Pintu air dioperasikan petugas propinsi, namun harus dikordinasikan dengan PU Pengairan Denpasar dengan pertimbangan menghindari banjir di Daerah Kenten, Batan Nyuh, Pulau Biak.
Gambar 4.100 Foto pembersihan manual di Tukad Badung dengan menggunakan perahu Sumber : PU Kota Denpasar
Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh instansi pemerintah cenderung masih memprioritaskan masalah kebersihan pada sungai. Kebersihan sungai merupakan masalah mendasar yang terjadi pada sungai di kota-kota besar. Tidak dipungkiri lagi masalah kebersihan sungai merupakan momok bagi pemerintah kota dimana masalah ini seringkali menjadi tolak ukur kinerja pemerintah di mata masyarakat. Dalam mengupayakan tercapainya sungai yang bersih dan indah, pemerintah perlu membuat program yang benar-benar tepat sasaran. Banyak potensi yang belum tereksplorasi pada wilayah sempadan Sungai Badung, salah satunya adalah potensi untuk menjadi ruang publik yang aktif, termasuk sebagai wadah kegiatan rekreasi publik. Tidak ada salahnya untuk mulai melihat dan mempertimbangkan berbagai kecenderungan perilaku masyarakat pada ruang-ruang tersebut namun dengan catatan tetap tanpa mengganggu fungsi utama dari daerah sempadan sungai.
Keterlibatan langsung pemerintahan desa untuk mengontrol dan menggerakkan masyarakat juga merupakan salah satu langkah yang bijak.
Pelaksanaan kerjasama dengan aparatur daerah juga perlu memperhatikan struktur kordinasi, pembagian hak dan wewenang dengan jelas. Berbagai instansi pemerintahan juga perlu bersinergi untuk mengefisienkan waktu tenaga dan biaya.
Perlu dibuat sebuah perencanaan penataan sempadan sungai yang terintegrasi dengan perencanaan DAS Sungai Badung yang mementingkan berbagai unsur seperti estetika, fungsi, ekologis, sosial, ekonomi dan budaya. Sebuah program terobosan baru yang unik dan menarik juga tidak kalah penting dalam menarik perhatian dan kesadaran masyarakat kota yang cenderung apatis akan program-program pemerintah. Konsistensi dan kerja keras dari pemerintah juga sangat diperlukan, karena tidak semua upaya akan terlihat hasilnya, keberlanjutan sangatlah penting untuk mendapatkan hasil di masa mendatang.
Gambar 4.101 Peta Wilayah Administratif dan Wewewang Masing-masing Instansi Trash Rack Tukad Badung
Batas wilayah pembersihan oleh BWS-BP
wilayah pembersihan rutin oleh BWS-BP wilayah pembersihan rutin
oleh PU kota Denpasar
Areal sungai pinggir jalan
• Lokasi acara lomba hut
kemerdekaan (oleh Banjar Buagan dan Disparda)
• Konser Nanoe Biroe • Lokasi acara lomba hut
kemerdekaan (oleh Disparda)
wilayah pengadaan dan pembenahan fisik oleh
BWS-BP
Lokasi acara HUT Kemerdekaan dan Kota Denpasar (oleh Disparda)
Rumusan Masalah 2
Penyusun Setting Aktivitas Utama Aktivitas Rekreasi
Operasional sungai
PemKot Denpasar Disparda Kota PU Kota Denpasar PU Propinsi Bali Masyarakat
Denpasar Pemerintah Desa
Terencana
Gambar 4.102 Diagram Hasil Penelitian Perilaku yang mempengaruhi setting
Setting yang mempengaruhi perilaku Perilaku yang melanggar setting
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN