• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan Perundangan 5) Peran Serta Masyarakat

APBD Kab/Kota

V. Cabang Kayen

4) Peraturan Perundangan 5) Peran Serta Masyarakat

c. Permasalahan dan Tantangan Pengembangan SPAM 1) Permasalahan Pengembangan SPAM

a) Peningkatan Cakupan dan Kualitas

1. Peningkatan akses terhadap air minum

- Kabupaten Pati yang diharapkan dapat melayani air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Pati sesuai dengan semangat MDG’s 2015 tampaknya belum menunjukkan angka pencapaian cakupan yang signifikan. Cakupan Pelayanan Tahun PDAM 2019 adalah sebesar 11% (Sumber : Rispam Kab. Pati, 2014). Terdapat gap sebesar 20% dari target MDG’s 2015. Bahkanterjadi penurunan jumlah pelanggan akibat rendahnya kepuasan pelanggan karena jam kerja yang tidak optimal.

- Prioritas pengembangan SPAM di Kabupaten Pati ditekankan pada IKK dan Pedesaan. Khususnya wilayah- wilayah yang rawan air minum dan masyarakat miskin. 2. Perlunya peningkatan aspek teknis sistem air minum.

- Pipa transmisi dan distribusi yang sudah tua, sedimentasi yang tinggi di perpipaan, tingginya tekanan pipa sehingga valve sering rusak.

- Angka kebocoran air yang tinggi - Kurangnya water meter

- Jaringan distriusi yang tumpang tindih dengan jaringan pipa swadaya masyarakat menyulitkan pemeliharaan. 3. Kurangnya kontinuitas air

- Jam operasional belum seluruhnya 24 jam. Untuk beberapa wilayah dilakukan penggiliran dengan waktu pengaliran total 15 jam.

b) Pendanaan

- Keterbatasan pendanaan dalam pengembangan sistem penyediaan air minum menyebabkan pengembangan pelayanan menjadi tidak maksimal. Diperlukan rencana tindak yang tepat dalam peningkatan pendanaan air minum.

- Sumber pendanaan dalam upaya peningkatan pelayanan air minum Pemerintah Kabupaten Pati yang selama ini sebagian besar berasal dari Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan Pusat, untuk masa yang akan datang diharapkan dan ditekankan terdapat alokasi Anggaran disamping dari Pusat (DAK), Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, juga dari Pemerintah Kabupaten Pati, PDAM Kabupaten Pati, Swasta dan mungkin pinjaman luar negeri.

- Komitmen dan prioritas pendanaan dari pemerintah daerah dalam pengembangan SPAM masih rendah.

c) Kelembagaan dan Perundang-Undangan

- Lemahnya fungsi lembaga di daerah terkai penyelengaraan SPAM.

- Kurangnya jumlah personil pengelola air minum dan kurangnya diklat dan pelatihan untuk peningkatan kapasitas personil.

- Perda tarif selayaknya sering ditinjau sehingga secara bertahap dapat mencara kondisi tarif yang terjangkau masyarakat danfull cost recovery(FCR).

- Upaya memperkuat tugas dan fungsi regulator dan operator penyelenggara SPAM (PDAM, Dinas Pekerjaan Umum, Pokmas) dilakukan dengan cara meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui pelatihan, memperkuat fungsi dinas-dinas terkait, memperkuat PDAM, dan memberdayakan kelompok masyarakat.

- Upaya memperkuat PDAM dalam mengelola SPAM secara lebih profesional dalam hal manajemen usaha, namun tetap tidak meninggalkan fungsi sosial.

d) Air Baku

- Terbatasnya ketersediaan air baku untuk jangka panjang. Stabilitas air baku cenderung menurun dari tahun ke tahun. - Kualitas air yang memiliki Fe dan sedimen yang tinggi

menyebabkan kerusakan pompa dan pipa.

- Pengambilan air tanah yang tidak terkendali oleh industri maupun perorangan

e) Peran Masyarakat

- Potensi yang ada pada masyarakat dan swasta belum sepenuhnya diberdayakan Pemerintah Kabupaten. Pengembangan kerjasama KSO perlu ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat lebih optimal. Sehingga peran Pemerintah Kabupaten Pati diharapkan lebih memperhatikan urusan-wajib yang implementasinya terletak pada kebijakan pengalokasian anggaran supaya mendapat porsi yang cukup guna pengembangan SPAM.

Tabel VI.17. Identifikasi Permasalahan Pengembangan SPAM Kabupaten Pati No Aspek Pengelolaan Air

Minum Permasalahan Tindakan Yang Sudah Dilakukan Yang Sedang Dilakukan (1) (2) (3) (4) (5) A 1 2 3 Kelembagaan/Perundan gan Organisasi SPAM

Tata Laksana (SOP, koordinasi, dll)

SDM

- Manajemen Pengelola SPAM belum optimal, baik dari sisi jumlah personil, tingkat pendidikan dan program pelatihan / diklat untuk karyawan.

- SOP Air Minum sudah dimiliki dan menjadi acuan dalam pengelolaan air minum

- Manajemen Pengelola SPAM belum

dioptimalkan, baik dari sisi jumlah personil, tingkat pendidikan dan program pelatihan / diklat untuk karyawan.

- SOP Air Minum sudah dimiliki dan secara bertahap menjadi acuan dalam pengelolaan air minum - Manajemen Pengelola SPAM belum dioptimalkan, baik dari sisi jumlah personil, tingkat pendidikan dan program pelatihan / diklat untuk karyawan.

- SOP Air Minum sudah dimiliki dan secara bertahap menjadi acuan dalam pengelolaan air minum B 1 2 3 4 Teknik Operasional Sumber Air Baku Bangunan Intake IPA

Reservoir dan Pompa

a. Beberapa sumber air lokasi pelayanan Juwana yang telah dibuat berupa deep well tidak mendapatkan ijin warga untuk dimanfaatkan PDAM.

b. Deep well Sani II dan Sani III yang digunakan untuk melayani pelanggan sering bermasalah terhadap sedimen Fe yang terkandung bersama air tanah. Hal ini dapat menurunkan kualitas air dan memperpendek umur pompa karena sering terjadi penyumbatan. a. Pompa harus berbagi

Sosialisasi dalam pengembangan SPAM

Pompa dioperasikan pada jam puncak berbagi dengan petani.

Belum dilakukan pengurangan aliran

- Semua pihak baik Pemerintah Kabupaten Pati maupun PDAM harus ada sinergi penanganan agar kontinuitas pelayanan tidak terganggu. - Sosialisasi dalam pengembangan SPAM - ompa

No Aspek Pengelolaan Air Minum Permasalahan Tindakan Yang Sudah Dilakukan Yang Sedang Dilakukan 5 6 7 8 Distribusi Jaringan Transmisi Jaringan Distribusi Sambungan Rumah Meter Pelanggan

puncak sore dan biaya operasional berupa energi listrik untuk pompa yang tidak sebanding dengan pendapatan air dari penjualan kepada warga. b. Tekanan air dalam pipa

terlalu tinggi karena banyak SR yang ditutup sebagai akibat dari penurunan pelanggan PDAM drastis hingga 50%.

c. Jika pompa dioperasikan 24 jam PDAM merugi karena tidak sebanding dengan pendapatan dari pelanggan.

a. Water meter induk (unit produksi) belum terpasang di sumber air pada IKK Pucakwangi, Sistem Pelayanan Kayen dan Sukolilo. Hal ini mengakibatkan jumlah air yang keluar dari sumber air tidak bisa diketahui. b. Jaringan transmisi Unit

Pelayanan Juwana mengalami masalah di kebocoran pipa dari sumber deep well Sonean. c. Jaringan transmisi dari deep well Sani II dan Sani III sering mengalami penebalan sedimen di dalam pipa karena sedimen yang terbawa dari deep well.

d. Jaringan Transmisi IKK Gembong banyak mengalami kerusakan karena head terlalu tinggi yang disebabkan oleh penurunan jumlah pelanggan, sehingga tekanan air dan debit air yang disediakan pompa melebihi dari kapasitas distribusi yang diperlukan.

menurunkan tekanan

Pompa dioperasikan 24 jam di wilayah perkotaan.

Water meter induk mulai dipasang secara bertahap.

Perlu perbaikan pada

pipa yang

mengalami kebocoran.

Sedimentasi pada pipa tinggi namun belum dilakukan upaya perbaikannya. jam puncak berbagi dengan petani. - Belum dilakukan pengurangan aliran air untuk menurunkan tekanan - Pompa dioperasikan 24 jam di wilayah perkotaan.

- Water meter induk mulai dipasang secara bertahap.

- Perlu perbaikan pada pipa yang mengalami kebocoran.

- Sedimentasi pada pipa tinggi namun belum dilakukan upaya

No Aspek Pengelolaan Air Minum Permasalahan Tindakan Yang Sudah Dilakukan Yang Sedang Dilakukan e. Jaringan perpipaan di Unit

Pelayanan Gembong tumpang tindih atau bersebelahan dengan jaringan pipa milik swadaya masyarakat sehingga mengakibatkan sulitnya mengidentifikasi pipa dinas jika diperlukan

perbaikan dan penyambungan. C 1 2 3 4 Pembiayaan Sumber-Sumber Pembiayaan Tarif Retribusi Mekanisme Penarikan Retribusi Realisasi Penerimaan Retribusi a. Sumber pembiayaan terutama berasal dari Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan Pusat, namun belum dapat memenuhi kebutuhan pengembangan SPAM Tarif retribusi tidak mengalami perubahan karena meskipun dikaji ulang namun yang ditetapkan dalam Perda tidak sesuai dengan tarif FCR Penarikan retribusi dilakukan di kantor kas PDAM yang terdapat di setiap wilayah pelayanan. Banyaknya tunggakan pembayaran oleh pelanggan.

Sumber pembiayaan terutama berasal dari Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan Pusat Dilakukan pengkajian tarif setiap beberapa tahun sekali. Penyediaan loket pembayaran air di setiap wilayah pelayanan. - - Diupayakan untuk mencari alternatif pembiayaan SPAM selain APBD dan APBN, baik dari pinjaman / hibah luar negeri, Hibah MBR, PIP, Perbankan maupun CSR. - Diupayakan kenikan tarif secara bertahap menuju tarif full cost recovery yang sesuai dengan daya jangkau masyarakat. - Penyediaan loket pembayaran air di setiap wilayah pelayanan. Diperlukan upaya penagihan terhadap pelanggan yang menunggak

No Aspek Pengelolaan Air Minum Permasalahan Tindakan Yang Sudah Dilakukan Yang Sedang Dilakukan D 1 2 3

Peran Serta Masyarakat Penyuluhan Kemampuan Membayar Retribusi Kemauan Berpartisipasi Diperlukan sosialisasi mengenai kebutuhan pengembangan SPAM, sehingga kemauan membayar dan partisipasi

dalam program

pengembangan SPAM baik.

membentuk Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) untuk mengelola fasilitas dipedesaan yang telah dibangun oleh Dinas Teknis, difasilitasi oleh lembaga pendampingan dari LSM / NGO agar lebih optimal membentuk Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) untuk mengelola fasilitas dipedesaan yang telah dibangun oleh Dinas Teknis, difasilitasi oleh lembaga

pendampingan dari LSM / NGO agar lebih optimal Sumber : Analisis Tim, 2014

2) Tantangan Pengembangan SPAM