TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Perancangan Lanskap
Lanskap terdiri dari fitur yang dapat dilihat dan dirasa pada suatu lahan. Fitur-fitur tersebut dapat berupa elemen fisik dari bentang alam (landforms), yaitu badan air (seperti sungai, danau dan lautan), elemen-elemen hidup yang ada pada penutupan lahan (seperti vegetasi, tumbuhan, tanaman), elemen buatan manusia (seperti penggunaan lahan (land uses), bangunan dan struktur) serta elemen yang bersifat sementara (seperti cahaya dan cuaca) (Wikipedia, 2010). Sedangkan Simonds (1983) mengatakan bahwa lanskap terdiri dari elemen mayor dan elemen minor. Elemen mayor berupa bentuk, fitur, dan kekuatan lanskap alami dominan yang tidak dapat diubah, terdiri dari bentuk topografi (seperti pegunungan, lembah sungai, dataran pantai), fitur (presipitasi, es, kabut air, dan suhu musiman), dan kekuatan (angin, laut, udara, proses pertumbuhan). Elemen minor berupa elemen yang masih dapat dirubah (seperti bukit, belukar, dan aliran sungai).
Perancangan adalah proses pemecahan masalah yang disertai dengan pemikiran kreatif guna mencapai hasil yang optimal. Sebagai kata kerja, “desain” berarti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru. Sedangkan pada kata benda. “desain” berarti hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud proposal, rencana, ataupun berbentuk obyek nyata (Wikipedia, 2010). Echols dan Sadhily (2005) mengatakan, perancangan, atau dalam bahasa inggris, “design” mempunyai arti “to plan and manage everything to be better”, merencanakan atau mengatur segala sesuatu agar menjadi lebih baik.
Hakim dan Utomo (2004) menjelaskan, perancangan lanskap merupakan usaha penanganan tapak secara optimal melalui proses keterpaduan penganalisisan dari suatu tapak dan kebutuhan program penggunaan tapak, menjadi suatu sintesa yang kreatif. Laurie (1986) menerangkan, perancangan lanskap merupakan pengembangan lebih lanjut dari perencanaan tapak, yang lebih dititikberatkan pada pemilihan komponen dan bahan perancangan, serta tanaman dan kombinasinya, untuk memecahkan masalah perencanaan tapak yang ditujukan pada pertalian visual.
Motloch (1991) mengatakan, setiap desainer memiliki proses perancangan yang berbeda-beda, namun perancangan tersebut memiliki karakteristik yang sama. Booth (1983), menyatakan proses perancangan lanskap sering didefenisikan sebagai “proses pemecahan masalah”, berupa sebuah seri dari langkah-langkah yang biasanya diikuti secara berurutan. Secara umum definisi dari langkah-langkah perancangan ini dipakai oleh arsitek, perancang alat-alat industri, insinyur, maupun para ilmuan untuk memecahkan masalah. Proses perancangan lanskap secara umum terdiri dari langkah-langkah berikut:
1. Penerimaan Proyek
2. Riset dan Analisis (termasuk kunjungan tapak) a. Persiapan rencana dasar
b. Inventarisasi tapak (pengumpulan data) dan analisis (evaluasi) c. Wawancara klien
d. Pengembangan program 3. Desain
a. Diagram fungsi ideal
b. Diagram fungsi keterkaitan tapak c. Rencana konsep
d. Studi komposisi dan bentuk e. Desain awal
f. Skematik desain
g. Master plan
h. Pengembangan desain 4. Gambar Konstruksi
a. Layout plan (rencana tata ruang)
b. Grading plan (rencana pembentukan ruang) c. Rencana penanaman
d. Detail konstruksi 5. Implementasi
6. Evaluasi setelah Konstruksi 7. Pemeliharaan
Langkah-langkah proses desain tersebut merupakan sekuens yang ideal pada suatu kasus perancangan. Namun, kenyataannya langkah-langkah tersebut digunakan sesuai dengan kebutuhan. Proses ini sering kali tumpang tindih satu dan lainnya. Beberapa tahap dari proses tersebut juga sering dipakai secara bersamaan (Booth, 1983).
2.2 Perancangan Lanskap Perumahan Lansia
Lingkungan rumah dan sekitarnya semakin menjadi fokus dari kehidupan sehari-hari bagi lansia. Lingkungan rumah memiliki efek yang kuat untuk aktifitas fungsional, kehidupan sosial dan kesejahteraan lansia secara psikologis. Beberapa lansia, cenderung menginginkan kompleks perumahan bersama (group housing) yang didesain khusus bagi para lansia serta memenuhi kebutuhan mereka secara sosial (McCahon, 1984). Ketika seseorang sudah mencapai usia tua dimana fungsi-fungsi tubuhnya tidak dapat lagi berfungsi dengan baik, maka lansia membutuhkan banyak bantuan dalam menjalani aktivitas-aktivitas kehidupannya. Disamping itu berbagai penyakit degeneratif yang menyertai keadaan lansia membuat mereka memerlukan perhatian ekstra dari lingkungan di sekelilingnya.
McCahon (1986) menyatakan ada 5 kriteria dalam memilih tapak untuk perumahan lansia, diantaranya:
1. Lokasi berada di dalam masyarakat luas. 2. Topografi tidak curam.
3. Memiliki iklim mikro yang cerah, ternaungi, serta bebas dari cuaca dingin ataupun berkabut.
4. Tidak bising.
5. Memiliki lokasi yang dekat dengan suasana alam indahdan pusat pelayanan.
Selain itu Elsaerodji (2010) mengatakan, sebuah komplek perumahan bagi para lansia hendaknya dilengkapi dengan beberapa fasilitas khusus untuk memenuhi kebutuhan pelayanan para lansia, (seperti dokter jaga dan perawat, pusat kebugaran, retirement center).
Booth (1986) mengatakan bahwa suatu tapak di sekitar tempat tinggal merupakan lingkungan yang penting. Karena tapak tersebut menyediakan banyak manfaat, estetika dan fungsi psikologis bagi penghuni maupun bagi pengunjung,
tetangga, dan orang yang berjalan melewatinya. McCahon (1986) mengemukakan hal-hal penting dalam merancang lanskap bagi lansia demi memaksimalkan kemandirian dan kualitas hidup mereka, diantaranya adalah:
1. Menyediakan lingkungan fisik yang mampu mengakomodasi orang dengan keterbatasan bergerak;
2. Menggunakan bahan-bahan dengan perawatan ringan;
3. Memastikan lingkungan terbaca dengan banyak tanda visual bagi mereka yang memiliki pandangan kurang atau bagi mereka yang mengalami demensia; 4. Menyediakan standar pencahayaan yang baik dan memudahkan untuk melihat; 5. Meminimalkan suara dan kebisingan yang mengganggu;
6. Memberikan banyak rangsangan indera yang mampu dipahami oleh lansia; 7. Menciptakan iklim mikro yang nyaman;
8. Menyediakan pusat kegiatan dan latihan yang dapat dipakai bagi lansia yang memiliki berbagai kondisi keterbatasan.
2.3 Konsultan Lanskap
Konsultan adalah seorang tenaga profesional yang menyediakan jasa berupa nasihat ahli dalam bidangnya, misalnya akuntansi, lingkungan, biologi, dan hukum (Wikipedia, 2010). Sharky (1994) menjelaskan bahwa konsultan adalah seseorang yang menyediakan pelayanan konsultasi dalam industri desain dengan menawarkan ide, rekomendasi, saran, dan keahlian untuk mendesain. Konsultasi merupakan aktivitas penyedia saran dalam bentuk informasi, rekomendasi prosedur, atau ide. Dalam pertukaran pelayanan konsultasi, klien membayar dengan sejumlah biaya yang disepakati antara klien dan konsultan untuk memulai suatu pekerjaan berdasarkan spesifikasi dan penjelasan ruang lingkup pekerjaan.
Konsultan lanskap adalah pengembang swasta yang memiliki tanggung jawab dalam hal penyediaan ruang dan fasilitas rekreasi. Perencana kota dan arsitek lanskap berperan penting dalam kegiatan preservasi, perencanaan ruang terbuka, pembangunan fasilitas rekreasi, dan program sosial sebagai pelayanan kebutuhan rekreasi bagi manusia (Gold, 1980). Sharky (1994), menjelaskan contoh pelayanan yang diberikan oleh konsultan lanskap, diantaranya adalah:
1. Memberikan rekomendasi material penanaman untuk proyek atau kondisi tapak tertentu;
2. Memberikan spesifikasi teknis material lanskap secara tertulis; 3. Mempersiapkan program pemeliharaan lanskap;
4. Memberikan pendapat dari seorang ahli;
5. Mempersiapkan rekomendasi ataupun perbaikan anggaran biaya dan modal; 6. Memimpin pembuatan rencana kesesuaian untuk usulan proyek.
2.4 Pelaksanaan Teknis Presentasi Grafis Arsitektur Lanskap
Bertauski (2007) mengatakan, seorang arsitek lanskap membuat sketsa ide, menggambar rencana-rencana, dan pada beberapa kasus juga membuat gambar elevasi dengan maksud menjelaskan ide seorang arsitek lanskap tersebut kepada klien maupun pada orang lain yang membacanya. Pada umumnya perancangan disajikan dalam bentuk gambar rencana (plan drawing). Secara umum, pelaksanaan presentasi grafis arsitektur lanskap terdiri dari penggambaran dengan menggunakan media komputer, maupun menggunakan gambar tangan. Penyajian presentasi ataupun produk yang dihasilkan dalam karya arsitektur lanskap dapat berupa blok plan, site plan, gambar perspektif, gambar potongan, gambar potongan tampak, detail penanaman, maupun detail konstruksi.
Landscape plan adalah gambar yang dicetak sebagai media komunikasi mengenai desain yang dibuat oleh desainer untuk klien. Landscape plan biasanya terdiri dari gambar perspektif, detail konstruksi daftar tanaman, judul, dan skala (Hannebaum, 2002). Gambar rencana (site plan) adalah gambar dua dimensi dari desain yang tampak seperti mata burung dilihat langsung tepat diatasnya. Site
plan yang terorganisasi dengan baik akan lebih mudah dibaca. Disamping itu Site plan juga berguna sebagai presentasi grafis yang menyajikan konsep dengan sedikit kata-kata. Perancangan yang professional menyampaikan keseluruhan perancangannya kepada klien secara cepat dan efektif dengan simbol dan tekstur (Bertauski, 2007). Gambar 1 menunjukkan contoh gambar site plan.
Gambar potongan adalah gambar irisan baik irisan melintang ataupun membujur dari suatu bentukan berupa bangunan dan lanskap. Reid (2002) mengatakan, gambar potongan tampak mampu menunjukkan detail elemen
vertikal dan bagaimana elemen tersebut berkaitan dengan bentuk horisontalnya. Menunjukkan permukaan atau garis profil potongan ditambah elemen yang benar berdasarkan skala pada suatu jarak pilihan di belakang garis profil. Rangkaian elemen pada garis profil ini yang disebut dengan potongan, sedangkan elemen di belakangnya disebut tampak (Gambar 2).
Beberapa tujuan dan nilai utama dalam penggambaran potongan-tampak lanskap:
1. Untuk menekankan pentingnya elemen vertikal dalam kaitannya dengan kegiatan dan penggunaannya.
2. Untuk mengkomunikasikan elemen tersembunyi dalam pandangan denah. 3. Untuk menganalisa penghalang dan pandangan dari titik-tik pandang tertentu. 4. Untuk mengkaji bentuk tanah.
5. Untuk menggambarkan proses lanskap.
6. Untuk memperagakan pentingnya iklim dan iklim mikro. 7. Untuk digunakan dalam pengkajian pencahayaan.
8. Untuk menunjukkan hubungan ekologis.
9. Untuk menunjukkan struktur dalam elemen yang di bangun.
Perspective drawings adalah real view (pandangan sebenarnya) dari suatu ruang dan objek yang memperlihatkan kualitas tiga dimensi. Terdapat beberapa macam gambar perspektif yaitu perspektif dengan satu titik hilang, perpektif dua titik hilang, perspektif tampak mata burung, overview, perspektif menggunakan kamera digital dan perspektif menggunakan computer wire frames (Reid, 2002).
Gambar 3 menyajikan gambar perspektif.
Sedangkan Gambar detail konstruksi merupakan gambar teknis yang menjelaskan detail ukuran serta jenis-jenis material yang digunakan dalam pelaksanaan desain lanskap (Gambar 4). Adapun planting plan merupakan gambar detail jumlah, jenis, ukuran serta spesifikasi lainnya mengenai material tanaman yang akan digunakan dalam perancangan lanskap yang akan disajikan dalam bentuk gambar tapak (denah), gambar potongan (detail penanaman) yang disertai dengan legenda (Bertauski, 2007). Gambar 5 menunjukkan gambar
Gambar 1. Contoh Gambar Site Plan
(Sumber: Booth, 1983)
Gambar 2. Contoh Gambar Potongan Tampak (Sumber: Reid, 2002)
Gambar 3. Contoh Gambar Perspektif (Sumber: www.land8lounge.com/sang)
Gambar 4. Contoh Gambar Detail Konstruksi (Sumber: Reid, 2002)
Gambar 5. Contoh Gambar Detail Penanaman (Sumber: Reid, 2002)
BAB III
METODOLOGI
3.1 Tempat dan Waktu Magang
Kegiatan magang dilakukan di perusahaan Belt Collins International (Singapore) Pte. Ltd (BCI). yang berlokasi di Ann Siang Hill no.04, Singapura. Sementara itu Elderly Community Housing merupakan salah satu proyek yang dikerjakan BCI yang berlokasi di Tin Shui Wai area 115, New Territories, Hong Kong.
Kegiatan magang dilakukan selama 13 minggu yang dimulai dari tanggal 1 Juni 2010 hingga 10 September 2010. Jadwal kegiatan magang dapat dilihat pada Tabel 1. Jadwal kegiatan magang tersebut merupakan hasil dari keseluruhan kegiatan magang selama 13 minggu dengan partisipasi di beberapa pengerjaan proyek.
Tabel 1. Jadwal Kegiatan Magang
Jenis Kegiatan Juni Juli Agt. Sept.
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 KEGIATAN STUDIO a. Preliminary Concept Design b. Final Concept Design c. Preliminary Design Development d. Final Design Development e. Hardscape Working Drawing f. Softscape Working Drawing KEGIATAN PENUNJANG a. Persiapan Magang b. Pengenalan Perusahaan Magang c. Studi Pustaka
3.2 Metode Magang
Metode kerja yang dilaksanakan pada kegiatan magang adalah berpartisipasi aktif secara langsung di perusahaan pada aspek perancangan lanskap. Secara khusus partisipasi aktif yang dilakukan adalah:
1. Partisipasi aktif dalam kegiatan yang berlangsung di dalam studio, meliputi kegiatan administrasi dan kegiatan perancangan studio.
a.Kegiatan administrasi
1) mempelajari struktur dan organisasi perusahaan, 2) mempelajari sistem kerja yang digunakan perusahaan,
3) Mempelajari teknologi/metode dari suatu proses perancangan lanskap pada teknik keterampilan studio (drafting, rendering, penggunaan
software penunjang) maupun teknik menganalisis dan mendesain. b.Kegiatan perancangan studio
1) Aktif mengikuti proses perancangan lanskap Elderly Community Housing, Hong Kong sebagai proyek yang dipilih sebagai bahan studi. 2) Aktif mengikuti proses perancangan lanskap proyek-proyek lainnya
selama kegiatan magang, diantaranya: Villa Nitesh Fischer Island, Goa;
Radisson Hotel, Mumbai; Perumahan Huafa Wei Lan Bao, China; Hotel the Sarojin Siem Reap, Kamboja; Pulau Gaya Resort, Malaysia; Jacob’s Privat House, Malaysia; City Garden Apartment, Vietnam.
2. Melakukan studi pustaka untuk pengumpulan data administrasi maupun perancangan studio, bersumber dari laporan-laporan terpublikasi.
3. Wawancara dengan pihak managing director, arsitek lanskap, manajer proyek, maupun pihak-pihak terkait lainnya yang terlibat langsung dalam pengerjaan proyek untuk memperoleh berbagai informasi.
3.3 Data
Bentuk data yang diperoleh terbagi menjadi dua, yaitu data magang dan data proyek yang diperoleh secara langsung di perusahaan magang, yang disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Data
1 Data Magang Sumber
Kelembagaan
Struktur organisasi Sistem kerja divisi Metode Kerja Tenaga kerja
Wawancara pihak perusahaan,
Pustaka, wawancara, observasi langsung Studi pustaka, wawancara
Observasi langsung
2 Data Proyek Sumber
Biofisik
Letak dan Luas Foto Tapak Vegetasi Topografi
Desain Skematik Arsitektural Model 3D
Kondisi Sosial Sosial budaya Sejarah kawasan
Proses Perancangan Lanskap Preliminary Concept Design
Studi pustaka
Studi pustaka (BCI Singapore Pte Ltd) Studi pustaka (BCI Singapore Pte Ltd) Studi Pustaka (BCI Singapore Pte Ltd) Studi Pustaka (BCI Singapore Pte Ltd) Studi Pustaka (BCI Singapore Pte Ltd)
Studi pustaka Studi pustaka
Studi Pustaka (BCI Singapore Pte Ltd) dan observasi langsung
3.4 Tahapan Magang
Kegiatan magang yang dilakukan dalam upaya mendapatkan data tentang kelembagaan perusahaan maupun data proyek memiliki berbagai tahapan, diantaranya adalah:
1. Pengenalan Kelembagaan dan Manajemen
Tahapan ini mempelajari tentang kelembagaan, sistem dan prosedur pengerjaan proyek dan struktur organisasi yang diterapkan di perusahaan Belt Collins International (Singapore) Pte Ltd. serta pengenalan kepada staff perusahaan, baik pada bagaian administrasi, arsitek lanskap, manajer proyek dan cad drafter.
2. Pengumpulan Data
Data diperoleh dari data yang telah ada di perusahaan magang. Data tersebut didapat oleh staf konsultan yang melakukan observasi langsung tapak dan data-data yang telah diberikan dari arsitek, klien, maupun surveyor kepada perusahaan magang. Kegiatan studi pustaka juga dilakukan untuk melengkapi
data yang telah tersedia yang berfungsi membantu proses perancangan sebagai materi referensi.
3. Proses Perancangan Studio
Kegiatan perancangan di studio merupakan kegiatan utama magang, yang terfokus pada tahapan awal dari proses perencanaan, yaitu Preliminary Concept Design (PCD).
3.5 Batasan Magang
Pada kegiatan administrasi, batasan magang termasuk pada ruang lingkup struktur internal kelembagaan tempat magang. Pada kegiatan studio, batasan magang pada studi ini difokuskan pada pengerjaan proyek Elderly Housing Community Park di Hong Kong. Pengerjaan proyek yang diikuti adalahpada proses perancangan awal (Preliminary Concept Design). Pada tahap ini peran mahasiswa magang selain membantu penggambaran siteplan, juga mendapat tanggung jawab dalam merancang gambar potongan dan gambar perspektif tapak.
BAB IV KONDISI UMUM
Pada Bab ini akan dijelaskan kondisi umum perusahaan Belt Collins International (Singapore) Pte Ltd sebagai perusahaan tempat magang dan kondisi umum Hong Kong, sebagai kota lokasi proyek.
4.1 Belt Collins International Pte Ltd
Belt Collins International (BCI) merupakan perusahaan konsultan perencanaan dan perancangan berskala internasional, menjadi salah satu dari 200 perusahaan desain terbaik di dunia pada tahun 2010. BCI didirikan di Honolulu pada tahun 1953 oleh Walter K. Collins dan Robert M. Belt. Walter K. Collins merupakan seorang ahli perencanaan. Sedangkan Robert M. Belt. adalah seorang insinyur teknik sipil yang ahli dibidangnya. Perusahaan BCI memiliki 10 kantor kerja yang tersebar di 6 negara, diantaranya adalah Hawaii (Amerika), Guam (Amerika Serikat), Boulder (Amerika Serikat), Seattle (Amerika Serikat), Shenzen (Cina), Singapura, Bangkok (Thailand), Hong Kong (Cina), Bali (Indonesia), dan Manila (Filipina). BCI hingga saat ini telah menyelesaikan proyek sebanyak lebih dari 16.000 proyek di 70 negara di dunia dan menerima penghargaan 350 kali, baik dalam bentuk award, honors, maupun accolades
untuk proyek, praktisi dan pegawainya.
BCI menyediakan layanan bidang arsitektur lanskap yang memiliki sumber daya dan kapabilitas untuk memandu sebuah proyek dari langkah yang paling awal, yaitu tahap konseptual desain hingga tahap akhir, evaluasi dan konsultasi pemeliharaan. Pelayanan pada arsitektur lanskap ini meliputi large-scale master planning, conceptual studies, detail desain dari irigasi penanaman dan hardscape,
pembaruan desain lanskap pada awal lahan, studi mengenai lingkungan dan visual, plan acquisition programs, desain untuk exterior signage, desain pencahayaan lanskap, desain water feature dan kolam renang, serta program pemeliharaan.
BCI cabang Singapura didirikan pada tahun 1982 dan kini telah berkembang dengan memiliki jumlah staf lebih dari 70 orang. BCI Singapura menyediakan
jasa pelayanan di bidang arsitektur lanskap, master planning, dan desain perkotaan pada sebagian besar hotel premier di asia, residential, resort, area rekreasi dan pembangunan infrastrukur atau transportasi. Proyek-proyek yang telah diselesaikan di BCI Singapura lebih banyak yang berasal dari luar Negara Singapura, diantaranya adalah Australia, Bahrain, Bangladesh, Kamboja, India, Cina, Mesir, Fiji, Hong Kong, Thailand, Indonesia, Korea, Laos, Lebanon, Malaysia, Dubai, Maldives, Maroko, Myanmar, Nepal, Filipina, Arab Saudi, Seychelles, Singapore, Sri Lanka, Taiwan, Vietnam, Jepang, dan Russia.
4.1.1 Struktur Organisasi
Belt Collins International (Singapore) Pte Ltd (BCI) dipimpin oleh seorang
President, yang sekaligus menjabat sebagai Managing Director, bertugas untuk mengelola keseluruhan perusahaan. Managing Director menyusun arah, kebijakan, strategi, dan tujuan perusahaan. President/Managing Director BCI Singapura juga menjabat sebagai President di BCI Thailand dan BCI Bali, dimana ketiga cabang perusahaan ini secara intensif saling bekerja sama dalam pembuatan proyek yang banyak berlokasi di Asia Tenggara.
BCI Singapura memiliki 4 tim desain yang terbagi berdasarkan lokasi proyek. Masing-masing tim proyek tersebut diketuai oleh Vice President/Design Director. Pengerjaan proyek pada BCI Singapura pada masing-masing tim tersebut memiliki sistem pengorganisasian yang diatur oleh masing-masing
Associate. Gambar 6 merupakan struktur organisasi di BCI Singapore.
a. President/managing director, bertugas dalam mengelola perusahaan dengan melakukan pengarahan, pengawasan, perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian untuk mencapai visi dan misi yang dimiliki oleh perusahaan. Dalam perusahaan ini, managing director tidak hanya memimpin perusahaan, tapi juga ikut turun tangan dalam menangani dan mengawasi proyek yang berjalan dan memiliki tim kerja. Managing director
bertanggung jawab dalam mengembangkan perusahaan dan mengawasi produktivitas perusahaan, serta keuntungan finansial bagi perusahaan. Untuk kinerja yang lebih baik, managing director senantiasa memotivasi karyawan dan memberikan solusi dalam proses suatu proyek.
b. Vice President/Director merupakan pendukung struktur perusahaan yang bertanggung jawab dalam mengelola, mengkoordinasikan, dan memimpin suatu proyek,. Beberapa tugas yang harus dijalankan seorang vice president/director antara lain:
Membawahi satu tim perancangan yang dibagi berdasarkan lokasi, dan mengatur tim perancangan tersebut secara mandiri.
Bertanggung jawab terhadap office management secara umum dan sistem manajemen proyek.
Mengawasi pekerjaan perancangan secara keseluruhan, mulai dari penerimaan proyek hingga dokumentasi dan implementasi dari proyek-proyek yang sedang dikerjakan.
Melakukan business development, project management dan design /construction co-ordination.
c. Associate bertanggung jawab untuk pengembangan desain, dokumentasi konstruksi, dan membantu dalam manajemen proyek. Associate memegang peranan penting dalam desain, memimpin tim perancangan, dan terlibat dalam setiap tahap proses desain mulai dari konsep sampai dengan konstruksi. Seorang associate berperan dalam mengatur jalannya proses desain dan bertanggung jawab dalam memutuskan hasil perancangan akhir yang akan digunakan pada setiap proyek.
d. Project Manager (Key Contact Person) merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap manajemen proyek dan koordinasi desain maupun konstruksi. Seorang project manager banyak berhubungan langsung dengan klien karena itu diperlukan komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan dan keinginan klien serta memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang terjadi pada saat desain dan konstruksi proyek berlangsung.
e. Senior Horticulturist merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap desain softscape, pemilihan jenis tanaman, gambar planting plan, pelaksanaan
softscape di lapang, dokumentasi tender, inspeksi pemeliharaan, dan dokumentasi final account untuk proyek. Seorang horticulturist membawahi
f. Senior Landscape Architect/Designer bertanggung jawab dalam perencanaan konsep desain, design development, dokumentasi konstruksi, implementasi proyek dan manajemen proyek terutama dalam desain konseptual, presentasi grafis, serta construction detailing (hardscape). Seorang senior landscape architect banyak mengerjakan pekerjaan studio berupa gambar freehand, dibantu dengan supporting staff (CADD Designer).
g. Technical and Supporting Staff, merupakan staf yang mendukung dalam proses perancangan proyek, termasuk di dalamnya:
Junior Landscape Architect bertugas membantu desain lanskap dan konstruksi dalam bentuk presentasi grafis dari concept design, design development, design detail dan construction detailing.
Art/Decorative Designer berrtugas menciptakan desain-desain yang kreatif, unik, dan inovatif bagi suatu proyek, terutama pada tampilan dan untuk presentasi grafisnya. Melakukan pekerjaan gambar, colouring dan touch up
gambar serta membuat library elemen desain bagi keperluan grafis.
Horticulturist terhadap perkerjaan yang berhubungan dengan softscape, seperti desain softscape yang disertai dengan presentasi grafis pemilihan tanaman, gambar AutoCAD, pelaksanaan softscape, program pemeliharaan
softscape, serta inspeksi pemeliharaan.
CADD Designer/Drafter memegang peranan penting dalam proses design development dan construction detailing (hardscape) sebuah proyek dengan menggunakan software AutoCAD. CADD Designer dikepalai oleh seorang
chief landscape AutoCAD designer, yang melatih para staf AutoCAD dan menetapkan standar AutoCAD milik BCI dalam menghasilkan drawing packages dan hardscape detailing.
Graphic Designer bertangung jawab dalam desain, rendering, dan layouting
pada komputer grafis untuk menghasilkan presentasi produk desain dalam bentuk package dari sebuah proyek.
Administration Staff mengatur jalannya administrasi dalam perusahaan, seperti penerimaan karyawan baru, mengurus keuangan perusahaan, menghitung nilai proyek dan tender, dan keperluan accounting lainnya.
IT Officer bertanggung jawab dalam mengelola sistem komputer yang terdapat di kantor, menyediakan sistem penyimpanan data, membantu mengatasi masalah yang dihadapi staf saat menggunakan komputer dan secara berkala melakukan pemeriksaan kinerja komputer-komputer yang ada di kantor.4.2 Hong Kong
4.1.2 Proses Perancangan Lanskap
Pada pengerjaan kegiatan perancangan lanskap, BCI memiliki proses perancangan terstruktur yang menjadi standar prosedur perancangan di BCI. Proses perancangan ini didapatkan dari pengalaman BCI selama bertahun-tahun sebagai konsultan perancangan. Gambar 7 menunjukkan standar proses perancangan di BCI.
Belt Collins International (Singapore) Pte Ltd.