• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perawatan dan Penyimpanan Peralatan

Dalam dokumen Teknik Kimia (Halaman 176-180)

3-94 Pembuangan Limbah yang Tidak Berbahaya

Bagian 4: MEMBERSIHKAN DAN MERAWAT PERALATAN GELAS,

C. Perawatan dan Penyimpanan Peralatan

Alat-alat yang ada di laboratorium harus selalu disimpan dalam keadaan kering dan bersih. Biasakan membersihkan alat-alat segera setelah alat itu digunakan. Jika tidak segera dibersihkan, ada kemungkinan residu yang menempel pada alat gelas dan keramik menjadi sukar dihilangkan.

Ketika membilas atau mencuci pipets, gelas ukur atau burets, supaya berhati-hati agar tidak membentur wastafel atau keran air. Kebanyakan kerusakan terjadi karena seperti ini. Keringkan tabung reaksi, gelas ukur, gelas piala, erlenmeyer, dan peralatan gelas lainnya dengan cara meletakkan mereka pada pasak kayu atau menempatkan mereka dalam keranjang dengan mulut ke bawah yang memungkinkan terkena udara kering. Atau, tempatkan dalam keranjang dan keringkan di oven. Suhu untuk pengeringan tidak melebihi 140°C. Jangan memanaskan secara langsung peralatan gelas yang digunakan untuk mengukur volume.Peralatan gelas tersebut harus dikeringkan pada suhu tidak lebih dari 80°C sampai 90°C. Sebelum menempatkan gelas dalam keranjang, tutupi bagian bawah keranjang dengan sepotong kain yang bersih untuk menghindari masuknya pengotor dari mulut alat gelas, atau tempatkan peralatan gelas yang sudah bersih dalam almari bebas debu.

Secara umum, penyimpanan peralatan yang terbuat dari gelas dan alat penunjang lainnya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

 Penyimpanan peralatan gelas harus dipisahkan dengan peralatan yang

terbuat dari bahan logam,

 Alat gelas seperti tabung reaksi, pipet, dan pipa buret dapat ditempat-

kan pada rak khusus.

 Kran buret perlu diberi pelumas agar tidak lengket dan sukar diputar.

 Termometer yang baru digunakan harus segera dibersihkan dengan air,

kemudian dikeringkan dan biarkan pada suhu ruangan, setelah itu baru dimasukkan pada tempatnya untuk disimpan.

 Peralatan penunjang yang terbuat dari logam, misalnya statif, batang

statif tidak perlu dilepas dari dasar statif, dan diletakkan di atas meja. Peralatan ini harus diusahakan agar tetap dalam keadaan kering agar tidak cepat mengalami korosi.

 Secara periodik dalam melakukan inventarisasi alat gelas perlu penge-

cekan apakah ada kerusakan (pecah), sehingga bila ada kerusakan maka perlu diadakan perbaikan atau dibuang.

 Perlu adanya formulir peminjaman penggunaan alat gelas, sehingga

ada kendali keluar masuknya alat gelas dari gudang alat gelas.

II.

LATIHAN PEMECAHAN MASALAH

1. Apa yang anda lakukan jika tabung reaksi yang terbuat dari bahan gelas

bukan pirex terkotori oleh residu yang sukar dibersihkan!

2. Jelaskan cara menyimpan buret yang baru saja dipakai untuk

standarisasi larutan natrium hidroksida!

III.RANGKUMAN

Hasil eksperimen yang baik dapat dicapai antara lain menggunakan alat-alat yang bersih. Alat-alat ukur seperti labu takar, gelas ukur, pipet dan buret yang kotor dapat mengakibatkan pengukuran yang salah. Jenis pengotor yang umum dijumpai pada peralatan laboratorium, baik yang terbuat dari gelas, keramik, maupun logam dapat berupa lemak, jamur, sisa endapan, karbon, karat, dan lain-lain. Sebelum membersihkan peralatan tersebut, terlebih dahulu dilakukan pengelompokan peralatan sesuai dengan sifat dan jenis pengotornya. Dengan demikian akan dapat ditentukan

peralatan dan bahan pembersih yang cocok digunakan. Selain itu, dapat ditentukan pula alat bantu proses pembersihannya dan alat pelindung diri yang diperlukan.

Peralatan gelas yang ada di laboratorium, secara fisik harus bersih, bebas dari residu dan lemak, dan untuk keperluan tertentu bahkan harus steril. Cuci peralatan gelas secepat mungkin setelah digunakan. Semakin lama dibiarkan tidak dicuci akan semakin sulit ia dibersihkan. Jika peralatan gelas masih kotor atau sukar dibersihkan dengan cara di atas, maka dapat dilakukan dengan cara yang lebih kuat, misalnya menggunakan larutan asam pekat atau basa. Senyawa lain yang dapat digunakan adalah asam nitrat, aqua regia atau asam sulfat pekat.Asam-asam ini sangat korosif dan harus digunakan hanya ketika diperlukan.

Asam kromat yang dilarutkan dalam asam sulfat pekat juga merupakan pembersih yang kuat, tetapi larutan ini tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai bahan pembersih, karena sangat beracun dan penyebab kangker pada manusia. Sebuah alternatif yang lebih aman adalah menggunakan hidrogen peroksida dalam asam sulfat.

Untuk membersihkan peralatan gelas dan keramik dapat juga dilaku- kan dengan menggunakan pembersih ultrasonic. Pembersihannya dilakukan dengan cara menggunakan deterjen yang ringan disertai pemanasan. Pember- sihan dengan cara seperti ini umumnya dapat menghilangkan residu yang membandel.

Alat-alat yang ada di laboratorium harus selalu disimpan dalam keadaan kering dan bersih dan biasakan membersihkan alat-alat segera setelah alat itu digunakan. Penyimpanan peralatan gelas harus dipisahkan dengan peralatan yang terbuat dari bahan logam

IV.

TUGAS

1. Bagaimana cara membersihkan labu ukur yang baru saja dipakai untuk

mengukur volume minyak kelapa?

2. Jelaskan bagaimana cara membersihkan cawan penguapan yang terkotori

oleh suatu residu yang sukar larut dalam air?

V.

SOAL-SOAL

1. Tuliskan peralatan, bahan pembersih, dan cara membersihkan gelas ukur

2. Jelaskan cara membersihkan tabung reaksi pirex yang terkena noda atau kotoran yang sukar dibersihkan dengan air sabun.

VI.

KUNCI JAWABAN

1. Peralatan dan bahan pembersih yang digunakan: sikat yang lembut, spon,

air kran, air suling, sabun/deterjen/teepol. Cara membersihkan: basahi gelas ukur dengan air kran, lalu diberi sabun/deterjen/teepol dan disikat sampai menggunakan sikat tabung yang lembut. Bagian luar gelas ukur disabun menggunakan spon, kemudian dibilas dengan air kran. Ulangi cara ini satu kali lagi, kemudian dibilas dengan air kran dan selanjutnya dibilas menggunakan air suling.

2. Karena tabung reaksi sukar dibersihkan dengan air sabun, maka dapat

dilakukan dengan merendam tabung reaksi dalam campuran kalium bikromat dan asam sulfat selama sehari semalam. Setelah ini baru dibersihakan dengan sabun seperti pada soal nomer 1.

VII.

REFERENSI

Adam Wiryawan, dkk. 2008. Kimia Analitik untuk SMK. BSE.Jakarta :

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

……., Care and safe Handling of Laboratory Glassware. (http://catalog2.

corning.com/lifesciences/media/pdf/glass_care_safe_handling_RG_CI_10 1_REV1.pdf), diakses 7 Mei 2012.

Bagian 5:

Dalam dokumen Teknik Kimia (Halaman 176-180)