• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.6 Perbandingan Metode CAMELS dan RGEC

Rangkuman perbandingan antara metode CAMELS dan RGEC menurut Fahmi (2013) dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.3

Perbandingan Metode CAMELS dan RGEC

No CAMELS RGEC

1 Penilaian tingkat kesehatan bank lebih berbasis pengukuran

Penilaian tingkat kesehatan bank lebih berdasarkan profil resiko dan juga didisain untuk melihat hubungan

30 kinerja internal

perusahaan melalui penilaian keenam faktor.

permodalan bank dalam menghadapi profil resiko bank dan kinerja manajemen lewat GCG dalam membuat laba bagi bank

2 Penilaian indikator-indikator dalam setiap faktor lebih mudah karena matriks penentuan nilai atau peringkat komposit setiap faktor hanya satu dimensi.

Penilaian indikator-indikator dalam faktor profil resiko relatif lebih sulit karena penentuan nilai atau peringkat komposit faktor profil resiko yang bersifat dua dimensi pada setiap faktornya.

3 Dalam setiap faktor penilaian tingkat kesehatan bank hanya terdapat indikator baik yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.

Dalam penilaian setiap faktor tersusun lebih terstruktur dengan sebuah pemisahan jelas antara faktor kuantitatif dan kualitatif berdasarkan penilaian kinerja manajemen terhadap setiap faktor yang dinilai.

4 Penilaian atas kinerja manajemen hanya dilihat dari tiga indikator yaitu manajemen secara umum, kepatuhan dan manajemen resiko bank.

Penilaian kinerja manajemen lebih konprehensif dengan penilain kinerja manajemen pada setiap faktor dan pada setiap indikator dalam faktor profil resiko yang lebih lengkap.

Penilaian kinerja manajemen secara umum lebih baik melalui penilaian faktor GCG secara khusus. Dan penilaian atas manajemen kepatuhan dituangkan pada sebuah indikator tersendiri dengan penilaian yang lebih lengkap pada indikator profil resiko kepatuhan.

Sumber: Fahmi (2013)

Perbandingan faktor-faktor yang dinilai dalam metode CAMELS dan RGEC menurut Fahmi (2013) dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.4

Perbandingan Faktor-faktor CAMELS dan RGEC

No CAMELS RGEC

31 1 Permodalan (Capital) Permodalan (Capital)

2 Aset Profil Risiko Kredit

3 Manajemen Good Corporate Governance

4 Rentabilitas (Earning) Rentabilitas (Earning) 5 Likuiditas Profil Risiko Likuiditas 6 Sensitifitas terhadap resiko pasar Profil Resiko Pasar

7 - Profil Resiko Operasional

8 - Profil Resiko Hukum

9 - Profil Resiko Strategik

10 - Profil Resiko Reputasi

Sumber: Fahmi (2013) 2.2 Penelitian Terdahulu

Tabel 2.5

Daftar Penelitian Terdahulu No. Nama

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian tingkat kesehatan Bank BNI Syari’ah dengan menggunakan metode CAMELS rata-rata menunjukkan predikat SANGAT SEHAT. Dan Bank BNI Syari’ah yang menggunakan metode RGEC rata-rata menunjukkan predikat SEHAT.

Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil analisis perbandingan tingkat kesehatan bank antara metode CAMEL dan RGEC.

3 Widari

Hasil penelitian ini diketahui bahwa Penilaian Tingkat Kesehatan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan menggunakan metode

32

Terdapat perbedaan analisis pada periode Maret 2013, jika menggunakan metode CAMELS laporan keuangan BNI Syariah dikategorikan Sangat Sehat tetapi jika menggunakan metode RGEC laporan keuangan BNI Syariah

dikategorikan Sehat.

Sumber: Hasil Olahan Peneliti dari Berbagai Sumber (2020) 2.3 Kerangka Konseptual

Menurut Ananto (2011), kerangka konseptual adalah suatu model yang menerangkan bagaimana hubungan suatu teori dengan faktor-faktor yang penting yang telah diketahui dalam suatu masalah tertentu. Kerangka konseptual akan menghubungkan antara variabel-variabel penelitian.

33 Gambar 1 Kerangka Konseptual

Sumber: Hasil Olahan Peneliti (2020)

Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Capital, Assets Quality, Management, Earning, Liquidity, Sensitivity to Market Risk (CAMELS) dan Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Capital (RGEC) yang diukur dengan menggunakan rasio-rasio yang terkait yang datanya diperoleh dari laporan keuangan bank BUMN. Adapun tolak ukur untuk menentukan tingkat kesehatan suatu bank setelah dilakukan penilaian terhadap masing-masing variabel, yaitu dengan menentukan hasil penelitian yang digolongkan menjadi peringkat kesehatan bank. Setiap faktor penilaian tingkat kesehatan bank ditetapkan peringkatnya berdasarkan kerangka analisis yang komprehensif dan terstruktur dengan memperhatikan materialitas dan signifikansi masing-masing faktor. Faktor-faktor yang diukur dalam metode CAMELS adalah

34 Capital, Asset, Earning, dan Liquidity dengan menggunakan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Assets (NPA), Return On Asset (ROA), BOPO, dan Loan to Deposit Ratio (LDR). Pada metode RGEC faktor-faktor yang diukur yaitu Risk Profile, Earning, dan Capital dengan menggunakan rasio Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Interest Rate Risk (IRR), Good Corporate Governance (GCG), Return On Asset (ROA), Net Interest Income (NIM), dan Capital Adequacy Ratio (CAR).

35 BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan data terkumpul, dideskriptifkan secara jelas tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2011).

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini mengambil sampel periode 2016 – 2019, yang diperoleh melalui situs www.idx.co.id.

3.3 Batasan Operasional

Batasan operasional dalam penelitian ini adalah:

1. Objek penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 201 – 2019.

2. Analisis perbandingan kesehatan bank dilakukan dengan metode CAMELS dan metode RGEC.

3. Data yang digunakan adalah laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan tahun 2016 – 2019.

3.4 Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional adalah menjelaskan karakteristik dari obyek ke elemen – elemen yang dapat diobservasi yang menyebabkan konsep dapat diukur dan

36 dioperasionalkan ke dalam penelitian. Setiap konsep variabel yang digunakan penelitian harus memiliki definisi yang jelas. Dengan definisi operasional, peneliti dapat mengumpulkan, mengukur, atau menghitung informasi, melalui logika empiris. Istilah - istilah dalam definisi operasional harus dapat diuji dan mempunyai rujukan empiris (Erlina, 2008)

Definisi Operasional variabel penelitian dan pengukuran variabelnya ditunjukkan oleh tabel berikut:

Tabel 3.1

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Variabel Definisi Operasional

Pengukuran Skala

Capital Adequacy Ratio (CAR)

CAR digunakan untuk mengukur pemenuhan

kebutuhan rasio modal minimal bank rentabilitas yang menunjukkan

kemampuan

manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih

Rasio

37 Loan to

Deposit Ratio (LDR)

LDR digunakan untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan

dibandingkan

dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri.

Rasio

Non-Performing Assets (NPA)

NPA adalah rasio kualitas aktiva yang menunjukkan perkembangan aktiva produktif bermasalah yang terdiri dari kualitas kurang lancar, diragukan dan macet,

dibandingkan dengan total aktiva produktif kredit, risiko pasar dan likuidasi

38 mengukur besaran

bunga yang

diterima oleh bank dibandingkan dengan bunga yang dibayar.

Good Corporate Governance (GCG)

GCG digunakan untuk menilai kualitas manajemen

bank atas

pelaksanaan prinsip-prinsip GCG

Self assessment Nominal

Sumber: Surat Edaran BI No. 6/23/DPNP/2004 diolah oleh peneliti

Tingkat kesehatan bank secara keseluruhan diketahui dengan cara menghitung seluruh rasio-rasio keuangan yang terkait dan digolongkan berdasarkan kriteria sebagai berikut:

1. Capital Adequacy Ratio (CAR)

Menurut ketentuan Bank Indonesia suatu bank umum sekurang kurangnya harus memiliki CAR 8%. Standar rasio CAR berdasarkan Surat Edaran BI No. 6/23/DPNP/2004 adalah:

a) Sangat Sehat : CAR ≥ 15%

b) Sehat : 9% ≤ CAR < 15%

c) Cukup Sehat : 8% ≤ CAR < 9%

d) Kurang Sehat : 6% < CAR < 8%

e) Tidak Sehat : CAR ≤ 6%

2. Non Performing Assets (NPA)

39 Standar rasio NPA berdasarkan Surat Edaran BI No. 6/23/DPNP/2004 adalah:

a) Sangat Sehat : NPA ≤ 3%

b) Sehat : 3% < NPA ≤ 5%

c) Cukup Sehat : 5% < NPA ≤ 8%

d) Kurang Sehat : 8% < NPA ≤ 10%

e) Tidak Sehat : NPA > 10%

3. Return on Assets (ROA)

Standar rasio ROA berdasarkan Surat Edaran BI No.6/23/DPNP/2004 adalah:

a. Sangat Sehat : ROA > 1,5%

b. Sehat : 1,25% < ROA ≤ 1,5%

c. Cukup Sehat : 0,5% < ROA ≤ 1,25%

d. Kurang Sehat : 0% < ROA ≤ 0,5%

e. Tidak Sehat : Rasio ≤ 0%

4. Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)

Standar rasio BOPO berdasarkan Surat Edaran BI No.

6/23/DPNP/2004 adalah:

a) Sangat Sehat : BOPO ≤ 89%

b) Sehat : 89% < BOPO ≤ 94%

c) Cukup Sehat : 94% < BOPO ≤ 96%

d) Kurang Sehat : 96% < BOPO ≤ 100%

e) Tidak Sehat : BOPO > 100%

40 5. Loan to Deposit Rasio (LDR)

Standar rasio LDR berdasarkan Surat Edaran BI No. 6/23/DPNP/2004 adalah:

a) Sangat Sehat : 50% < LDR ≤ 75%

b) Sehat : 75% < LDR ≤ 85%

c) Cukup Sehat : 85% < LDR ≤ 100%

d) Kurang Sehat : 100% < LDR ≤ 120%

e) Tidak Sehat : LDR > 120%

6. Non Performing Loan (NPL)

Standar rasio NPL berdasarkan Surat Edaran BI No. 6/23/DPNP/2004 adalah:

a) Sangat Sehat : NPL ≤ 2%

b) Sehat : 2% < NPL ≤ 3,75%

c) Cukup Sehat : 3,75% < NPL ≤ 5%

d) Kurang Sehat : 5% < NPL ≤ 6,75%

e) Tidak Sehat : NPL > 6,75%

7. Net Interest Margin (NIM)

Standar rasio NIM berdasarkan Surat Edaran BI No. 6/23/DPNP/2004 adalah:

a) Sangat Sehat : NIM > 5%

b) Sehat : 2% < NIM ≤ 5%

c) Cukup Sehat : 1,5% < NIM ≤ 2%

d) Kurang Sehat : 0% < NIM ≤ 1,5%

41 e) Tidak Sehat : NIM ≤ 0%

8. Interest Rate Risk (IRR)

Standar rasio NIM berdasarkan Surat Edaran BI No. 6/23/DPNP/2004 adalah:

a) Sangat Sehat : 45% < IRR b) Sehat: (40% < IRR ≤ 45%)

c) Cukup Sehat: (35% < IRR ≤ 40%) d) Kurang Sehat: (30% < IRR ≤ 35%) e) Tidak Sehat: (IRR < 30%)

9. Good Corporate Governance (GCG)

Standar predikat GCG berdasarkan Surat Edaran BI No.9/19/DNDP adalah:

a) Sangat Sehat : Nilai komposit <1,5 b) Sehat : 1,5 ≥ Nilai komposit < 2,5

c) Cukup Sehat : 2,5 ≥ Nilai komposit < 3,5 d) Kurang Sehat : 3,5 ≥ Nilai komposit < 4,5 e) Tidak Sehat : 4,5 ≥ Nilai komposit < 5

3.5 Populasi dan Sampel Penelitian

Menurut Sugiyono (2018), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas atau karakteristik tertentu yang akan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi itu. Populasi dalam penelitian ini

42 yaitu perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016 – 2019.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yang merupakan salah satu teknik pengambilan sampel yang dilakukan berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang disesuaikan dengan tujuan penelitian (Sugiono, 2018). Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan kriteria :

1. Perusahaan perbankan yang menjalankan usahanya secara konvensional 2. Bank tersebut menerbitkan dan mempublikasikan laporan keuangan di

www.idx.co.id berturut-turut selama tahun 2016 – 2019 Tabel 3.2

Populasi dan Sampel Penelitian

NO KODE NAMA PERUSAHAAN Kriteria

1 2

43

22 BBMD PT. Bank Metika Dharma Tbk  

23 SDRA PT. Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk  ×

24 BINA PT. Bank Ina Perdana Tbk  ×

25 MCOR PT. Bank China Construction Bank Indonesia Tbk Sumber : www.idx.id, data diolah peneliti

Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 31 perusahaan dengan 124 amatan.

3.6 Jenis dan Sumber Data

Data yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder berupa laporan keuangan tahunan Bank yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diperoleh dengan cara mengunduh data melalui website resmi Bursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id, website resmi Bank Indonesia yaitu www.bi.go.id dan website resmi perusahaan yang berupa laporan auditor independen dan laporan keuangan yang diamati selama periode 2016 – 2019.

44 3.7 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Studi Dokumentasi

Pengumpulan data sekunder yang diperlukan diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia, website resmi Bank Indonesia, dan website resmi perusahaan. Data yang diambil berupa laporan keuangan tahunan perusahaan dan laporan audit independen yang menjadi populasi dan sampel penelitian.

2. Studi Pustaka

Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan landasan teori dan mengamati penelitian-penelitian terdahulu. Bahan untuk melakukan studi pustaka didapat dari buku, jurnal, skripsi dan media tertulis lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini.

3.8 Teknik Analisis Data

3.8.1 Metode Analisis Deskiptif

Penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2018).

3.8.2 Metode CAMELS

Metode CAMELS menentukan tingkat kesehatan bank dengan cara membuat penilaian terhadap masing-masing variabel Capital, Assets Quality,

45 Management, Earning, Liquidity, dan Sensitivity to Market Risk. Selanjutnya digolongkan menjadi peringkat kesehatan bank dengan mengacu kepada peraturan Bank Indonesia mengenai tata cara penilaian tingkat kesehatan bank umum.

3.8.3 Metode RGEC

Metode RGEC menentukan tingkat kesehatan bank dengan cara membuat penilaian terhadap masing-masing variabel Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, dan Capital. Selanjutnya digolongkan menjadi peringkat kesehatan bank dengan mengacu kepada peraturan Bank Indonesia mengenai tata cara penilaian tingkat kesehatan bank umum.

46 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil penerapan 2 metode yaitu metode CAMELS dan metode RGEC dalam menilai tingkat kesehatan bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rentang tahun 2016 – 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif di mana peneliti melakukan pengumpulan fakta, melakukan observasi dan pemahaman tetapi tidak melakukan hipotesis. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dengan cara mengunduh laporan keuangan melalui situs resmi BEI.

Analisis data dilakukan dengan cara menghitung rasio-rasio keuangan yang terkait dengan masing-masing faktor dari kedua metode. Lalu masing-masing hasil perhitungan rasio tersebut diberi peringkat 1 sampai dengan peringkat 5 dengan berpedoman pada standar dalam Surat Edaran Bank Indonesia. Faktor yang memperoleh peringkat 1 akan diberi nilai 5, peringkat 2 diberi nilai 4, peringkat 3 diberi nilai 3, peringkat 4 diberi nilai 2 dan peringkat 5 diberi nilai 1.

Kesimpulan akhir peringkat komposit masing-masing bank didapat dengan cara membagikan jumlah nilai aktual yang didapat masing-masing bank dengan jumlah nilai maksimal yang bisa diperoleh lalu kemudian dikalikan 100%. Persentase untuk menentukan peringkat komposit bank dapat dilihat pada tabel berikut:

47 Tabel 4.1

Peringkat Komposit Tingkat Kesehatan Bank Persentase Peringkat Komposit Predikat

>= 86 1 Sangat Sehat 4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Perhitungan Metode CAMELS

Berikut merupakan hasil perhitungan menggunakan metode CAMELS:

1. PT. Bank Central Asia

Tabel 4.2

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank BCA

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 21,90 % 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 23,4% 1 Sangat

48 Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

2. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Tabel 4.3

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank BRI

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 22.91% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 21.21% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

49 3. PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Tabel 4.4

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank BNI

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 18,5% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 18,5% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

50 4. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

Tabel 4.5

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Mandiri

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 21,36% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 20,96% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

51 5. PT. Bank Mega Tbk

Tabel 4.6

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Mega

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 26.21% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 22.79% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

52 6. PT. Bank Permata Tbk

Tabel 4.7

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Permata

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 15,6% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 19,4% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

53 7. PT. Bank Danamon Indonesia Tbk

Tabel 4.8

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Danamon

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 20,9% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 22,2% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

54 8. PT. Bank CIMB Niaga Tbk

Tabel 4.9

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank CIMB Niaga

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 17,96% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 19,66% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

55 9. PT. Bank Pan Indonesia Tbk

Tabel 4.10

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Pan Indonesia

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 20,49% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 23,33% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

56 10. PT. Bank BTPN Tbk

Tabel 4.11

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank BTPN Indonesia

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 25,0% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 24,6% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

57 11. PT. Bank OCBC NISP Tbk

Tabel 4.12

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank OCBC NISP

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 18.28% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 17.63% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

58 12. PT. Maybank Indonesia Tbk

Tabel 4.13

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Maybank

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 16,77% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 19,04% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

59 13. PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Tabel 4.14

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank BTN

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 20,34% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 18,21% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

60 14. PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk

Tabel 4.5

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Jabar

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 18.43% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 18.63% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

61 15. PT. Bank Sinarmas Tbk

Tabel 4.16

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Sinarmas

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 16,70% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 17,60% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

62 16. PT. Bank Bukopin Tbk

Tabel 4.17

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Bank Bukopin

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 16,64% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 13,41% 2 Sehat 12,59% 2 Sehat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

63 17. PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk

Tabel 4.18

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Bank Jatim

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 23,88% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 24,21% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

64 18. PT. Bank Mestika Dharma Tbk

Tabel 4.19

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Mestika

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 35,12% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 34,58% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

65 19. PT. Bank China Construction Bank Indonesia Tbk

Tabel 4.20

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank China Construction

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 19,43% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 15,69% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

66 20. PT. Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk

Tabel 4.21

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Banten

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 13.22% 2 Sehat 10.22% 2 Sehat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 10,04% 2 Sehat 9.01% 2 Sehat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

67 21. PT. Bank Capital Indonesia Tbk

Tabel 4.22

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Capital

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 20,64% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 18,66% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

68 22. PT. Bank Oke Indonesia Tbk

Tabel 4.23

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank OKE

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 77,76% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 51,28% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

69 23. PT. Bank Yudha Bhakti Tbk

Tabel 4.24

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Yudha Bakti

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 21,38% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 19,47% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

70 24. PT. Bank QNB Indonesia Tbk

Tabel 4.25

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank QNB

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 16,46% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 26,50% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

71 25. PT. Bank MNC Internasional Tbk

Tabel 4.26

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank MNC

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 19,54% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 16,27% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

72 26. PT. Bank Maspion Indonesia Tbk

Tabel 4.27

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Maspion

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 24,32% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 21,28% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

73 27. PT. Bank Victoria Internasional Tbk

Tabel 4.28

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Victoria

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 24.58% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 16.73% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

74 28. PT. Bank Harda Internasional Tbk

Tabel 4.29

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Harda

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 21,73% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 16,85% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

75 29. PT. Bank Ganesha Tbk

Tabel 4.30

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank Ganesha

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 34,93% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 32,84% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

76 30. PT. Bank IBK Indonesia Tbk

Tabel 4.31

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank IBK

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 6,82% 5 Tidak

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 3,21% 5 Tidak Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

77 31. PT. Bank of India Indonesia Tbk

Tabel 4.32

Hasil Perhitungan CAMELS pada Bank India

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 34,50% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

CAR 39,46% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

78 4.2.2 Perhitungan Metode RGEC

Berikut merupakan hasil perhitungan menggunakan metode RGEC :

1. PT. Bank Central Asia

Tabel 4.33

Hasil Perhitungan RGEC pada Bank BCA

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

NPL 1,3% 1 Sangat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

NPL 1,4% 1 Sangat Sumber : hasil olahan peneliti (2021)

79 2. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Tabel 4.34

Hasil Perhitungan RGEC pada Bank BRI

2016 2017

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

Rasio Nilai Peringkat Predikat Nilai Peringkat Predikat

Dokumen terkait